Bab 2. Bermain bersama Teman

Usai makan bersama keluarga di ruang tamu, Lyra izin mengundurkan diri ke kamar untuk mengganti pakaian.

Ia menanggalkan pakaian yang salah tadi ketika ia makan di ruang makan bersama keluarganya dan memilih baju rumahan yang lebih santai.

Baju santai rumah untuk Lyra mencerminkan kepribadiannya yang praktis, namun tetap memiliki sentuhan khas remaja perempuan.

Bagaimana tidak, pakaian yang digunakan adalah setelan piyama katun lokal bermotif minimalis, seperti motif kotak-kotak kecil (gingham) berwarna pastel (hijau sage atau biru muda).

Kancing paling atasnya sengaja dibuka agar tidak gerah. Saku di bagian dada tempat ia biasa menyelipkan jepit rambut atau menyembunyikan earphone.

Lyra terlihat rapi namun tetap santai, tipe remaja yang siap menerima paket dari kurir di depan pagar tanpa harus ganti baju dulu.

Kamar Lyra adalah cerminan khas seorang gadis remaja yang bergaya aesthetic.

Dindingnya didominasi warna pastel lembut yang dihiasi gantungan foto polaroid bersama teman-teman serta rak ambalan berisi buku harian.

Di sudut ruangan, terdapat meja belajar minimalis yang dipenuhi alat tulis dan cermin rias.

Karpet bulu halus terbentang di lantai, memberikan kesan nyaman di ruangan yang rapi namun penuh sentuhan personal tersebut.

Selesai berganti pakaian, Lyra melangkah menuju tempat tidur dan merebahkan diri.

Dengan rasa penasaran, ia meraih ponsel (HP) dari atas nakas. Jari-jarinya mulai menggeser layar di handphone nya, memeriksa apakah ada balasan pesan penting yang sedari tadi ia nantikan. Ia membuka Tiktok, Instagram dan terakhir.. Ia membuka WhatsApp dengan icon logo gambar telepon di tengah logonya yang berwarna putih dan sekitarnya yang berwarna hijau itu.

Ia melihat satu persatu pesan di Whatsappnya dengan jari lentik nya, agar tidak ada pesan penting yang terlewati yang merugikan dirinya karena ketinggalan info sekolah baru ataupun sekolah lama, SMP-nya.

Setelah lama melihat WhatsApp dan menemukan pesan tersebut, ia menjadi sangat serius membalas dan terlibat dalam percakapan yang cukup panjang.

Selesai berbalas pesan, kebiasaan jemarinya membawanya membuka aplikasi TikTok kembali.

Ia mulai menggulir layar, menonton berbagai video pendek yang menghibur hingga tanpa sadar ia melewatkan jam tayang film kesukaannya di televisi.

Filmnya tentang seorang anak remaja yang dingin tiba-tiba di akhirnya jatuh cinta kepada seorang gadis yang dijodohkannya. Awalnya mereka tidak saling kenal dan baru bertemu beberapa hari dan orang tua mereka menjodohkannya, dengan terpaksa mereka menerimanya. Sampai akhirnya mereka menjalani kehidupan bersama dengan rasa saling suka di masa sekolah mereka.

Menyadari hal tersebut, Lyra akhirnya tergiur dan beralih fokus menonton film itu secara penuh dan asyik di layar ponselnya.

Sayangnya, keasyikan menonton itu harus buyar seketika.

Tok.. tok... tok...

Suara ketukan pintu dan panggilan sang ibu menginterupsi dunianya.

"Lyra... bantuin adikmu di kamarnya dong, dia lagi kesusahan," teriak ibunya melengking dari arah luar pintu kamar lyra.

Teriakan Ibunya secara tidak langsung memintanya untuk segera menyudahi waktu layar (screen time) dan membantu adiknya menyiapkan perlengkapan sekolah untuk esok hari.

Huftt.....

Dengan sedikit helaan napas namun tetap tersenyum, Lyra mematikan ponselnya dan beranjak dari tempat tidur untuk membantu adiknya.

___________

Tak... tak.. tak....

Dengan langkah menghentak kesal, Lyra melangkah menuju kamar sang adik.

Ia membuka pintu dan mendapati ruangan yang sangat khas anak-anak SMP; dindingnya penuh tempelan poster idol, pernak-pernik lucu, dan buku-buku yang sedikit berantakan di sudut meja belajar.

Adik perempuannya sedang memakai pakaian kesukaannya, yaitu: Kaos rajut tipis atau katun terry yang nyaman untuk beraktivitas.

Desain terusan (celana dan baju menyatu) dengan kancing jepret di bagian pundak atau depan.

Terkadang ada tudung lampu (hoodie) dengan kuping kelinci atau beruang kecil di atasnya.

