AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG AKAN MEMENJARAKAN AYAHKU

AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG AKAN MEMENJARAKAN AYAHKU

Episode 1 - Hari yang Menghancurkan

"Lea, jangan tegang terus. Nanti riasannya rusak."

Suara Lani, penata rias langganan keluarga, membuat Alea tersenyum tipis. Ia menatap bayangannya di cermin besar yang memenuhi hampir seluruh dinding ruang rias.

Gaun putih yang dikenakannya menjuntai indah hingga menyapu lantai. Veil tipis menghiasi rambutnya yang disanggul sederhana. Sejak kecil, ia selalu membayangkan hari ini akan menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya.

Sayangnya...

Sudah hampir empat puluh menit waktu akad berlalu.

Arga belum juga datang.

Alea melirik jam tangan mungil di pergelangan tangannya untuk kesekian kali.

"Mungkin macet," gumamnya, lebih seperti sedang menenangkan diri sendiri.

Lani mengangguk cepat.

"Iya, daerah sini memang sering macet kalau akhir pekan."

Namun entah mengapa, hati Alea justru semakin gelisah.

Ia mengambil ponselnya dari atas meja.

Panggilan pertama.

Tidak diangkat.

Panggilan kedua.

Masih sama.

Panggilan ketiga.

"Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi."

Kalimat itu membuat dada Alea sesak.

"Aneh..."

Padahal semalam Arga masih mengirim pesan.

> Besok kita mulai hidup baru, ya. Aku janji bakal bikin kamu bahagia.

Pesan itu masih tersimpan.

Masih bisa dibaca.

Tapi orang yang menulisnya seperti lenyap ditelan bumi.

Tiba-tiba pintu ruang rias terbuka.

Seorang panitia masuk dengan wajah pucat.

"Mbak Alea..."

"Iya?"

"Pengantin pria... belum sampai."

Alea tersenyum canggung.

"Iya, saya tahu."

"Bukan itu..."

Panitia itu menelan ludah.

"Supir yang menjemput ke rumahnya bilang... rumahnya kosong."

Jantung Alea seakan berhenti berdetak.

"Kosong?"

"Iya."

"Katanya sejak subuh sudah tidak ada siapa-siapa."

Ruangan mendadak sunyi.

Lani saling berpandangan dengan para asisten rias.

Tak ada yang berani bicara.

"Enggak mungkin."

Alea menggeleng pelan.

"Arga bukan orang seperti itu."

Kalimat itu bahkan terdengar tidak meyakinkan di telinganya sendiri.

Ia langsung berdiri.

Gaun pengantin yang berat membuat langkahnya tidak nyaman.

"Aku mau cari dia."

Baru dua langkah berjalan, pintu kembali terbuka.

Ibunya masuk.

Wajah wanita itu pucat.

Maskara di matanya luntur karena air mata.

"Ma..."

Sang ibu langsung memeluk Alea.

Pelukan itu begitu erat sampai Alea bisa merasakan tubuh ibunya bergetar.

"Ma, ada apa?"

Tak ada jawaban.

Hanya tangisan.

Perlahan sang ibu menyodorkan sebuah ponsel.

"Arga mengirim ini."

Tangan Alea gemetar saat menerima ponsel itu.

Sebuah pesan singkat memenuhi layar.

> Maaf, Alea. Aku tidak pernah benar-benar mencintaimu. Pernikahan ini hanya bagian dari rencanaku. Jangan mencariku.

Di bawah pesan itu terdapat sebuah foto.

Arga sedang merangkul seorang perempuan di ruang tunggu bandara.

Perempuan itu tersenyum lebar ke arah kamera.

Nadira.

Sahabat yang dikenalnya sejak duduk di bangku SMA.

Bibir Alea bergetar.

"Enggak..."

Matanya terus menatap foto itu, berharap yang dilihatnya hanyalah hasil editan.

Namun tidak.

Kalung yang dikenakan Nadira adalah hadiah ulang tahun darinya dua bulan lalu.

Tidak mungkin salah orang.

Ponsel itu terlepas dari genggamannya.

Brak.

Layar ponsel membentur lantai.

Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh tanpa bisa dihentikan.

"Bohong..."

Suaranya nyaris tak terdengar.

"Bohong..."

Selama tiga tahun ia mempercayai Arga.

Selama tiga tahun ia menganggap Nadira sebagai saudara sendiri.

Dan hari ini...

Keduanya menghancurkan hidupnya dalam waktu yang bersamaan.

Belum sempat ia mengumpulkan pikirannya, terdengar suara gaduh dari luar ruangan.

Langkah kaki berlari.

Teriakan.

Pintu kembali terbuka.

Ayahnya masuk dengan napas memburu.

Dasi yang biasanya rapi kini terlepas begitu saja.

"Pak..." ujar sang ibu panik.

Pram menatap putrinya dengan mata merah.

"Kita dalam masalah."

"Apa lagi, Yah?"

Pram mengusap wajahnya kasar.

"Arga membawa kabur uang perusahaan."

Alea membeku.

"Jumlahnya... hampir seratus miliar."

Dunia terasa berhenti.

Ia bukan hanya kehilangan calon suami.

Bukan hanya kehilangan sahabat.

Tetapi keluarganya juga berada di ambang kehancuran.

Dari luar ballroom mulai terdengar bisik-bisik para tamu.

"Katanya pengantinnya kabur."

"Kasihan banget..."

"Memalukan."

"Apa jangan-jangan keluarganya bangkrut?"

Setiap bisikan terdengar semakin jelas.

Menusuk harga diri Alea.

Air matanya belum sempat berhenti ketika seseorang mengetuk pintu.

Tok.

Tok.

Tok.

Seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan dengan langkah tenang.

Jas hitam yang dikenakannya tampak sederhana, tetapi sangat pas di tubuhnya.

Tatapannya tajam.

Sulit ditebak.

"Aku minta maaf datang di waktu seperti ini."

Tak ada yang mengenalnya.

Ayah Alea mengernyit.

"Siapa Anda?"

Pria itu mengeluarkan sebuah kartu nama.

"Nama saya Raka Arvin."

"Saya datang... untuk menyelamatkan pernikahan ini."

Semua orang saling berpandangan.

"Apa maksud Anda?" tanya Pram.

Raka menatap Alea beberapa detik.

Tatapannya aneh.

Seolah ia sudah mengenalnya jauh sebelum hari ini.

Lalu, dengan suara tenang, ia berkata,

"Kalau Nona Alea bersedia..."

"Saya akan menggantikan pengantin pria."

Ruangan mendadak sunyi.

Tak seorang pun menyangka, di tengah hari yang paling menghancurkan dalam hidup Alea, justru muncul seorang pria asing yang menawarkan sesuatu yang lebih mengejutkan daripada pengkhianatan itu sendiri.

