BAB 3: Ketukan Jari yang Familier

​Langkah kaki Bellamy yang terbalut jas hitam besar milik Dallas menggema di lobi mansion Guinevere yang luas. Sunyi. Berdasarkan ingatan pemilik tubuh asli, rumah ini biasanya selalu bising oleh tangisan Diane atau aduan manja dari Lucianna. Namun sore ini, suasana begitu hening.

​"Bellamy! Oh, Tuhan, putriku!"

​Sebuah seruan panik memecah kesunyian. Dari arah tangga besar, seorang wanita paruh baya dengan gaun tidur sutra berwarna kelabu berlari turun. Wajahnya yang cantik tampak pucat, dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya yang menunjukkan depresi berat. Diane Guinevere.

​Diane langsung menghambur, memeluk tubuh basah Bellamy tanpa memedulikan pakaiannya sendiri ikut basah.

​"Kamu dari mana saja, Nak? Kenapa basah kuyup begini? Dan jas siapa ini?" Diane memberondong dengan pertanyaan, tangannya yang gemetar menyentuh pipi Bellamy.

​Livana—yang berada di dalam tubuh Bellamy—menahan napas sejenak. Ia merasa canggung dengan pelukan hangat seorang ibu, sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan di dunia mafia.

​"Aku tidak apa-apa, Mama. Hanya terpeleset ke kolam," jawab Bellamy, mencoba meniru nada suara aslinya meski terdengar agak kaku.

​"Terpeleset? Pasti karena anak keluarga Enrique itu lagi, kan?!" Diane mendesah frustrasi, lalu menuntun Bellamy duduk di sofa ruang tengah. Namun baru beberapa detik duduk, Diane tiba-tiba menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu memajukan wajahnya dengan berbisik misterius.

​"Bellamy... Mama harus bicara hal penting padamu. Ini tentang Papamu."

​Bellamy menyipitkan mata, merasa ada yang tidak beres. "Papa? Ada apa dengannya?"

​"Papamu... dia aneh sekali hari ini! Benar-benar seperti kesurupan!" bisik Diane dengan mata membelalak, ekspresinya antara syok dan tidak percaya.

​"Aneh bagaimana, Ma?"

​"Kamu tahu sendiri, kan? Seminggu terakhir ini James selalu meributkan soal pengangkatan Luciana sebagai anak angkat keluarga kita. Dia bahkan membentak Mama habis-habisan demi membela Odelia!" Diane meremas saputangannya erat-erat. "Tapi siang tadi... tiba-tiba dia memanggil pengacara keluarga. Dia mencabut semua berkas pengangkatan anak itu!"

​Bellamy tertegun di balik jas besar Dallas. 'James Guinevere mencabut berkas? Bukankah di alur novel dia pria lemah yang tergila-gila pada pelayannya?' batinnya heran.

​"Tidak hanya itu!" Diane memegang kedua tangan Bellamy, suaranya naik satu oktav karena bersemangat. "Saat Odelia masuk membawakan teh sambil menangis seperti biasanya, tebak apa yang dilakukan Papamu? Dia menatap Odelia dengan pandangan sangat jijik! Seperti melihat kecoak di atas meja makannya! Lalu dia... dia mengusir Odelia keluar dari ruang kerjanya."

​Bellamy mengernyitkan dahi. Perubahan karakter ini terlalu drastis.

​"Lalu, bagaimana dengan Mama sendiri?" tanya Bellamy, memancing lebih dalam.

​Wajah Diane mendadak merona merah, tampak salah tingkah yang sangat kentara. "Itu... itu yang paling menakutkan, Bellamy. Setelah mengusir Odelia, dia menarik Mama ke dalam pelukannya. Dia meminta maaf karena selama ini abai. Dia bahkan memesankan perhiasan baru dan bersikap sangat... sangat protektif! Mama sampai merinding!"

​Diane bersandar di sofa, mengetuk-ngetuk dagunya dengan bingung. "Apa pelet yang dipakai Odelia sekarang sudah tidak manjur lagi? Atau Papamu baru saja sadar dari pengaruh hipnotis odelia?"

