Episode 3 Belum Siap

Acara pernikahan berjalan begitu lancar, Arumi sudah pasti akan menjadi tamu undangan, terlihat cantik menggunakan dress hitam seperti biasa rambutnya selalu digerai, matanya melihat ke arah pelaminan bagaimana Lavanya dan Mike secara mendadak bersanding di pelaminan yang menerima ucapan selamat dari para tamu.

"Sungguh drama yang cukup menarik!" Arumi menoleh ke sebelahnya.

Clara tampak sinis dengan senyumnya yang seolah-olah mengejek pasangan pengantin tersebut.

"Mungkin saja, kak Damian mendapatkan kesadaran dan akhirnya memutuskan untuk tidak menikah dengan wanita kampungan sepertinya, tetapi sayang sekali keluarga ini adalah keluarga yang penuh dengan citra baik, untuk menutupi satu kebodohan anak dan mereka harus mengorbankan anak yang satu," sahut Clara terdengar sini sembari mengendus.

"Huhhhhh, drama yang sangat memuakkan," ucapnya kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Arumi yang membuat Arumi melihat ke Clara.

"Apa yang dia katakan," sahut Arumi tidak mengerti.

Menghela nafas dan kemudian langsung pergi.

*****

Acara pernikahan sudah selesai, acara yang dilaksanakan dari pagi hari sampai sore hari. Pernikahan itu bahkan menjadi trending topik berita, komentar positif yang diterima Brahmana.

Maria bersama suaminya bahkan sudah pulang ke rumah mewah mereka.

"Pa coba lihat?" Maria memperlihatkan tablet pada sang suami.

"Retensi bisnis yang dimiliki Mike langsung naik ketika orang-orang mengetahui bahwa dia menikah dengan gadis biasa, apa ini merupakan keberuntungan atau hanya kebetulan saja?" tanya Maria.

"Ini keberuntungan, sepertinya alam tidak menginginkan kita untuk jatuh dan para pesaing ternyata tidak bisa mendahului kita, meski Damian telah melakukan kesalahan, tetapi lihatlah kita bisa mengatasi masalah ini, dan nama Mike semakin dikenal," ucap Brahmana tidak lepas dari keuntungan atas semua yang telah terjadi.

"Itu artinya keputusan Mama sudah tepat untuk menggantikan Mike sebagai pengantin Lavanya," sahut Maria.

"Menurut Mama keputusan itu sudah tepat atau keputusan itu justru mengorbankan ku?" di tengah pembicaraan suami istri itu tiba-tiba saja terdengar suara sangat dingin yang membuat pasangan suami istri itu melihat ke arah pintu rumah.

"Mike, kamu ada di sini dan bukankah seharusnya kamu menikmati pernikahan kamu di hotel mewah yang sudah disiapkan?" tanya Brahmana.

"Bagaimana mungkin Mama dan Papa hanya memikirkan keuntungan setelah menyuruhku menikah dengan wanita yang seharusnya menjadi saudara iparku," sahut Mike.

"Sudahlah. Mike, lagi pula lihatlah hanya beberapa jam saja pernikahan ini telah usai, retensi bisnis kamu naik tinggi, ini artinya kelayan-kelayan akan semakin banyak mendekati kamu dan bisnis kamu akan berkembang berkembang pesat, ini juga menjadi kabar baik untuk perusahaan dan terlebih lagi untuk nama baik Papa yang akan menjadi pemimpin negara di tahun depan," ucap Brahmana.

"Papa hanya memikirkan semua itu tanpa memikirkan bagaimana perasaanku?" tanya Mike.

"Mike, dunia ini sangat kejam dan jika ingin bertahan harus ada yang dikorbankan, kamu jangan berlebihan, ini juga demi kebaikan kamu dan sebaiknya kamu nikmati pernikahan kamu," sahut Maria.

Mike merasa percuma berbicara dengan kedua orang tuanya, orang tua yang lebih mementingkan nama baik daripada perasaannya yang harus menggantikan saudaranya dalam pernikahan.

