Episode 4 Tetap Menghindar

"Hal yang paling penting yang kamu lakukan adalah mengabaikan perkataan Clara dan jangan justru terjerumus dengan semua perkataannya," sahut Brahmana.

"Apa maksud Papa? Apa Papa ingin mengatakan bahwa aku sangat jelek dan tidak pantas untuk dicontoh?" Clara sudah pasti kesal.

"Clara diamlah dan jangan terus-menerus memotong pembicaraan orang tua!" tegas Maria lagi-lagi memberi teguran kepada Clara yang membuat Clara kesal dengan menghela nafas.

"Saya tidak harus mengajari kamu seperti anak kecil yang berusia 5 tahun, kamu sudah dewasa dan sudah pasti tahu apa yang baik yang perlu kamu lakukan dan apa yang tidak harus kamu lakukan, karena kamu sudah menjadi bagian keluarga ini dan otomatis kamu juga akan ikut tersorot, jadi berpenampilan lah yang menarik dan tidak kampungan," ucap Maria berbicara apa adanya.

"Oke, saya tidak meminta kamu untuk melakukan secara langsung, semua butuh proses. Saya yakin hari demi hari kamu berada di rumah ini dan hati kamu akan tergerak untuk mengubah penampilan kamu menjadi lebih baik dan lebih enak dilihat sebagai istri dari putra keluarga terpandang di negara ini dengan penampilan yang berkelas," ucap Maria memberi penekanan kepada menantunya itu agar bisa menyesuaikan dirinya dengan keluarga terpandang tersebut.

"Lavanya lakukan saja pelan-pelan dengan senyuman kamu yang terpenting jangan mempermalukan keluarga," sahut Brahmana lebih santai berbicara tidak secara blak-blakan seperti istrinya dan sementara Mike hanya diam saja yang menikmati sarapannya tanpa ingin berkomentar.

"Aku tidak mengerti ya Tuhan, mengapa hamba harus masuk ke dalam rumah ini. Apakah peraturan di rumah ini benar-benar jauh dari engkau, bukankah apapun yang dimiliki manusia di dunia ini tak lain adalah titipan dan hanya sementara," batin Lavanya.

Matanya kembali memandang Ibu mertuanya yang melanjutkan sarapannya, cara memegang garpu dan sendok itu benar-benar berbeda bagaimana sarapan roti yang dipotong masuk ke dalam mulutnya, terlihat berkelas dan elegan.

Sama dengan ayah mertuanya yang juga terlihat santai, Clara adik iparnya dan juga suaminya, entah apa alasannya mengapa Tuhan meletakkannya diantara orang-orang yang berkala sah dan berwibawa seperti itu dan sementara dirinya hanyalah gadis biasa.

Selama dekat Damian, Lavanya tidak pernah dihadapkan dengan hal-hal seperti itu karena Damian jika merupakan pria sederhana yang menjadi Lavanya yakin menerima lamaran dari pria tersebut.

*****

Lavanya pagi ini terlihat menyiram tanaman menggunakan pipa air. Penampilan seperti biasa, terlihat sederhana, hanya menggunakan blouse yang di padukan dengan rok putih sebetisnya.

Maria keluar dari rumah ingin memasuki mobil, wanita itu tidak lepas dari penampilan berkelas, elegan dengan barang-barang branded yang ia gunakan, langkahnya harus terhenti ketika melihat menantinya menyiram tanaman.

"Apa yang kamu lakukan?" Lavanya seketika berhenti melakukan hal itu.

"Saya sedang menyiram tanaman?" jawabnya.

"Saya tahu, maksud saya untuk apa kamu melakukannya? Apa pelayan di rumah ini kurang banyak sehingga kamu ingin menggantikan mereka? Lavanya di rumah ini kamu sudah menjadi istri Mike dan bukan pembantu baru,"

"Kamu sengaja jika tiba-tiba ada media yang masuk ke dalam rumah ini dan melihat kamu seperti ini? Kamu ingin membuat spekulasi buruk bahwa kamu diperlakukan seperti pembantu di rumah ini?" tanya Maria dengan nada suaranya terdengar begitu kesal atas apa yang telah dilakukan menantunya.

"Dari pada kamu melakukan hal-hal yang membuang waktu seperti ini, sebaiknya kamu pelajari majalah yang telah saya berikan kepada kamu, majalah fashion dan cara wanita berpenampilan menarik, memakai riasan dan juga cara melayani suami dengan baik, kamu sudah menjadi istri dan harus tahu tugas kamu sebagai istri dan bukan menciptakan masalah!" tegas Maria.

"Maaf. Ma," sahut Lavanya.

"Huuuu, kepala saya bisa pecah, jika kamu tidak mengerti juga apa yang saya katakan," Maria geleng-geleng kepala dan kemudian langsung pergi.

"Apa yang aku lakukan salah?" tanyanya di dalam hati.

*****

Lavanya berada di dalam kamar mewahnya yang saat ini sedang membersihkan tempat tidur, ranjang besar yang sudah dia gunakan lebih dari satu bulan bersama dengan suaminya.

