Episode 3

Bab 3

Musuh dalam Selimut

Pertanyaan Jessy tidak langsung mendapat jawaban.

Selama dua hari, kalimat itu terus mengikuti Liana. Saat ia mencuci gelas di rumah Phua. Saat ia melewati pintu kamar kecil yang dulu menjadi kamar Dede. Saat Albert pulang malam dan menatapnya seolah ia hanya gangguan kecil yang sebentar lagi bisa dibereskan.

Kamu benar-benar yakin hari itu Dede hilang karena kamu lengah?

Liana tidak yakin.

Yang ia tahu, selama dua puluh tahun, Kim Hwa selalu lebih cepat marah daripada menjawab setiap kali nama Dede disebut. Dulu Liana mengira itu karena perempuan tua itu ikut terluka. Sekarang, setelah melihat bagaimana Albert bisa berbohong sebelas tahun dengan wajah tenang, ia mulai memahami satu hal yang menyakitkan.

Di rumah ini, orang bisa menyimpan rahasia sambil duduk satu meja dengannya.

Pada hari ketiga setelah malam itu, rahasia lain datang bersama suara roda di teras.

Liana sedang merapikan laci dapur ketika mobil Albert berhenti di depan rumah. Pintu dibuka. Suara laki-laki itu terdengar lebih keras dari biasanya, dibuat-buat tenang.

"Pelan-pelan, Ma."

Liana keluar ke ruang tengah.

Kim Hwa berdiri di ambang pintu, satu tangan menggenggam tongkat, satu tangan ditopang Albert. Wajahnya pucat, tetapi matanya tajam seperti pisau kecil. Di belakang mereka, sopir panti jompo menurunkan satu tas pakaian dan sekantong obat.

Liana menatap tas itu.

"Kamu bawa dia pulang?"

Albert melepas sepatu. "Mama ingin bicara."

"Aku tidak diberi tahu."

"Ini rumah Mama juga," jawab Albert pendek.

Kim Hwa menghentakkan tongkat ke lantai. "Kenapa? Aku harus minta izin padamu untuk masuk rumah anakku?"

Liana menarik napas. Dua hari lalu, suara itu masih mampu membuat tubuhnya otomatis menegang. Hari ini tetap sakit, tetapi tidak lagi membuatnya mundur.

"Silakan duduk," kata Liana.

"Aku memang akan duduk." Kim Hwa bergerak menuju sofa utama, lalu menatap ruang tamu seperti hakim masuk ruang sidang. "Panggil Jason. Panggil Tiara juga. Urusan memalukan seperti ini harus diselesaikan di depan keluarga."

Albert tidak membantah.

Tentu saja tidak. Inilah rencananya.

Setengah jam kemudian, Jason datang dengan wajah kusut, masih mengenakan kemeja kantor. Tiara masuk beberapa langkah di belakangnya. Perempuan muda itu langsung menatap Liana. Tidak banyak, hanya sekilas. Namun, dari sekilas itu Liana menangkap rasa khawatir yang ditahan.

"Duduk," perintah Kim Hwa.

Jason duduk di sebelah Albert. Tiara memilih kursi paling ujung, tidak terlalu dekat dengan siapa pun.

Formasi itu sudah menjelaskan semuanya.

Kim Hwa menyandarkan kedua tangan di atas tongkat. "Liana, aku dengar kamu masih keras kepala mau cerai."

"Benar."

Jason menoleh cepat. "Mama..."

Kim Hwa mengangkat tangan, menghentikan cucunya. "Aku yang bicara." Lalu ia menatap Liana lagi. "Perempuan baik-baik tidak menghancurkan rumah tangganya sendiri. Istri ikut suami. Kalau suami punya kesalahan, tugas istri itu menutup aib, bukan membuka pintu keluar."

Liana menatap perempuan tua itu. "Kalau suami punya perempuan lain sebelas tahun, tugas istri masih menutup aib?"

Kim Hwa mendengus. "Laki-laki di luar rumah punya godaan. Itu biasa. Yang tidak biasa adalah istri lima puluh tahun tiba-tiba merasa dirinya paling benar."

Albert diam. Diam yang sudah Liana kenal. Diam yang artinya ia setuju selama kalimat itu menguntungkannya.

"Aku tidak merasa paling benar," kata Liana. "Aku hanya tidak mau lagi diperlakukan seperti pembantu yang bisa dibuang."