Sesampainya di sana, Lyra menatap adiknya tajam.

Bukannya merasa takut, sang adik langsung mengerti dan malah membalas tatapan itu dengan wajah meledek.

Suasana ruang makan yang panas kembali terbayang, membuat Lyra geram dan bersiap mengejar adiknya yang langsung berlari mengitari kasur.

Sambil ngos-ngosan tertawa, adiknya meraih boneka lalu berkata, "Aduh... ahahaha sudah ka, ga kuat!"

"Dasar adik ngeselin!" seru Lyra yang terus mengejarnya mengelilingi kasur adik perempuannya.

Kejar-kejaran itu membawa mereka sampai ke ruang tamu dan melewati sang ibu yang sedang duduk santai.

Melihat pemandangan itu, ibunya hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan pusing.

"Kalau mereka berdekatan, pasti tidak akan pernah akur, ada saja yang dilakukan untuk berantem," ucap sang ibu, menggelengkan kepalanya.

"Mungkin kalau dipisah, baru mereka nangis," lanjutnya diiringi tawa ringan dan senyuman membayangkan tingkah kedua buah hatinya.

___________

Napas Lyra dan adik perempuannya masih memburu, suara napas mereka terengah-engah di tempat mereka berada sekarang.

Mereka terduduk lemas di sofa ruang tamu setelah aksi kejar-kejaran yang mengitari hampir seluruh penjuru rumah.

Saat Lyra hendak mengatakan sesuatu, ketukan pintu menghentikannya.

Tok... tok.. tok...

Sang adik langsung berlari membuka pintu.

"Kakak!!.... sini dulu!!... Kakak!!..... cepat!!" teriakan adik perempuannya yang berasal dari ujung pintu ruang tamu dengan suara melengking.

Adik perempuannya malah berteriak memanggil kakaknya berulang kali tanpa menjelaskan siapa yang datang, membuat Lyra merasa kesal.

Sebelum Lyra sempat menegur.

"Ada apa si?!!--" ucap lyra terhenti, melihat siapa yang datang di hadapannya.

langkah kakinya terhenti oleh rasa terkejut; dua sosok yang berdiri di ambang pintu bukanlah orang asing, melainkan teman-temannya sendiri, Amel dan Minda.

"Ayo masuk!" seru adik Lyra dengan riang, mempersilakan kedua tamu itu masuk tanpa beban.

Lyra yang masih duduk kebingungan di sofa, hanya bisa mengelus dada.

Rasa kesal karena dipanggil-panggil tanpa kejelasan oleh sang adik seketika menguap, berganti dengan rasa heran melihat kehadiran Amel dan Minda yang tiba-tiba muncul di sore hari.

"Kalian berdua kenapa keringatan begini? Kayaknya seru banget mainnya," sapa Amel sambil tersenyum ramah.

Ia melangkah masuk membawa kantong plastik berisi kudapan, diikuti oleh Minda yang sibuk merapikan tas selempangnya.

"Iya nih, kami baru selesai kejar-kejaran," jawab Lyra sambil berdiri dan merapikan sedikit bajunya yang agak berantakan.

"Tumben kalian main ke sini? Ada perlu apa?" lanjutnya penasaran.

Amel tertawa kecil sambil meletakkan bawaannya di atas meja ruang tamu.

"Nggak ada apa-apa, Ly. Kebetulan tadi kami berdua sepakat janjian mau main bareng samamu gitu tanpa memberitahu mu, terus mampir deh, ingin buat kejutan gitu."

Mendengar kata main, adik perempuan Lyra menepuk tangan dengan antusias.

Ia melompat kecil dan berkata, "Wah, kalau gitu aku ikut gabung ya, Kak!"Lyra menatap adiknya dengan sebelah alis terangkat, namun akhirnya ia tersenyum pasrah.

Kekesalan sesaat karena insiden di pintu tadi benar-benar menguap. Suasana ruang tamu yang awalnya tenang setelah lelah berlari kini kembali meriah oleh celoteh dan tawa mereka berempat.

__________

Suasana sore itu berubah menjadi penuh tawa karena sebuah kejadian konyol yang tidak terduga.

Saat mereka berempat sedang asyik mengobrol di ruang tamu sambil menikmati camilan.

"Kres..kresss!.." (Suara keripik singkong, ya..mereka sedang makan camilan bersama)

Adik Lyra tiba-tiba mengajukan ide untuk bermain tebak gerakan dengan kedua tangan di pinggang.

Amel dan Minda langsung setuju dengan antusias.

Adik Lyra mendapat giliran pertama untuk memperagakan sebuah kata, sementara Lyra, Minda, dan Amel bertugas menebak.