​Bellamy perlahan menyandarkan punggungnya ke sofa. Pikirannya berputar cepat. Sifat James asli tidak mungkin berubah secepat ini kecuali... ada jiwa lain di dalam tubuh itu.

​"Baguslah kalau begitu, Ma. Berarti Papa akhirnya punya otak," ucap Bellamy tenang.

​"Eh?" Diane tertegun, menatap putrinya dengan tatapan aneh. "Bellamy, kenapa bicaramu begitu? Dan... kamu tidak marah?"

​"Marah untuk apa?"

​"Bukannya selama ini kamu juga yang paling bersikeras meminta Papamu mengangkat Luciana menjadi anak?" Diane mengingatkan dengan dahi berkerut dalam. "Kamu bilang, kalau Luciana jadi saudaramu, maka Javier akan selalu ada di sekelilingmu. Kamu mau memanfaatkan Luciana agar Javier mau menjadi suamimu. Kini kamu... kenapa sekarang kamu malah terlihat setuju dengan Papamu?"

​Bellamy baru mengingat bagian bodoh dari rencana Bellamy asli itu. Ia berdeham kecil untuk menutupi kecanggungannya.

​"Ma, itu rencana lama yang sangat bodoh," ucap Bellamy, tatapannya mendadak dingin. "Sekarang aku sadar. Untuk apa membawa parasit masuk ke dalam rumah hanya demi mengejar seekor anjing sombong seperti Javier?"

​Diane melongo. Ia mengerjapkan matanya berulang kali, menatap putrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan ngeri.

​"Bellamy... kamu... kamu benar-benar anakku, kan?" Diane menyentuh dahi Bellamy. "Tidak panas. Tapi kenapa ucapanmu... Ya Tuhan, suamiku aneh, anakku juga mendadak aneh. Kalian berdua sama-sama aneh hari ini!"

​"Aku hanya sudah bangun dari mimpi buruk, Ma," Bellamy berdiri dari sofa, memberikan senyuman tipis pada Diane. "Aku mau ganti baju dulu, setelah itu aku harus menemui Papa di ruang kerjanya."

​"Untuk apa?"

​"Ada beberapa hal yang harus aku pastikan," jawab Bellamy penuh arti, sebelum melangkah pergi.

​Setelah mengganti pakaiannya dengan gaun kering yang lebih kasual, Bellamy berjalan menuju lantai dua, tepat ke arah ruang kerja James Guinevere.

​Di dalam ruangan itu, Sylvester—yang berada di dalam tubuh James—sedang mengacak-acak rambutnya yang kini memiliki beberapa helai warna putih di bagian samping. Di depannya, sebuah layar hologram biru berkedip-kedip dengan agresif, mengambang di udara.

​[ Peringatan! Karakter James Guinevere menolak memberikan kompensasi finansial pada Odelia Francesca! Skala kerusakan plot: Minor. Penalti: Pengurangan umur 15 hari. ]

​"Persetan dengan lima belas hari! Ambil saja sesukamu, mesin sialan!" umpat James dengan suara berat dan rendah, sangat jauh dari nada suara James asli yang biasanya terdengar bimbang.

​Tok. Tok.

​James langsung menyentak layar hologram itu hingga menghilang, lalu memperbaiki posisi duduknya. "Masuk."

​Pintu terbuka, dan Bellamy melangkah masuk. James menyipitkan matanya, bersiap untuk menghadapi rengekan manja putrinya yang biasanya akan memintanya membelikan barang mewah untuk Javier.

​Namun, Bellamy tidak berlari mendekat. Gadis itu berjalan dengan langkah konstan, seimbang, dan sangat tenang. Ia menarik kursi di hadapan James tanpa meminta izin, lalu mendudukinya dengan menyilangkan kaki secara anggun namun sarat akan dominasi.

​James mengernyitkan alis. Tatapan mata Bellamy hari ini... tidak ada binar kebodohan di sana. Hanya ada sepasang manik mata yang setajam elang, dingin, dan penuh kalkulasi.

​"Papa," panggil Bellamy, suaranya datar.

​"Ada apa? Jika kau ke sini untuk memintaku mengembalikan berkas pengangkatan anak Luciana, jawabanku adalah tidak," sahut James dingin, menatap putrinya dengan pandangan mengintimidasi khas seorang ketua mafia.

