Episode 2

Bab 002

Membuat Lo Hafeng jatuh cinta padanya ternyata terdengar lebih mudah ketika kalimat itu masih berada di dalam kepala.

Begitu Meiran berbelok dari koridor utama menuju gedung studio seni, denyut di telapak tangannya mulai terasa lebih tajam. Luka kecil itu mengingatkannya bahwa ia tidak sedang membaca ulang hidupnya dari jauh. Ia benar-benar kembali ke awal, dengan tubuh muda, reputasi buruk, dan seorang pria yang Nilai Cintanya berada di angka -80.

**【Sistem Predator】Saran awal: Host perlu menciptakan kontak intens dengan target untuk memetakan reaksi emosional.**

"Kontak intens?" Meiran berbisik sambil mempercepat langkah. "Sisi, kamu sadar dia baru saja menatapku seperti aku virus?"

**【Sistem Predator】Data awal menunjukkan target memiliki reaksi kuat terhadap Host. Reaksi kuat dapat digunakan.**

"Reaksi kuat tidak selalu berarti bagus."

**【Sistem Predator】Benar. Karena itu Host perlu mengujinya.**

Meiran hampir tertawa. Sistem ini tidak terdengar seperti penyelamat. Lebih mirip dosen pembimbing yang menyuruh mahasiswanya masuk ke ruang ujian tanpa memberi materi.

Ia masuk ke studio seni yang masih kosong. Ruangan itu luas, dengan jendela tinggi menghadap taman belakang kampus. Bau cat minyak, kayu basah, dan kain kanvas menyambutnya. Di sudut ruangan ada beberapa patung gipsum tertutup kain putih. Di sisi lain, lemari peralatan berdiri rapat, salah satunya berupa kabinet tinggi untuk menyimpan kanvas gulung, tripod, dan papan gambar.

Meiran menaruh map sketsanya di atas meja panjang.

Ia perlu berpikir.

Dalam ingatan kehidupan sebelumnya, pagi ini seharusnya berlanjut dengan adegan memalukan lain. Ia akan mengejar Hafeng sampai ke studio, Wanyu akan menemukannya di sana, lalu gosip tentang Lim Meiran yang tidak tahu malu akan menyebar ke seluruh grup WhatsApp angkatan sebelum jam makan siang.

Kali ini ia tidak boleh mengikuti alur yang sama.

Ia mengambil tisu dari tas, menekan luka di telapak tangannya. Darah berhenti, tetapi panel sistem masih menggantung di tepi pandangannya seperti tagihan yang belum dibayar.

Target: Lo Hafeng.

Nilai Cinta: -80.

Nilai Kehancuran: 12.

"Kalau aku menjauh dari dia?" tanya Meiran dalam hati.

**【Sistem Predator】Nilai Cinta tidak naik. Kekuatan Takdir akan mencari jalur lain untuk mengembalikan alur asli.**

"Kalau aku membuat dia membenciku lebih dulu, lalu menariknya pelan-pelan?"

**【Sistem Predator】Risiko tinggi.**

"Tapi mungkin efektif."

Sistem diam satu detik.

**【Sistem Predator】Host memang cocok menjadi predator.**

Meiran baru akan menjawab ketika suara langkah terdengar dari luar studio.

Ia menoleh.

"Ko Hafeng, tunggu sebentar."

Suara Soe Wanyu.

Meiran langsung meraih mapnya. Ia bisa menghadapi Wanyu, tetapi bukan sekarang, bukan ketika isi kepalanya masih dipenuhi angka merah dan kematian kedua. Di kehidupan sebelumnya, Wanyu selalu menang karena Meiran terlalu mudah terpancing. Pagi ini, ia perlu mengubah ritme.

Pintu studio terbuka sedikit.

Tanpa banyak berpikir, Meiran menyelinap ke balik kabinet peralatan yang pintunya setengah terbuka. Ruang di dalamnya lebih sempit dari perkiraannya. Kanvas gulung menekan bahunya, dan papan gambar dingin menyentuh punggungnya. Ia menarik pintu hampir tertutup, menyisakan celah tipis untuk melihat keluar.

Langkah Hafeng masuk lebih dulu.

"Aku ada kelas," katanya.

Wanyu menyusul sampai ambang pintu. "Aku cuma mau memastikan kamu tidak salah paham soal Meiran tadi. Dia memang sering bersikap begitu, tapi mungkin hari ini dia sedang tidak enak badan."

Dari dalam kabinet, Meiran mengangkat alis.

Luar biasa.

Wanyu bisa menusuk orang sambil membungkus pisaunya dengan tisu.

Hafeng berdiri tidak jauh dari kabinet. Ia mengambil sebuah tabung gambar dari meja dekat pintu. "Aku tidak peduli."

"Kamu selalu bilang begitu." Wanyu tertawa kecil. "Tapi kalau dia terus mengganggumu, kamu bisa bilang padaku. Aku akan bicara baik-baik dengannya."

Meiran menggigit bagian dalam pipinya.

Bicara baik-baik, lalu membuat semua orang berpikir aku perempuan gila yang perlu dikasihani.

Hafeng tidak menjawab. Ia berbalik, langkahnya justru mengarah ke kabinet tempat Meiran bersembunyi.

Meiran menahan napas.

Di luar, Wanyu berkata lagi, "Ko Hafeng?"

Hafeng berhenti tepat di depan pintu kabinet. Mungkin ia hendak mengambil sesuatu. Mungkin ia melihat ujung sepatu Meiran dari celah bawah. Apa pun itu, matanya turun, lalu bertemu mata Meiran melalui celah sempit.

Satu detik.

Dua detik.

Meiran mengangkat telunjuk ke bibir.

Diam.

Sorot mata Hafeng langsung berubah.

Ia membuka mulut, jelas hendak membongkar tempat persembunyiannya.

Meiran tidak memberinya kesempatan.

Ia menarik pergelangan tangan Hafeng.

Tubuh pria itu terdorong masuk ke kabinet. Pintu tertutup pelan, nyaris tanpa suara, tetapi ruang di dalamnya mendadak menjadi terlalu kecil untuk dua orang yang saling membenci.

Punggung Meiran menempel pada papan gambar. Dada Hafeng hampir menyentuh bahunya. Satu tangannya masih tertahan di dekat kepala Meiran, sementara napasnya yang dingin jatuh di pelipisnya.

"Kamu sudah gila?" desis Hafeng.

"Bisa lebih pelan?" Meiran berbisik. "Kecuali kamu ingin Wanyu melihat kita sekabinet seperti ini."

Rahang Hafeng mengeras. Di ruang gelap itu, aroma sabun mahal dari tubuhnya bercampur dengan bau kayu dan cat. Meiran bisa merasakan panas tubuhnya walau mereka tidak benar-benar berpelukan. Terlalu dekat. Bahkan kain kemejanya sesekali menyentuh punggung tangan Meiran setiap kali ia bernapas.

Hafeng mencoba mundur, tetapi tumitnya membentur gulungan kanvas.

"Buka pintunya."

"Tidak."

"Lim Meiran."

"Kalau kamu keluar sekarang, Wanyu akan bertanya kenapa kamu masuk ke kabinet. Lalu dia akan melihatku. Setelah itu, seluruh kampus akan punya cerita baru sebelum jam sebelas."

"Itu salahmu."

"Benar. Tapi wajahmu juga akan masuk cerita."

Hafeng terdiam. Dalam gelap, Meiran hampir bisa mendengar kesabarannya retak.

Di luar, langkah Wanyu mendekat.

"Ko Hafeng?" panggilnya, kali ini lebih bingung. "Kamu masih di dalam?"

Meiran menahan napas. Hafeng menatapnya seperti ingin mencekik, tetapi ia juga tidak menjawab. Untuk pertama kalinya pagi itu, mereka berada di pihak yang sama, meski hanya karena sama-sama tidak ingin tertangkap dalam posisi konyol.

**【Sistem Predator】Kontak fisik intens terdeteksi.**

Panel merah muncul begitu dekat dengan wajah Hafeng sampai Meiran hampir lupa bahwa hanya ia yang bisa melihatnya.

Nilai Cinta: -85.

Meiran membeku.

Apa?

**【Sistem Predator】Reaksi target: penolakan ekstrem, peningkatan kewaspadaan, kemarahan.**

Nilai Cinta: -92.

Hafeng menunduk, suaranya hampir tidak terdengar. "Lepaskan tanganku."

Meiran baru sadar jarinya masih menggenggam pergelangan tangan Hafeng.

Kulit pria itu hangat. Denyut nadinya cepat, menghantam ujung jari Meiran dengan ritme yang tidak setenang wajahnya. Entah karena marah, jijik, atau karena ruang sempit membuat tubuh mereka tidak punya jarak aman.

Ia melepaskannya perlahan.

Nilai Cinta: -96.

Sial.

"Sisi," batin Meiran, "ini disebut memetakan reaksi atau menggali kuburan?"

**【Sistem Predator】Data sangat berharga.**

"Untuk siapa?"

**【Sistem Predator】Untuk misi Host, jika Host masih hidup setelah ini.**

Meiran menutup mata sebentar.

Hafeng salah paham pada keheningannya. "Kamu takut sekarang?"

Meiran membuka mata. Dalam jarak sedekat ini, ia bisa melihat garis rahang Hafeng, bulu matanya, dan kemarahan yang membuat pupilnya tampak lebih gelap.

"Tidak," jawabnya. "Aku sedang menghitung."

"Menghitung apa?"

"Seberapa besar kamu membenciku."

Hafeng mencibir tanpa suara. "Kalau kamu perlu angka, kuberi tahu. Sangat besar."

Seolah menanggapi ucapannya, panel sistem berkedip tajam.

Nilai Cinta: -100.

**【Sistem Predator】Peringatan: Nilai Cinta mencapai batas kebencian terendah. Fenomena balik ekstrem mungkin terjadi jika target terus menerima rangsangan emosional dari Host.**

Meiran menatap angka itu.

-100.

Bukannya naik, ia malah berhasil menjatuhkan target ke dasar jurang hanya dalam satu pagi.

Harusnya ia panik. Harusnya ia marah pada sistem, pada Hafeng, pada takdir yang membuatnya harus memulai dari angka semustahil ini. Namun entah kenapa, senyum tipis justru muncul di bibirnya.

Dasar hidup baru yang menarik.

Hafeng menatap senyum itu dengan curiga. "Apa yang lucu?"

"Kamu."

"Aku?"

"Kamu bilang sangat membenciku, tapi dari tadi kamu tetap berbisik."

Mata Hafeng berkilat. "Karena aku tidak mau terlihat bodoh."

"Tepat. Berarti kita punya satu kepentingan yang sama."

Di luar kabinet, Wanyu kembali melangkah. Kali ini suara sepatunya berhenti tepat di depan pintu kabinet.

Bayangan tipis jatuh melalui celah bawah.

Meiran dan Hafeng sama-sama diam.

Lalu suara Wanyu terdengar sangat dekat.

"Ko Hafeng... kamu di situ?"

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!