Episode 5

Bab 5

Sekolah

Pertanyaan Chisen malam itu membuat Erlyn berdiri kaku di ambang dapur hampir lima detik.

"Haus," jawabnya akhirnya.

Chisen tidak bertanya lagi. Ia hanya mengambil satu gelas bersih dari rak atas, mengisinya dari dispenser, lalu meletakkannya di meja marmer. Gerakannya tenang, seolah mereka memang sudah terbiasa bertemu tengah malam dalam rumah yang gelap.

Erlyn berjalan masuk, mengambil gelas itu dengan kedua tangan. "Terima kasih."

"Lampu dapur ada di sebelah kanan."

"Aku tahu."

Chisen melirik dinding di sisi kirinya, tempat saklar berada.

Erlyn mengikuti pandangannya, lalu pura-pura minum agar tidak perlu mengakui bahwa ia salah arah. Dari sudut matanya, ia melihat Chisen seperti hampir tersenyum. Hampir. Atau mungkin hanya bayangan lampu kulkas yang menipu.

Itu percakapan terpanjang mereka selama tiga hari pertama di Jalan Kenanga.

Setelah itu, hidup baru Erlyn bergerak dengan cara yang rapi tetapi membuatnya lelah. Pagi sarapan di meja panjang. Siang mengurus berkas sekolah. Sore menemani Mama menata dapur agar tidak terlihat terlalu menganggur. Malam mencoba menghafal suara-suara rumah: langkah orang rumah di koridor, pintu loteng yang sesekali terbuka, mobil Om Changli pulang, dan denting sendok Chisen ketika ia turun makan.

Seminggu kemudian, Erlyn mulai sekolah.

Seragam putih abu-abunya masih baru. Roknya disetrika terlalu lurus oleh Mama. Sepatu hitamnya sudah digosok sampai mengilap, tetapi Erlyn tetap merasa semua orang akan tahu ia murid pindahan hanya dari cara ia berdiri.

Di meja makan, Jing berkali-kali merapikan kerahnya.

"Kalau ada yang tanya, jawab baik-baik. Kalau ada pelajaran yang belum cocok, bilang Mama. Nanti kita cari les."

"Ma, aku cuma sekolah, bukan pergi perang."

"Sekolah baru juga bisa seperti perang."

Erlyn menatap Mama.

Jing sadar ucapannya terlalu jujur, lalu tersenyum kecil. "Maksud Mama, kamu pasti bisa."

Om Changli menurunkan cangkir kopinya. "Hari ini biar Chisen yang antar. Sekolah kalian searah."

Sendok Erlyn berhenti di atas piring.

Di ujung meja, Chisen juga mengangkat mata.

"Saya masuk lebih pagi," katanya.

"Kalau berangkat sekarang, tidak terlambat," jawab Om Changli.

Chisen menatap jam dinding, lalu kembali makan. "Terserah Papa."

Terserah Papa berarti ia tidak setuju, tetapi terlalu malas berdebat.

Erlyn tiba-tiba ingin bilang ia bisa naik taksi online. Namun Mama sudah terlihat lega, dan Om Changli sudah memanggil orang rumah untuk mengambil tas Erlyn. Jadi ia hanya menelan protes bersama suapan terakhir nasi goreng.

Mobil Chisen berwarna hitam, bersih, dan wangi kulit. Erlyn duduk di kursi penumpang dengan ransel di pangkuan. Ia tidak tahu harus meletakkan tangan di mana. Kalau memegang ransel, ia terlihat gugup. Kalau meletakkannya di paha, ia tetap gugup.

Chisen menyalakan mesin.

Tidak ada musik.

Beberapa menit pertama, yang terdengar hanya suara AC dan jalan Surabaya yang mulai ramai. Motor bergerak di samping mobil. Pedagang bubur ayam membuka lapak. Anak-anak berseragam putih abu-abu berjalan berkelompok di trotoar, tertawa seolah masuk sekolah baru bukan hal yang menakutkan.

Erlyn menatap keluar jendela.

"Sekolahmu jam tujuh?" tanya Chisen.

"Iya."

"Kalau pulang?"

"Tergantung jadwal."

"Kirim ke Mama. Biar dijemput sopir."

Erlyn menoleh. "Aku bisa pulang sendiri."

"Surabaya bukan Belitung."

Kalimat itu pendek, tetapi cukup untuk membuat Erlyn menggigit bibir.

"Aku tahu."

Chisen tidak menjawab. Tangannya di setir tenang, jari-jarinya panjang, ada bekas cat tipis di dekat kuku ibu jari. Erlyn memperhatikan itu tanpa sadar, lalu cepat-cepat memalingkan wajah.

Mereka berhenti di lampu merah.

Chisen tiba-tiba berkata, "Di sekolah, jangan bilang ke siapa pun kita tinggal serumah."

Erlyn menoleh perlahan. "Kenapa?"

Lampu merah memantul di kaca depan, membuat wajah Chisen tampak lebih dingin.

"Orang suka bicara."

"Kita tidak melakukan apa-apa."

"Justru karena tidak melakukan apa-apa, jangan beri mereka bahan."

Erlyn menatapnya. Ada sesuatu yang kecil dan tajam menyentuh dadanya. Ia mengerti maksudnya. Ia bukan anak bodoh. Ibu mereka menikah, mereka tidak sedarah, tetapi tinggal serumah. Di mulut orang lain, fakta biasa bisa berubah menjadi cerita kotor.

Tetap saja, kalimat itu terdengar seperti ia adalah sesuatu yang harus disembunyikan.

"Koh malu?"

Untuk pertama kalinya sejak mobil bergerak, Chisen menoleh penuh ke arahnya.

"Bukan."

"Lalu?"

Lampu berubah hijau. Mobil di belakang membunyikan klakson. Chisen kembali menatap jalan dan menjalankan mobil.

"Aku tidak mau kamu repot."

Erlyn tertawa pendek. "Aku belum masuk sekolah saja sudah dianggap bakal repot."

"Bukan begitu."

"Lalu begitu apa?"

Chisen diam.

Diamnya membuat Erlyn semakin kesal. Di Belitung, kalau orang tidak suka, mereka mengatakannya. Kalau orang marah, mereka bicara keras. Di rumah baru ini, semua orang memakai kalimat pendek lalu membiarkan sisanya menjadi tebakan.

Mobil berhenti di seberang gerbang sekolah Erlyn.

Halaman depan sudah ramai. Murid-murid turun dari mobil, motor, dan angkot. Beberapa siswa menoleh ke arah mobil Chisen, mungkin karena mobil itu terlalu bersih, mungkin karena wajah Chisen terlalu mencolok, atau mungkin karena Erlyn turun dari kursi penumpang dengan gerakan kaku.

Erlyn membuka pintu, lalu berhenti sebentar.

"Kalau ada yang tanya, aku harus bilang apa?"

Chisen menatapnya dari balik kemudi. "Bilang dijemput keluarga."

"Keluarga siapa?"

"Keluargamu."

Jawaban itu seharusnya membuatnya lebih baik. Anehnya, dada Erlyn malah terasa semakin sesak.

Ia mengangguk, turun dari mobil, dan menutup pintu pelan. Sebelum berjalan ke gerbang, ia menunduk sedikit ke jendela yang masih terbuka.

"Terima kasih, Koh."

Chisen hanya mengangguk.

Mobil itu pergi beberapa detik kemudian, menyatu dengan arus jalan pagi. Erlyn berdiri di tepi gerbang, merapikan tali ranselnya, lalu masuk ke sekolah barunya dengan perasaan seperti baru saja diturunkan di panggung.

Di ruang tata usaha, ia menyerahkan berkas pindahan sambil menjawab pertanyaan seorang staf tentang alamat baru, nomor ponsel Mama, dan sekolah asalnya.

"Dari Belitung, ya?" staf itu bertanya.

Erlyn mengangguk.

Seorang murid yang sedang mengurus surat izin di kursi sebelah langsung melirik. Tatapannya tidak jahat, tetapi cukup lama untuk membuat Erlyn sadar bahwa kata Belitung di sekolah ini terdengar seperti label yang ditempel di dahinya.

Ketika wali kelas membawanya ke ruang kelas, suara murid-murid yang semula ramai turun satu tingkat. Erlyn berdiri di depan papan tulis, memperkenalkan diri dengan kalimat yang sudah ia latih sejak pagi.

"Nama saya Tan Erlyn. Saya pindahan dari Belitung."

Beberapa siswa berbisik. Ada yang menatap sepatunya. Ada yang menatap rambutnya. Ada yang menatap jendela, pura-pura tidak peduli. Erlyn memilih bangku kosong di baris tengah dan duduk dengan punggung tegak.

Ia berhasil tidak terlihat takut.

Setidaknya menurutnya begitu.

Ia tidak tahu bahwa dari bawah pohon di dekat parkiran, seorang siswi sudah mengangkat ponsel.

Kamera menangkap mobil hitam itu, wajah Chisen yang samar di balik kaca, dan Erlyn yang baru saja turun.

Beberapa menit kemudian, sebuah Instagram story muncul.

Anak baru. Diantar cowok keren pakai mobil mahal. Kakak atau pacar?

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
Episodes

Updated 190 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!