Bab 05 #Takdir bercanda

​Langkah kaki Anya yang ditopang heels sembilan sentimeter terdengar berketuk ritmis di atas lantai marmer lobi hotel bintang lima yang berkilau. Dia berjalan dengan punggung tegak, dagu terangkat, dan keanggunan yang alami di samping papanya, Tito Sanjaya. Gaun merah menyala yang membungkus lekuk tubuh indahnya bergoyang sensual setiap kali dia melangkah, menarik perhatian beberapa pasang mata yang berpapasan dengannya.

​"Ingat pesan Papa, Anya. Jaga sikapmu," bisik Tito sekali lagi sebelum pelayan hotel membukakan pintu kayu jati berukir emas menuju ruang makan privat yang super eksklusif.

​"Iya, Pa. Tenang saja," jawab Anya dengan senyum manis yang tersirat rencana terselubung.

​Begitu pintu terbuka, kemewahan ruangan langsung menyambut mereka. Di ujung meja makan panjang yang dipenuhi lilin-lilin aromaterapi dan peralatan makan perak, berdiri tiga orang utama yang langsung menghentikan obrolan mereka untuk menyambut kedatangan keluarga Sanjaya.

​"Ah, Pak Tito! Akhirnya datang juga," seru Tomi Fernandez dengan suara baritonnya yang tegas namun ramah.

​Anya melangkah maju, memamerkan senyum paling menawan yang dia miliki. Matanya dengan cepat memindai ketiga orang tersebut. Tomi Fernandez tampak berwibawa, sementara di sebelahnya berdiri Isyana Fernandez yang anggun. Namun, Anya bisa menangkap kilat syok yang melintas di mata kedua orang tua itu saat pandangan mereka jatuh pada potongan deep V-neck gaun merahnya yang mengekspos garis dadanya dengan sangat berani.

​Strategi pertama berhasil. Mereka terkejut dengan penampilan nakal miliknya.

​Di samping Isyana, berdiri seorang pria muda berusia dengan setelan jas hitam yang sangat rapi dipastikan itu adalah Calvin Fernandez. Pria itu menatap Anya, lalu mengulas sebuah senyuman yang terlihat sangat kaku, seolah dia terpaksa melakukannya.

​"Malam, Om Tomi, Tante Isyana," sapa Anya dengan suara lembut yang dibuat-buat. Dia membungkuk sedikit, sengaja membuat potongan gaunnya semakin terlihat, sebelum menyalami tangan kedua orang tua tersebut.

​"Malam, Anya. Wah, kamu... sangat berani dan cantik malam ini," puji Isyana, meskipun nada suaranya terdengar agak canggung menahan penilaian negatifnya.

​Anya kemudian beralih ke hadapan Calvin, mengulurkan tangannya. "Hai, aku Zevanya. Panggil saja Anya."

​Calvin menyambut uluran tangan Anya, menggenggamnya sekilas dengan formal. "Calvin."

​Saat kulit mereka bersentuhan, Anya menatap lurus ke dalam mata Calvin. Kesan pertama yang ditangkap Anya adalah pria ini memang sangat tampan, berkulit bersih, dan memiliki tatapan yang... pasrah. Tidak ada binar gairah atau ketertarikan seorang pria saat melihat wanita berpakaian seksi di depannya. Calvin justru terlihat seperti robot yang sedang menjalankan perintah.

​'Pria ini sepertinya tipe penurut yang tidak mau repot. Baguslah, dia kelihatan bisa diajak kompromi untuk batalkan perjodohan ini secara damai,' batin Anya bersorak lega. Paling tidak, Calvin tidak terlihat seperti pria arogan yang akan menyulitkan hidupnya.

​"Silakan duduk, Pak Tito, Anya. Kita santai saja malam ini," Tomi mempersilakan sembari memberi isyarat kepada pelayan untuk mulai menyajikan hidangan pembuka.

​Mereka berlima akhirnya duduk mengitari meja. Anya mengambil posisi di sebelah papanya, berhadapan langsung dengan Calvin. Atmosfer ruangan terasa formal dan sedikit canggung ketika Tomi dan Tito mulai membuka obrolan ringan seputar bisnis mereka.

​"Jadi, Anya, Papa kamu bilang kamu kuliah Manajemen Bisnis ya? Sudah sampai mana skripsinya?" tanya Isyana membuka percakapan dengan calon menantunya.

​"Baru mau masuk bab empat, Tante. Agak keruwetan sedikit karena banyak analisis data yang..."

