Wedding

Masih 1 jam sebelum pesta pernikahan dimulai. Lebih tepatnya, pesta pernikahan dan resepsi yang diadakan di tempat yang sama. 

Suara seseorang memasuki ruangan rias pengantin wanita terdengar. 

“Siapa!?” Tanyanya waspada. 

“Sayang, ini aku Danu…Kamu benar-benar terlihat cantik. Maafkan karena aku menyuruh Chandra Untuk mengantarmu kembali ke ruang gantimu.” Kalimat yang begitu pelan terucap dari pria terhormat ini. 

“Tidak apa-apa…” Stefanie diam-diam mencengkeram gaun pengantinnya sendiri. 

“Sebenarnya, aku memang memiliki sedikit kerjasama dengan Chandra. Apa kamu pernah mendengar, kalau dia itu sebenarnya adalah anak haram. Untuk mendapatkan warisan dari ayah kandungnya, tentu saja dia harus berusaha dengan keras memajukan perusahaan milik Ayah kandungnya. Karena itu, pamanmu dan aku berencana bekerja sama dengan perusahaan yang dikelola oleh Chandra.” Kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh Dika. 

Stefanie hanya mengangguk pelan. Wanita itu masih bersikap bagaikan tidak mengetahui apapun. Tapi tetap saja sebuah kenyataan dirinya hanya buta, bukan tuli. Semuanya dapat didengar dan diketahui olehnya. 

Suara Chandra yang duduk di atas sofa terdengar. Tidak lama setelahnya, suara hak sepatu seorang wanita terdengar. Tahukah kalian, terkadang ketika salah satu dari panca indra tertutup. Maka indra lainnya akan menjadi semakin tajam. 

“Aku cukup tegang dengan pernikahan kita. Aku ingin istirahat dan mendengarkan musik sejenak.” Ucap wanita yang mulai menggunakan earphone. 

Sebuah earphone, yang sejatinya tidak terhubung dengan perangkat apapun. Semua hanya tipu dayanya untuk mendengarkan segalanya. Hingga hatinya menyerah nanti…

Suara kecupan terdengar.”Kamu terlalu agresif…”

“Tidak apa-apa, lagi pula dia buta…” benar-benar suara dari Gina. 

Pada kenyataannya dirinya memang buta. Tapi sama sekali tidak tuli, hanya berpura-pura tidak mendengar semuanya. Hanya berpura-pura tidak tahu tentang segalanya. Tapi apa yang dapat dilakukannya? 

Dirinya harus mempertahankan harta warisannya. Dirinya juga harus membalas mereka. 

Stefanie masih berpura-pura mendengarkan musik. Suara dari rencana mereka terdengar pelan. 

“Dia benar-benar tidak tahu bukan?” Sebuah pertanyaan dari Danu. Pria ini bahkan bersenang-senang di ruang rias pengantin wanita. 

“Stefanie itu buta, ditambah Dia sedang menggunakan earphone. Jika pun dia mendengarnya, Dia pasti sudah marah dari tadi. Tapi buktinya orang itu masih diam, maksudku bukan orang itu, tapi si buta itu masih tetap diam…dasar orang buta tidak berguna.” Suara tawa Gina terdengar. 

Orang buta tidak berguna? Saat kedua orang tua Gina mengalami kesulitan ekonomi. Mendiang kedua orang tua Stefanie lah yang mengulurkan tangan. Membiarkan mereka bekerja, di perusahaan dengan jabatan yang tinggi. 

Tapi inikah pemikiran Gina yang sebenarnya tentang dirinya? 

“Danu, kamu tidak lupa janjimu setelah menikah dengannya bukan?” Suara tanya dari Gina, mengecup pipi Danu pelan. 

“Tentu saja, dia hanya akan terkurung di kamar belakang. Melahirkan seorang anak untukku, setelah itu dia bisa mati. Harta yang akan diwariskan kepada anak itu, akan otomatis menjadi milik kita.” Inikah sosok pujaan hatinya yang asli? Wanita yang benar-benar tidak sanggup menerimanya lagi.

Haruskah dirinya membunuh pasangan ini? 

Tidak, pasti akan ada caranya…

“Bukankah sekitar 35% aset Stefanie sudah dialihkan padamu. Apa kamu belum puas?” Pertanyaan pelan dari Danu.

35%, 35% asetnya sudah berpindah tangan? Dirinya kembali mencoba untuk bersabar. Mencoba untuk berpura-pura mendengarkan musik. 

“Tentu saja belum, dia sudah memilikimu selama lebih dari 2 tahun ini. Aku sudah meminjamkanmu padanya. 35% aset sama sekali tidak cukup, karena mungkin suatu hari nanti dia akan balas dendam. Seperti rencana semula, kamu membuatnya melahirkan satu anak. Kemudian setelah anak itu lahir, segera habisi Stefanie di hari kelahirannya.” Itulah yang diucapkan oleh Gina.