*******

Kamar hotel mewah yang menjadi pilihan dari hadiah kedua orang tua Mike terhadap pasangan pengantin baru.

Lavanya masih tetap dengan pakaian sebelumnya, cantik dan anggun duduk di pinggir ranjang yang sudah ditebar kelopak mawar. Harum kamar yang luas itu terasa begitu berbeda, romantis teh dengan lampu yang sedikit redup.

Krekkk

Suara pintu kamar terbuka pelan membuat detak jantung Lavanya berdebar kencang, matanya tetap masih melihat ke arah bawah seolah-olah enggan untuk menatap pria yang sudah berdiri di hadapannya.

"Kamu akan tetap menggunakan pakaian itu?" tanya Mike.

Lavanya diam antara takut dan juga tidak nyaman.

"Kamu tidak mendengarkan saya?" tanya Mike.

Mike mencoba rileks, terlihat membuka kancing bagian tengah jasnya dan kemudian meletakkan jas tersebut di atas tempat tidur yang kemudian duduk disebelah Lavanya yang membuat Lavanya semakin takut dengan jantungnya berdebar dengan kencang.

Mike layaknya seperti laki-laki normal jika dihadapkan dengan seorang wanita yang berada di sebelahnya tangannya perlahan menyentuh bahu Lavanya dan seketika spontan menghindar.

"Jangan mendekati saya," ucapnya.

"Lavanya saya sudah menikahi kamu dan saya adalah suami kamu," ucap Mike memberi sedikit penekanan untuk wanita itu agar terlihat lebih rileks lagi.

Lavanya benar-benar menghindar dan berdiri dari tempat duduknya yang sekarang berdiri di hadapan Mike.

"Pernikahan ini bukan pernikahan yang kita inginkan, saya belum bisa menerima semua pernikahan ini, saya masih bingung kenapa Mas Damian meninggalkan saya di hari yang paling bahagia ini, saya belum bisa benar-benar menerima kamu," jawabnya jujur apa adanya mengekspresikan hatinya.

Mike menghela nafas panjang.

"Oke, saya paham apa yang kamu rasakan saat ini dan sama dengan saya, kamu benar bahwa kita sama-sama kaget berada dalam situasi yang tidak seharusnya kita jalani, oke mungkin saya berlebihan, saya terlalu cepat dan saya yakin kamu belum siap, tetapi Lavanya kita sudah berada di titik pernikahan ini dan saya berharap pelan-pelan kita berdua menerima pernikahan ini," ucap Mike ternyata orangnya sangat santai dan tidak mempersulit keadaan.

Lavanya jauh sedikit lebih tenang, untung saja Mike bukan tipe laki-laki memaksa dan meski dia tidak terlalu mengenal siap Mike sebenarnya, Karena Lavanya jarang sekali bertemu dengan laki-laki yang menghabiskan masa mudanya di Luar Negeri dengan pendidikan.

"Kalau kamu ingin istirahat dan ingin bersih-bersih, maka silahkan, saya akan keluar dan nanti akan kembali ke kamar ini lagi," ucap Mike kemudian berdiri dari tempat tersebut membuat Lavanya merasa lega.

******

Hari ini akhirnya Lavanya pindah ke kediaman kedua orang tua Mike. Penampilan Lavanya tetap saja sederhana meski sudah menjadi menantu kolongmerat. Mike berjalan terlebih dahulu yang diikuti Lavanya dan seorang pelayan yang membawa koper Lavanya.

Keluarga besarnya tampak melaksanakan sarapan seperti biasanya.

"Kamu antar kopernya ke kamar saya dan pakaiannya langsung kamu susun ke dalam lemari yang kosong!" titah Mike pada asisten rumah tangga tersebut.

"Baik tuan," sahut asisten rumah tangga yang kemudian langsung pergi.

Lavanya kembali mengikuti Mike yang menghampiri meja makan dengan kursi yang ditarik oleh pelayan dan Mike duduk.

Lavanya bingung dengan sistem keluarga tersebut, melihat salah satu pelayan juga melakukan hal yang sama untuk mempersilahkannya duduk.

