2. Bima

"Assalamualaikum, Mas." Sapa Nala yang melakukan panggilan vidio pada Arjuna malam itu.

"Waalaikumsalam, Nduk." Jawab Arjuna.

"Mama..." Terdengar suara Bima yang langsung naik ke pangkuan Arjuna.

"Maa Syaa Allah, Sayangnya Mama." Ujar Nala sambil melihat putranya di pangkuan Arjuna.

"Kak Bagas sama Mbak Bibil mana?" Tanya Bima.

"Ini ada." Jawab Nala sambil menyorot ke arah Bagaskara dan Bilva yang sedang bermain.

"Adek! Dek Bima!" Seru Bagas dan Bilva sambil melambaikan tangannya.

"Pak Ade... Pak Ade kapan main kesini? Udah lama Pak Ade gak main ke rumah Bibil." Kata Bilva.

"Nanti ya, Cah Ayu. In Syaa Allah setelah empat puluh harian Yuyut nanti." Jawab Arjuna.

"Dek Bima sama Mamas Aka, ikut juga, ya?" Tanya Bagas.

"Mamas sama Adek belum bisa ikut, karena Pakde ada jadwal penting di Perusahaan. Sabar, ya, nanti kalau longgar, Pakde ajak Mamas sama Adek ke Kota." Jawab Arjuna dengan lembut. Meski terlihat kecewa, namun Bagas dan Bibil tetap mengangguk patuh.

"Mamas Aka mana?" Tanya Nala.

"Lagi di hukum Mbun. Gara - gara panen kedondong sore tadi." Jawab Bima sambil berbisik.

"Kenapa kok Mamas di hukum, adek enggak?" Tanya Nala dengan tatapan menyelidik.

"Kata Mamas, Adek suruh sama Romo aja. Nanti tangan adek berdarah kalau bantuin Mamas kupas kedondong." Jawab Bima.

"Aduduh, so sweet banget Mamas sama kesayangannya." Ujar Nala sambil terkekeh.

Hal itu lah yang selalu Nala syukuri. Bima tinggal di sana dengan penuh limpahan kasih sayang. Ia terlihat sangat bahagia dan selalu ceria meskipun jauh dari keluarga kandungnya.

Bahkan, saat Nala dan Mifta mengajak Bima untuk menginap di Kota selama beberapa hari, Bima selalu menolak. Ia lebih suka tinggal di Desa Banyu Alas.

"Kenapa kok bisa di hukum, Mas?" Tanya Nala pada Arjuna.

"Wong manen dondong kok daun sama rantingnya di panen juga." Kata Arjuna. Nala yang mengerti dengan maksud Arjuna pun tertawa terbahak - bahak.

"Banyak dong, panenannya?" Tanya Nala di sela tawanya.

"Buanget! Itu mau di bikin manisan sama Mbakmu." Jawab Arjuna.

"Mamas yang kupas kedondong, Mbun yang bikin bumbunya." Timpal Bima.

"Bima tinggal makan aja, gak bantuin Mbun sama Mamas." Sahut Nala yang membuat Arjuna tertawa.

"Bima bantuin kok, nanti Bima yang buangin sampah kulit kedondongnya kalau belum di buang sama Mamas." Jawab Bima yang kembali membuat Nala dan Arjuna tertawa.

"Halah! Pasti udah beres di kerjain sama Mamasmu semua, Le." Ujar Nala.

"Dek Bima... Dek Bima... Nanti Kak Bagas mau manisannya, ya." Kata Bagas.

"Nanti Bima bilang sama Mbun, biar Kak Bagas di bagi juga manisannya. Karena mau di bagi sama Nty Ncim sama Mbak Ara juga. Kan tadi ambilnya sama Mbak Ara dan Nty Ncim juga." Cerocos Bima.

"Tapi gimana kita ambilnya? Kan jauh." Tanya Bibil.

"Gampang, ada Mamas Aka. Nanti di uncal (lempar) sama Mamas, pasti bisa sampe ke sana." Ujar Bima dengan percaya diri hingga kembali membuat Nala dan Arjuna tertawa.

"Papa kemana, Ma? Kok gak ada?" Tanya Bima.

"Papa masih di Perusahaan karena harus lembur sama Pakde Dipta." Jawab Nala.

"Ah! Pakde Dipta ini, selalu ajakan Papa lembur." Kata Bima.

"Romo mu tuh, yang bikin Papa sama Pakde Dipta lembur." Kekeh Nala.

"Enggak lah! Gak mungkin Romo yang suruh, orang Romo aja di rumah." Kata Bima yang membela Arjuna.

"Iya ya, Le. Romo aja di rumah kok, ya." Kekeh Arjuna yang kemudian menciumi Bima.

"Si paling gak terima kalau Romonya di salahin." Kata Nala sambil geleng - geleng kepala.

"Romoku gak pernah salah kok." Kata Bima.

"Romo apa, Le?" Tanya Arjuna.

"Romo selalu benar." Jawab Bima yang kembali membuat mereka tertawa.

"Siapa yang selalu benar?" Tanya Meshwa yang turut bergabung bersama Aka.

"Romo yang selalu benar. Kalau Mbun Maha Benar! Lebih hebat dari Romo." Kata Bima yang membuat mereka kembali tertawa.

"Kamu kok ada aja sih, bahasanya, Bim! Siapa yang ngajarin?" Tanya Nala.

"Siapa lagi kalo bukan Opa Aksa! Opaku, guruku, panutanku." Jawab Bima.

"Memang bener - bener ya, Opamu. Njaluk di sentil lambene (Minta di sentil bibirnya)." Kata Nala.

"Sentil aja itu bibirnya Opa, Mas Aka. Kalau Opa ngajarin yang aneh - aneh." Ujar Nala pada Aka yang hanya bisa terkekeh.

"Jangan, Mama! Nanti gigi Opa ikut hilang kalau Mamas yang nyentil." Ujar Bima yang kembali membuat mereka terbahak - bahak.

...****************...

"Mbuun... Mbuuunn..." Panggil Bima yang baru bangun tidur pagi itu.

"Dalem, Le..." Jawab Meshwa.

Ia menyambut Bima yang menghampirinya di dapur. Selalu seperti itu, Bima akan selalu mencari Meshwa dan memeluk Mbunnya setiap bangun tidur.

"Hmmm! Acem banget anak Mbun." Komentar Meshwa setelah menciumi Bima yang berada di pangkuannya.

"Mamas sama Romo gak sholat subuh di Masjid, Mbun?" Tanya Bima.

"Sholat di Masjid, kok." Jawab Meshwa.

"Kok Adek gak di bangunin?" Tanya Bima.

"Adek udah di bangunin, tapi adek gak mau bangun." Kekeh Meshwa sambil menarik hidung mancung Bima.

"Adek mimpi apa sih? Kok susah banget di bangunin?" Tanya Meshwa kemudian.

"Adek mimpi main sama Yuyut Kung sama Yuyut Ti, Mbun." Kata Bima dengan suara bergetar. Netranya pun terlihat mulai berembun.

"Adek kangen main sama Yuyut." Lirih Bima yang kemudian menangis di pelukan Meshwa.

"Cup... Cup.. Cup..." Ujar Meshwa yang menenangkan Bima.

Hatinya terasa ngilu. Ia pun merasa rindu pada sosok Yang Ti dan Yang Kung. Selama ini, beliau berdua yang lebih sering menemani Meshwa saat Arjuna harus pergi ke Kota.

"Kita doakan Yuyut ya, kalau rindu." Ujar Meshwa yang mati - matian berusaha menahan tangisnya.

"Adek doain Yuyut setiap sholat sama Mamas. Tapi Adek masih kangen sama Yuyut." Kata Bima.

Meshwa pun tersenyum. Ia mengeratkan pelukannya lalu menghujani kepala putranya dengan kecupan.

"Lho! Ini Ibu sama Anaknya pagi - pagi kok udah sedih?" Tanya Arjuna.

"Romoo..." Bima mengulurkan tangannya pada Arjuna. Arjuna pun dengan senang hati menggendong putranya.

"Duh alah, Ya Allah. Kenapa to, Sayangku?" Tanya Arjuna.

"Bima kangen sama Yuyut. Tadi Bima mimpi main sama Yuyut Kung dan Yuyut Ti." Kata Bima.

"Sama, Romo juga kangen sama Yuyut. Yang lain pun gitu. Tapi, kita gak boleh sedih berlarut - larut. Kalau rindu, kita kirimkan doa. Yuyut pasti seneng kalau kita kirim doa." Ujar Arjuna.

"Bima selalu doain Yuyut kok, sama Mamas." Kata Bima.

"Wih! Pinter anak Romo." Kata Arjuna yang kemudian menciumi Bima.

"Mamasku kemana, Mo?" Tanya Bima.

"Mamasmu lagi nyapu halaman tuh. Bantuin sana." Kata Arjuna.

"Iya! Aku mau bantuin Mamas!" Jawab Bima yang meminta turun dari gendongan Arjuna.

"Kok gak bawa sapu, Le?" Tanya Meshwa.

"Aku bantu doain Mamas aja du teras, Mbun. Biar Mamas cepet selesai nyapunya." Jawab Bima yang membuat Meshwa dan Arjuna tertawa.

Terpopuler

Comments

utama

utama

jadi melow kalo ingat yang kung abi dan yang ti runi, kak author koq tidak ritual bopo muda pas umur 1 tahun, kalau sudah kumpul dek bima, mbak Ara,nty cim, satrio, dek sena, dan kembaran dek bima, pasti seru dan ada saja proyek meraka😍
lanjut lagi cerita yaa kak author🤭

2026-07-06

5

amilia amel

amilia amel

aku kok jasi sedih ya tiap ada yang ngomongin yuyut kung dan yuyut ti😭😭😭

emang nggak diragukan lagi kalo Bima cucunya opa Aksa, kelakuannya sama🤭☺️☺️

2026-07-06

5

Tosari Agung

Tosari Agung

ada Bae tinggal menunggu pas aunty cim udah gede dan mau nikah apa arka sama bima akan ikutan ayahnya dulu ngerjain aunty Ashoka atau gak

