Bab 012: Peringatan
Xian tidak langsung membuka mata.
Di ruang baca keluarga Tan, kalimat Tan Chang Lin masih menggantung di antara mereka. `Aku suka padamu.` Sederhana, jujur, dan justru karena itu terasa lebih berbahaya daripada semua ancaman yang pernah Xian dengar.
Ia membuka mata perlahan.
Chang Lin berdiri beberapa langkah di depannya. Wajahnya pucat, tetapi ia tidak menarik kembali kata-katanya. Di luar jendela, matahari sore menyentuh daun tua, dan dari halaman depan terdengar suara Feng membuka pintu mobil.
"Ko Chang Lin," kata Xian pelan, "jangan suka padaku."
Tangan Chang Lin mengendur di sisi tubuhnya.
"Kenapa?"
"Karena aku tidak punya sesuatu yang bisa kuberikan kembali."
"Aku tidak meminta kamu membalas sekarang."
"Suatu hari kamu akan meminta." Xian memeluk buku biru itu lebih erat. "Kalau bukan dengan kata-kata, dengan matamu. Dengan caramu menunggu. Dengan caramu terluka saat aku tidak bisa menjadi orang yang kamu harapkan."
Chang Lin tampak ingin membantah, tetapi tidak ada suara yang keluar.
Xian tersenyum sangat tipis. "Ko Chang Lin pantas mendapat orang yang lebih baik."
"Aku tidak mau kalimat itu."
"Aku tahu. Tapi hanya itu yang bisa kuberikan."
Ponselnya bergetar lagi. Bukan panggilan, hanya pesan dari Feng: `Nona Xian, Tuan Yuan meminta kita berangkat sekarang.`
Xian memasukkan buku ke tas. "Aku harus pergi."
"Xian."
Ia berhenti di ambang pintu.
Chang Lin bertanya dengan suara yang lebih rendah, "Kamu bahagia dengannya?"
Untuk pertama kalinya sore itu, topeng Xian hampir terlambat naik.
Bahagia.
Kata itu terlalu jauh dari hidupnya sampai terdengar seperti nama kota yang belum pernah ia kunjungi.
"Aku aman," jawabnya.
Chang Lin menatapnya seperti jawaban itu lebih menyakitkan daripada penolakan.
Di mobil, Feng tidak menanyakan apa pun. Ia hanya mengemudi ke Pondok Indah dengan kecepatan stabil. Namun ketika mereka sampai, Xian tahu ada sesuatu yang berbeda. Yuan Zhou tidak menunggunya di ruang kerja. Ia berdiri di foyer, masih mengenakan kemej…
Bayangan yang Tenggelam
Episode 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments