Episode 3 - Status Baru, Orang Asing

Tepuk tangan memenuhi ballroom begitu penghulu menyatakan mereka sah sebagai suami istri.

"Sah."

Satu kata itu terdengar begitu jelas di telinga Alea.

Namun anehnya, ia tidak merasakan kebahagiaan sedikit pun.

Tangannya masih berada dalam genggaman Raka. Hangat. Kokoh. Berbeda dengan pikirannya yang kacau sejak pagi.

Beberapa tamu mulai mendekat memberikan ucapan selamat.

"Selamat ya, Pak Raka, Bu Alea."

"Semoga langgeng."

"Serasi sekali."

Alea hanya membalas dengan senyum tipis.

Kalau saja mereka tahu...

Pria yang berdiri di sampingnya bahkan baru dikenalnya kurang dari dua jam.

---

Acara resepsi tetap berlangsung.

Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memantulkan cahaya ke seluruh ruangan. Musik mengalun pelan, para tamu bercengkerama seolah tak pernah terjadi kekacauan sebelum akad.

Sesekali Alea menangkap beberapa pasang mata yang memandangnya penuh rasa ingin tahu.

Mereka pasti mendengar kabar tentang Arga.

Hanya saja tidak ada yang cukup berani bertanya langsung.

"Apa kamu baik-baik saja?"

Suara Raka memecah lamunannya.

Alea menoleh.

Pria itu berdiri di sampingnya sambil membawa segelas air putih.

"Boleh?"

Alea menerimanya.

"Terima kasih."

Untuk beberapa saat mereka hanya diam.

Keheningan itu justru terasa lebih nyaman daripada basa-basi.

"Kamu tidak suka keramaian?" tanya Raka.

Alea menggeleng pelan.

"Bukan."

"Lalu?"

"Aku sedang berusaha menerima kenyataan kalau pagi tadi aku hampir menikah dengan orang lain."

Raka tidak langsung menjawab.

Ia memahami bahwa luka seperti itu tidak mungkin sembuh hanya dalam hitungan jam.

"Aku tidak akan memaksamu menerima pernikahan ini."

Kalimat itu membuat Alea menatapnya.

"Kita tetap menjalankan kontrak."

"Tapi di luar itu... kamu bebas menentukan batas."

Alea mengembuskan napas panjang.

Setidaknya pria ini masih menghargai perasaannya.

"Terima kasih."

---

Di sisi lain ballroom...

Seorang pria berkemeja abu-abu berdiri di dekat meja prasmanan.

Tatapannya tidak pernah lepas dari Alea.

Ia mengambil ponsel.

"Bos."

"Ya?"

"Mereka benar-benar menikah."

Suara di seberang terdengar dingin.

"Terus awasi."

"Jangan sampai Raka mengetahui kita lebih dulu."

Telepon terputus.

Pria itu tersenyum tipis sebelum menghilang di antara kerumunan tamu.

---

Sore harinya...

Resepsi akhirnya selesai.

Alea duduk lemas di dalam mobil hitam yang disediakan hotel.

Ia baru menyadari betapa lelahnya hari itu.

Gaun pengantin yang sejak pagi terasa ringan kini mendadak seperti beban puluhan kilogram.

Raka duduk di kursi sebelah.

Tidak banyak bicara.

Mobil melaju meninggalkan hotel.

Untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, hanya ada mereka berdua.

"Ke mana kita?" tanya Alea pelan.

"Ke rumah."

"Rumahku?"

"Bukan."

Jawaban singkat itu membuat Alea mengernyit.

"Rumah kita."

Dua kata itu terasa asing.

Rumah.

Mereka bahkan belum saling mengenal.

Namun kini mereka akan tinggal di bawah atap yang sama.

Sekitar empat puluh menit kemudian, mobil memasuki kawasan perumahan elite yang tenang.

Pepohonan rindang berjajar di sepanjang jalan.

Rumah-rumah di sana berdiri megah dengan halaman luas.

Alea menoleh ke arah Raka.

"Kamu bilang kamu cuma konsultan hukum."

"Iya."

"Kalau begitu..."

Ia melihat rumah tiga lantai bergaya modern yang baru saja mereka masuki.

"...kenapa rumahmu sebesar ini?"

Raka tersenyum tipis.

"Hasil kerja keras."

Jawaban yang terlalu sederhana.

Mobil berhenti.

Seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam rapi sudah berdiri di depan pintu.

Begitu melihat Raka turun, pria itu langsung membungkukkan badan.

"Selamat datang, Tuan."

Alea spontan menoleh.

"Tuan?"

Raka langsung memberikan tatapan singkat kepada pria itu.

Tatapan yang sulit diartikan.

Pria paruh baya itu seolah sadar telah melakukan kesalahan.

Ia segera memperbaiki ucapannya.

