Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan

“Apa maksud Anda... menggantikan pengantin pria?"

Suara Ayah Alea terdengar berat. Tatapannya tak lepas dari pria asing yang berdiri dengan tenang di tengah ruang rias.

Raka tidak langsung menjawab. Ia justru menatap Alea beberapa saat, seolah sedang memastikan sesuatu.

"Aku serius."

Dua kata itu terdengar mantap.

Ruangan kembali sunyi.

Alea mengusap air mata yang masih membasahi pipinya. Hari ini hidupnya sudah jungkir balik. Rasanya sulit percaya ada orang asing yang tiba-tiba menawarkan diri menikahinya.

"Maaf," ucap Alea pelan. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Raka menggeleng.

"Belum."

"Lalu kenapa Anda mau melakukan ini?"

"Kalian sedang membutuhkan jalan keluar."

"Itu bukan jawaban."

Untuk pertama kalinya, sudut bibir Raka terangkat membentuk senyum tipis.

"Aku memang tidak berniat menjawab semuanya hari ini."

Jawaban itu justru membuat Alea semakin curiga.

Ayahnya melangkah mendekat.

"Tuan Raka, saya menghargai niat baik Anda. Tapi menikah bukan perkara sederhana. Saya bahkan tidak tahu siapa Anda."

"Ayah benar." Alea mengangguk. "Aku tidak mungkin menikah dengan orang yang baru kutemui."

Raka mengeluarkan dompet kulit dari saku jasnya. Ia menyerahkan kartu identitas, kartu advokat, dan beberapa dokumen lain.

"Silakan diperiksa."

Ayah Alea membaca satu per satu dengan saksama.

"Raka Arvin..."

"Konsultan hukum."

Semua data terlihat asli.

Tidak ada yang janggal.

Namun justru itulah yang membuat keadaan terasa semakin aneh.

"Apa keuntungan yang Anda dapat?" tanya Ayah Alea.

"Karena tidak ada orang yang membantu tanpa alasan."

Raka terdiam beberapa detik.

"Aku memang punya alasan."

"Apa itu?"

"Aku membutuhkan seorang istri."

Jawaban singkat itu membuat semua orang saling berpandangan.

"Maksud Anda?" tanya Alea.

"Pernikahan ini hanya berlangsung satu tahun."

"Aku tidak akan mencampuri kehidupanmu."

"Aku tidak akan menuntut apa pun setelah kontrak berakhir."

"Kau tetap bebas bekerja, bebas menentukan hidupmu."

"Aku hanya meminta satu hal."

"Apa?"

"Selama satu tahun, jalankan peranmu sebagai istriku di depan semua orang."

Alea menatap pria itu tanpa berkedip.

Permintaan itu terdengar sederhana.

Terlalu sederhana.

"Kenapa harus aku?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja.

Raka menarik napas pelan.

"Karena hanya kamu yang bisa membantuku."

Jawaban itu menggantung.

Tak ada penjelasan lain.

Belum sempat suasana berubah, suara gaduh kembali terdengar dari luar ballroom.

"Pak Pram!"

Seorang staf hotel berlari menghampiri.

"Wartawan sudah ada di lobi. Mereka mulai bertanya kenapa akad belum dimulai."

Wajah Ayah Alea memucat.

Ia menoleh ke arah jam dinding.

Sudah lewat hampir satu jam dari jadwal.

Tak mungkin lagi menunda.

Jika pesta dibatalkan, bukan hanya nama keluarga mereka yang hancur.

Para klien perusahaan juga akan kehilangan kepercayaan.

Di tengah kebimbangan itu, Alea memandang gaun putih yang dikenakannya.

Gaun ini dipilih bersama ibunya enam bulan lalu.

Ia masih ingat bagaimana mereka tertawa saat mencoba berbagai model.

Ibunya berkata,

*"Suatu hari nanti, Ayah pasti bakal nangis lihat kamu jadi pengantin."*

Benar saja.

Hari ini ayahnya memang hampir menangis.

Bedanya...

Bukan karena bahagia.

Melainkan karena merasa gagal melindungi putrinya.

Hati Alea terasa diremas.

Ia menoleh kepada kedua orang tuanya.

"Kalau aku menolak..."

"Semua ini akan semakin buruk, ya?"

Tak ada yang menjawab.

Keheningan itu sudah cukup menjadi jawaban.

Alea menatap Raka.

"Aku punya syarat."

Raka mengangguk.

"Katakan."

"Jangan pernah membohongiku."

Kalimat itu meluncur tanpa berpikir.

Setelah dikhianati Arga dan Nadira, satu hal yang paling ia benci adalah kebohongan.

Raka menatapnya cukup lama.

Ada sesuatu yang berkelebat di matanya.

Rasa bersalah.

Hanya sesaat.

Lalu ia kembali memasang wajah datar.

"Aku akan berusaha."

Berusaha.

Bukan berjanji.

Entah mengapa, jawaban itu membuat hati Alea sedikit tidak nyaman.

Namun waktu mereka sudah habis.

