The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

BAB 1: Kematian, Dewa yang Burnout, dan Sistem Kurang Ajar

Rasa sakit yang dirasakan Raditya saat ini sebenarnya tidak terlalu megah. Itu adalah rasa perih yang luar biasa di tenggorokan, diikuti oleh benturan keras di bagian belakang kepalanya.

Hal terakhir yang diingat Raditya sebelum semuanya menjadi gelap adalah mata hitam polos milik si Belang—kucing kampungnya—yang menatapnya dengan pandangan menghakimi yang sangat dalam. Mengapa? Karena Raditya baru saja mencoba trik sulap "menelan tutup pulpen" demi mendapatkan perhatian si kucing. Sialnya, tutup pulpen itu benar-benar tertelan, menyangkut di trakea, dan saat dia panik mencari air, dia terpeleset genangan air seninya sendiri (karena kaget) lalu jatuh menghantam mangkuk makanan berbahan keramik milik si Belang.

Kematian yang sungguh... legendaris.

"Jadi... kamu mati karena... ini?"

Sebuah suara malas dan terdengar sangat lelah membuyarkan lamunan Raditya.

Raditya mengerjapkan matanya. Dia tidak lagi berada di lantai kamarnya yang berantakan. Dia kini duduk di sebuah kursi plastik putih—jenis kursi yang biasa ada di warung bakso—di sebuah ruangan yang sepenuhnya berwarna putih tak berujung. Di depannya, ada sebuah meja biro kayu yang tampak tua, dan di balik meja itu duduk seorang pria paruh baya mengenakan kemeja batik yang lengannya digulung, lengkap dengan ID card yang menggantung di lehernya.

Di atas meja, ada papan nama kecil bertuliskan: DEWA ADMINISTRASI REGION IV-A.

"Eh... anu, Pak Dewa," Raditya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya sudah tidak terasa sakit. "Itu... refleks, Pak. Saya cuma mau menghibur kucing saya yang lagi depresi karena diputusin kucing tetangga."

Dewa itu memijat pelipisnya, lalu menghela napas panjang seolah-olah seluruh beban alam semesta baru saja dijatuhkan ke pundaknya. Dia membalik lembaran kertas di map dokumen di depannya.

"Dari sepuluh ribu jiwa yang saya urus minggu ini, kamu adalah yang paling ajaib, Raditya," kata Dewa itu dengan nada datar. "Ada yang mati kena serangan jantung saat maraton, ada yang kena begal, nah kamu? Tersedak tutup pulpen Faster warna hitam saat cosplay jadi pesulap jalanan di depan kucing. Kamu tahu betapa memalukannya menulis laporan kematian ini ke pusat?"

"Maaf, Pak... Tapi pulpennya memang licin—"

"Cukup!" Dewa itu mengangkat tangannya, menghentikan pembelaan Raditya. "Saya tidak mau dengar. Saya sudah burnout, kuota lembur saya bulan ini sudah habis, dan saya mau pulang cepat untuk nonton pertandingan bola antar-dimensi. Intinya, karena ada kesalahan teknis di server akhirat, antrean neraka dan surga sedang down. Jadi, jalan pintasnya: kamu saya lempar ke dunia lain. Paham?"

​"Wah, Isekai?!" Mata Raditya langsung berbinar. "Dapat cheat skill kan, Pak? Seperti pedang suci yang bisa membelah bumi? Atau sihir penghancur masal? Atau minimal harem sepuluh elf?"

​Dewa itu menatap Raditya dengan tatapan kosong, lalu tersenyum sangat tipis—jenis senyuman yang biasa diberikan oleh HRD sebelum memecat karyawannya.

​"Tentu saja. Saya beri kamu sebuah 'Sistem'. Sekarang, berdiri di atas lingkaran lingkaran cahaya itu dan cepat pergi dari sini sebelum saya berubah pikiran dan melemparmu ke dimensi cacing tanah."

Sebelum Raditya sempat memprotes atau meminta penjelasan lebih lanjut, lantai di bawah kursi plastiknya runtuh. Dia jatuh bebas ke dalam pusaran cahaya pelangi sambil berteriak histeris, meninggalkan Dewa Administrasi yang langsung membuka botol minyak angin dan menggosokkannya ke kening.

​"Aaaaakh—gedubrak!"

​Raditya mendarat dengan posisi wajah terlebih dahulu menancap ke dalam tumpukan lumut tebal berwarna ungu tua. Bau tanah basah yang asing langsung menusuk hidungnya.

Dia bangkit dengan terbatuk-batuk, meludahkan beberapa helai lumut ungu dari mulutnya. Dia melihat sekeliling. Pohon-pohon raksasa dengan kulit kelabu berkilau biru redup menjulang tinggi di sekitarnya. Kanopi daunnya berwarna merah bata. Suasananya begitu purba, liar, dan... sangat mengerikan.

​"Gila, ini beneran dunia lain," bisik Raditya, merinding melihat pohon yang tampak seperti bisa memakan manusia jika dia lengah. "Oke, tenang. Di mana cheat skill-ku? Sistem! Muncul!"

​Ding!

​Sebuah suara bel yang nyaring—mirip suara bel pintu minimarket—bergema langsung di dalam kepalanya. Sebuah layar hologram transparan berwarna hijau neon muncul di depan wajahnya.

​[Sistem Survival Terpaksa v1.0 berhasil diaktifkan!]

​[Menganalisis Pengguna...]

​Nama: Raditya (Mantan Manusia, Mantan Pesulap Gagal).

​Kondisi Fisik: Lemah, Kurang Gizi, Otot Lengan Lembek (Akibat terlalu sering scrolling media sosial).

​Atribut Khusus: Kebodohan Alami (Level Maksimal).

​[Pesan dari Sistem]: Selamat datang di Aethelgard, wahai jiwa yang mati karena tutup pulpen! Tugas Anda adalah bertahan hidup. Jika Anda mati lagi di sini, roh Anda akan otomatis diubah menjadi pupuk organik untuk kebun Dewa Administrasi. Semangat!

​Raditya melongo membaca teks tersebut. "Heh! Sistem kurang ajar! Kenapa deskripsinya ngejek begitu?! Lagian, di mana panel status kekuatanku? Mana sihir api? Mana pedang legendaris?"

Ding!

​[Jawaban]: Anda tidak memiliki bakat sihir atau fisik pendekar. Mengharap kekuatan super dengan modal mati tersedak pulpen adalah bentuk halusinasi tingkat tinggi. Silakan andalkan otak Anda yang tersisa 10% itu untuk mencari makan.

​"Sialan," umpat Raditya, meraba tubuhnya. Pakaiannya masih sama, kaus oblong dan celana jins. Tapi setidaknya, rasa sakit di kepalanya akibat benturan mangkuk kucing tadi sudah hilang.

​Tiba-tiba, perutnya berbunyi dengan sangat nyaring. Kruuuk~ Rasa lapar yang luar biasa langsung menyerang. Wajar saja, sebelum mati dia memang belum sempat makan malam karena sibuk bermain dengan si Belang.

​Ding!

​[Misi Darurat Pertama: Mengisi Perut yang Kosong]

​Tugas: Cari sesuatu yang bisa dimakan dalam radius 50 meter.

​Peringatan: 90% tumbuhan di sekitar Anda mengandung racun yang bisa membuat Anda buang air besar tanpa henti selama tiga hari tiga malam.

​Hadiah Misi: Alat masak pemula & Poin Waras (+1).

​Hukuman Gagal: Diare magis instan.

​Raditya menelan ludah. "Diare magis? Di hutan tanpa toilet selembut ini?! Ogah!"

​Dengan motivasi takut mencret di dunia lain, Raditya mulai merangkak dan memeriksa tanaman di sekitarnya. Dia mendekati sebuah tanaman bush yang memiliki buah bulat berwarna kuning cerah, tampak sangat menggoda seperti buah beri raksasa.

​"Sistem, yang ini bisa dimakan tidak?"

​[Analisis]: Buah Peledak Kentut (Farting Berry). Jika dimakan, tidak mati, tapi bokong Anda akan mengeluarkan gas bertekanan tinggi yang bisa terdengar hingga radius 2 kilometer. Sangat bagus jika Anda ingin mengundang semua predator malam untuk makan malam (di mana Anda adalah menunya).

​Raditya langsung menarik kembali tangannya dengan panik. "Ogah! Pilihan lain, pilihan lain!"

​Dia berjalan berjingkat, menghindari tanaman berlendir atau yang tampak mencurigakan. Setelah beberapa menit mencari dengan keringat dingin mengalir, dia melihat sejenis jamur besar berwarna cokelat polos yang tumbuh di sela-sela akar pohon raksasa. Jamur itu terlihat sangat membosankan, mirip jamur tiram di Bumi.

​"Kalau yang ini?"

​[Analisis]: Jamur Batu Tawar. Tidak beracun, tidak berasa, nutrisinya setara dengan makan kardus basah. Tapi aman untuk perut lembek Anda.

​"Yes! Kardus basah lebih baik daripada mencret!" Raditya dengan gembira langsung mencabut jamur itu.

​Ding!

​[Misi Darurat Selesai!]

​Evaluasi: Anda berhasil menemukan makanan paling membosankan di seluruh hutan ini. Selamat atas seleranya yang payah.

​Hadiah dikirim ke Inventaris: 1x Korek Api Awet, 1x Panci Kecil Aluminium, dan +1 Poin Waras (Sekarang tingkat kewarasan Anda: 11/100, masih dalam kategori agak gila).