"Maaf... maksud saya, Pak Raka."

Alea semakin bingung.

Ia memang belum mengenal suaminya.

Tetapi instingnya mengatakan ada sesuatu yang disembunyikan.

Dan firasat itu semakin kuat ketika memasuki rumah.

Di ruang kerja, tanpa sengaja pandangannya tertuju pada sebuah bingkai foto yang diletakkan menghadap ke bawah.

Karena penasaran, ia membaliknya.

Napasnya langsung tertahan.

Foto itu memperlihatkan seorang remaja laki-laki yang tersenyum di samping seorang gadis berseragam SMA.

Gadis itu...

adalah Alea.

Padahal ia sama sekali tidak ingat pernah berfoto dengan Raka.

"Sedang apa kamu?"

Suara Raka terdengar dari belakang.

Alea menoleh perlahan sambil menggenggam bingkai foto itu.

Wajahnya pucat.

"Raka..."

"Kenapa ada fotoku di rumahmu?"

Raka membeku.

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, ekspresi tenang di wajahnya benar-benar menghilang.

**Bersambung...**

Episodes
1 Episode 1 - Hari yang Menghancurkan
2 Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan
3 Episode 3 - Status Baru, Orang Asing
4 Episode 4 - Foto yang Seharusnya Tidak Ada
5 Episode 5 - Batas yang Mulai Kabur
6 Episode 6 - Tamu yang Tidak Diundang
7 Episode 7 - Harga Sebuah Kehormatan
8 Episode 8 - Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu
9 Episode 9 - Jejak yang Sengaja Dihapus
10 Episode 10 - Pesan dari Masa Lalu
11 Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan
12 Episode 12 - Nama yang Membuat Mereka Mundur
13 Episode 13 - Orang Dalam
14 Episode 14 - Isi Flashdisk
15 Episode 15 - Bayangan di Balik Kaca
16 Episode 16 - Kata Terakhir Sebelum Pingsan
17 Episode 17 - Koridor Tanda Jalan Keluar
18 Episode 18 - Jarak yang Tiba-Tiba Tercipta
19 Episode 19 - Pengkhianatan yang Paling Dekat
20 Episode 20 - Amplop yang Disembunyikan Ayah
21 Episode 21 - Orang yang Menunggu di Balik Pintu
22 Episode 22 - Darah yang Mengkhianati Darah
23 Episode 23 - Folder Bernama Melati
24 Episode 24 - Perempuan yang Selalu Selangkah Lebih Dulu
25 Episode 25 - Vila Melati
26 Episode 26 - Wajah yang Seharusnya Sudah Tiada
27 Episode 27 - Halaman Terakhir
28 Episode 28 - Gadis dengan Gelang Melati
29 Episode 29 - Map Merah di Tangan Ayah
30 Episode 30 - Janji yang Tak Pernah Padam
31 Episode 31 - Identitas yang Dicuri
32 Episode 32 - Arsip yang Terbakar
33 Episode 33 - Pengakuan Seorang Pendusta
34 Episode 34 - Orang yang Kembali dari Reruntuhan
35 Episode 35 - Enam Puluh Detik
36 Episode 36 - Pengkhianat di Antara Kita
37 Episode 37 - Kunci Nomor Tujuh Belas
38 Episode 38 - Rekaman yang Terputus
39 Episode 39 - Pram yang Menyimpan Luka
40 Episode 40 - Pertukaran yang Mustahil
41 Episode 41 - Orang yang Tidak Pernah Tercatat
42 Episode 42 - Serigala Perak
43 Episode 43 - Rumah Kaca yang Terlupakan
44 Episode 44 - Pengakuan Saras
45 Episode 45 - Panggilan dari Direktur
46 Episode 46 - Ayah yang Kembali
47 Episode 47 - Rahasia Keluarga Alea
48 Episode 48 - Target Sebenarnya
49 Episode 49 - Helikopter Tanpa Identitas
50 Episode 50 - Nama yang Dipinjam
51 Episode 51 - Rahasia yang Disembunyikan Pram
52 Episode 52 - Lelaki yang Memanggilku Anak
53 Episode 53 - Proyek Raka
54 Episode 54 - Ibu yang Dijadikan Umpan
55 Episode 55 - Pilihan yang Mustahil
56 Episode 56 - Pria di Atas Kapal Hitam
57 Episode 57 - Ruang Tujuh Telah Terbuka
58 Episode 58 - Dewan Pendiri Turun Tangan
59 Episode 59 - Direktur ada ditengah Mereka
60 Episode 60 - Adik yang Mengarahkan Senjata
61 Protokol Pewaris
62 Ibu Adalah awal dari semuanya
63 Pengkhianat yang selama ini berada disamping mereka
64 Salah Satu dari kami bukan anak ibu