Lavanya seperti orang linglung tetapi tetap duduk dan bergabung dengan keluarga elit-elit tersebut.

"Bagaimana malam pertama kalian?" tanya Maria langsung to the point.

"Menurutku hal itu tidak perlu dibahas," sahut Mike.

"Oke, tidak perlu di lanjutkan," sahut Maria.

Maria menghela nafas, menghentikan makannya dan melihat ke arah Lavanya yang tetap menunduk. Maria menggerakkan matanya kepada pelayan yang membuat pelayanan itu langsung mengambil sarapan untuk Lavanya.

"Lavanya mulai sekarang kamu tinggal di rumah ini, rumah ini memiliki aturan dan nama yang baik, sebagai keluarga baru, kamu juga harus menaati peraturan yang berlaku," ucap Maria membuat Lavanya terdiam.

"Kamu sudah menjadi menantu di rumah ini dan mulai hari ini kamu panggil saya seperti Mike memanggil saya dan begitu juga dengan suami saya. Kamu harus bisa mengimbangi keluarga ini, baik dari cara fashion, tata krama dan juga nama baik yang sudah tercipta selama ini pada keluarga ini!" tegas Lavanya.

"Apa iya bisa mengembang keluarga ini," celetukan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Clara yang membuat Lavanya menatap serius.

"Mama tidak menyuruh kamu untuk berkomentar!" tegas Maria.

"Di rumah ini semua menaati peraturan yang sudah ada, baik pelayan dan siapapun itu. Aku tidak yakin jika dia bisa melakukan hal itu," sahut Clara ragu.

"Diamlah Clara," sahut Brahmana dengan suara dingin membuat Clara langsung terdiam dengan menghela nafas yang tidak bisa berkomentar apapun lagi.

"Peraturan keluarga, peraturan seperti apa yang mereka maksud, apa benar yang dikatakan Clara jika aku mampir," batin Lavanya.

Bersambung....