​Bellamy tidak membalas ucapan itu. Matanya justru tertuju pada tangan kanan James yang berada di atas meja kerja mahagoni. Jari telunjuk dan jari tengah pria paruh baya itu sedang mengetuk-ngetuk permukaan meja secara konstan dengan ritme tertentu.

​Ketuk. Ketuk. Ketuk-ketuk.

​Jantung Bellamy berdesir tajam. Ritme ketukan itu... itu adalah kode morse internal yang hanya digunakan oleh petinggi Minerva Syndicate saat mereka sedang menyusun rencana pembunuhan atau merasa kesal. Dan pria di depannya melakukan itu secara refleks.

​Bellamy perlahan memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja. Ia menatap langsung ke dalam manik mata James.

​"Aku tidak tertarik dengan Luciana ataupun Javier, Papa," ucap Bellamy lambat, nadanya merendah. "Aku hanya penasaran... sejak kapan seorang James Guinevere yang lemah iman memiliki kebiasaan memegang cerutu dengan gaya memegang pistol, dan... mengetuk meja dengan ritme Minerva?"

​Mendengar kata 'Minerva' keluar dari bibir Bellamy, gerakan jari James langsung terhenti seketika. Atmosfer di dalam ruangan mendadak turun hingga ke titik beku.

​James balas memajukan tubuhnya. Sepasang singa dari dunia bawah kini saling mengunci pandangan di dalam tubuh yang berbeda, penuh dengan kecurigaan yang mematikan.

​"Kau... siapa kau sebenarnya?" desis James, suaranya terdengar sangat berbahaya.

​Bellamy menyeringai tipis, binar matanya berkilat liar. "Pertanyaan bagus. Dan kurasa, aku juga berhak menanyakan hal yang sama padamu, 'Papa'."