Wanita yang begitu berani, kini berada di pangkuan dari Danu. Padahal Stefanie kini berada satu ruangan dengan mereka. 

Bagaikan sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada simpati. 

Dirinya menyerah…baik! Stefanie Triatmaja. Tidak akan dikalahkan dengan mudah oleh mereka. 35% aset itu akan kembali diambil olehnya dengan cara apapun. 

Membalas mereka, hingga berlutut di bawah telapak kakinya. 

Suara racauan dari Gina terdengar. Mungkin mereka tengah bercinta di ruangan ini. Sesuatu yang benar-benar menjijikan, Bagaimana bisa dirinya tertipu oleh spesies yang bahkan lebih tidak terhormat dari buaya ini. Karena buaya saja dapat setia, tapi pria ini malah menjual dirinya. 

Stefanie perlahan berucap, sembari melepaskan earphone-nya.”Danu, kamu tidak perlu mencemaskanku. Aku sekarang merasa lebih segar setelah mendengarkan musik. Aku benar-benar menjadi lebih tenang. Sekarang kamu kembali ke ruang gantimu. Nanti kita akan mengikat janji pernikahan. Semua milikku akan diurus olehmu, aku akan menjadi istri yang baik…”

Danu hanya mengangguk.”Kita akan menjadi suami istri yang saling menghormati. Aku berjanji akan menjagamu dengan hidupku, aku berjanji apapun yang terjadi hanya akan mencintaimu. Setelah ini kita akan menua bersama…” 

Seketika itu juga, suara seorang wanita yang bangkit dari atas bagian pinggul Danu terdengar samar.

“Aku percaya dengan semua janjimu. Karena itu kembalilah…Aku memiliki kejutan saat pernikahan kita akan berlangsung…” 

***

Suara alunan biola dari musisi terdengar. Pintu besar terbuka, menampakan Stefanie yang dibimbing oleh paman dari pihak ayahnya melangkah di atas karpet merah. 

Dirinya menunjukkan raut wajah begitu tenang. 

Namun suara kasak kusuk beberapa orang terdengar di tempat ini. 

“Mempelai wanitanya buta, benar-benar wanita yang beruntung mendapatkan pria yang tampan.”

“Inilah yang namanya cinta sejati abad ini.”

“Astaga mereka benar-benar serasi.” 

Suara beberapa orang yang tidak mengetahui situasinya terdengar. Dirinya tidak mengetahui apapun, hanya melangkah dibimbing oleh pamannya. 

Sudah pasti Chandra berada di tempat ini bukan? Mungkin wanita itu tidak melihatnya. 

Sedangkan Chandra sendiri, meraih anggur, meminumnya dengan cepat. Kembali meraih anggur lagi, lalu kembali meminumnya dengan cepat lagi. Bagaikan pria itu ingin menghilangkan kesedihannya yang entah dipicu oleh apa. 

Tapi tidak mungkin bukan Chandra sedih? Sudah pasti seorang Candra bahagia melihat kehancuran seorang Stefanie di masa depan. Kehancuran akibat salah memilih pasangan. 

“Wanita buta bodoh…seharusnya dia meminta bantuan padaku. Benar-benar bodoh, masih saja dengan begitu bodohnya berjalan di altar.” Kembali Chandra meminum anggur yang disediakan untuk tamu undangan. Namun di luar dugaan, pria itu menelan ludahnya. 

Stefanie benar-benar terlihat cantik menggunakan gaun pengantin. Entah apa yang ada dalam imajinasi pria ini. 

Apa mungkin pria ini berimajinasi menjadi pendeta? Atau pria ini berimajinasi menjadi mempelai wanita? Mungkin saja pemuda ini berimajinasi menjadi Ayah mempelai pria? Ataukah…Chandra berimajinasi, dirinya yang menikahi wanita yang begitu cantik ini…

Mengepalkan tangannya menahan rasa kesal. Ketika jemari tangan Stefanie diraih oleh Danu. 

“Ada yang mau aku katakan sebelum acara pernikahan dimulai.” Itulah yang diucapkan oleh Stefanie begitu pelan.”Sebenarnya aku…hamil…” 

Terpopuler

Comments

Nur Wahyuni

Nur Wahyuni

oalah si candra ini sebenarnya udah suka sama Stefani sejak smu ya jangan2, cuma caranya unik😄😄😄jadi yg ada mereka malah jadi musuh bebuyutan...

2026-07-07

1

Biyan Narendra

Biyan Narendra

good job,Stef..
Biarkan DG menangis darah..
Akibat keserakahan yg mereka lakukan padamu

2026-07-06

2

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

yg ono ada spesies buaya mangap mangap, si Danu spesies kudanil kudis. 😤😤😤
bagusnya tendang masuk comberan yg item

2026-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 Antara Coklat Dan Pengkhianatan
2 Ide
3 Wedding
4 Mencuri Pengantin
5 Kuras
6 Kelinci
7 Predator
8 Koalisi
9 Tuan Besar
10 Wajar
11 Peliharaan
12 Polos
13 Harga Diri
14 Keputusan
15 Cantik
16 Sepupu
17 Rasa Takut
18 Kunci
19 Pahlawan
20 Kasih Sayang Pasangan
21 Ladang Uang
22 Ibu Mertua
23 Medan Perang
24 Wanita Idaman
25 Tenang
26 Ibu Mertua VVIP
27 Cara Lain
28 Hubungan
29 Mencoba
30 Trauma
31 Cemburu
32 Keributan
33 Konspirasi
34 Percaya Diri
35 Panik
36 Terlalu Agresif
37 Kembalikan
38 Benalu
39 Akhiri
40 Aborsi
41 Serangan Balik
42 Operasi
43 Satu Saja
44 Cake
45 Panggilan Tanda Cinta
46 Keluarga Konglomerat
47 Serba Salah
48 Tinggal Terima
49 Mencari Kesempurnaan
50 Dia Mencintaiku?
51 Perasaannya Padaku
52 Uji Coba
53 Penjilat
54 Bantuan
55 Pembuktian
56 Sentuhan
57 Alasan
58 Aku Kaya
59 Menjadi Lebih Tegar
60 Honeymoon
61 Kita Akan Bertemu Lagi
62 Salah Sasaran
63 Tidak Ada Duanya
64 Perpisahan
65 Keberangkatan
66 Dipecat
67 Boneka
68 Mengungkapkan Rasa
69 Terkam
70 Terlalu Cantik
71 Fatamorgana
72 Pakaian
73 Interogasi
74 Perselingkuhan
75 Boneka Berkelas
76 Pertemuan
77 Menangkap Perselingkuhan
78 Nilai Lelang Tertinggi
79 Menantu Idaman
80 Mengakui
81 Racun Cinta Ibu Mertua
82 Cara Kedua
83 Pengganti
84 Pembuktian
85 Usulan
86 Bukan Update
87 Persiapan
88 Pernyataan Perasaan
89 Terlalu Percaya Diri
90 Pengantin Lama
91 Second
92 Kembali
93 Realistis
94 Tukang Pijat
95 Bukan Update
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Antara Coklat Dan Pengkhianatan
2
Ide
3
Wedding
4
Mencuri Pengantin
5
Kuras
6
Kelinci
7
Predator
8
Koalisi
9
Tuan Besar
10
Wajar
11
Peliharaan
12
Polos
13
Harga Diri
14
Keputusan
15
Cantik
16
Sepupu
17
Rasa Takut
18
Kunci
19
Pahlawan
20
Kasih Sayang Pasangan
21
Ladang Uang
22
Ibu Mertua
23
Medan Perang
24
Wanita Idaman
25
Tenang
26
Ibu Mertua VVIP
27
Cara Lain
28
Hubungan
29
Mencoba
30
Trauma
31
Cemburu
32
Keributan
33
Konspirasi
34
Percaya Diri
35
Panik
36
Terlalu Agresif
37
Kembalikan
38
Benalu
39
Akhiri
40
Aborsi
41
Serangan Balik
42
Operasi
43
Satu Saja
44
Cake
45
Panggilan Tanda Cinta
46
Keluarga Konglomerat
47
Serba Salah
48
Tinggal Terima
49
Mencari Kesempurnaan
50
Dia Mencintaiku?
51
Perasaannya Padaku
52
Uji Coba
53
Penjilat
54
Bantuan
55
Pembuktian
56
Sentuhan
57
Alasan
58
Aku Kaya
59
Menjadi Lebih Tegar
60
Honeymoon
61
Kita Akan Bertemu Lagi
62
Salah Sasaran
63
Tidak Ada Duanya
64
Perpisahan
65
Keberangkatan
66
Dipecat
67
Boneka
68
Mengungkapkan Rasa
69
Terkam
70
Terlalu Cantik
71
Fatamorgana
72
Pakaian
73
Interogasi
74
Perselingkuhan
75
Boneka Berkelas
76
Pertemuan
77
Menangkap Perselingkuhan
78
Nilai Lelang Tertinggi
79
Menantu Idaman
80
Mengakui
81
Racun Cinta Ibu Mertua
82
Cara Kedua
83
Pengganti
84
Pembuktian
85
Usulan
86
Bukan Update
87
Persiapan
88
Pernyataan Perasaan
89
Terlalu Percaya Diri
90
Pengantin Lama
91
Second
92
Kembali
93
Realistis
94
Tukang Pijat
95
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!