**Bersambung...**

Episodes
1 Episode 1 - Hari yang Menghancurkan
2 Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan
3 Episode 3 - Status Baru, Orang Asing
4 Episode 4 - Foto yang Seharusnya Tidak Ada
5 Episode 5 - Batas yang Mulai Kabur
6 Episode 6 - Tamu yang Tidak Diundang
7 Episode 7 - Harga Sebuah Kehormatan
8 Episode 8 - Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu
9 Episode 9 - Jejak yang Sengaja Dihapus
10 Episode 10 - Pesan dari Masa Lalu
11 Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan
12 Episode 12 - Nama yang Membuat Mereka Mundur
13 Episode 13 - Orang Dalam
14 Episode 14 - Isi Flashdisk
15 Episode 15 - Bayangan di Balik Kaca
16 Episode 16 - Kata Terakhir Sebelum Pingsan
17 Episode 17 - Koridor Tanda Jalan Keluar
18 Episode 18 - Jarak yang Tiba-Tiba Tercipta
19 Episode 19 - Pengkhianatan yang Paling Dekat
20 Episode 20 - Amplop yang Disembunyikan Ayah
21 Episode 21 - Orang yang Menunggu di Balik Pintu
22 Episode 22 - Darah yang Mengkhianati Darah
23 Episode 23 - Folder Bernama Melati
24 Episode 24 - Perempuan yang Selalu Selangkah Lebih Dulu
25 Episode 25 - Vila Melati
26 Episode 26 - Wajah yang Seharusnya Sudah Tiada
27 Episode 27 - Halaman Terakhir
28 Episode 28 - Gadis dengan Gelang Melati
29 Episode 29 - Map Merah di Tangan Ayah
30 Episode 30 - Janji yang Tak Pernah Padam
31 Episode 31 - Identitas yang Dicuri
32 Episode 32 - Arsip yang Terbakar
33 Episode 33 - Pengakuan Seorang Pendusta
34 Episode 34 - Orang yang Kembali dari Reruntuhan
35 Episode 35 - Enam Puluh Detik
36 Episode 36 - Pengkhianat di Antara Kita
37 Episode 37 - Kunci Nomor Tujuh Belas
38 Episode 38 - Rekaman yang Terputus
39 Episode 39 - Pram yang Menyimpan Luka
40 Episode 40 - Pertukaran yang Mustahil
41 Episode 41 - Orang yang Tidak Pernah Tercatat
42 Episode 42 - Serigala Perak
43 Episode 43 - Rumah Kaca yang Terlupakan
44 Episode 44 - Pengakuan Saras
45 Episode 45 - Panggilan dari Direktur
46 Episode 46 - Ayah yang Kembali
47 Episode 47 - Rahasia Keluarga Alea
48 Episode 48 - Target Sebenarnya
49 Episode 49 - Helikopter Tanpa Identitas
50 Episode 50 - Nama yang Dipinjam
51 Episode 51 - Rahasia yang Disembunyikan Pram
52 Episode 52 - Lelaki yang Memanggilku Anak
53 Episode 53 - Proyek Raka
54 Episode 54 - Ibu yang Dijadikan Umpan
55 Episode 55 - Pilihan yang Mustahil
56 Episode 56 - Pria di Atas Kapal Hitam
57 Episode 57 - Ruang Tujuh Telah Terbuka
58 Episode 58 - Dewan Pendiri Turun Tangan
59 Episode 59 - Direktur ada ditengah Mereka
60 Episode 60 - Adik yang Mengarahkan Senjata
61 Protokol Pewaris
62 Ibu Adalah awal dari semuanya
63 Pengkhianat yang selama ini berada disamping mereka
64 Salah Satu dari kami bukan anak ibu
65 Pesan dari Laras
66 Ayah yang Selama ini disembunyikan
67 Ayah yang Berdiri diDepan Mereka
68 Tubuh kirana dikuasai origin
69 Suara ketiga didalam diri raka
70 Selamatkan kakakmu
71 Suara yang memanggil kirana
72 Anak kecil dibawah pohon hitam
73 Aku bukan anak arya
74 Laras membongkar kebohongan terbesar
75 Anak kecil yang dibunuh pendiri garuda
76 Kaka yang dilupakan
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Episode 1 - Hari yang Menghancurkan
2
Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan
3
Episode 3 - Status Baru, Orang Asing
4
Episode 4 - Foto yang Seharusnya Tidak Ada
5
Episode 5 - Batas yang Mulai Kabur
6
Episode 6 - Tamu yang Tidak Diundang
7
Episode 7 - Harga Sebuah Kehormatan
8
Episode 8 - Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu
9
Episode 9 - Jejak yang Sengaja Dihapus
10
Episode 10 - Pesan dari Masa Lalu
11
Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan
12
Episode 12 - Nama yang Membuat Mereka Mundur
13
Episode 13 - Orang Dalam
14
Episode 14 - Isi Flashdisk
15
Episode 15 - Bayangan di Balik Kaca
16
Episode 16 - Kata Terakhir Sebelum Pingsan
17
Episode 17 - Koridor Tanda Jalan Keluar
18
Episode 18 - Jarak yang Tiba-Tiba Tercipta
19
Episode 19 - Pengkhianatan yang Paling Dekat
20
Episode 20 - Amplop yang Disembunyikan Ayah
21
Episode 21 - Orang yang Menunggu di Balik Pintu
22
Episode 22 - Darah yang Mengkhianati Darah
23
Episode 23 - Folder Bernama Melati
24
Episode 24 - Perempuan yang Selalu Selangkah Lebih Dulu
25
Episode 25 - Vila Melati
26
Episode 26 - Wajah yang Seharusnya Sudah Tiada
27
Episode 27 - Halaman Terakhir
28
Episode 28 - Gadis dengan Gelang Melati
29
Episode 29 - Map Merah di Tangan Ayah
30
Episode 30 - Janji yang Tak Pernah Padam
31
Episode 31 - Identitas yang Dicuri
32
Episode 32 - Arsip yang Terbakar
33
Episode 33 - Pengakuan Seorang Pendusta
34
Episode 34 - Orang yang Kembali dari Reruntuhan
35
Episode 35 - Enam Puluh Detik
36
Episode 36 - Pengkhianat di Antara Kita
37
Episode 37 - Kunci Nomor Tujuh Belas
38
Episode 38 - Rekaman yang Terputus
39
Episode 39 - Pram yang Menyimpan Luka
40
Episode 40 - Pertukaran yang Mustahil
41
Episode 41 - Orang yang Tidak Pernah Tercatat
42
Episode 42 - Serigala Perak
43
Episode 43 - Rumah Kaca yang Terlupakan
44
Episode 44 - Pengakuan Saras
45
Episode 45 - Panggilan dari Direktur
46
Episode 46 - Ayah yang Kembali
47
Episode 47 - Rahasia Keluarga Alea
48
Episode 48 - Target Sebenarnya
49
Episode 49 - Helikopter Tanpa Identitas
50
Episode 50 - Nama yang Dipinjam
51
Episode 51 - Rahasia yang Disembunyikan Pram
52
Episode 52 - Lelaki yang Memanggilku Anak
53
Episode 53 - Proyek Raka
54
Episode 54 - Ibu yang Dijadikan Umpan
55
Episode 55 - Pilihan yang Mustahil
56
Episode 56 - Pria di Atas Kapal Hitam
57
Episode 57 - Ruang Tujuh Telah Terbuka
58
Episode 58 - Dewan Pendiri Turun Tangan
59
Episode 59 - Direktur ada ditengah Mereka
60
Episode 60 - Adik yang Mengarahkan Senjata
61
Protokol Pewaris
62
Ibu Adalah awal dari semuanya
63
Pengkhianat yang selama ini berada disamping mereka
64
Salah Satu dari kami bukan anak ibu
65
Pesan dari Laras
66
Ayah yang Selama ini disembunyikan
67
Ayah yang Berdiri diDepan Mereka
68
Tubuh kirana dikuasai origin
69
Suara ketiga didalam diri raka
70
Selamatkan kakakmu
71
Suara yang memanggil kirana
72
Anak kecil dibawah pohon hitam
73
Aku bukan anak arya
74
Laras membongkar kebohongan terbesar
75
Anak kecil yang dibunuh pendiri garuda
76
Kaka yang dilupakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!