Lavanya seketika menjadi kaget ketika ada yang memeluknya dari belakang membuatnya langsung membalikkan tubuh.

Ternyata Mike yang melakukan hal itu, Lavanya langsung terlihat panik dan ketakutan.

"Kenapa Lavanya? Kenapa kamu bersikap seperti itu kepada saya?" tanya Mike.

"Kamu mengejutkanku," sahut Lavanya.

"Saya minta maaf jika membuat kamu takut, tetapi seharusnya respon kamu tidak berlebihan seperti itu ... Lavanya....." Mike melangkah mendekatinya dan seketika Lavanya semakin panik yang mencoba untuk menghindar.

"Tolong jangan sentuh saya....." pinta Lavanya.

"Kamu masih belum siap juga?" tanya Mike memastikan dan mencoba untuk mengerti kondisi istrinya.

Lavanya menganggukkan kepala yang tidak berani menatap Mike.

"Ini sudah 1 bulan pernikahan kita, saya berusaha untuk menjaga jarak dari kamu meski tidur satu ranjang, saya membiarkan kamu bersosialisasi di kamar ini dan termasuk dekat saya untuk melakukan penyesuaian, lalu kamu sampai saat ini belum siap juga?" tanyanya lagi.

"Saya butuh waktu, tolong mengerti," sahut Lavanya.

"Sampai kapan Lavanya, sampai kapan saya harus menunggu kamu, saya laki-laki normal dan kurang sabar apa saya kepada kamu, saya berusaha untuk tidak mengganggu kamu dan tidak melarang kamu melakukan apapun yang kamu mau, saya berusaha untuk mengajak kamu berbicara agar kita berdua bisa sama-sama rileks dan bagaimanapun kita harus melanjutkan pernikahan ini, suka tidak suka pernikahan ini sudah terjadi dan tidak mungkin ada perpisahan hanya karena ketidakcocokan diantara kita!" tegas Mike.

"Kamu tahu bagaimana orang tuaku dan tidak mungkin ada perpisahan!" tegas Mike.

"Tetapi saya belum siap karena saya ...."

"Masih menunggu Damian?" tanyanya memotong kalimat tersebut.

"Kamu pikir dia akan kembali dan kamu pikir setelah dia kembali maka kamu akan bisa bersamanya?" tanya Mike.

"Lavanya saya adalah suami kamu saat ini dan saya memiliki hak untuk melakukan apapun kepada kamu, itu merupakan hak ayah yang harus kamu berikan!" tegas Mike.

"Tolong jangan memaksa saya, saya tidak bisa membuka hati saya begitu mudah, tolong mengerti saya," ucap Lavanya dengan suaranya terdengar lirih.

"Berapa selama lagi saya harus menunggu?" tanya Mike.

"Saya tidak bisa menjawab. Saya butuh ketenangan untuk saat ini dan sebaiknya kita tidak tidur di kamar yang sama," ucap Lavanya membuat Mike semakin kaget dengan mengerutkan dahi.

"Apa kamu bilang?" tanya Mike.

"Saya jujur tidak nyaman tinggal di kamar ini," jawab Lavanya.

"Jadi selama ini kamu takut tidur satu kamar dengan saya, kamu selalu waspada dan takut jika saya melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu dan padahal saya ada suami kamu?" tanya Mike.

Lavanya tidak berkomentar apapun dan hanya menunduk.

"Hah!" Mike sudah tidak bisa berkata-kata yang mengusap wajahnya kasar sampai ke rambutnya, benar-benar terlihat frustasi dan padahal selama ini dia berusaha untuk menciptakan kenyamanan dalam pernikahan mereka.

"Terserah kamu ingin melakukan apapun yang kamu, saya juga merasa tidak ada gunanya berbicara dengan kamu," sahut Mike tampak begitu pasrah dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Lavanya keluar dari kamar tersebut.

Lavanya melihat kepergian suaminya, sepertinya Mike sudah marah, tetapi dia bukan tipe laki-laki marah harus diungkapkan dengan suara meninggi.

Bersambung......

