Bab 099: Akta Perkawinan
Pagi setelah lamaran berbau asap itu, Toko Buku Cahaya tutup sampai siang.
Xian menulis pengumuman kecil dengan spidol hitam, menempelkannya di pintu kaca, lalu berdiri diam selama beberapa detik di depannya.
`Toko buka pukul 13.00.`
Tidak ada alasan.
Tidak ada kata menikah.
Tidak ada bunga atau pita.
Di seberang jalan, ruang depan Sentosa Corp masih berbau sisa APAR meski jendela sudah dibuka sejak subuh. Tukang listrik mengganti stopkontak tua, Feng berdiri mengawasi dengan map dokumen di satu tangan dan carrier kucing di tangan lain. Kucing abu-abu masuk sendiri ke dalam carrier setelah Xian meletakkan kain toko di dasar. Seolah ia juga merasa urusan hari itu tidak boleh dilewatkan.
"Dia benar-benar ikut?" tanya Yuan.
Yuan berdiri di dekat mobil dengan tongkat lipat. Ia memakai kemeja putih sederhana dan celana gelap. Tidak ada jas mahal, tidak ada jam tangan mencolok. Bekas luka di wajahnya tetap terlihat. Tangannya yang kemarin merah sudah diberi salep dan perban tipis.
Xian mengunci pintu toko.
"Dia saksi dari pihak toko."
Feng menunduk melihat kucing di carrier. "Secara hukum, saya tidak yakin."
"Secara hukum kamu yang tanda tangan," kata Xian.
"Baik, Nona Xian."
Yuan menatap Xian.
Lehernya kosong. Rambutnya diikat rapi. Ia memakai blouse warna biru pucat yang biasa saja, tetapi di mata Yuan, pakaian itu jauh lebih sulit ditatap daripada gaun pengantin mana pun yang pernah ia bayangkan. Karena kali ini Xian tidak sedang dipakaikan peran oleh siapa pun.
Ia datang dengan langkahnya sendiri.
"Dokumen lengkap?" tanya Xian.
Feng langsung membuka map. "KTP, kartu keluarga, surat keterangan belum menikah, surat kesehatan, pas foto, surat pemberkatan privat yang tadi pagi sudah selesai, dan berkas pencatatan sipil. Petugas sudah konfirmasi jadwal."
Xian mengangguk.
Yuan mengeluarkan kotak kecil dari saku kemeja.
Kotak itu sudah lama. Beludrunya tidak sehalus dulu. Saat dibuka, dua cincin dengan ukiran kecil `XY` terbaring di dalamnya. Cincin…
Bayangan yang Tenggelam
Episode 99
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments