BAB 5: Plester Luka dan Undangan yang Salah

​Di lantai teratas gedung Enrique Group, suasana ruang kerja sang penguasa bayangan tampak sunyi dan mencekam. Dallas Enrique duduk di balik meja kaca hitamnya, menatap tumpukan laporan bisnis intelijen dengan mata elangnya yang dingin. Namun, konsentrasinya buyar ketika pintu ruangannya diketuk dengan terburu-buru.

​Tok! Tok! Tok!

​"Masuk," ucap Dallas, suaranya berat dan rendah.

​Hans melangkah masuk dengan napas yang agak memburu. Wajah asisten pribadinya yang biasanya tenang dan profesional itu kini tampak pucat, seolah-olah baru saja melihat hantu di siang bolong.

​"Tuan Muda Dallas..." Hans membungkuk, namun matanya menatap Dallas dengan pandangan yang sulit diartikan.

​"Ada apa, Hans? Kenapa wajahmu seperti itu?" Dallas meletakkan penanya, menyandarkan punggungnya ke kursi empuknya. "Bagaimana dengan tugas yang kuberikan? Kau sudah mengantarkan Bellamy Guinevere pulang dengan selamat?"

​"Sudah, Tuan Muda. Saya mengantarkannya hingga ke depan lobi mansion Guinevere," jawab Hans, menelan ludah dengan susah payah. "Tapi... sebelum saya pergi, Nona Bellamy menitipkan sebuah pesan penting untuk Anda."

​Dallas menaikkan sebelah alisnya. "Pesan? Rengekan apa lagi yang dia sampaikan? Apa dia memintaku untuk membujuk Javier agar mau menemuinya?"

​"Bukan, Tuan Muda. Justru kebalikannya," Hans menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Nona Bellamy secara resmi mengundang Anda, Tuan Muda Dallas, untuk menjadi pasangannya di pesta gala konglomerat minggu depan."

​Deg.

​Pena di tangan Dallas tanpa sadar terjatuh ke atas meja. Tubuh pria itu menegang seketika. Matanya yang sedingin es langsung melebar, menatap Hans dengan pandangan tidak percaya.

​"Apa kau bilang?" desis Dallas, suaranya mendadak berubah tajam. "Ulangi sekali lagi, Hans."

​"Nona Bellamy mengundang Anda ke pesta gala, Tuan Muda. Beliau menegaskan bahwa beliau tidak menerima penolakan. Bahkan beliau berkata jika Anda tidak datang menjemputnya, beliau sendiri yang akan menyeret Anda keluar dari kantor ini."

​Dallas bangkit berdiri dari kursinya, kedua tangannya bertumpu pada meja, memajukan tubuhnya ke arah Hans. "Kau pasti salah dengar, Hans! Periksa telingamu! Apakah kau yakin dia menyebut namaku? Bukan nama Javier?!"

​"Saya berani bersumpah demi nyawa saya, Tuan Muda Dallas! Saya bahkan menanyakannya berkali-kali kepada beliau untuk memastikan," ucap Hans dengan nada meyakinkan. "Beliau secara spesifik menyebut nama Tuan Muda Dallas Enrique. Bukan Tuan Muda Javier."

​Dallas terdiam. Jantungnya berdegup dengan ritme yang tidak beraturan—sesuatu yang sangat jarang terjadi pada pria sedingin dirinya. Ia berbalik, berjalan menuju jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian. Pikirannya mendadak kacau, ditarik paksa oleh arus kenangan masa lalu yang selama ini ia kubur dalam-dalam di lubuk hatinya.

​Flashback, 14 tahun yang lalu...

​Suasana di ruang tamu mansion utama Enrique terasa sangat canggung dan dingin. Dallas yang saat itu baru berusia 16 tahun berdiri dengan kaku di samping ibunya, Danila. Setelah kematian ayah kandungnya, Diego Costa, ibunya memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang konglomerat kaya raya bernama Fernando Enrique.

​Fernando berdiri di sana dengan angkuh, sementara di sampingnya ada Javier kecil yang baru berusia 10 tahun. Ibu kandung Javier, Delara, telah meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya, membuat Javier tumbuh menjadi anak yang arogan, manja, dan keras kepala.

​"Papa! Aku tidak mau menerima wanita miskin ini menjadi ibuku! Apalagi anak kampung ini menjadi kakakku!" teriak Javier kecil dengan jari menunjuk kasar ke arah Dallas dan Danila. "Mereka hanya parasit dari desa pelosok negeri yang mau mengincar harta kita! Usir mereka, Pa!"

​"Javier! Jaga bicaramu!" bentak Fernando, namun nadanya tidak benar-benar marah. Ia hanya menatap Danila dan Dallas dengan pandangan meremehkan, menganggap mereka tak lebih dari sekadar pajangan.

​Sejak hari itu, kehidupan Dallas di mansion Enrique berubah menjadi neraka tersembunyi. Fernando tidak pernah menganggapnya sebagai anak, melainkan hanya memanfaatkan otak jenius Dallas untuk dididik keras menjadi mesin pencari uang bagi perusahaan Enrique Group. Dallas dipaksa belajar siang dan malam, mengolah strategi bisnis rumit di usia yang sangat muda.

​Puncaknya adalah ketika Javier dan kawan-kawan kecilnya—Tobias dan Damian—menjebak Dallas di halaman belakang sekolah. Mereka mendorong Dallas hingga terjatuh ke atas tanah berbatu, membuat kedua lututnya robek dan mengeluarkan darah segar.

​"Lihat si anak haram itu! Orang miskin tetap saja lemah!" ejek Javier kecil sambil tertawa puas bersama teman-temannya sebelum meninggalkan Dallas yang terduduk sendirian dalam kesakitan.

​Dallas mengepalkan tinjunya, menahan air mata harga dirinya di atas tanah. Di saat ia merasa seluruh dunia membencinya, sebuah bayangan kecil tiba-tiba berdiri di depannya.

​Seorang anak perempuan berusia 9 tahun dengan gaun merah muda yang mengembang indah. Bellamy Guinevere kecil.

​"Kakak tidak apa-apa?" suara cempreng dan lembut itu membuat Dallas mendongak.

​Bellamy kecil tidak menunjukkan wajah jijik seperti anak-anak konglomerat lainnya. Ia justru berjongkok di depan Dallas, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tas ranselnya yang lucu. Dengan jemari mungilnya yang halus, Bellamy meniup lutut Dallas yang berdarah dengan lembut.

​"Biar Bellamy obati, ya? Biar tidak sakit lagi," ucap Bellamy kecil sambil menempelkan sebuah plester luka bergambar kartun Melody warna merah muda di atas luka lecet Dallas.

​Bellamy tersenyum sangat manis setelah selesai menempelkannya. "Nah! Sudah selesai! Kakak jangan menangis lagi, ya? Plester Melody ini punya sihir penyembuh!"

​Detik itu juga, di bawah bayang-bayang pohon ek sekolah, jantung Dallas remaja berdesir. Jiwanya yang mati rasa seolah dihidupkan kembali oleh senyuman anak perempuan itu. Itulah saat pertama kali Dallas menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Bellamy Guinevere.

​Namun, kenyataan di tahun-tahun berikutnya menghantam Dallas dengan kejam. Begitu beranjak remaja, Bellamy tidak pernah menatapnya lagi. Mata Bellamy selalu tertuju pada Javier. Bellamy selalu menyatakan cintanya pada Javier di depan umum, mengejar-ngejar adik tirinya yang sombong itu, dan mengabaikan keberadaan Dallas sepenuhnya.

​Sakit hati dan tahu diri karena statusnya yang hanya dianggap sebagai "mesin pekerja" oleh Fernando Enrique, Dallas akhirnya memilih untuk menutup diri. Ia menarik diri dari lingkaran pergaulan sosial, menjauhkan diri dari Bellamy, dan mengubur perasaannya dalam-dalam di balik topeng pria yang dingin, kejam, dan misterius.

​Flashback berakhir...

​Dallas memejamkan matanya, mengembuskan napas panjang sebelum kembali berbalik menghadap asistennya. Jas hitamnya yang tadi ia berikan pada Bellamy kini sudah tidak bersamanya, namun aroma samar gadis itu seolah masih tertinggal di ruang kerja ini.