Episodes
1 Episode 1 Insiden
2 Episode 2 Pernikahan
3 Episode 3 Belum Siap
4 Episode 4 Tetap Menghindar
5 Episode 5 1 Tahun Kemudian
6 Episode 6 Di sudutkan
7 Episode 7 Penuh Kepalsuan
8 Episode 8 Ada Sesuatu
9 Episode 9 Deg
10 Episode 10 Politik
11 Episode 11 Mencurigakan
12 Episode 12 Insiden
13 Episode 13 Kenyataan
14 Episode 14 Perselingkuhan Di Depan Mata
15 Episode 15 Harus Bangkit
16 Episode 16 Dia Yang Tiba-tiba Berubah
17 Episode 17 Lebih Berani
18 Episode 19 Penampilan Mengejutkan
19 Episode 19 Wanita Berkelas
20 Episode 20 Lebih Cardas
21 Episode 21 Harus gercep
22 Episode 22 Penegasan Mike
23 Episode 23 Istri Cerdas
24 Episode 24 Mike Sekarang Kewalahan
25 Episode 25 Usaha Lavanya
26 Episode 26 Lebih Berani
27 Episode 27 Istri Sah
28 Episode 28 Membangun Keromantisan
29 Episode 29 Apa Dia Kembali
30 Episode 30 Merasa Tidak Enak
31 Episode 31 Tertangkap
32 Episode 32 Ini Peringatan Dari Istri Sah
33 Episode 33 Hampir Saja
34 Episode 34 Ketegasan Lavanya
35 Episode 35 Pelakor Tidak Berkutik
36 Episode 36 Kantor Polisi
37 Episode 37 Membongkarnya
38 Episode 38 Siapa Yang Harus Di Percaya.
39 Episode 39 Memutuskan Arumi
40 Episode 40 Tidak Terima
41 Episode 41 Hadiah Dari Suami
42 Episode 42 Kata-kata Berkelas Istri Sah
43 Episode 43 Pelajaran
44 Episode 44 Ingin Menjebaknya
45 Episode 45 Terjebak Sendiri
46 Episode 46 Pertama Untuk Kita
47 Episode 47 Arumi Salah Lawan
48 Episode 48 Lavanya Bukan Lawan Yang Cupu
49 Episode 49 Semua Terbongkar
50 Episode 50 Maaf
51 Episode 51 Ini Bukan Ancaman
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54 Arumi Sudah Pasti Kalah
55 Episode 55 Surprise pernikahan
56 Episode 56
57 Episode 57 Lavanya Keren
58 Episode 58 Ancaman Untuknya
59 Episode 59 Malam Untuk Kita
60 Episode 60 Pasangan Romantis
61 Episode 61
62 Episode 62 Dia Kembali
63 Episode 63 Tegas
64 Episode 64 Penegasan
65 Episode 65 Rencana
66 Episode 66 Permintaan
67 Episode 67
68 Episode 69 Rencana
69 Episode 69 Pasti Ada Yang Tidak Beres
70 Episode 15 Rahasia Baru.
71 Episode 71
72 Episode 72 Mengetahui Alasannya
73 Episode 73
74 Episode 74
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Episode 1 Insiden
2
Episode 2 Pernikahan
3
Episode 3 Belum Siap
4
Episode 4 Tetap Menghindar
5
Episode 5 1 Tahun Kemudian
6
Episode 6 Di sudutkan
7
Episode 7 Penuh Kepalsuan
8
Episode 8 Ada Sesuatu
9
Episode 9 Deg
10
Episode 10 Politik
11
Episode 11 Mencurigakan
12
Episode 12 Insiden
13
Episode 13 Kenyataan
14
Episode 14 Perselingkuhan Di Depan Mata
15
Episode 15 Harus Bangkit
16
Episode 16 Dia Yang Tiba-tiba Berubah
17
Episode 17 Lebih Berani
18
Episode 19 Penampilan Mengejutkan
19
Episode 19 Wanita Berkelas
20
Episode 20 Lebih Cardas
21
Episode 21 Harus gercep
22
Episode 22 Penegasan Mike
23
Episode 23 Istri Cerdas
24
Episode 24 Mike Sekarang Kewalahan
25
Episode 25 Usaha Lavanya
26
Episode 26 Lebih Berani
27
Episode 27 Istri Sah
28
Episode 28 Membangun Keromantisan
29
Episode 29 Apa Dia Kembali
30
Episode 30 Merasa Tidak Enak
31
Episode 31 Tertangkap
32
Episode 32 Ini Peringatan Dari Istri Sah
33
Episode 33 Hampir Saja
34
Episode 34 Ketegasan Lavanya
35
Episode 35 Pelakor Tidak Berkutik
36
Episode 36 Kantor Polisi
37
Episode 37 Membongkarnya
38
Episode 38 Siapa Yang Harus Di Percaya.
39
Episode 39 Memutuskan Arumi
40
Episode 40 Tidak Terima
41
Episode 41 Hadiah Dari Suami
42
Episode 42 Kata-kata Berkelas Istri Sah
43
Episode 43 Pelajaran
44
Episode 44 Ingin Menjebaknya
45
Episode 45 Terjebak Sendiri
46
Episode 46 Pertama Untuk Kita
47
Episode 47 Arumi Salah Lawan
48
Episode 48 Lavanya Bukan Lawan Yang Cupu
49
Episode 49 Semua Terbongkar
50
Episode 50 Maaf
51
Episode 51 Ini Bukan Ancaman
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54 Arumi Sudah Pasti Kalah
55
Episode 55 Surprise pernikahan
56
Episode 56
57
Episode 57 Lavanya Keren
58
Episode 58 Ancaman Untuknya
59
Episode 59 Malam Untuk Kita
60
Episode 60 Pasangan Romantis
61
Episode 61
62
Episode 62 Dia Kembali
63
Episode 63 Tegas
64
Episode 64 Penegasan
65
Episode 65 Rencana
66
Episode 66 Permintaan
67
Episode 67
68
Episode 69 Rencana
69
Episode 69 Pasti Ada Yang Tidak Beres
70
Episode 15 Rahasia Baru.
71
Episode 71
72
Episode 72 Mengetahui Alasannya
73
Episode 73
74
Episode 74

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!