"Pembantu?" Kim Hwa tertawa kasar. "Kamu hidup di rumah ini. Makan dari uang anakku. Pakai nama keluarga Phua. Kalau bukan karena Albert, kamu jadi apa?"

Liana melihat tangan Kim Hwa di atas tongkat. Tangan yang dulu ia suapi obat. Tangan yang pernah mendorong mangkuk bubur hanya karena terlalu encer. Tangan yang sekarang menunjuknya seolah ia parasit.

"Aku jadi perempuan yang menyerahkan hidupnya untuk keluarga ini," ucap Liana.

Kim Hwa menyipit. "Jangan membesar-besarkan."

"Aku datang ke rumah ini membawa perhiasan dari keluargaku. Sebagian dijual untuk membantu Albert saat awal kariernya. Aku berhenti kuliah karena kamu bilang menantu harus tahu tempat. Aku merawatmu sepuluh tahun ketika separuh tubuhmu tidak bisa digerakkan. Aku membesarkan Jason. Aku memasak, membersihkan, mengurus semua acara keluarga, mengingat obat, jadwal dokter, cicilan, sampai ulang tahun orang-orang yang bahkan tidak pernah mengingat ulang tahunku."

Ruang tamu menjadi sunyi.

Jason menunduk sebentar. Tiara menggigit bibir.

Kim Hwa membuka mulut, tetapi Liana belum selesai.

"Dan ketika Dede hilang, tidak satu pun dari kalian bertanya aku hancur seperti apa. Kalian hanya menunjukku sebagai ibu yang gagal."

"Karena memang kamu yang membawanya hari itu!" bentak Kim Hwa.

Liana menatapnya tajam. "Aku membawanya. Tapi aku bukan satu-satunya orang dewasa di rumah itu."

Tongkat Kim Hwa bergetar sedikit.

Albert akhirnya bersuara. "Cukup. Jangan menyeret kejadian lama untuk membenarkan sikapmu sekarang."

"Kejadian lama?" Liana menoleh kepadanya. "Dede anakku, Albert. Hilangnya dia bukan catatan kecil yang bisa kamu lipat dan simpan."

Jason mengangkat wajah. "Mama, Papa juga tidak mudah."

Kalimat itu jatuh lebih sakit daripada bentakan Kim Hwa.

Liana menatap anak yang ia besarkan sejak kecil. Ia yang mengompres Jason saat demam. Ia yang menunggu di luar ruang ujian. Ia yang menambal celana sekolahnya, menyisihkan lauk terbaik untuknya, menutupi kesalahan remajanya dari Albert.

"Tidak mudah apa, Jason?"

Jason tampak gelisah, tetapi tetap bicara. "Papa kerja keras untuk keluarga. Kalau ada kesalahan, mungkin Mama juga harus lihat dari sisi Papa. Jangan langsung cerai. Ini akan bikin semua orang malu."

Liana merasa sesuatu di dadanya retak lebih halus.

"Jadi yang kamu takutkan malu?"

"Aku cuma bilang, jangan egois."

Tiara menatap Jason dengan kaget. "Jason..."

"Kamu diam dulu," potong Jason.

Tiara langsung terdiam, tetapi matanya pindah ke Liana. Ada maaf di sana. Ada ketidakberdayaan.

Di pangkuannya, jari-jari Tiara saling meremas sampai buku jarinya memutih. Ia seperti ingin bicara, tetapi takut membuat keadaan semakin buruk. Liana melihat gerakan kecil itu. Dalam ruang tamu yang hampir seluruhnya menekan dirinya, simpati diam Tiara terasa seperti cahaya tipis di sela pintu yang tertutup.

Liana mengangguk kecil, bukan kepada Jason, melainkan kepada dirinya sendiri. Baik. Ia mencatat satu lagi kebenaran malam ini.

Anak yang ia besarkan belum tentu berdiri di sisinya.

Ponsel Albert berdering.

Semua orang menoleh.

Albert melihat layar, lalu wajahnya berubah tegang. Ia hendak menolak panggilan, tetapi Kim Hwa lebih cepat membaca keraguannya.

"Siapa?"

"Tidak penting."

Namun, Jason sudah melihat nama yang muncul. "Yuni?"

Udara di ruang itu seperti berhenti.

Liana menatap Albert. "Angkat."

Albert menggenggam ponsel lebih kuat. "Tidak perlu."

"Angkat," ulang Liana. "Keluarga sedang berkumpul, kan? Biarkan semua mendengar anggota keluarga yang kamu sembunyikan."

Wajah Albert mengeras. Mungkin ia ingin menolak, tetapi panggilan itu terus bergetar. Akhirnya, entah karena panik atau kesal, ia menekan tombol terima. Suara perempuan langsung terdengar dari speaker karena ponsel sempat tersambung ke mode keras.

"Ko Albert? Kamu di rumah? Jayden nanya lagi. Katanya Papa janji mau datang akhir pekan."

Kim Hwa memucat. Jason terpaku. Tiara menutup mulut.

Albert cepat-cepat berkata, "Nanti aku telepon lagi."

Tetapi Yuni sudah mendengar suasana. "Ada Tante Liana di situ?"

Liana berdiri diam.

Yuni tertawa pelan, manis tetapi beracun. "Tante, kalau Tante dengar, aku cuma mau bilang jangan terlalu mempersulit. Ko Albert sudah lama capek. Di usia Tante sekarang, lebih baik pisah baik-baik daripada terus memaksa laki-laki yang hatinya sudah bukan di rumah."

Wajah Jason berubah tidak nyaman. Kim Hwa menggenggam tongkatnya kuat-kuat. Bukan karena marah pada Yuni, Liana sadar, melainkan karena skandal itu kini terlalu telanjang.

Liana mendekati meja, menatap ponsel Albert.

"Yuni," katanya tenang.

Di seberang sana, tawa itu berhenti sejenak. Mungkin Yuni tidak menyangka Liana akan menjawab setenang itu.

"Iya, Tante?"

"Nikmati waktumu. Laki-laki yang bisa membohongi istrinya sebelas tahun juga bisa membohongi perempuan berikutnya."

Yuni terdiam.

Albert membentak, "Liana!"

Liana tidak menoleh. "Dan satu lagi. Jangan ajari aku pisah baik-baik sebelum kamu belajar masuk ke hidup orang lain dengan cara baik-baik."

Tiara menunduk, tetapi Liana melihat bahunya bergetar pelan. Bukan menangis. Seperti sedang menahan sesuatu, mungkin kepuasan kecil yang tidak berani ia tunjukkan.

Albert memutus panggilan.

"Kamu mempermalukan aku," katanya.

Liana menatapnya. "Kamu melakukan itu sendiri."

Kim Hwa tiba-tiba memukul lantai dengan tongkat. "Cukup! Perempuan tidak tahu diri! Kamu pikir setelah punya beberapa bukti, kamu bisa menang? Kamu pikir kamu tahu semuanya?"

Liana menoleh.

Kim Hwa sudah kehilangan kendali. Napasnya memburu, wajahnya merah karena marah.

"Kamu tidak tahu apa-apa. Bahkan waktu Dede dulu..."

Kalimat itu terpotong.

Ruangan membeku.

Kim Hwa menutup mulutnya sendiri, terlambat.

Darah Liana seperti berhenti mengalir. Semua suara menghilang. Yang tersisa hanya nama itu.

Dede.

Pelan-pelan, Liana melangkah mendekat ke sofa.

"Waktu Dede dulu kenapa?" tanyanya.

Kim Hwa memalingkan wajah. "Tidak ada."

"Tadi kamu bilang aku tidak tahu apa-apa."

"Aku bicara karena marah."

"Tidak." Suara Liana turun, lebih dingin daripada sebelumnya. "Kamu hampir mengatakan sesuatu."

Albert ikut berdiri. "Liana, jangan mulai lagi."

Liana tidak memandangnya. Matanya tetap pada Kim Hwa.

"Kim Hwa," katanya, setiap suku kata keluar pelan dan jelas. "Waktu Dede dulu bagaimana? Bicara yang jelas."

Terpopuler

Comments

Tuti Safitri

Tuti Safitri

Pemaksaan disuruh tulis komentar sekarang noveltoon yaa,dulu nggak tuuhh,baik aku kasi komen,sejauh ini masih bagus tapi kenapa bolak balik iklan teruuss jadi berkurang bagusnya🙏🤣

2026-07-14

2

Darma Wati

Darma Wati

liana lebih baik cerai aja dari pada tetap bersama orang orang yang jahat seperti suami mu dan mertua mu

2026-07-22

0

Nona Yakiniku

Nona Yakiniku

dulu noveltoon gak begini apa krn udah terlanjur novel gratis ya.. yg sbnrnya tdk gratis hrs liat iklan dulu

2026-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!