​Greeek...

​Ucapan Anya terputus ketika pintu geser ruang privat kembali terbuka. Terdengar suara langkah kaki yang mantap, berat, dan berwibawa mendekat ke arah meja makan.

​"Maaf, saya sedikit terlambat karena jalanan protokoler cukup padat malam ini."

​Suara bariton yang berat, dalam, dan bergetar itu seketika membuat seluruh bulu kuduk Anya berdiri. Anya menoleh ke arah pintu bersamaan dengan papanya.

​Detik itu juga, dunia Anya serasa runtuh. Jantungnya berhenti berdetak selama beberapa detik, dan dia merasa seluruh pasokan oksigen di dalam ruangan mewah itu mendadak menguap habis. Wajah cantik Anya yang tadinya merona segar langsung pucat pasi. Dia membelalakkan matanya tidak percaya, memandangi sosok pria tinggi tegap yang baru saja melangkah masuk dengan setelan jas abu-abu gelap yang melekat sempurna di tubuh kekarnya.

​Pria itu berwajah sangat tampan, dengan rahang tegas yang bersih tanpa jambang sedikit pun, dan sepasang mata elang yang dingin, menusuk, serta sangat familiar.

​Itu adalah pria yang dia cium secara paksa di ruang VIP klab malam Heaven seminggu yang lalu. Pria yang dia sebut Tuan Arogan dan dia tinggalkan setelah memberinya ciuman gratis.

​Anya merasa ingin pingsan saat itu juga, atau setidaknya berdoa agar bumi terbelah dan menelannya hidup-hidup ke dalam inti bumi terdalam.

​Tidak, tidak, tidak! Ini pasti mimpi buruk kan? Tolong bangunkan aku! teriak Anya histeris di dalam hatinya.

​"Ah, Bara! Akhirnya kamu sampai juga," sambut Tomi Fernandez dengan senyum lebar, bangkit berdiri sebentar untuk menepuk bahu pria tersebut. Semua orang di ruangan itu, kecuali Anya yang sudah membatu menyambut kedatangan pria itu dengan penuh rasa hormat.

​"Tidak apa-apa, Bara, silakan duduk. Kami juga baru saja mau mulai," timpal Tito Sanjaya dengan nada yang sangat ramah dan segan. Tito kemudian menoleh ke arah Anya yang masih terpaku bagai patung lilin. "Anya, perkenalkan, ini Pak Bara Fernandez. Adik kandung om Tomi sekaligus pamannya Calvin. Dia yang memegang kendali penuh atas investasi strategis Fernandez Corp."

​Dalam hati, Anya menjerit sekencang-kencangnya. Paman?! Bagaimana bisa pria menyebalkan yang kucium di bar itu ternyata adalah paman dari calon tunanganku sendiri?! Dia masih belum tua, kenapa sudah jadi paman dari pria berumur dua puluh lima tahun?!

​Bara Fernandez tidak langsung duduk. Dia berdiri sejenak, mengancingkan satu kancing jasnya dengan gerakan yang sangat elegan dan berwibawa, lalu tatapan matanya yang tajam bergerak perlahan ke arah Anya. Mata elangnya menyapu penampilan Anya malam ini, mulai dari rambut cokelat bergelombangnya, riasan bibir merah meronanya, hingga gaun merah berpotongan deep V-neck yang mengekspos dada indahnya.

​Sebuah senyuman tipis yang penuh arti dan sarat akan kilat jenaka sekaligus berbahaya terukir di sudut bibir tampan Bara. Dia tahu persis apa yang sedang dicoba dilakukan oleh gadis kecil ini dengan pakaian seksinya.

​Bara mengambil tempat duduk kosong yang berada tepat di seberang Anya, tepat di sebelah Calvin. Kini, jarak di antara mereka hanya terpisahkan oleh lebar meja makan, membuat Anya tidak bisa menghindar dari radar tatapannya.

​"Selamat malam, Zevanya Anneliza," sapa Bara dengan nada suara yang terdengar sangat formal, dingin, namun penuh penekanan di setiap suku katanya.

​Anya mendadak merasa panas dingin. Keringat tipis mulai membasahi pelipisnya meskipun pendingin ruangan berfungsi dengan sangat baik. Dia meremas tas tangannya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih.

​"Se-selamat malam, Om Bara..." jawab Anya dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan sisa-sisa harga dirinya dan bersikap seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu.

​Tito Sanjaya yang menyadari interaksi tersebut mengernyitkan keningnya heran. Dia menatap Bara dan Anya bergantian dengan pandangan menyelidik yang tajam.