​Sebuah panci kecil dan korek api tiba-tiba jatuh dari udara, tepat menghantam kepala Raditya.

​"Aduh! Bisa tidak hadiahnya ditaruh pelan-pelan?!" protes Raditya sambil mengusap kepalanya. Namun, senyumnya kembali mengembang saat melihat panci dan korek api itu. "Tapi lumayan, minimal aku bisa masak jamur kardus ini."

​Kegembiraan Raditya tidak berlangsung lama. Malam mulai jatuh dengan cepat di hutan Aethelgard. Pendaran tanaman neon mulai menyala, dan dari kejauhan terdengar suara lolongan aneh: "Auuu~ Ngoook~"—suara yang terdengar seperti perpaduan serigala dan babi hutan yang sedang bersin.

​Raditya merinding. "Sistem... suara apa itu?"

​[Pemberitahuan]: Itu adalah Babi Serigala Bertaring Dua (Boarwolf). Mereka biasanya berburu dalam kelompok dan sangat menyukai daging manusia yang empuk dan kurang olahraga. Disarankan untuk segera memanjat pohon atau menggali kuburan Anda sendiri.

​"Hei! Kasih solusi yang bener dong!" teriak Raditya panik, langsung memeluk batang pohon raksasa di dekatnya dan mencoba memanjatnya dengan gaya seperti koala yang ketakutan.

​Petualangan survival Raditya di dunia lain baru saja dimulai, dan modal utamanya hanyalah sebuah panci, jamur rasa kardus, dan Sistem yang hobi menghujatnya.

Terpopuler

Comments

Nh4Fi

Nh4Fi

sangat legendaris.../Good/

2026-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: Kematian, Dewa yang Burnout, dan Sistem Kurang Ajar
2 BAB 2: Komunitas Babi-Serigala dan Gelar Pertama yang Absurd
3 BAB 3: Belanja Hemat, Air Perak, dan Ujian Ketahanan Lambung
4 BAB 4: Teknik Melarikan Diri Sambil Membawa Panci Panas
5 BAB 5: Jatuh Gaya Bebas dan Goa Rahasia yang Agak... Bau?
6 BAB 6: Demo Masak Darurat di Dalam Sarang Ogre
7 BAB 7: Memasak Porsi Raksasa untuk Sang Ratu Goa
8 BAB 8: Keluar dari Toilet Raksasa dan Hadiah Kejutan dari Ratu
9 BAB 9: Penembak Jitu Cabai Mercon vs Kadal Berbisa
10 BAB 10: Reruntuhan Menara Aethel dan Fasilitas Mandi yang Mewah
11 BAB 11: Kafein Magis dan Jejak Pendahulu yang Sama Gesreknya
12 BAB 12: Pertahanan Menara
13 BAB 13: Pagi Hari di Menara dan Proyek Kerajinan Tangan Magis Pemula
14 BAB 14: Operasi Bumi Hangus Lembah Apel
15 BAB 15: Penyerbuan Goa Batu Merah dan Ledakan Pembaruan Sistem
16 BAB 16: Pertemuan dengan Petualang Manusia Pertama
17 BAB 17: Tembakan Penyelamat dan Tarif Komisi Penyelamatan Darurat
18 BAB 18: Memasuki Oakhaven dan Birokrasi Gerbang Kota yang Absurd
19 BAB 19: Menyewa Lapak Kumuh
20 BAB 20: Preman Pasar Malam dan Demonstrasi
21 BAB 21: Undangan Kastel Baron
22 BAB 22: Es Teh Tarik di Musim Panas
23 BAB 23: Tantangan Duel Asosiasi Alkimia
24 BAB 24: Konspirasi Serikat Pedagang
25 BAB 25: Perjalanan Bisnis ke Luar Kota
26 BAB 26: Skandal Teh Herbal Azure Coast
27 BAB 27: Aliansi Teh dan Kopi
28 BAB 28: Perang Harga Kopi Rembulan
29 BAB 29: Tragedi Kopi Gratis
30 BAB 30: Inspeksi dari Ibu Kota
31 BAB 31: Menuju Ibu Kota dan Ancaman di Jalur Sutra
32 BAB 32: Balas Dendam Ekonomi dan Runtuhnya Kastel Pajak
33 BAB 33: Menembus Gerbang Ibu Kota
34 BAB 34: Ancaman Dari Menteri Keuangan
35 BAB 35: Rahasia Terlarang Menteri Keuangan
36 BAB 36: Hujan Brosur dan Wilayah Terlarang
37 BAB 37: Industrialisasi Tanah Terkutuk dan Teror Kopi dari Lembah Kematian
38 BAB 38: Perang Dagang: Ketika Kopi Raditya Jadi Komoditas Terlarang di Kerajaan
39 BAB 39: Ancaman Kaisar dan "Sachet Diplomacy" di Meja Perjamuan
40 BAB 40: Pelarian dari Istana: Ketika Kaisar Sadar Dia Baru Saja Dikerjai
41 BAB 41: Ibu Kota Mengemis Stok Sachet pada Raditya
42 BAB 42: Lahirnya Negara Sachet
43 BAB 43: Revolusi Hijau di Lembah Kematian
44 BAB 44: Perang Langit
45 BAB 45: Balasan Raja Valerius
46 BAB 46: Ketika Manajer Sachet Harus Memegang Senjata
47 BAB 47: Pengkhianatan Sistem
48 BAB 48: Ujian Integritas
49 BAB 49: Dunia Tanpa Monopoli
50 BAB 50 (EPILOG): Legenda Sang Manajer Sachet
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAB 1: Kematian, Dewa yang Burnout, dan Sistem Kurang Ajar
2
BAB 2: Komunitas Babi-Serigala dan Gelar Pertama yang Absurd
3
BAB 3: Belanja Hemat, Air Perak, dan Ujian Ketahanan Lambung
4
BAB 4: Teknik Melarikan Diri Sambil Membawa Panci Panas
5
BAB 5: Jatuh Gaya Bebas dan Goa Rahasia yang Agak... Bau?
6
BAB 6: Demo Masak Darurat di Dalam Sarang Ogre
7
BAB 7: Memasak Porsi Raksasa untuk Sang Ratu Goa
8
BAB 8: Keluar dari Toilet Raksasa dan Hadiah Kejutan dari Ratu
9
BAB 9: Penembak Jitu Cabai Mercon vs Kadal Berbisa
10
BAB 10: Reruntuhan Menara Aethel dan Fasilitas Mandi yang Mewah
11
BAB 11: Kafein Magis dan Jejak Pendahulu yang Sama Gesreknya
12
BAB 12: Pertahanan Menara
13
BAB 13: Pagi Hari di Menara dan Proyek Kerajinan Tangan Magis Pemula
14
BAB 14: Operasi Bumi Hangus Lembah Apel
15
BAB 15: Penyerbuan Goa Batu Merah dan Ledakan Pembaruan Sistem
16
BAB 16: Pertemuan dengan Petualang Manusia Pertama
17
BAB 17: Tembakan Penyelamat dan Tarif Komisi Penyelamatan Darurat
18
BAB 18: Memasuki Oakhaven dan Birokrasi Gerbang Kota yang Absurd
19
BAB 19: Menyewa Lapak Kumuh
20
BAB 20: Preman Pasar Malam dan Demonstrasi
21
BAB 21: Undangan Kastel Baron
22
BAB 22: Es Teh Tarik di Musim Panas
23
BAB 23: Tantangan Duel Asosiasi Alkimia
24
BAB 24: Konspirasi Serikat Pedagang
25
BAB 25: Perjalanan Bisnis ke Luar Kota
26
BAB 26: Skandal Teh Herbal Azure Coast
27
BAB 27: Aliansi Teh dan Kopi
28
BAB 28: Perang Harga Kopi Rembulan
29
BAB 29: Tragedi Kopi Gratis
30
BAB 30: Inspeksi dari Ibu Kota
31
BAB 31: Menuju Ibu Kota dan Ancaman di Jalur Sutra
32
BAB 32: Balas Dendam Ekonomi dan Runtuhnya Kastel Pajak
33
BAB 33: Menembus Gerbang Ibu Kota
34
BAB 34: Ancaman Dari Menteri Keuangan
35
BAB 35: Rahasia Terlarang Menteri Keuangan
36
BAB 36: Hujan Brosur dan Wilayah Terlarang
37
BAB 37: Industrialisasi Tanah Terkutuk dan Teror Kopi dari Lembah Kematian
38
BAB 38: Perang Dagang: Ketika Kopi Raditya Jadi Komoditas Terlarang di Kerajaan
39
BAB 39: Ancaman Kaisar dan "Sachet Diplomacy" di Meja Perjamuan
40
BAB 40: Pelarian dari Istana: Ketika Kaisar Sadar Dia Baru Saja Dikerjai
41
BAB 41: Ibu Kota Mengemis Stok Sachet pada Raditya
42
BAB 42: Lahirnya Negara Sachet
43
BAB 43: Revolusi Hijau di Lembah Kematian
44
BAB 44: Perang Langit
45
BAB 45: Balasan Raja Valerius
46
BAB 46: Ketika Manajer Sachet Harus Memegang Senjata
47
BAB 47: Pengkhianatan Sistem
48
BAB 48: Ujian Integritas
49
BAB 49: Dunia Tanpa Monopoli
50
BAB 50 (EPILOG): Legenda Sang Manajer Sachet

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!