​"Mengajakku ke pesta gala..." gumam Dallas, tangannya menyentuh bibirnya sendiri. "Apa yang sebenarnya kau rencanakan, Bellamy? Apakah ini taktik barumu untuk membuat Javier cemburu?"

​"Bagaimana tanggapan Anda, Tuan Muda?" Hans bertanya dengan sangat hati-hati. "Apakah saya harus menyiapkan penolakan yang sopan untuk pihak keluarga Guinevere?"

​Dallas terdiam sesaat. Ingatan tentang tatapan mata Bellamy yang tajam, dingin, dan penuh kalkulasi di depan gerbang tadi kembali terbayang di benaknya. Tatapan itu sama sekali tidak mencerminkan Bellamy yang biasanya bodoh dan lemah karena cinta.

​Sebuah senyuman tipis—sangat tipis hingga hampir tak terlihat—perlahan muncul di sudut bibir Dallas Enrique.

​"Tidak perlu menolak, Hans," ucap Dallas dengan suara berat yang sarat akan keputusan mutlak.

​Hans terkejut. "Tuan Muda? Anda menerima undangannya?"

​"Ya. Siapkan setelan terbaik untukku minggu depan," Dallas berjalan kembali ke mejanya, matanya berkilat penuh ketertarikan yang berbahaya. "Jika wanita itu ingin bermain api dengan menggunakanku, maka aku akan memastikan dia tahu seberapa panasnya api yang sedang dia mainkan."

Terpopuler

Comments

umie chaby_ba

umie chaby_ba

kasian amat Dallas...🤭

2026-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: Badai, Buku Emas, dan Kolam Dingin
2 BAB 2: Jas Hitam dan Undangan Gala
3 BAB 3: Ketukan Jari yang Familier
4 BAB 4: Saling Todong Identitas
5 BAB 5: Plester Luka dan Undangan yang Salah
6 BAB 6: Air Mata Palsu di Lounge Mewah
7 BAB 7: Celah di Balik Secangkir Kopi
8 BAB 8: Siasat Ranjang yang Tertukar
9 BAB 9: Perangkap Pagi Hari dan Sisa Kopi Beracun
10 BAB 10: Skenario Baru dan Siasat Gaun Hitam
11 BAB 11: Makan Malam dan Proposal yang Agresif
12 BAB 12: Di Bawah Langit Malam Restoran Atap
13 BAB 13: Cemburu yang Salah Alamat dan Pengkhianatan di Balik Layar
14 BAB 14: Tebusan Sang Mafia dan Memori yang Hilang
15 BAB 15: Lamaran di Depan Gerbang
16 BAB 16: Bisikan di Lorong Gelap
17 BAB 17: Pecutan dan Harga Diri yang Tercabik
18 BAB 18: Intelijen Mafia dan Rahasia di Balik Selimut
19 BAB 19: Catur Tiga Penjuru
20 BAB 20: Sekutu dari Masa Lalu dan Benang Takdir yang Terbuka
21 BAB 21: Ambisi, Ancaman, dan Dua Kotak Cincin
22 BAB 22: Dua Sisi Panggung yang Mulai Memanas
23 BAB 23: Lamaran Ganda di Tengah Badai
24 BAB 24: Puing-Puing Kehancuran Enrique
25 BAB 25: Rahasia Darah dan Benang yang Terikat
26 BAB 26: Kepingan Masa Lalu yang Tercecer
27 BAB 27: Domino Kehancuran dan Racun Dendam
28 BAB 28: Pertukaran Nyawa dan Pengepungan Es
29 BAB 29: Sang Singa Keluar dari Bayangan
30 BAB 30: Detak Jantung yang Tersisa
31 BAB 31: Jalinan Benang yang Kusut
32 BAB 32: Topeng yang Retak dan Tatapan Sang Penguasa
33 BAB 33: Ketakutan di Balik Kabut Rahasia
34 BAB 34: Jerat Terikat dan Malam yang Berubah
35 BAB 35: Sekutu di Balik Bayangan
36 BAB 36: Kilas Balik Takdir dan Dekapan Hangat
37 BAB 37: Rencana di Balik Air Mata Palsu
38 BAB 38: Retaknya Topeng Pelayan
39 BAB 39: Bidak yang Bergerak dan Siasat Baru
40 BAB 40: Kode yang Tertinggal dan Rahasia Deborah
41 BAB 41: Jerat Pernikahan dan Sekutu dari Dunia Nyata
42 BAB 42: Lubang di Jaring Laba-Laba
43 BAB 43: Sumpah di Atas Kertas Sipil
44 BAB 44: Pembantaian di Ruang Resepsi
45 BAB 45: Akhir Sang Pembuat Distorsi
46 BAB 46: Era Baru di Distrik Barat
47 BAB 47: Dilema Jiwa dan Dekapan Posesif
48 BAB 48: Sangkar Emas Panglima Costa
49 BAB 49: Portal yang Terbuka dan Sinyal Lintas Dimensi
50 BAB 50: Cemburu Lintas Dimensi dan Deklarasi Mutlak
51 BAB 51: Taktik di Balik Kaca Es dan Dendam yang Terusik
52 BAB 52: Panggung Serigala dan Ratu yang Berjalan Sendiri
53 BAB 53: Darah di Atas Kertas Sumpah
54 BAB 54: Syarat Mutlak Sistem dan Percikan Cemburu Dua Dunia
55 BAB 55: Retakan pada Kaca Es dan Sumpah Panglima
56 BAB 56: Rencana di Balik Jeruji dan Ancaman yang Tersisa
57 BAB 57: Pesta Dansa dan Penyusup di Wilayah Netral
58 BAB 58: Naluri Monster yang Terbangun dan Tebusan Darah
59 BAB 59: Eksekusi Tanpa Batas dan Umpan Beracun
60 BAB 60: Pertemuan di Balik Badai dan Rahasia Darah Campuran
61 BAB 61: Jebakan Cangkir Teh dan Pecahnya Dua Dimensi
62 BAB 62: Amarah Sang Panglima dan Ujung Belati Ratu
63 BAB 63: Tiga Hari dalam Sangkar Posesif
64 BAB 64: Sinar Matahari Pertama dan Tuntutan di Balik Selimut
65 BAB 65: Penulis Takdir dan Kebangkitan Rosalie
66 BAB 66: Jejak Masa Lalu dan Dilema Dua Wanita
67 BAB 67: Pelukan yang Hangat dan Pengorbanan Terakhir
68 BAB 68: Kebenaran Pencipta Cerita dan Cahaya Terakhir
69 BAB 69: Penyesalan sang Pencipta dan Cahaya Suasana Baru
70 BAB 70: Awal Baru dan Jejak Takdir yang Bertunas
71 BAB 71 (Bab Ekstra): Pesta Megah dan Panglima yang Terlalu Protektif
Episodes