​"Lho, kalian berdua sudah saling kenal sebelumnya?"

Episodes
1 Bab 1 #NEKAT
2 Bab 2 #Ciuman Gratis
3 Bab 3 #Kabar Perjodohan
4 Bab 4 #Pemberontakan
5 Bab 05 #Takdir bercanda
6 Bab 06 #Buah Ceri yang manis
7 Bab 7 #Cincin pengikat
8 Bab 8 #Kartu As
9 Bab 9 #Terjebak
10 Bab 10 #Ungkapan yang tertahan
11 Bab 11 #Bibit Cemburu
12 Bab 12 #Terbakar
13 Bab 13 #Terkunci
14 Bab 14 #Permintaan konyol
15 Bab 15 #Menjadi pelayan pribadi
16 Bab 16 #Perangkap manis di Meja makan
17 Bab 17 #Tak sengaja menggoda
18 Bab 18 #Merusak Kemeja
19 Bab 19 #Hukuman
20 Bab 20 #Bibit cemburu
21 Bab 21 #Rencana liburan
22 Bab 22 #Siapa Melati
23 Bab 23 #Tagihan per Jam
24 Bab 24 #Ego yang tersentil
25 Bab 25 #B untuk Bara
26 Bab 26 #Penagihan Hutang
27 Bab 27 #Masuk Perangkap Serigala
28 Bab 28 #Membangunkan amarah serigala
29 Bab 29 #Kecemburuan sang serigala
30 Bab 30 #Yang Tertunda
31 Bab 31 #Ancaman Nyata
32 Bab 32 #Rencana licik
33 Bab 33 #Foto indah yang menyiksa
34 Bab 34 #Rahasia yang terungkap
35 Bab 35 #Nyonya kedua
36 Bab 36 #Debu angin laut
37 Bab 37 #Menuruti perintahnya
38 Bab 38 #Masuk ke sarang serigala
39 Bab 39 #Gigitan kecemburuan
40 Bab 40 #Harga yang harus dibayar
41 Bab 41 #Pelayanan khusus
42 Bab 42 #Terjebak
43 Bab 43 #Setelah semalam
44 Bab 44 #30 menit saja
45 Bab 45 #Mempercepat Pernikahan
46 Bab 46 #Aku Mencintai Pamanmu
47 Bab 47 #Laki-laki pengecut
48 Bab 48 #Salah paham
49 Bab 49 #Aku mencintaimu
50 Bab 50 # Tante Anya
51 Bab 51 #Putusnya ikatan Konyol
52 Bab 52 #Pergantian Status
53 Bab 53 #Persoalan status sosial
54 Bab 54 #Langkah yang baru
55 Bab 55 #Permainan si gadis manis
56 Bab 56 #Merubah penampilan si Om
57 Bab 57 #Melanggar peringatan
58 Bab 58 #Bolos Kampus
59 Bab 59 #Taktik yang gagal
60 Bab 60 #Dosen tertampan
61 Bab 61 #Baju tidur cantik
62 Bab 62 #Hadiah istimewa
63 Bab 63 #Menjadi Rajin
64 Bab 64 #Salah Paham
65 Bab 65 #Diblokir
66 Bab 66 #Ngambek
67 Bab 67 #Usaha membujuk
68 Bab 68 #Apapun untukmu
69 Bab 69 #Rencana balas budi
70 Bab 70 #rencana yang membahagiakan
71 Bab 71 #Rencana yang terlaksana
72 Bab 72 #Pertemuan keluarga
73 Bab 73 #Sikap yang tak terduga
74 Bab 74 #Kemanisan sebelum LDR
75 Bab 75 #Bayangan Masa Depan
76 Bab 76 #Nekat menyusul
77 Bab 77 #Sampai di Jerman
78 Bab 78 #Kejutan
79 Bab 79 #Membayar lunas
80 Bab 80 #Bara satu-satunya
81 Bab 81 #Ya aku mau
82 Bab 82 #Permintaan Sang Ratu Kecil
83 Bab 83 #Prewedding dadakan
84 Bab 84 #Menuju Hari Bahagia
85 Bab 85 #Kejutan di hari pengucapan Janji Suci
86 Bab 86 #Pangeran Disney dan sang Ratu
87 Bab 87 #Ngidam
88 Bab 88 #Hadiah untuk Bumil
89 Bab 89 #Tidak berhenti makan
90 Bab 90 #Air mata Bumil
91 Bab 91 #Skakmat
92 Bab 92 #Keinginan princess
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1 #NEKAT
2
Bab 2 #Ciuman Gratis
3
Bab 3 #Kabar Perjodohan
4
Bab 4 #Pemberontakan
5
Bab 05 #Takdir bercanda
6
Bab 06 #Buah Ceri yang manis
7
Bab 7 #Cincin pengikat
8
Bab 8 #Kartu As
9
Bab 9 #Terjebak
10
Bab 10 #Ungkapan yang tertahan
11
Bab 11 #Bibit Cemburu
12
Bab 12 #Terbakar
13
Bab 13 #Terkunci
14
Bab 14 #Permintaan konyol
15
Bab 15 #Menjadi pelayan pribadi
16
Bab 16 #Perangkap manis di Meja makan
17
Bab 17 #Tak sengaja menggoda
18
Bab 18 #Merusak Kemeja
19
Bab 19 #Hukuman
20
Bab 20 #Bibit cemburu
21
Bab 21 #Rencana liburan
22
Bab 22 #Siapa Melati
23
Bab 23 #Tagihan per Jam
24
Bab 24 #Ego yang tersentil
25
Bab 25 #B untuk Bara
26
Bab 26 #Penagihan Hutang
27
Bab 27 #Masuk Perangkap Serigala
28
Bab 28 #Membangunkan amarah serigala
29
Bab 29 #Kecemburuan sang serigala
30
Bab 30 #Yang Tertunda
31
Bab 31 #Ancaman Nyata
32
Bab 32 #Rencana licik
33
Bab 33 #Foto indah yang menyiksa
34
Bab 34 #Rahasia yang terungkap
35
Bab 35 #Nyonya kedua
36
Bab 36 #Debu angin laut
37
Bab 37 #Menuruti perintahnya
38
Bab 38 #Masuk ke sarang serigala
39
Bab 39 #Gigitan kecemburuan
40
Bab 40 #Harga yang harus dibayar
41
Bab 41 #Pelayanan khusus
42
Bab 42 #Terjebak
43
Bab 43 #Setelah semalam
44
Bab 44 #30 menit saja
45
Bab 45 #Mempercepat Pernikahan
46
Bab 46 #Aku Mencintai Pamanmu
47
Bab 47 #Laki-laki pengecut
48
Bab 48 #Salah paham
49
Bab 49 #Aku mencintaimu
50
Bab 50 # Tante Anya
51
Bab 51 #Putusnya ikatan Konyol
52
Bab 52 #Pergantian Status
53
Bab 53 #Persoalan status sosial
54
Bab 54 #Langkah yang baru
55
Bab 55 #Permainan si gadis manis
56
Bab 56 #Merubah penampilan si Om
57
Bab 57 #Melanggar peringatan
58
Bab 58 #Bolos Kampus
59
Bab 59 #Taktik yang gagal
60
Bab 60 #Dosen tertampan
61
Bab 61 #Baju tidur cantik
62
Bab 62 #Hadiah istimewa
63
Bab 63 #Menjadi Rajin
64
Bab 64 #Salah Paham
65
Bab 65 #Diblokir
66
Bab 66 #Ngambek
67
Bab 67 #Usaha membujuk
68
Bab 68 #Apapun untukmu
69
Bab 69 #Rencana balas budi
70
Bab 70 #rencana yang membahagiakan
71
Bab 71 #Rencana yang terlaksana
72
Bab 72 #Pertemuan keluarga
73
Bab 73 #Sikap yang tak terduga
74
Bab 74 #Kemanisan sebelum LDR
75
Bab 75 #Bayangan Masa Depan
76
Bab 76 #Nekat menyusul
77
Bab 77 #Sampai di Jerman
78
Bab 78 #Kejutan
79
Bab 79 #Membayar lunas
80
Bab 80 #Bara satu-satunya
81
Bab 81 #Ya aku mau
82
Bab 82 #Permintaan Sang Ratu Kecil
83
Bab 83 #Prewedding dadakan
84
Bab 84 #Menuju Hari Bahagia
85
Bab 85 #Kejutan di hari pengucapan Janji Suci
86
Bab 86 #Pangeran Disney dan sang Ratu
87
Bab 87 #Ngidam
88
Bab 88 #Hadiah untuk Bumil
89
Bab 89 #Tidak berhenti makan
90
Bab 90 #Air mata Bumil
91
Bab 91 #Skakmat
92
Bab 92 #Keinginan princess

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!