2026-07-06

4

lihat semua
Episodes
1 1. Telur Asin
2 2. Bima
3 3. Nasehat
4 4. Kemampuan Baru
5 5. Permintaan Dadakan
6 6. Satu Sarang Semut
7 7. Amplop
8 8. Motor Cross
9 9. Ampun!
10 10. Saingan
11 11. Jurassic
12 12. Random
13 13. Mbeledos!
14 14. Petir
15 15. Tersambar
16 16. Fans Romo
17 17. Anak Perempuan.
18 18. Cahaya Merah
19 19. Balas Dendam
20 20. Mbah Guru
21 21. Keamanan Sekolah
22 22. Pasar Malam
23 23. Korban Roasting
24 24. Merayu
25 25. Kumpul Keluarga
26 26. Tak Sadar Diri
27 27. Proyek Rumah Pohon
28 28. Rantai Kenakalan
29 29. Bermain Di Hutan
30 30. Pertunjukkan Hewan
31 31. Ikan dan Kerang
32 32. Menanam Padi
33 33. Camping
34 34. Si Belang
35 35. Kisah Hewan Penjaga
36 36. Aylia
37 37. Mimpi
38 38. Keseruan di Sungai
39 39. Perjalanan Hidup
40 40. Drama Perpisahan
41 41. Time Flies
42 42. Cek Kehamilan
43 43. Antusias Keluarga
44 44. Anak Random
45 45. Ngidam
46 46. Si Belang
47 47. Tuan Terkasihnya
48 48. Berpamitan
49 49. Suara Panggilan
50 50. Istana di Tengah Hutan
51 51. Oleh-oleh
52 52. Batu Permata
53 53. Dua Satpam
54 54. Tak Disangka
55 55. Hubungan Tanpa Status
56 56. Si Sensitif
57 57. Kematian Ternak
58 58. Benda Pusaka
59 59. Bopo Kedua
60 60. Si Anak Keris
61 61. Ritual Ruwat (Pembersihan)
62 62. Kembalinya Pusaka
63 63. Ingin Ikut
64 64. Excited
65 65. Petasan
66 66. Kabar Mengejutkan
67 67. Kelahiran Si Bungsu
68 68. ABC
69 69. Kesempatan
70 70. Hadiah Perdamaian
71 71. Keseriusan
72 72. Dari Hati Ke Hati
73 73. Doa Tak Diaminkan
74 74. Karma Bersama
75 75. Persiapan Akikah
76 76. Ketularan
77 77. Salah Bicara
78 78. Bukan Bercanda
79 79. Merelakan
80 80. Galau Berjamaah
81 81. Calon Ipar
82 82. Ipar dan Keponakan
83 83. Keluarga
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Telur Asin
2
2. Bima
3
3. Nasehat
4
4. Kemampuan Baru
5
5. Permintaan Dadakan
6
6. Satu Sarang Semut
7
7. Amplop
8
8. Motor Cross
9
9. Ampun!
10
10. Saingan
11
11. Jurassic
12
12. Random
13
13. Mbeledos!
14
14. Petir
15
15. Tersambar
16
16. Fans Romo
17
17. Anak Perempuan.
18
18. Cahaya Merah
19
19. Balas Dendam
20
20. Mbah Guru
21
21. Keamanan Sekolah
22
22. Pasar Malam
23
23. Korban Roasting
24
24. Merayu
25
25. Kumpul Keluarga
26
26. Tak Sadar Diri
27
27. Proyek Rumah Pohon
28
28. Rantai Kenakalan
29
29. Bermain Di Hutan
30
30. Pertunjukkan Hewan
31
31. Ikan dan Kerang
32
32. Menanam Padi
33
33. Camping
34
34. Si Belang
35
35. Kisah Hewan Penjaga
36
36. Aylia
37
37. Mimpi
38
38. Keseruan di Sungai
39
39. Perjalanan Hidup
40
40. Drama Perpisahan
41
41. Time Flies
42
42. Cek Kehamilan
43
43. Antusias Keluarga
44
44. Anak Random
45
45. Ngidam
46
46. Si Belang
47
47. Tuan Terkasihnya
48
48. Berpamitan
49
49. Suara Panggilan
50
50. Istana di Tengah Hutan
51
51. Oleh-oleh
52
52. Batu Permata
53
53. Dua Satpam
54
54. Tak Disangka
55
55. Hubungan Tanpa Status
56
56. Si Sensitif
57
57. Kematian Ternak
58
58. Benda Pusaka
59
59. Bopo Kedua
60
60. Si Anak Keris
61
61. Ritual Ruwat (Pembersihan)
62
62. Kembalinya Pusaka
63
63. Ingin Ikut
64
64. Excited
65
65. Petasan
66
66. Kabar Mengejutkan
67
67. Kelahiran Si Bungsu
68
68. ABC
69
69. Kesempatan
70
70. Hadiah Perdamaian
71
71. Keseriusan
72
72. Dari Hati Ke Hati
73
73. Doa Tak Diaminkan
74
74. Karma Bersama
75
75. Persiapan Akikah
76
76. Ketularan
77
77. Salah Bicara
78
78. Bukan Bercanda
79
79. Merelakan
80
80. Galau Berjamaah
81
81. Calon Ipar
82
82. Ipar dan Keponakan
83
83. Keluarga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!