Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

1. Telur Asin

"Astaghfirullah! Gusti Allah nyuwun ngapuro! (Ya Allah, mohon ampun.)" Ucap Arsha saat melihat dua cucu laki - lakinya yang penuh dengan lumpur sambil mendorong mini motor cross.

Dua bocah laki - laki berusia empat dan tiga tahun itu, tampak cengar - cengir saat melihat Kung - Kungnya berdiri sambil berkacak pinggang.

Bahuraska Adiwangsa (Aka) adalah putra kandung dari Arjuna yang berusia empat tahun. Sementara, Bimantara Aswangga (Bima) adalah anak dari saudara sepupu Arjuna, yang sejak bayi sudah di asuh oleh Arjuna dan istrinya, Meshwa.

"Kok Kung - Kung di sini?" Tanya Aka sambil cengar - cengir.

"Iya, Kung - Kung abis nyusul Nty Ncim sekolah." Jawab Arsha.

"Kalian berdua dari mana panas ngetang - ngetang (Panas sekali) gini? Mbun nyariin dari tadi." Ujar Arsha.

"Main motor di pematang sawah." Jawab Bima.

"Sawah mana?" Tanya Arsha.

"Sawahnya Opa, Kung." Jawab Aka.

"Kok geluprut lendut ngeneki? (Kok penuh lumpur kayak gitu?)" Tanya Arsha.

"Tadi kecemplung sawah waktu ngajarin dek Bima, Kung." Jawab Aka.

"Kowe ki yo aneh kok, Mas! Ngajari ki neng lapangan opo neng latar omah kono! Lah ngajari kok neng galengan sawah. (Kamu ini ya aneh kok, Mas! mengajari itu di lapangan apa di halaman rumah sana! Lah ngajari kok di pematang sawah.)" Omel Arsha yang membuat Aka cengar - cengir.

"Udah gek mandi sana." Kata Arsha kemudian.

"Mandi di rumah Kung - Kung, ya. Nanti kalo ketauan Mbun, di marahin." Kata Aka.

"Yaudah, langsung ke kamar mandi samping. Nanti Nty Ncim ngomel kalo lantainya kotor." Kata Arsha.

Aka dan Bima pun masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang langsung masuk ke dapur dan kamar mandi yang ada di dekat dapur. Sementara Arsha langsung mencuci motor milik cucunya.

"Astaghfirullah ya Allah!" Seru Meshwa saat melihat dua putranya yang mengendap - endap masuk melalui pintu samping.

Saat itu, Meshwa bersama Raina dan Shima memang sedang berada di dapur. Shima sedang makan, sementara Meshwa dan Raina sedang asyik mengobrol.

"Ya Allah, Mamas, Adek! Kenapa malah kayak telur asin gitu?" Tanya Meshwa sambil menghampiri dua putranya yang mematung di depan pintu.

"Ya Allah, telur asin." Kata Shima yang tertawa sambil menunjukkan telur asin di hadapannya.

"Kalian berdua dari mana sih, Nang, Le?" Tanya Raina.

"Main motor, Mbun. Kan tadi udah bilang mau main motor." Jawab Aka.

"Romo... Romo... Lihat ini anakmu." Panggil Meshwa pada Arjuna yang ada di rumah orang tuanya juga.

"Pripun to, Mbun? (Gimana to, Mbun?)" Tanya Arjuna sambil berjalan menuju ke dapur.

"Gusti Allah ingkang Ageng! (Allah yang maha besar!)" Ujar Arjuna saat melihat dua putranya yang hanya terlihat mata dan gigi putihnya.

"Kok yo dadi koyok kebo ngono kuwi to? (Kok ya jadi kayak kerbau gitu to?)" Omel Arjuna yang membuat Shima tertawa terbahak - bahak.

"Lho! Romo sama Mbun kok di sini?" Tanya Aka.

"Romo sama Mbun abis anter Uti belanja." Jawab Raina.

