Bab 4 #Pemberontakan

​Suasana di dalam penthouse mewah yang terletak di lantai teratas salah satu pencakar langit ibu kota malam itu begitu hening, hanya menyisakan sayup-sayup suara bising jalanan dari balik dinding kaca tebal yang megah. Di tengah ruangan terhampar karpet beludru abu-abu gelap, di atasnya sebuah sofa kulit hitam berdesain minimalis Italia. Di sanalah Bara Fernandez duduk dengan santai. Satu tangannya memegang segelas minuman, sementara tangan lainnya memegang map dokumen tebal yang baru saja diserahkan oleh asisten kepercayaannya, Reno.

​Reno berdiri dengan sikap hormat di samping sofa, menanti tanggapan dari sang atasan. Baru satu jam yang lalu, setelah menyelesaikan rapat internal perusahaan, Bara memberikan perintah spesifik yang cukup mengejutkan Reno. Pria yang biasanya hanya memikirkan grafik saham dan ekspansi bisnis itu tiba-tiba memintanya melacak pemilik sebuah pulpen logam berinisial Z.A.S. dari Universitas Nusantara, jurusan Manajemen Bisnis. Bara ingin tahu siapa gadis yang berani menyentil harga dirinya kemarin malam itu.

​Bara membuka lembar pertama dokumen tersebut. Sepasang mata elangnya langsung terpaku pada sebuah pasfoto yang tertempel di pojok kanan atas. Foto seorang gadis muda berambut kecokelatan bergelombang indah, dengan tatapan mata yang berani dan seulas senyum tipis yang tampak menantang.

​"Zevanya Anneliza Sanjaya," gumam Bara, melafalkan nama itu dengan suara baritonnya yang berat dan rendah. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah garis senyum yang sarat akan ketertarikan.

​"Benar, Tuan Bara," Reno menimpali dengan sopan. "Gadis itu adalah putri tunggal dan anak kesayangan dari Bapak Tito Sanjaya, pemilik Sanjaya Group. Dia saat ini berada di semester akhir jurusan Manajemen Bisnis di Universitas Nusantara."

​Bara menyandarkan punggungnya yang tegap ke sandaran sofa, menutup map dokumen tersebut lalu mengetukkan jemarinya di atas meja kaca. "Putri Sanjaya... Menarik," bisik Bara pada dirinya sendiri.

​Pantas saja gadis itu memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi hingga berani menciumnya dan menyebut ciuman itu sebagai hadiah gratis yang harus disyukuri. Dia bukan wanita bayaran yang mencari keuntungan materi, dia adalah seorang putri konglomerat yang sedang bermain-main dengan kebebasannya.

Bara teringat sesuatu yang dikatakan kakaknya, Tomi Fernandez, baru-baru ini gencar membicarakan rencana perjodohan bisnis untuk Calvin, dan perjodohan itu diketahui dengan putri keluarga Sanjaya. Bara mendadak menyadari satu hal. Takdir tampaknya sedang menyusun sebuah skenario yang sangat menghibur untuknya.

****

​Satu minggu kemudian, suasana di dalam kamar utama kediaman Sanjaya terasa begitu tegang.

​Anya tidak bisa berhenti berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Jubah mandi yang dipakainya sejak tadi bergoyang mengikuti langkah kakinya yang menghentak kesal. Pikirannya benar-benar kalut. Selama seminggu ini dia sudah mencoba segala cara untuk membatalkan ide gila papanya, mulai dari pura-pura sakit, mengunci diri di kamar, hingga sengaja mogok makan malam. Namun, semua usaha mogoknya runtuh di hadapan ketegasan Tito Sanjaya yang tetap tidak bergeming. Malam ini adalah malam makan malam formal pertunangannya, dan Anya merasa seperti domba yang sedang digiring ke tempat pembantaian.

​"Aku tidak bisa pasrah begitu saja," gumam Anya, menghentikan langkahnya tepat di depan cermin besar. Matanya beralih menatap sebuah gaun berwarna soft pink dengan potongan sangat sopan dan tertutup yang tergantung di pintu lemari, gaun pilihan papanya yang dirancang untuk menampilkan citra gadis penurut berkelas.

​Anya mendengus sinis. "Papa ingin aku terlihat seperti boneka pajangan yang manis? No way."

​Otak cerdas mahasiswi Manajemen Bisnis itu langsung berputar, merancang sebuah strategi pemberontakan menit-menit terakhir. Jika dia tidak bisa membatalkan perjodohan ini dari sisi papanya, maka dia harus membuat pihak keluarga Fernandez sendiri yang merasa ilfil dan membatalkannya secara sukarela. Dia harus menghancurkan kesan gadis baik-baik yang mereka harapkan.