65 Pesan dari Laras
66 Ayah yang Selama ini disembunyikan
67 Ayah yang Berdiri diDepan Mereka
68 Tubuh kirana dikuasai origin
69 Suara ketiga didalam diri raka
70 Selamatkan kakakmu
71 Suara yang memanggil kirana
72 Anak kecil dibawah pohon hitam
73 Aku bukan anak arya
74 Laras membongkar kebohongan terbesar
75 Anak kecil yang dibunuh pendiri garuda
76 Kaka yang dilupakan
77 Aruka yang seharusnya sudah mati
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Episode 1 - Hari yang Menghancurkan
2
Episode 2 - Pernikahan yang Tak Pernah Kubayangkan
3
Episode 3 - Status Baru, Orang Asing
4
Episode 4 - Foto yang Seharusnya Tidak Ada
5
Episode 5 - Batas yang Mulai Kabur
6
Episode 6 - Tamu yang Tidak Diundang
7
Episode 7 - Harga Sebuah Kehormatan
8
Episode 8 - Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu
9
Episode 9 - Jejak yang Sengaja Dihapus
10
Episode 10 - Pesan dari Masa Lalu
11
Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan
12
Episode 12 - Nama yang Membuat Mereka Mundur
13
Episode 13 - Orang Dalam
14
Episode 14 - Isi Flashdisk
15
Episode 15 - Bayangan di Balik Kaca
16
Episode 16 - Kata Terakhir Sebelum Pingsan
17
Episode 17 - Koridor Tanda Jalan Keluar
18
Episode 18 - Jarak yang Tiba-Tiba Tercipta
19
Episode 19 - Pengkhianatan yang Paling Dekat
20
Episode 20 - Amplop yang Disembunyikan Ayah
21
Episode 21 - Orang yang Menunggu di Balik Pintu
22
Episode 22 - Darah yang Mengkhianati Darah
23
Episode 23 - Folder Bernama Melati
24
Episode 24 - Perempuan yang Selalu Selangkah Lebih Dulu
25
Episode 25 - Vila Melati
26
Episode 26 - Wajah yang Seharusnya Sudah Tiada
27
Episode 27 - Halaman Terakhir
28
Episode 28 - Gadis dengan Gelang Melati
29
Episode 29 - Map Merah di Tangan Ayah
30
Episode 30 - Janji yang Tak Pernah Padam
31
Episode 31 - Identitas yang Dicuri
32
Episode 32 - Arsip yang Terbakar
33
Episode 33 - Pengakuan Seorang Pendusta
34
Episode 34 - Orang yang Kembali dari Reruntuhan
35
Episode 35 - Enam Puluh Detik
36
Episode 36 - Pengkhianat di Antara Kita
37
Episode 37 - Kunci Nomor Tujuh Belas
38
Episode 38 - Rekaman yang Terputus
39
Episode 39 - Pram yang Menyimpan Luka
40
Episode 40 - Pertukaran yang Mustahil
41
Episode 41 - Orang yang Tidak Pernah Tercatat
42
Episode 42 - Serigala Perak
43
Episode 43 - Rumah Kaca yang Terlupakan
44
Episode 44 - Pengakuan Saras
45
Episode 45 - Panggilan dari Direktur
46
Episode 46 - Ayah yang Kembali
47
Episode 47 - Rahasia Keluarga Alea
48
Episode 48 - Target Sebenarnya
49
Episode 49 - Helikopter Tanpa Identitas
50
Episode 50 - Nama yang Dipinjam
51
Episode 51 - Rahasia yang Disembunyikan Pram
52
Episode 52 - Lelaki yang Memanggilku Anak
53
Episode 53 - Proyek Raka
54
Episode 54 - Ibu yang Dijadikan Umpan
55
Episode 55 - Pilihan yang Mustahil
56
Episode 56 - Pria di Atas Kapal Hitam
57
Episode 57 - Ruang Tujuh Telah Terbuka
58
Episode 58 - Dewan Pendiri Turun Tangan
59
Episode 59 - Direktur ada ditengah Mereka
60
Episode 60 - Adik yang Mengarahkan Senjata
61
Protokol Pewaris
62
Ibu Adalah awal dari semuanya
63
Pengkhianat yang selama ini berada disamping mereka
64
Salah Satu dari kami bukan anak ibu
65
Pesan dari Laras
66
Ayah yang Selama ini disembunyikan
67
Ayah yang Berdiri diDepan Mereka
68
Tubuh kirana dikuasai origin
69
Suara ketiga didalam diri raka
70
Selamatkan kakakmu
71
Suara yang memanggil kirana
72
Anak kecil dibawah pohon hitam
73
Aku bukan anak arya
74
Laras membongkar kebohongan terbesar
75
Anak kecil yang dibunuh pendiri garuda
76
Kaka yang dilupakan
77
Aruka yang seharusnya sudah mati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!