Alea mengambil pena yang disodorkan Raka.

Tangannya gemetar saat menandatangani kontrak itu.

Begitu tinta terakhir mengering, ponsel di saku jas Raka bergetar pelan.

Ia melirik layar sekilas.

**Nomor Tak Dikenal**

> **Target sudah menjadi istrimu. Jangan lupa tujuanmu. Jangan sampai perasaan mengacaukan semuanya.**

Rahang Raka mengeras.

Tanpa membalas pesan itu, ia langsung mengunci layar.

"Ada masalah?" tanya Alea.

Raka memasukkan ponselnya kembali.

"Tidak."

Ia berbohong.

Dan itu adalah kebohongan pertama yang baru saja ia lakukan kepada istrinya.

Beberapa menit kemudian, pintu ballroom perlahan dibuka.

Musik pernikahan mulai mengalun.

Ratusan tamu berdiri menyambut kedua mempelai.

Tak seorang pun tahu bahwa pengantin pria yang berjalan di samping Alea bukanlah pria yang ia cintai.

Dan tak seorang pun tahu...

bahwa pernikahan yang baru saja dimulai itu adalah awal dari rahasia terbesar yang akan menghancurkan banyak kehidupan.

Sementara di sudut ballroom, seorang pria berkacamata hitam menatap mereka dari kejauhan.

Ia mengangkat ponselnya, mengambil satu foto, lalu mengirimkannya kepada seseorang.

> **"Mereka resmi menikah."**

Balasan datang hanya beberapa detik kemudian.