​Anya melangkah tegas ke dalam ruang pakaian besarnya, mengabaikan gaun pastel pilihan papanya. Jarinya menyusuri deretan pakaian hingga berhenti pada sebuah gaun yang sudah lama tidak dia pakai. Sebuah gaun desainer berwarna merah menyala. Gaun itu memang berlengan panjang dan berbahan beludru mewah yang jatuh dengan elegan hingga ke lutut, namun bagian depannya memiliki potongan deep V-neck yang berani, mengekspos garis dadanya yang seksi dan kulit putih mulusnya tanpa noda.

​Anya mengenakan gaun merah tersebut, memadukannya dengan riasan wajah yang sedikit lebih berani dari biasanya. Lipstik merah merona yang mempertegas bentuk bibirnya. Dia membiarkan rambut kecokelatannya yang bergelombang jatuh bebas di bahunya. Saat dia melihat pantulan dirinya di cermin, Anya tersenyum puas. Penampilannya malam ini memancarkan aura wanita nakal, berani, dan sama sekali tidak cocok dengan kriteria menantu penurut keluarga kolot.

​Tok..Tok..

​"Anya? Buka pintunya, Sayang. Kita harus segera berangkat," suara Tito Sanjaya terdengar dari balik pintu, disusul dengan knop pintu yang berputar.

​Begitu Tito melangkah masuk ke dalam kamar, langkah kakinya langsung terhenti. Pria paruh baya itu membelalakkan matanya, menatap putrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan ekspresi syok yang tidak bisa disembunyikan.

​"Zevanya! Apa-apaan pakaianmu ini?" protes Tito dengan suara meninggi, wajahnya memerah menahan kesal. "Mana gaun yang sudah Papa siapkan? Kenapa kamu malah memakai gaun merah yang... yang kurang bahan di bagian dada seperti ini?!"

​Anya membalikkan tubuhnya dengan anggun, memasang wajah tanpa dosa yang paling meyakinkan. "Gaun pastel itu kesempitan, Pa. Anya merasa sesak napas pakainya. Lagian, gaun merah ini kan berlengan panjang, masih sopan kok."

​"Sopan dari mana kalau dada kamu terekspos seperti itu, Anya?! Kita ini mau bertemu keluarga Fernandez, calon mertuamu itu orang yang sangat menjaga kehormatan dan kehormatan keluarga! Ganti sekarang juga!" perintah Tito tegas.

​Anya melirik jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Dia sengaja mengulur waktu sejak tadi justru demi momen ini.

​"Nggak sempat lagi, Pa," sahut Anya santai sambil meraih tas tangan kecilnya. "Perjalanan ke hotel Stars di pusat kota butuh waktu setengah jam kalau tidak macet. Jam tujuh tepat kita harus sudah sampai di sana kan? Kalau Anya ganti baju dan dandan lagi, kita pasti terlambat. Papa mau membuat keluarga Fernandez menunggu di pertemuan pertama?"

​Tito Sanjaya seketika terbungkam. Dia melihat jam tangannya sendiri, lalu mengembuskan napas frustrasi sembari memijat pelipisnya. Strategi Anya berhasil memanfaatkan ketakutan papanya akan ketidaktepatan waktu.

​"Kamu ini benar-benar nakal ya, Anya. Sengaja membuat Papa jantungan," gerutu Tito akhirnya, meskipun dia tidak punya pilihan lain selain mengalah. "Ya sudah, ayo berangkat sekarang. Tapi ingat, nanti di depan mereka, jaga bicaramu. Jangan mempermalukan Papa!"

​"Iya, Papa Sayang," jawab Anya dengan nada manis yang dibuat-buat, meski di dalam hatinya dia sedang bersorak gembira.

.

.

​Sepanjang perjalanan di dalam mobil sedan mewah milik papanya, Anya hanya terdiam menatap keluar jendela, memperhatikan gemerlap lampu jalanan kota Jakarta. Jantungnya berdegup kencang, namun bukan karena gugup akan bertunangan, melainkan karena harapan besar yang dia pupuk di dalam dadanya. Dengan penampilan berani dan kesan nakal yang sengaja dia tonjolkan malam ini, Anya berharap putra kebanggaan keluarga Fernandez akan langsung menolaknya mentah-mentah.