Episodes
1 Episode 1 Insiden
2 Episode 2 Pernikahan
3 Episode 3 Belum Siap
4 Episode 4 Tetap Menghindar
5 Episode 5 1 Tahun Kemudian
6 Episode 6 Di sudutkan
7 Episode 7 Penuh Kepalsuan
8 Episode 8 Ada Sesuatu
9 Episode 9 Deg
10 Episode 10 Politik
11 Episode 11 Mencurigakan
12 Episode 12 Insiden
13 Episode 13 Kenyataan
14 Episode 14 Perselingkuhan Di Depan Mata
15 Episode 15 Harus Bangkit
16 Episode 16 Dia Yang Tiba-tiba Berubah
17 Episode 17 Lebih Berani
18 Episode 19 Penampilan Mengejutkan
19 Episode 19 Wanita Berkelas
20 Episode 20 Lebih Cardas
21 Episode 21 Harus gercep
22 Episode 22 Penegasan Mike
23 Episode 23 Istri Cerdas
24 Episode 24 Mike Sekarang Kewalahan
25 Episode 25 Usaha Lavanya
26 Episode 26 Lebih Berani
27 Episode 27 Istri Sah
28 Episode 28 Membangun Keromantisan
29 Episode 29 Apa Dia Kembali
30 Episode 30 Merasa Tidak Enak
31 Episode 31 Tertangkap
32 Episode 32 Ini Peringatan Dari Istri Sah
33 Episode 33 Hampir Saja
34 Episode 34 Ketegasan Lavanya
35 Episode 35 Pelakor Tidak Berkutik
36 Episode 36 Kantor Polisi
37 Episode 37 Membongkarnya
38 Episode 38 Siapa Yang Harus Di Percaya.
39 Episode 39 Memutuskan Arumi
40 Episode 40 Tidak Terima
41 Episode 41 Hadiah Dari Suami
42 Episode 42 Kata-kata Berkelas Istri Sah
43 Episode 43 Pelajaran
44 Episode 44 Ingin Menjebaknya
45 Episode 45 Terjebak Sendiri
46 Episode 46 Pertama Untuk Kita
47 Episode 47 Arumi Salah Lawan
48 Episode 48 Lavanya Bukan Lawan Yang Cupu
49 Episode 49 Semua Terbongkar
50 Episode 50 Maaf
51 Episode 51 Ini Bukan Ancaman
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54 Arumi Sudah Pasti Kalah
55 Episode 55 Surprise pernikahan
56 Episode 56
57 Episode 57 Lavanya Keren
58 Episode 58 Ancaman Untuknya
59 Episode 59 Malam Untuk Kita
60 Episode 60 Pasangan Romantis
61 Episode 61
62 Episode 62 Dia Kembali
63 Episode 63 Tegas
64 Episode 64 Penegasan
65 Episode 65 Rencana
66 Episode 66 Permintaan
67 Episode 67
68 Episode 69 Rencana
69 Episode 69 Pasti Ada Yang Tidak Beres
70 Episode 15 Rahasia Baru.
71 Episode 71
72 Episode 72 Mengetahui Alasannya
73 Episode 73
74 Episode 74
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Episode 1 Insiden
2
Episode 2 Pernikahan
3
Episode 3 Belum Siap
4
Episode 4 Tetap Menghindar
5
Episode 5 1 Tahun Kemudian
6
Episode 6 Di sudutkan
7
Episode 7 Penuh Kepalsuan
8
Episode 8 Ada Sesuatu
9
Episode 9 Deg
10
Episode 10 Politik
11
Episode 11 Mencurigakan
12
Episode 12 Insiden
13
Episode 13 Kenyataan
14
Episode 14 Perselingkuhan Di Depan Mata
15
Episode 15 Harus Bangkit
16
Episode 16 Dia Yang Tiba-tiba Berubah
17
Episode 17 Lebih Berani
18
Episode 19 Penampilan Mengejutkan
19
Episode 19 Wanita Berkelas
20
Episode 20 Lebih Cardas
21
Episode 21 Harus gercep
22
Episode 22 Penegasan Mike
23
Episode 23 Istri Cerdas
24
Episode 24 Mike Sekarang Kewalahan
25
Episode 25 Usaha Lavanya
26
Episode 26 Lebih Berani
27
Episode 27 Istri Sah
28
Episode 28 Membangun Keromantisan
29
Episode 29 Apa Dia Kembali
30
Episode 30 Merasa Tidak Enak
31
Episode 31 Tertangkap
32
Episode 32 Ini Peringatan Dari Istri Sah
33
Episode 33 Hampir Saja
34
Episode 34 Ketegasan Lavanya
35
Episode 35 Pelakor Tidak Berkutik
36
Episode 36 Kantor Polisi
37
Episode 37 Membongkarnya
38
Episode 38 Siapa Yang Harus Di Percaya.
39
Episode 39 Memutuskan Arumi
40
Episode 40 Tidak Terima
41
Episode 41 Hadiah Dari Suami
42
Episode 42 Kata-kata Berkelas Istri Sah
43
Episode 43 Pelajaran
44
Episode 44 Ingin Menjebaknya
45
Episode 45 Terjebak Sendiri
46
Episode 46 Pertama Untuk Kita
47
Episode 47 Arumi Salah Lawan
48
Episode 48 Lavanya Bukan Lawan Yang Cupu
49
Episode 49 Semua Terbongkar
50
Episode 50 Maaf
51
Episode 51 Ini Bukan Ancaman
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54 Arumi Sudah Pasti Kalah
55
Episode 55 Surprise pernikahan
56
Episode 56
57
Episode 57 Lavanya Keren
58
Episode 58 Ancaman Untuknya
59
Episode 59 Malam Untuk Kita
60
Episode 60 Pasangan Romantis
61
Episode 61
62
Episode 62 Dia Kembali
63
Episode 63 Tegas
64
Episode 64 Penegasan
65
Episode 65 Rencana
66
Episode 66 Permintaan
67
Episode 67
68
Episode 69 Rencana
69
Episode 69 Pasti Ada Yang Tidak Beres
70
Episode 15 Rahasia Baru.
71
Episode 71
72
Episode 72 Mengetahui Alasannya
73
Episode 73
74
Episode 74

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!