4. Kemampuan Baru

"Mbak Ara pelan - pelan aja jalannya." Kata Aka sambil memegang tangan saudara sepupunya.

Sepupunya itu tampak takut saat hendak melewati jembatan kecil yang terbuat dari dua batang bambu petung yang melintang di atas sebuah sungai kecil.

"Ayo Ara! Bentar lagi sampe." Kata Shima yang sudah menyebrang.

"Iya, Mbak Ara! Jangan takut, ada Mas Aka." Timpal Bima yang menyemangati.

"Alhamdulillah!" Ucap Ara yang nampak lega setelah berhasil meniti jembatan bambu itu.

"Yeeeyy!" Seru Bima yang tampak riang saat semua sudah berhasil menyebrang.

"Ini beneran kita nanti gak di marahin sama Paklik Juna? Tadi kan pamit sama Bulik Awa mau ke sawah Opa." Kata Ara yang sedikit takut.

"Ini emang sawah siapa kalau bukan sawah Bopo? Ini kan sawah Bopo juga." Kata Shima.

"Iya, Mbak. Ini kan sawah Opa juga. Kita gak bohong kok." Timpal Bima.

Mendengar itu, Ara pun kini menjadi lebih tenang. Ia tampak lebih ceria sekarang dan ikut berjalan di pematang sawah dengan riang.

"Aku sama Ara cari keong, kalian berdua yang cari belut ya." Shima mulai membagi tugas.

Mereka berempat pun segera menjalankan tugas masing - masing. Shima dan Ara mengumpulkan keong yang banyak terdapat di sawah. Sementara Aka dan Bima memancing belut dengan peralatan yang sudah mereka siapkan.

Keempatnya tampak asyik melakukan kegiatan mereka. Ketika keong dan belut sudah banyak terkumpul, mereka segera kembali ke pondokan.

"Waah! Belutnya besar - besar. Dek Aka sama Dek Bima keren!" Puji Ara.

"Iya dong! Mas Aka hebat kan." Kata Bima dengan bangga.

"Aka yang nyari?" Tanya Shima yang di jawab anggukan oleh Bima.

"Terus kamu ngapain, Bim?" Tanya Shima lagi.

"Aku yang pegangin embernya. Terus kalau ada belut yang naik - naik tak turunin." Jawab Bima dengan polosnya.

"Ealah, bocah!" Gemas Shima yang kemudian tertawa setelah mendengar jawaban Bima.

"Di bakar di sini, enak nih." Kata Ara.

"Mbak Ara mau makan di sini aja?" Tanya Aka.

"Iya, dibakar kayak waktu kita cari belut sama Kung - Kung itu." Jawab Ara.

"Tapi gak ada bumbunya." Ujar Aka.

"Nty bawa kecap!" Kata Shima yang memang membawa kecap sachet dari rumah.

"Yaudah, aku bersihin dulu belutnya." Kata Aka.

"Emangnya bisa, Ka?" Tanya Shima saat Aka mengeluarkan pisau lipat dari tas yang berisi alat memancingnya.

"Bisa! Aku sering perhatiin Romo waktu bersihin belut." Jawab Aka dengan yakin.

Mereka berempat kemudian menuju ke aliran sungai yang ada du dekat sawah. Aliran sungai itu sangatlah jernih dan biasa di gunakan untuk mengairi sawah.

Shima dan Ara mencuci satu persatu keong yang mereka dapatkan. Sementara Aka tampak sibuk membersihkan belut.

Meskipun sulit karena licin, namun bocah empat tahun yang lincah dan kreatif itu tak menyerah. Ia berusaha membelah tubuh belut yang licin hingga akhirnya menemukan cara untuk mempercepat pekerjaannya.

Aka membaluri tangannya dengan pasir sebelum memegang belut hingga membuat tubuh belut itu tak terlalu licin dan ia bisa lebih mudah membelah tubuh belut.

"Dek Bima, jangan main air terus. Nanti kalau basah, di marahin Mbun." Kata Aka yang sesekali mengawasi adiknya.

"Bima cuma cuci tangan sama kaki kok, Mas." Jawab Bima.

"Tangan sama kakimu ada berapa lho, Bim? Lama banget cuci tangan sama kakinya." Cicit Shima.

"Kan jarinya ada banyak. Jadi lama karena di cuci satu - satu." Jawab Bima.

"Dari pada main air, mending ikut Mbak Ara cari godong (daun) jati, sana. Untuk tempat belut yang sudah bersih." Titah Aka.

"Iya, Mas Aka." Jawab Bima dengan patuh.

"Sekalian cari ranting kering, ya." Seru Shima.

"Iya, Nty!" Sahut Ara.

Ara dan Bima segera menuju ke kebun jati yang ada di dekat sawah. Mereka berdua mengumpulkan ranting kayu dan daun jati yang masih hijau untuk di jadikan alas.

"Pegangin ini, Bim. Aku mau ambil daun jatinya. Itu ada yang pendek." Kata Ara sambil memberikan ranting yang ia kumpulkan pada Bima.

Setelah mengumpulkan apa yang mereka perlukan, Ara dan Bima segera kembali ke tempat Shim dan Aka berada.

"Bakar di sana aja, biar gak jauh - jauh kalau perlu air." Kata Shima sambil menunjuk ke arah tanah datar yang sedikit lebar.

"Tapi kita gak ada yang bawa korek." Ujar Shima.

"Iya ya! Gimana caranya mau ngidupin api?" Timpal Ara.

"Pake batu aja." Kata Aka yang juga pernah melihat cara ini di lakukan oleh Romonya.

Aka kemudian mencari dua buah batu di tepi sungai. Ia lalu mengadu sambil menggesek dua batu itu hingga batu memercikkan api.

"Wah! Ada apinya." Kata Bima sambil menunjuk percikan api yang keluar dari batu.

"Agak susah kalau langsung pakai ranting." Kata Aka yang sudah mencoba berkali - kali menghidupkan api, namun gagal.

"Coba pakai daun kering dulu." Kata Shima. Ia kemudian mengambil daun pisang kering di sekitarnya.

"Nih, Ka. Coba bakar ini." Kata Shima sambil memberikan daun kering pada Aka.

Aka kembali mencoba hingga beberapa saat kemudian, api berhasil menyala. Namun, Shima, Ara dan Bima justru terbengong saat api itu menyala.

"Mas, tadi apinya keluar dari jari Mamas." Kata Bima.

"Gak mungkin lah, Bim! Apinya ini dari batu." Sergah Aka.

"Iya, Ka. Apinya dari telunjukmu. Nty Ncim lihat." Timpal Shima.

"Mbak Ara juga lihat." Kata Ara juga.

Mereka bertiga sama - sama diam dan terbengong sambil berpikir keras. Namun, perhatian mereka langsung teralih ketika mendengar suara tangisan Bima.

"Dek Bima kenapa nangis?" Tanya Ara.

"Tangan Mamas kebakaran. Nanti kalau gosong, gimana?" Kata Bima sambil menangis.

"Cup... Cup... Tangan Masmu gak apa - apa lho, Le. Lihat tuh, gak gosong." Kata Shima sambil mengusap kepala Bima.

"Iya, udah jangan nangis. Lihat ini, Mamas bakarin belutnya. Ini apinya udah jadi." Ujar Aka sambil menyusun ranting - ranting kayu yang perlahan mulai terbakar.

Mereka kembali sibuk membakar belut dan juga keong yang mereka dapatkan. Pikiran mengenai jari telunjuk Aka yang mengeluarkan api pun kini teralihkan.

Mereka berempat kembali riang menikmati belut dan keong yang panas dengan di cocol kecap manis.

"Emang gak panas, Ka? Itu belut sama keongnya masih keluar asap." Tanya Ara.

"Nanti tanganmu melepuh lho, Ka." Timpal Shima yang juga mengkhawatirkan keponakannya.

"Gak apa - apa. Orang gak panas." Jawab Aka sembari menunjukkan tangannya yang baik - baik saja setelah memegang cangkang keong yang masih mengepulkan asap.

"Udah, Nty, Mbak Ara sama Bima makan aja. Aku keluarin keongnya dari cangkang." Kata Aka sambil melanjutkan kegiatannya.

"Gusti Allah paringono sabar!" Seru Arsha yang membuat empat orang bocah itu terjingkat kaget.

"Ngaget - ngagetin aja sih, Yah! Untung gak keselek belut. Cicit Shima.

"Kalian berempat kok main sampe sini?" Tanya Arsha sambil berkacak pinggang.

"Tadi udah pamit kok, Kung. Mau main di sawahnya Opa." Jawab Aka.

"Ya tapi kalo di sini, jauh banget, Nang. Kirain yang deket rumah." Ujar Arsha.

"Ayo pada pulang." Ajak Arsha.

"Delengo kuwi, rupomu doan. Ngasi kelawu mbladus ngono. (Lihatlah itu, penampilan kalian. Sampai abu - abu buluk seperti itu.)" Omel Arsha sambil menggiring anak dan cucunya pulang.

Terpopuler

Comments

Ayu Oktaviana

Ayu Oktaviana

aduh ini mah lebih parah dari arjuna dan dipta😁😁😁🤣🤣dan pemimpinnya shima🤣🤣

2026-07-07

8

Ebhot Dinni

Ebhot Dinni

kompak bener ini nty chim sm ponakannya🤭

2026-07-07

8

utama

utama

nah kan, ada saja proyek mereka, kalau di ada Satrio, adek satrio dan kembaran adek bima, fixs pasti tambah seru🥰
lanjut double up kak author💪

2026-07-07

4

lihat semua
Episodes
1 1. Telur Asin
2 2. Bima
3 3. Nasehat
4 4. Kemampuan Baru
5 5. Permintaan Dadakan
6 6. Satu Sarang Semut
7 7. Amplop
8 8. Motor Cross
9 9. Ampun!
10 10. Saingan
11 11. Jurassic
12 12. Random
13 13. Mbeledos!
14 14. Petir
15 15. Tersambar
16 16. Fans Romo
17 17. Anak Perempuan.
18 18. Cahaya Merah
19 19. Balas Dendam
20 20. Mbah Guru
21 21. Keamanan Sekolah
22 22. Pasar Malam
23 23. Korban Roasting
24 24. Merayu
25 25. Kumpul Keluarga
26 26. Tak Sadar Diri
27 27. Proyek Rumah Pohon
28 28. Rantai Kenakalan
29 29. Bermain Di Hutan
30 30. Pertunjukkan Hewan
31 31. Ikan dan Kerang
32 32. Menanam Padi
33 33. Camping
34 34. Si Belang
35 35. Kisah Hewan Penjaga
36 36. Aylia
37 37. Mimpi
38 38. Keseruan di Sungai
39 39. Perjalanan Hidup
40 40. Drama Perpisahan
41 41. Time Flies
42 42. Cek Kehamilan
43 43. Antusias Keluarga
44 44. Anak Random
45 45. Ngidam
46 46. Si Belang
47 47. Tuan Terkasihnya
48 48. Berpamitan
49 49. Suara Panggilan
50 50. Istana di Tengah Hutan
51 51. Oleh-oleh
52 52. Batu Permata
53 53. Dua Satpam
54 54. Tak Disangka
55 55. Hubungan Tanpa Status
56 56. Si Sensitif
57 57. Kematian Ternak
58 58. Benda Pusaka
59 59. Bopo Kedua
60 60. Si Anak Keris
61 61. Ritual Ruwat (Pembersihan)
62 62. Kembalinya Pusaka
63 63. Ingin Ikut
64 64. Excited
65 65. Petasan
66 66. Kabar Mengejutkan
67 67. Kelahiran Si Bungsu
68 68. ABC
69 69. Kesempatan
70 70. Hadiah Perdamaian
71 71. Keseriusan
72 72. Dari Hati Ke Hati
73 73. Doa Tak Diaminkan
74 74. Karma Bersama
75 75. Persiapan Akikah
76 76. Ketularan
77 77. Salah Bicara
78 78. Bukan Bercanda
79 79. Merelakan
80 80. Galau Berjamaah
81 81. Calon Ipar
82 82. Ipar dan Keponakan
83 83. Keluarga
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Telur Asin
2
2. Bima
3
3. Nasehat
4
4. Kemampuan Baru
5
5. Permintaan Dadakan
6
6. Satu Sarang Semut
7
7. Amplop
8
8. Motor Cross
9
9. Ampun!
10
10. Saingan
11
11. Jurassic
12
12. Random
13
13. Mbeledos!
14
14. Petir
15
15. Tersambar
16
16. Fans Romo
17
17. Anak Perempuan.
18
18. Cahaya Merah
19
19. Balas Dendam
20
20. Mbah Guru
21
21. Keamanan Sekolah
22
22. Pasar Malam
23
23. Korban Roasting
24
24. Merayu
25
25. Kumpul Keluarga
26
26. Tak Sadar Diri
27
27. Proyek Rumah Pohon
28
28. Rantai Kenakalan
29
29. Bermain Di Hutan
30
30. Pertunjukkan Hewan
31
31. Ikan dan Kerang
32
32. Menanam Padi
33
33. Camping
34
34. Si Belang
35
35. Kisah Hewan Penjaga
36
36. Aylia
37
37. Mimpi
38
38. Keseruan di Sungai
39
39. Perjalanan Hidup
40
40. Drama Perpisahan
41
41. Time Flies
42
42. Cek Kehamilan
43
43. Antusias Keluarga
44
44. Anak Random
45
45. Ngidam
46
46. Si Belang
47
47. Tuan Terkasihnya
48
48. Berpamitan
49
49. Suara Panggilan
50
50. Istana di Tengah Hutan
51
51. Oleh-oleh
52
52. Batu Permata
53
53. Dua Satpam
54
54. Tak Disangka
55
55. Hubungan Tanpa Status
56
56. Si Sensitif
57
57. Kematian Ternak
58
58. Benda Pusaka
59
59. Bopo Kedua
60
60. Si Anak Keris
61
61. Ritual Ruwat (Pembersihan)
62
62. Kembalinya Pusaka
63
63. Ingin Ikut
64
64. Excited
65
65. Petasan
66
66. Kabar Mengejutkan
67
67. Kelahiran Si Bungsu
68
68. ABC
69
69. Kesempatan
70
70. Hadiah Perdamaian
71
71. Keseriusan
72
72. Dari Hati Ke Hati
73
73. Doa Tak Diaminkan
74
74. Karma Bersama
75
75. Persiapan Akikah
76
76. Ketularan
77
77. Salah Bicara
78
78. Bukan Bercanda
79
79. Merelakan
80
80. Galau Berjamaah
81
81. Calon Ipar
82
82. Ipar dan Keponakan
83
83. Keluarga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!