Terpopuler

Comments

umie chaby_ba

umie chaby_ba

jadi bapak anak transmigrasi dalam satu novel🤭

2026-06-27

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: Badai, Buku Emas, dan Kolam Dingin
2 BAB 2: Jas Hitam dan Undangan Gala
3 BAB 3: Ketukan Jari yang Familier
4 BAB 4: Saling Todong Identitas
5 BAB 5: Plester Luka dan Undangan yang Salah
6 BAB 6: Air Mata Palsu di Lounge Mewah
7 BAB 7: Celah di Balik Secangkir Kopi
8 BAB 8: Siasat Ranjang yang Tertukar
9 BAB 9: Perangkap Pagi Hari dan Sisa Kopi Beracun
10 BAB 10: Skenario Baru dan Siasat Gaun Hitam
11 BAB 11: Makan Malam dan Proposal yang Agresif
12 BAB 12: Di Bawah Langit Malam Restoran Atap
13 BAB 13: Cemburu yang Salah Alamat dan Pengkhianatan di Balik Layar
14 BAB 14: Tebusan Sang Mafia dan Memori yang Hilang
15 BAB 15: Lamaran di Depan Gerbang
16 BAB 16: Bisikan di Lorong Gelap
17 BAB 17: Pecutan dan Harga Diri yang Tercabik
18 BAB 18: Intelijen Mafia dan Rahasia di Balik Selimut
19 BAB 19: Catur Tiga Penjuru
20 BAB 20: Sekutu dari Masa Lalu dan Benang Takdir yang Terbuka
21 BAB 21: Ambisi, Ancaman, dan Dua Kotak Cincin
22 BAB 22: Dua Sisi Panggung yang Mulai Memanas
23 BAB 23: Lamaran Ganda di Tengah Badai
24 BAB 24: Puing-Puing Kehancuran Enrique
25 BAB 25: Rahasia Darah dan Benang yang Terikat
26 BAB 26: Kepingan Masa Lalu yang Tercecer
27 BAB 27: Domino Kehancuran dan Racun Dendam
28 BAB 28: Pertukaran Nyawa dan Pengepungan Es
29 BAB 29: Sang Singa Keluar dari Bayangan
30 BAB 30: Detak Jantung yang Tersisa
31 BAB 31: Jalinan Benang yang Kusut
32 BAB 32: Topeng yang Retak dan Tatapan Sang Penguasa
33 BAB 33: Ketakutan di Balik Kabut Rahasia
34 BAB 34: Jerat Terikat dan Malam yang Berubah
35 BAB 35: Sekutu di Balik Bayangan
36 BAB 36: Kilas Balik Takdir dan Dekapan Hangat
37 BAB 37: Rencana di Balik Air Mata Palsu
38 BAB 38: Retaknya Topeng Pelayan
39 BAB 39: Bidak yang Bergerak dan Siasat Baru
40 BAB 40: Kode yang Tertinggal dan Rahasia Deborah
41 BAB 41: Jerat Pernikahan dan Sekutu dari Dunia Nyata
42 BAB 42: Lubang di Jaring Laba-Laba
43 BAB 43: Sumpah di Atas Kertas Sipil
44 BAB 44: Pembantaian di Ruang Resepsi
45 BAB 45: Akhir Sang Pembuat Distorsi
46 BAB 46: Era Baru di Distrik Barat
47 BAB 47: Dilema Jiwa dan Dekapan Posesif
48 BAB 48: Sangkar Emas Panglima Costa
49 BAB 49: Portal yang Terbuka dan Sinyal Lintas Dimensi
50 BAB 50: Cemburu Lintas Dimensi dan Deklarasi Mutlak
51 BAB 51: Taktik di Balik Kaca Es dan Dendam yang Terusik
52 BAB 52: Panggung Serigala dan Ratu yang Berjalan Sendiri
53 BAB 53: Darah di Atas Kertas Sumpah
54 BAB 54: Syarat Mutlak Sistem dan Percikan Cemburu Dua Dunia
55 BAB 55: Retakan pada Kaca Es dan Sumpah Panglima
56 BAB 56: Rencana di Balik Jeruji dan Ancaman yang Tersisa
57 BAB 57: Pesta Dansa dan Penyusup di Wilayah Netral
58 BAB 58: Naluri Monster yang Terbangun dan Tebusan Darah
59 BAB 59: Eksekusi Tanpa Batas dan Umpan Beracun
60 BAB 60: Pertemuan di Balik Badai dan Rahasia Darah Campuran
61 BAB 61: Jebakan Cangkir Teh dan Pecahnya Dua Dimensi
62 BAB 62: Amarah Sang Panglima dan Ujung Belati Ratu
63 BAB 63: Tiga Hari dalam Sangkar Posesif
64 BAB 64: Sinar Matahari Pertama dan Tuntutan di Balik Selimut
65 BAB 65: Penulis Takdir dan Kebangkitan Rosalie
66 BAB 66: Jejak Masa Lalu dan Dilema Dua Wanita
67 BAB 67: Pelukan yang Hangat dan Pengorbanan Terakhir
68 BAB 68: Kebenaran Pencipta Cerita dan Cahaya Terakhir
69 BAB 69: Penyesalan sang Pencipta dan Cahaya Suasana Baru
70 BAB 70: Awal Baru dan Jejak Takdir yang Bertunas
71 BAB 71 (Bab Ekstra): Pesta Megah dan Panglima yang Terlalu Protektif
Episodes