Updated 71 Episodes

1
BAB 1: Badai, Buku Emas, dan Kolam Dingin
2
BAB 2: Jas Hitam dan Undangan Gala
3
BAB 3: Ketukan Jari yang Familier
4
BAB 4: Saling Todong Identitas
5
BAB 5: Plester Luka dan Undangan yang Salah
6
BAB 6: Air Mata Palsu di Lounge Mewah
7
BAB 7: Celah di Balik Secangkir Kopi
8
BAB 8: Siasat Ranjang yang Tertukar
9
BAB 9: Perangkap Pagi Hari dan Sisa Kopi Beracun
10
BAB 10: Skenario Baru dan Siasat Gaun Hitam
11
BAB 11: Makan Malam dan Proposal yang Agresif
12
BAB 12: Di Bawah Langit Malam Restoran Atap
13
BAB 13: Cemburu yang Salah Alamat dan Pengkhianatan di Balik Layar
14
BAB 14: Tebusan Sang Mafia dan Memori yang Hilang
15
BAB 15: Lamaran di Depan Gerbang
16
BAB 16: Bisikan di Lorong Gelap
17
BAB 17: Pecutan dan Harga Diri yang Tercabik
18
BAB 18: Intelijen Mafia dan Rahasia di Balik Selimut
19
BAB 19: Catur Tiga Penjuru
20
BAB 20: Sekutu dari Masa Lalu dan Benang Takdir yang Terbuka
21
BAB 21: Ambisi, Ancaman, dan Dua Kotak Cincin
22
BAB 22: Dua Sisi Panggung yang Mulai Memanas
23
BAB 23: Lamaran Ganda di Tengah Badai
24
BAB 24: Puing-Puing Kehancuran Enrique
25
BAB 25: Rahasia Darah dan Benang yang Terikat
26
BAB 26: Kepingan Masa Lalu yang Tercecer
27
BAB 27: Domino Kehancuran dan Racun Dendam
28
BAB 28: Pertukaran Nyawa dan Pengepungan Es
29
BAB 29: Sang Singa Keluar dari Bayangan
30
BAB 30: Detak Jantung yang Tersisa
31
BAB 31: Jalinan Benang yang Kusut
32
BAB 32: Topeng yang Retak dan Tatapan Sang Penguasa
33
BAB 33: Ketakutan di Balik Kabut Rahasia
34
BAB 34: Jerat Terikat dan Malam yang Berubah
35
BAB 35: Sekutu di Balik Bayangan
36
BAB 36: Kilas Balik Takdir dan Dekapan Hangat
37
BAB 37: Rencana di Balik Air Mata Palsu
38
BAB 38: Retaknya Topeng Pelayan
39
BAB 39: Bidak yang Bergerak dan Siasat Baru
40
BAB 40: Kode yang Tertinggal dan Rahasia Deborah
41
BAB 41: Jerat Pernikahan dan Sekutu dari Dunia Nyata
42
BAB 42: Lubang di Jaring Laba-Laba
43
BAB 43: Sumpah di Atas Kertas Sipil
44
BAB 44: Pembantaian di Ruang Resepsi
45
BAB 45: Akhir Sang Pembuat Distorsi
46
BAB 46: Era Baru di Distrik Barat
47
BAB 47: Dilema Jiwa dan Dekapan Posesif
48
BAB 48: Sangkar Emas Panglima Costa
49
BAB 49: Portal yang Terbuka dan Sinyal Lintas Dimensi
50
BAB 50: Cemburu Lintas Dimensi dan Deklarasi Mutlak
51
BAB 51: Taktik di Balik Kaca Es dan Dendam yang Terusik
52
BAB 52: Panggung Serigala dan Ratu yang Berjalan Sendiri
53
BAB 53: Darah di Atas Kertas Sumpah
54
BAB 54: Syarat Mutlak Sistem dan Percikan Cemburu Dua Dunia
55
BAB 55: Retakan pada Kaca Es dan Sumpah Panglima
56
BAB 56: Rencana di Balik Jeruji dan Ancaman yang Tersisa
57
BAB 57: Pesta Dansa dan Penyusup di Wilayah Netral
58
BAB 58: Naluri Monster yang Terbangun dan Tebusan Darah
59
BAB 59: Eksekusi Tanpa Batas dan Umpan Beracun
60
BAB 60: Pertemuan di Balik Badai dan Rahasia Darah Campuran
61
BAB 61: Jebakan Cangkir Teh dan Pecahnya Dua Dimensi
62
BAB 62: Amarah Sang Panglima dan Ujung Belati Ratu
63
BAB 63: Tiga Hari dalam Sangkar Posesif
64
BAB 64: Sinar Matahari Pertama dan Tuntutan di Balik Selimut
65
BAB 65: Penulis Takdir dan Kebangkitan Rosalie
66
BAB 66: Jejak Masa Lalu dan Dilema Dua Wanita
67
BAB 67: Pelukan yang Hangat dan Pengorbanan Terakhir
68
BAB 68: Kebenaran Pencipta Cerita dan Cahaya Terakhir
69
BAB 69: Penyesalan sang Pencipta dan Cahaya Suasana Baru
70
BAB 70: Awal Baru dan Jejak Takdir yang Bertunas
71
BAB 71 (Bab Ekstra): Pesta Megah dan Panglima yang Terlalu Protektif

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!