> **"Bagus. Sekarang permainan kita dimulai."**

**Bersambung...**

Episodes
1 Episode 1 - Hari yang Menghancurkan
2 Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan
3 Episode 3 - Status Baru, Orang Asing
4 Episode 4 - Foto yang Seharusnya Tidak Ada
5 Episode 5 - Batas yang Mulai Kabur
6 Episode 6 - Tamu yang Tidak Diundang
7 Episode 7 - Harga Sebuah Kehormatan
8 Episode 8 - Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu
9 Episode 9 - Jejak yang Sengaja Dihapus
10 Episode 10 - Pesan dari Masa Lalu
11 Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan
12 Episode 12 - Nama yang Membuat Mereka Mundur
13 Episode 13 - Orang Dalam
14 Episode 14 - Isi Flashdisk
15 Episode 15 - Bayangan di Balik Kaca
16 Episode 16 - Kata Terakhir Sebelum Pingsan
17 Episode 17 - Koridor Tanda Jalan Keluar
18 Episode 18 - Jarak yang Tiba-Tiba Tercipta
19 Episode 19 - Pengkhianatan yang Paling Dekat
20 Episode 20 - Amplop yang Disembunyikan Ayah
21 Episode 21 - Orang yang Menunggu di Balik Pintu
22 Episode 22 - Darah yang Mengkhianati Darah
23 Episode 23 - Folder Bernama Melati
24 Episode 24 - Perempuan yang Selalu Selangkah Lebih Dulu
25 Episode 25 - Vila Melati
26 Episode 26 - Wajah yang Seharusnya Sudah Tiada
27 Episode 27 - Halaman Terakhir
28 Episode 28 - Gadis dengan Gelang Melati
29 Episode 29 - Map Merah di Tangan Ayah
30 Episode 30 - Janji yang Tak Pernah Padam
31 Episode 31 - Identitas yang Dicuri
32 Episode 32 - Arsip yang Terbakar
33 Episode 33 - Pengakuan Seorang Pendusta
34 Episode 34 - Orang yang Kembali dari Reruntuhan
35 Episode 35 - Enam Puluh Detik
36 Episode 36 - Pengkhianat di Antara Kita
37 Episode 37 - Kunci Nomor Tujuh Belas
38 Episode 38 - Rekaman yang Terputus
39 Episode 39 - Pram yang Menyimpan Luka
40 Episode 40 - Pertukaran yang Mustahil
41 Episode 41 - Orang yang Tidak Pernah Tercatat
42 Episode 42 - Serigala Perak
43 Episode 43 - Rumah Kaca yang Terlupakan
44 Episode 44 - Pengakuan Saras
45 Episode 45 - Panggilan dari Direktur
46 Episode 46 - Ayah yang Kembali
47 Episode 47 - Rahasia Keluarga Alea
48 Episode 48 - Target Sebenarnya
49 Episode 49 - Helikopter Tanpa Identitas
50 Episode 50 - Nama yang Dipinjam
51 Episode 51 - Rahasia yang Disembunyikan Pram
52 Episode 52 - Lelaki yang Memanggilku Anak
53 Episode 53 - Proyek Raka
54 Episode 54 - Ibu yang Dijadikan Umpan
55 Episode 55 - Pilihan yang Mustahil
56 Episode 56 - Pria di Atas Kapal Hitam
57 Episode 57 - Ruang Tujuh Telah Terbuka
58 Episode 58 - Dewan Pendiri Turun Tangan
59 Episode 59 - Direktur ada ditengah Mereka
60 Episode 60 - Adik yang Mengarahkan Senjata
61 Protokol Pewaris
62 Ibu Adalah awal dari semuanya
63 Pengkhianat yang selama ini berada disamping mereka
64 Salah Satu dari kami bukan anak ibu
65 Pesan dari Laras
66 Ayah yang Selama ini disembunyikan
67 Ayah yang Berdiri diDepan Mereka
68 Tubuh kirana dikuasai origin
69 Suara ketiga didalam diri raka
70 Selamatkan kakakmu
71 Suara yang memanggil kirana
72 Anak kecil dibawah pohon hitam
73 Aku bukan anak arya
74 Laras membongkar kebohongan terbesar
75 Anak kecil yang dibunuh pendiri garuda
76 Kaka yang dilupakan
77 Aruka yang seharusnya sudah mati
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Episode 1 - Hari yang Menghancurkan
2
Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan
3
Episode 3 - Status Baru, Orang Asing
4
Episode 4 - Foto yang Seharusnya Tidak Ada
5
Episode 5 - Batas yang Mulai Kabur
6
Episode 6 - Tamu yang Tidak Diundang
7
Episode 7 - Harga Sebuah Kehormatan
8
Episode 8 - Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu
9
Episode 9 - Jejak yang Sengaja Dihapus
10
Episode 10 - Pesan dari Masa Lalu
11
Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan
12
Episode 12 - Nama yang Membuat Mereka Mundur
13
Episode 13 - Orang Dalam
14
Episode 14 - Isi Flashdisk
15
Episode 15 - Bayangan di Balik Kaca
16
Episode 16 - Kata Terakhir Sebelum Pingsan
17
Episode 17 - Koridor Tanda Jalan Keluar
18
Episode 18 - Jarak yang Tiba-Tiba Tercipta
19
Episode 19 - Pengkhianatan yang Paling Dekat
20
Episode 20 - Amplop yang Disembunyikan Ayah
21
Episode 21 - Orang yang Menunggu di Balik Pintu
22
Episode 22 - Darah yang Mengkhianati Darah
23
Episode 23 - Folder Bernama Melati
24
Episode 24 - Perempuan yang Selalu Selangkah Lebih Dulu
25
Episode 25 - Vila Melati
26
Episode 26 - Wajah yang Seharusnya Sudah Tiada
27
Episode 27 - Halaman Terakhir
28
Episode 28 - Gadis dengan Gelang Melati
29
Episode 29 - Map Merah di Tangan Ayah
30
Episode 30 - Janji yang Tak Pernah Padam
31
Episode 31 - Identitas yang Dicuri
32
Episode 32 - Arsip yang Terbakar
33
Episode 33 - Pengakuan Seorang Pendusta
34
Episode 34 - Orang yang Kembali dari Reruntuhan
35
Episode 35 - Enam Puluh Detik
36
Episode 36 - Pengkhianat di Antara Kita
37
Episode 37 - Kunci Nomor Tujuh Belas
38
Episode 38 - Rekaman yang Terputus
39
Episode 39 - Pram yang Menyimpan Luka
40
Episode 40 - Pertukaran yang Mustahil
41
Episode 41 - Orang yang Tidak Pernah Tercatat
42
Episode 42 - Serigala Perak
43
Episode 43 - Rumah Kaca yang Terlupakan
44
Episode 44 - Pengakuan Saras
45
Episode 45 - Panggilan dari Direktur
46
Episode 46 - Ayah yang Kembali
47
Episode 47 - Rahasia Keluarga Alea
48
Episode 48 - Target Sebenarnya
49
Episode 49 - Helikopter Tanpa Identitas
50
Episode 50 - Nama yang Dipinjam
51
Episode 51 - Rahasia yang Disembunyikan Pram
52
Episode 52 - Lelaki yang Memanggilku Anak
53
Episode 53 - Proyek Raka
54
Episode 54 - Ibu yang Dijadikan Umpan
55
Episode 55 - Pilihan yang Mustahil
56
Episode 56 - Pria di Atas Kapal Hitam
57
Episode 57 - Ruang Tujuh Telah Terbuka
58
Episode 58 - Dewan Pendiri Turun Tangan
59
Episode 59 - Direktur ada ditengah Mereka
60
Episode 60 - Adik yang Mengarahkan Senjata
61
Protokol Pewaris
62
Ibu Adalah awal dari semuanya
63
Pengkhianat yang selama ini berada disamping mereka
64
Salah Satu dari kami bukan anak ibu
65
Pesan dari Laras
66
Ayah yang Selama ini disembunyikan
67
Ayah yang Berdiri diDepan Mereka
68
Tubuh kirana dikuasai origin
69
Suara ketiga didalam diri raka
70
Selamatkan kakakmu
71
Suara yang memanggil kirana
72
Anak kecil dibawah pohon hitam
73
Aku bukan anak arya
74
Laras membongkar kebohongan terbesar
75
Anak kecil yang dibunuh pendiri garuda
76
Kaka yang dilupakan
77
Aruka yang seharusnya sudah mati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!