Updated 71 Episodes

1
BAB 1: Badai, Buku Emas, dan Kolam Dingin
2
BAB 2: Jas Hitam dan Undangan Gala
3
BAB 3: Ketukan Jari yang Familier
4
BAB 4: Saling Todong Identitas
5
BAB 5: Plester Luka dan Undangan yang Salah
6
BAB 6: Air Mata Palsu di Lounge Mewah
7
BAB 7: Celah di Balik Secangkir Kopi
8
BAB 8: Siasat Ranjang yang Tertukar
9
BAB 9: Perangkap Pagi Hari dan Sisa Kopi Beracun
10
BAB 10: Skenario Baru dan Siasat Gaun Hitam
11
BAB 11: Makan Malam dan Proposal yang Agresif
12
BAB 12: Di Bawah Langit Malam Restoran Atap
13
BAB 13: Cemburu yang Salah Alamat dan Pengkhianatan di Balik Layar
14
BAB 14: Tebusan Sang Mafia dan Memori yang Hilang
15
BAB 15: Lamaran di Depan Gerbang
16
BAB 16: Bisikan di Lorong Gelap
17
BAB 17: Pecutan dan Harga Diri yang Tercabik
18
BAB 18: Intelijen Mafia dan Rahasia di Balik Selimut
19
BAB 19: Catur Tiga Penjuru
20
BAB 20: Sekutu dari Masa Lalu dan Benang Takdir yang Terbuka
21
BAB 21: Ambisi, Ancaman, dan Dua Kotak Cincin
22
BAB 22: Dua Sisi Panggung yang Mulai Memanas
23
BAB 23: Lamaran Ganda di Tengah Badai
24
BAB 24: Puing-Puing Kehancuran Enrique
25
BAB 25: Rahasia Darah dan Benang yang Terikat
26
BAB 26: Kepingan Masa Lalu yang Tercecer
27
BAB 27: Domino Kehancuran dan Racun Dendam
28
BAB 28: Pertukaran Nyawa dan Pengepungan Es
29
BAB 29: Sang Singa Keluar dari Bayangan
30
BAB 30: Detak Jantung yang Tersisa
31
BAB 31: Jalinan Benang yang Kusut
32
BAB 32: Topeng yang Retak dan Tatapan Sang Penguasa
33
BAB 33: Ketakutan di Balik Kabut Rahasia
34
BAB 34: Jerat Terikat dan Malam yang Berubah
35
BAB 35: Sekutu di Balik Bayangan
36
BAB 36: Kilas Balik Takdir dan Dekapan Hangat
37
BAB 37: Rencana di Balik Air Mata Palsu
38
BAB 38: Retaknya Topeng Pelayan
39
BAB 39: Bidak yang Bergerak dan Siasat Baru
40
BAB 40: Kode yang Tertinggal dan Rahasia Deborah
41
BAB 41: Jerat Pernikahan dan Sekutu dari Dunia Nyata
42
BAB 42: Lubang di Jaring Laba-Laba
43
BAB 43: Sumpah di Atas Kertas Sipil
44
BAB 44: Pembantaian di Ruang Resepsi
45
BAB 45: Akhir Sang Pembuat Distorsi
46
BAB 46: Era Baru di Distrik Barat
47
BAB 47: Dilema Jiwa dan Dekapan Posesif
48
BAB 48: Sangkar Emas Panglima Costa
49
BAB 49: Portal yang Terbuka dan Sinyal Lintas Dimensi
50
BAB 50: Cemburu Lintas Dimensi dan Deklarasi Mutlak
51
BAB 51: Taktik di Balik Kaca Es dan Dendam yang Terusik
52
BAB 52: Panggung Serigala dan Ratu yang Berjalan Sendiri
53
BAB 53: Darah di Atas Kertas Sumpah
54
BAB 54: Syarat Mutlak Sistem dan Percikan Cemburu Dua Dunia
55
BAB 55: Retakan pada Kaca Es dan Sumpah Panglima
56
BAB 56: Rencana di Balik Jeruji dan Ancaman yang Tersisa
57
BAB 57: Pesta Dansa dan Penyusup di Wilayah Netral
58
BAB 58: Naluri Monster yang Terbangun dan Tebusan Darah
59
BAB 59: Eksekusi Tanpa Batas dan Umpan Beracun
60
BAB 60: Pertemuan di Balik Badai dan Rahasia Darah Campuran
61
BAB 61: Jebakan Cangkir Teh dan Pecahnya Dua Dimensi
62
BAB 62: Amarah Sang Panglima dan Ujung Belati Ratu
63
BAB 63: Tiga Hari dalam Sangkar Posesif
64
BAB 64: Sinar Matahari Pertama dan Tuntutan di Balik Selimut
65
BAB 65: Penulis Takdir dan Kebangkitan Rosalie
66
BAB 66: Jejak Masa Lalu dan Dilema Dua Wanita
67
BAB 67: Pelukan yang Hangat dan Pengorbanan Terakhir
68
BAB 68: Kebenaran Pencipta Cerita dan Cahaya Terakhir
69
BAB 69: Penyesalan sang Pencipta dan Cahaya Suasana Baru
70
BAB 70: Awal Baru dan Jejak Takdir yang Bertunas
71
BAB 71 (Bab Ekstra): Pesta Megah dan Panglima yang Terlalu Protektif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!