​Semoga saja perjodohan sialan ini batal malam ini juga dari pihak Fernandez, doa Anya berkali-kali di dalam hatinya saat mobil mereka perlahan memasuki area lobi hotel bintang lima yang menjadi tempat pertemuan takdirnya.

Episodes
1 Bab 1 #NEKAT
2 Bab 2 #Ciuman Gratis
3 Bab 3 #Kabar Perjodohan
4 Bab 4 #Pemberontakan
5 Bab 05 #Takdir bercanda
6 Bab 06 #Buah Ceri yang manis
7 Bab 7 #Cincin pengikat
8 Bab 8 #Kartu As
9 Bab 9 #Terjebak
10 Bab 10 #Ungkapan yang tertahan
11 Bab 11 #Bibit Cemburu
12 Bab 12 #Terbakar
13 Bab 13 #Terkunci
14 Bab 14 #Permintaan konyol
15 Bab 15 #Menjadi pelayan pribadi
16 Bab 16 #Perangkap manis di Meja makan
17 Bab 17 #Tak sengaja menggoda
18 Bab 18 #Merusak Kemeja
19 Bab 19 #Hukuman
20 Bab 20 #Bibit cemburu
21 Bab 21 #Rencana liburan
22 Bab 22 #Siapa Melati
23 Bab 23 #Tagihan per Jam
24 Bab 24 #Ego yang tersentil
25 Bab 25 #B untuk Bara
26 Bab 26 #Penagihan Hutang
27 Bab 27 #Masuk Perangkap Serigala
28 Bab 28 #Membangunkan amarah serigala
29 Bab 29 #Kecemburuan sang serigala
30 Bab 30 #Yang Tertunda
31 Bab 31 #Ancaman Nyata
32 Bab 32 #Rencana licik
33 Bab 33 #Foto indah yang menyiksa
34 Bab 34 #Rahasia yang terungkap
35 Bab 35 #Nyonya kedua
36 Bab 36 #Debu angin laut
37 Bab 37 #Menuruti perintahnya
38 Bab 38 #Masuk ke sarang serigala
39 Bab 39 #Gigitan kecemburuan
40 Bab 40 #Harga yang harus dibayar
41 Bab 41 #Pelayanan khusus
42 Bab 42 #Terjebak
43 Bab 43 #Setelah semalam
44 Bab 44 #30 menit saja
45 Bab 45 #Mempercepat Pernikahan
46 Bab 46 #Aku Mencintai Pamanmu
47 Bab 47 #Laki-laki pengecut
48 Bab 48 #Salah paham
49 Bab 49 #Aku mencintaimu
50 Bab 50 # Tante Anya
51 Bab 51 #Putusnya ikatan Konyol
52 Bab 52 #Pergantian Status
53 Bab 53 #Persoalan status sosial
54 Bab 54 #Langkah yang baru
55 Bab 55 #Permainan si gadis manis
56 Bab 56 #Merubah penampilan si Om
57 Bab 57 #Melanggar peringatan
58 Bab 58 #Bolos Kampus
59 Bab 59 #Taktik yang gagal
60 Bab 60 #Dosen tertampan
61 Bab 61 #Baju tidur cantik
62 Bab 62 #Hadiah istimewa
63 Bab 63 #Menjadi Rajin
64 Bab 64 #Salah Paham
65 Bab 65 #Diblokir
66 Bab 66 #Ngambek
67 Bab 67 #Usaha membujuk
68 Bab 68 #Apapun untukmu
69 Bab 69 #Rencana balas budi
70 Bab 70 #rencana yang membahagiakan
71 Bab 71 #Rencana yang terlaksana
72 Bab 72 #Pertemuan keluarga
73 Bab 73 #Sikap yang tak terduga
74 Bab 74 #Kemanisan sebelum LDR
75 Bab 75 #Bayangan Masa Depan
76 Bab 76 #Nekat menyusul
77 Bab 77 #Sampai di Jerman
78 Bab 78 #Kejutan
79 Bab 79 #Membayar lunas
80 Bab 80 #Bara satu-satunya
81 Bab 81 #Ya aku mau
82 Bab 82 #Permintaan Sang Ratu Kecil
83 Bab 83 #Prewedding dadakan
84 Bab 84 #Menuju Hari Bahagia
85 Bab 85 #Kejutan di hari pengucapan Janji Suci
86 Bab 86 #Pangeran Disney dan sang Ratu
87 Bab 87 #Ngidam
88 Bab 88 #Hadiah untuk Bumil
89 Bab 89 #Tidak berhenti makan
90 Bab 90 #Air mata Bumil
91 Bab 91 #Skakmat
92 Bab 92 #Keinginan princess
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1 #NEKAT
2
Bab 2 #Ciuman Gratis
3
Bab 3 #Kabar Perjodohan
4
Bab 4 #Pemberontakan
5
Bab 05 #Takdir bercanda
6
Bab 06 #Buah Ceri yang manis
7
Bab 7 #Cincin pengikat
8
Bab 8 #Kartu As
9
Bab 9 #Terjebak
10
Bab 10 #Ungkapan yang tertahan
11
Bab 11 #Bibit Cemburu
12
Bab 12 #Terbakar
13
Bab 13 #Terkunci
14
Bab 14 #Permintaan konyol
15
Bab 15 #Menjadi pelayan pribadi
16
Bab 16 #Perangkap manis di Meja makan
17
Bab 17 #Tak sengaja menggoda
18
Bab 18 #Merusak Kemeja
19
Bab 19 #Hukuman
20
Bab 20 #Bibit cemburu
21
Bab 21 #Rencana liburan
22
Bab 22 #Siapa Melati
23
Bab 23 #Tagihan per Jam
24
Bab 24 #Ego yang tersentil
25
Bab 25 #B untuk Bara
26
Bab 26 #Penagihan Hutang
27
Bab 27 #Masuk Perangkap Serigala
28
Bab 28 #Membangunkan amarah serigala
29
Bab 29 #Kecemburuan sang serigala
30
Bab 30 #Yang Tertunda
31
Bab 31 #Ancaman Nyata
32
Bab 32 #Rencana licik
33
Bab 33 #Foto indah yang menyiksa
34
Bab 34 #Rahasia yang terungkap
35
Bab 35 #Nyonya kedua
36
Bab 36 #Debu angin laut
37
Bab 37 #Menuruti perintahnya
38
Bab 38 #Masuk ke sarang serigala
39
Bab 39 #Gigitan kecemburuan
40
Bab 40 #Harga yang harus dibayar
41
Bab 41 #Pelayanan khusus
42
Bab 42 #Terjebak
43
Bab 43 #Setelah semalam
44
Bab 44 #30 menit saja
45
Bab 45 #Mempercepat Pernikahan
46
Bab 46 #Aku Mencintai Pamanmu
47
Bab 47 #Laki-laki pengecut
48
Bab 48 #Salah paham
49
Bab 49 #Aku mencintaimu
50
Bab 50 # Tante Anya
51
Bab 51 #Putusnya ikatan Konyol
52
Bab 52 #Pergantian Status
53
Bab 53 #Persoalan status sosial
54
Bab 54 #Langkah yang baru
55
Bab 55 #Permainan si gadis manis
56
Bab 56 #Merubah penampilan si Om
57
Bab 57 #Melanggar peringatan
58
Bab 58 #Bolos Kampus
59
Bab 59 #Taktik yang gagal
60
Bab 60 #Dosen tertampan
61
Bab 61 #Baju tidur cantik
62
Bab 62 #Hadiah istimewa
63
Bab 63 #Menjadi Rajin
64
Bab 64 #Salah Paham
65
Bab 65 #Diblokir
66
Bab 66 #Ngambek
67
Bab 67 #Usaha membujuk
68
Bab 68 #Apapun untukmu
69
Bab 69 #Rencana balas budi
70
Bab 70 #rencana yang membahagiakan
71
Bab 71 #Rencana yang terlaksana
72
Bab 72 #Pertemuan keluarga
73
Bab 73 #Sikap yang tak terduga
74
Bab 74 #Kemanisan sebelum LDR
75
Bab 75 #Bayangan Masa Depan
76
Bab 76 #Nekat menyusul
77
Bab 77 #Sampai di Jerman
78
Bab 78 #Kejutan
79
Bab 79 #Membayar lunas
80
Bab 80 #Bara satu-satunya
81
Bab 81 #Ya aku mau
82
Bab 82 #Permintaan Sang Ratu Kecil
83
Bab 83 #Prewedding dadakan
84
Bab 84 #Menuju Hari Bahagia
85
Bab 85 #Kejutan di hari pengucapan Janji Suci
86
Bab 86 #Pangeran Disney dan sang Ratu
87
Bab 87 #Ngidam
88
Bab 88 #Hadiah untuk Bumil
89
Bab 89 #Tidak berhenti makan
90
Bab 90 #Air mata Bumil
91
Bab 91 #Skakmat
92
Bab 92 #Keinginan princess

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!