"Kok belanja rame - rame? Memang Uti belanja banyak?" Tanya Bima.

"Uti mau bikin acara di rumah?" Aka itu bertanya.

"Udah, gak usah mengalihkan pembicaraan. Cepetan mandi yang bersih. Ambumu wes saingan karo kebo kuwi! (Baumu udah saingan sama kerbau itu!)" Ujar Arjuna yang membuat dua putranya langsung berlari ke kamar mandi.

"Bajunya di basahin sekalian Mas, Dek! Biar gak susah nyucinya." Kata Raina sambil terkekeh.

"Njaluk di gantung kuwi motore. (Minta di gantung itu motornya.)" Omel Arjuna.

"Mas Juna yang beliin. Sekarang kok malah ngomel - ngomelin anaknya." Kata Shima.

"Ya maksudnya biar main di halaman aja lho, Cim. Kok malah keluyuran turut sawah (ke sawah)." Jawab Arjuna.

"Beliin mobil aja makanya, Mas." Kata Shima.

"Gak mau! Itu lihat mobil kecilmu. Mobil bagus - bagus, malah di otak - atik. Kan akhirnya bisa bongkar, gak bisa masangnya lagi." Jawab Arjuna.

"Harusnya ngomongnya gitu sambil ngaca lho, Jun. Kamu dulu kecilnya ya gitu." Celetuk Arsha yang membuat para wanita terkekeh.

"Tapi kan aku sama Dipta dulu kreatif, bikin mainan sendiri, bikin mobil - mobilan sendiri." Kata Arjuna yang membela diri.

"Nanti kalo udah waktunya lak ya bisa bikin mainan sendiri." Sahut Arsha.

"Udah to, Mas. Namanya cucu tuh pasti menang di mata Kung - Kung sama Utinya." Kata Shima.

"Emang bener kok, Cim." Sahut Arjuna yang kali ini satu suara dengan Shima.

...****************...

"Siang - siang gini, enaknya ngapain ya Nty?" Tanya Aka pada Shima. Mereka berempat bersama Ara, sedang duduk di teras rumah setelah bosan mewarnai gambar yang di buat Shima.

"Gak tau, bingung mau ngapain." Jawab Shima.

"Main ingkling aja yuk?" Ajak Ara.

"Mau main ingkling!" Seru Bima sambil mengangkat tangannya.

Mereka pun kemudian menggambar petak - petak persegi yang tersusun rapi untuk bermain ingkling.

Permainan mereka terlihat sangat seru siang itu. Tawa dan canda terdengar riuh di halaman rumah Abimanyu yang terasa sangat teduh itu.

Setelah lelah bermain, mereka kembali duduk di teras rumah Abimanyu yang sepi.

"Yuyut... Yuyuut..." Panggil Aka dengan wajah sedih.

Belum genap empat puluh hari kepergian Abimanyu yang menyusul sang istri tepat di hari ke empat puluh meninggalnya sang istri.

Duka pun masih terasa, terutama pada keempat anak kecil yang memang banyak menghabiskan waktu dengan Abimanyu dan Arunika.

"Bima kangen Yuyut...." Kata Si paling kecil. Bocah kecil itu kemudian terisak.

"Udah - udah jangan nangis, Bim." Ujar Shima sambil mengusap air mata keponakannya.

"Kata Ibu, kalau rindu Yang Kung dan Yang Ti, kita berdoa aja biar Yang Kung dan Yang Ti senang." Imbuh Shima sambil mengusap sayang kepala Bima.

Sejenak, suasana menjadi hening. Mereka tampak sibuk dengan pikiran mereka masing - masing. Merasakan rindu yang teramat sangat berat pada sosok yang tak akan bisa mereka peluk lagi.

"Makan dondong, enak tuh." Celetuk Shima saat melihat buah kedondong yang pohonnya besar di halaman belakang rumah Abimanyu.

"Tapi gak bisa ambilnya. Aku takut di marahin Mbun lagi." Kata Aka yang memang belum lama terjatuh saat memanjat pohon kedondong itu.

"Jatuhin aja buahnya, Ka. Nanti kita kumpulin terus minta buatin bumbu rujak sama Bulik Awa." Usul Ara yang di jawab anggukan setuju oleh Aka.

Mereka kemudian berjalan menuju ke belakang rumah. Shima,Ara dan Bima berlindung di dekat dinding,sementara Aka berdiri di dekat pohon.

Aka pun mulai melakukan persiapan. Ia memejamkan mata sambil bersidekap dada. Mulutnya berkomat - kamit melafalkan bacaan, setelah itu, tangannya mulai bergerak ke belakang lalu kedepan seperti sedang membuang sesuatu.

Tak lama, angin yang sangat kencang berhembus menerpa pohon kedondong lebat itu, hingga menjatuhkan banyak buah, daun dan juga ranting yang rapuh.

Setelah angin berhenti, mereka segera memunguti kedondong yang berjatuhan itu dengan riang. Mereka meletakkan kedondong yang mereka temukan di dalam keranjang yang tergeletak di belakang rumah.

"Waah! Mamas hebat! dondongnya banyaaak!" Puji Bima dengan riang.

"Bima mau yang mateng? Ini manis." Kata Aka yang kemudian meretakkan kedondong dengan tangannya. Tangan bocah kecil itu sangatlah kuat, hingga bisa meretakkan buah kedondong yang keras.

"Aku mau, Ka!" Pinta Ara. Aka kemudian menghancurkan tiga buah kedondong lain untuknya, Shima dan Ara.

Setelah menikmati kedondong masak, mereka kembali melanjutkan mengumpulkan buah kedondong yang masih berserakan.

"Aaaaaa AKA! Buahnya aja yang di jatuhin, kenapa ularnya juga ikutan jatuh!" Teriak Shima saat melihat seekor ular melilit batang kedondong yang jatuh.

Terpopuler

Comments

amilia amel

amilia amel

ularnya mau ikutan Mamas nty

2026-07-05

8

utama

utama

terimakasih kak author yaa Allah sedih yaa, yang kung Abi dan yang TI sudah tidak ada,
lanjut kak cerita seru dari mas aka, dek bima Ara dan nty cim, serta keluarga besar dari Abimanyu,
pasti sepi tidak Yuyut yaa dek bima

2026-07-06

2

Santi

Santi

makasih kakak, lanjut baca keseruannya mamas aka, onty cym, adek bima, dan ara, serta kehebohan keluarga Arjuna, walaupun sedih, Abimanyu dan arunika sudah tiada,

2026-07-05

2

lihat semua
Episodes
1 1. Telur Asin
2 2. Bima
3 3. Nasehat
4 4. Kemampuan Baru
5 5. Permintaan Dadakan
6 6. Satu Sarang Semut
7 7. Amplop
8 8. Motor Cross
9 9. Ampun!
10 10. Saingan
11 11. Jurassic
12 12. Random
13 13. Mbeledos!
14 14. Petir
15 15. Tersambar
16 16. Fans Romo
17 17. Anak Perempuan.
18 18. Cahaya Merah
19 19. Balas Dendam
20 20. Mbah Guru
21 21. Keamanan Sekolah
22 22. Pasar Malam
23 23. Korban Roasting
24 24. Merayu
25 25. Kumpul Keluarga
26 26. Tak Sadar Diri
27 27. Proyek Rumah Pohon
28 28. Rantai Kenakalan
29 29. Bermain Di Hutan
30 30. Pertunjukkan Hewan
31 31. Ikan dan Kerang
32 32. Menanam Padi
33 33. Camping
34 34. Si Belang
35 35. Kisah Hewan Penjaga
36 36. Aylia
37 37. Mimpi
38 38. Keseruan di Sungai
39 39. Perjalanan Hidup
40 40. Drama Perpisahan
41 41. Time Flies
42 42. Cek Kehamilan
43 43. Antusias Keluarga
44 44. Anak Random
45 45. Ngidam
46 46. Si Belang
47 47. Tuan Terkasihnya
48 48. Berpamitan
49 49. Suara Panggilan
50 50. Istana di Tengah Hutan
51 51. Oleh-oleh
52 52. Batu Permata
53 53. Dua Satpam
54 54. Tak Disangka
55 55. Hubungan Tanpa Status
56 56. Si Sensitif
57 57. Kematian Ternak
58 58. Benda Pusaka
59 59. Bopo Kedua
60 60. Si Anak Keris
61 61. Ritual Ruwat (Pembersihan)
62 62. Kembalinya Pusaka
63 63. Ingin Ikut
64 64. Excited
65 65. Petasan
66 66. Kabar Mengejutkan
67 67. Kelahiran Si Bungsu
68 68. ABC
69 69. Kesempatan
70 70. Hadiah Perdamaian
71 71. Keseriusan
72 72. Dari Hati Ke Hati
73 73. Doa Tak Diaminkan
74 74. Karma Bersama
75 75. Persiapan Akikah
76 76. Ketularan
77 77. Salah Bicara
78 78. Bukan Bercanda
79 79. Merelakan
80 80. Galau Berjamaah
81 81. Calon Ipar
82 82. Ipar dan Keponakan
83 83. Keluarga
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Telur Asin
2
2. Bima
3
3. Nasehat
4
4. Kemampuan Baru
5
5. Permintaan Dadakan
6
6. Satu Sarang Semut
7
7. Amplop
8
8. Motor Cross
9
9. Ampun!
10
10. Saingan
11
11. Jurassic
12
12. Random
13
13. Mbeledos!
14
14. Petir
15
15. Tersambar
16
16. Fans Romo
17
17. Anak Perempuan.
18
18. Cahaya Merah
19
19. Balas Dendam
20
20. Mbah Guru
21
21. Keamanan Sekolah
22
22. Pasar Malam
23
23. Korban Roasting
24
24. Merayu
25
25. Kumpul Keluarga
26
26. Tak Sadar Diri
27
27. Proyek Rumah Pohon
28
28. Rantai Kenakalan
29
29. Bermain Di Hutan
30
30. Pertunjukkan Hewan
31
31. Ikan dan Kerang
32
32. Menanam Padi
33
33. Camping
34
34. Si Belang
35
35. Kisah Hewan Penjaga
36
36. Aylia
37
37. Mimpi
38
38. Keseruan di Sungai
39
39. Perjalanan Hidup
40
40. Drama Perpisahan
41
41. Time Flies
42
42. Cek Kehamilan
43
43. Antusias Keluarga
44
44. Anak Random
45
45. Ngidam
46
46. Si Belang
47
47. Tuan Terkasihnya
48
48. Berpamitan
49
49. Suara Panggilan
50
50. Istana di Tengah Hutan
51
51. Oleh-oleh
52
52. Batu Permata
53
53. Dua Satpam
54
54. Tak Disangka
55
55. Hubungan Tanpa Status
56
56. Si Sensitif
57
57. Kematian Ternak
58
58. Benda Pusaka
59
59. Bopo Kedua
60
60. Si Anak Keris
61
61. Ritual Ruwat (Pembersihan)
62
62. Kembalinya Pusaka
63
63. Ingin Ikut
64
64. Excited
65
65. Petasan
66
66. Kabar Mengejutkan
67
67. Kelahiran Si Bungsu
68
68. ABC
69
69. Kesempatan
70
70. Hadiah Perdamaian
71
71. Keseriusan
72
72. Dari Hati Ke Hati
73
73. Doa Tak Diaminkan
74
74. Karma Bersama
75
75. Persiapan Akikah
76
76. Ketularan
77
77. Salah Bicara
78
78. Bukan Bercanda
79
79. Merelakan
80
80. Galau Berjamaah
81
81. Calon Ipar
82
82. Ipar dan Keponakan
83
83. Keluarga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!