Dengan penuh semangat, sang adik mulai meloncat-loncat heboh, mengayunkan tangannya ke atas dan ke bawah, lalu membuat pose seperti menerkam sesuatu."Kera!" tebak Minda cepat.

Adik Lyra menggeleng kuat-kuat."Harimau kesurupan?" sahut Amel polos.

Gelengan adiknya semakin kencang.

Lyra yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik aneh adiknya langsung mendengus menahan tawa.

"Itu pasti gerakan waktu kamu dikejar kucing tetangga kemarin, kan?!" tebak Lyra asal, sambil meniru kejadian di kejar kucing.

Mendengar itu, sang adik langsung berhenti bergerak dan melotot kaget. "Ih, Kak Lyra kok tahu sih?! Tapi bukan itu jawabannya! Jawabannya itu... Kak Lyra kalau lagi marah!" seru adiknya tanpa dosa.

"Bwaahahaha...." (suara tawa)

Seketika itu juga, Amel dan Minda ledakan tawa mereka sampai terpingkal-pingkal. Wajah Lyra langsung memerah menahan malu sekaligus gemas.

Ternyata, gerakan meloncat-loncat dan menerkam heboh yang diperagakan adiknya adalah tiruan saat Lyra mengomelinya karena lupa mengangkat jemuran minggu lalu.

Kekesalan Lyra langsung mencair saat melihat Amel sampai menangis karena terlalu banyak tertawa, sementara adiknya justru menjulurkan lidah dengan usil. Pertemuan sore itu pun sukses ditutup dengan tawa yang menghapus seluruh rasa lelah mereka setelah seharian berlarian.

Bersambung ~~

Hayo.... Bagaimana dengan ceritanya? lucu tak? semoga suka ya!! 🤗

Jangan lupa follow akun ini, like, komen dan share ceritanya ya!! 🤩😉

Instagram: @dinndaayu_64

Wattpad: @dinda.glow (Cerita PERMEN AJAIB🍬🍬)

See you~~

Episodes
1 PERKENALAN TOKOH!!
2 Bab 1. Kekonyolan Lyra di pagi hari
3 Bab 2. Bermain bersama Teman
4 Bab 3. Persiapan Masuk Sekolah dan Percakapan Trio SMA
5 Bab 4. Hari Pertama Sekolah
6 Bab 5. Membuat Yel-yel berkelompok
7 Bab 6. Kelucuan & keseruan Siswa dan Siswi
8 Bab 7. Hari terakhir MPLS
9 Bab 8. Penentuan Kelas
10 Bab 9. Kelas Lyra dan Pemilihan Ketua Kelas
11 Bab 10. Rian dan Tanggung jawabnya sebagai Ketua Kelas
12 Bab 11. Keadaan Minda di Kelas X-5 dan teman baru
13 Bab 12. Tugas kelompok dan Kehebohan Minda
14 Bab 13. Makan Seblak dan Minda yang Malu karena Tingkah lakunya
15 Bab 14. Minda dan Cowo Pemilik Es Teh Bertemu
16 Bab 15. Kehebohan Lyra, Amel, Minda dan Rian di Kantin
17 Bab 16. Drama Cowo yang tertarik kepada Lyra
18 Bab 17. Kecemburuan Zena yang mengakibatkan kerugian dirinya sendiri
19 Bab 18. Amel, Tempat Pendengar yang Baik
20 Bab 19. Bayu suka sama Amel
21 Bab 20. Teman Baru Lyra di Perpustakaan, Arka
22 Bab 21. Suasana Heboh Di kelas Lyra
23 Bab 22. Rian menggoda Lyra tentang Arka
24 Bab 23. Rian menjahili temannya, Lyra
25 Bab 24. Lyra balas dendam kepada Rian, Rian jadi Mati Kutu
26 Bab 25. Rencana Rian dan Amel sengaja mempertemukan Minda dan Devon di Seblak
27 Bab 26. Perhatian Devon ke Minda
28 Bab 27. Rian gugup bertemu Rina, Anak Olimpiade
29 Bab 28. Lyra dan teman-temannya di Kantin sekolah
30 Bab 29. Lyra, Amel, Minda dan Rian selalu bersama
31 Bab 30. Suasana tegang, Ujian Kenaikan Kelas Minggu Depan
32 Bab 31. Perbincangan Keempat Sahabat Lyra tentang Ujian Minggu Depan di Kantin
33 Bab 32. Cerita Lelah Lyra bersama keluarganya tentang Ujian Minggu Depan
34 Bab 33. Kondisi Ujian Hari Pertama di Kelas Lyra dan Rian
35 Bab 34. Kondisi Ujian Hari Kedua di kelas Lyra dan Rian
36 Bab 35. Kondisi Ujian Hari Ketiga di kelas Lyra dan Rian
37 Bab 36. Kondisi Ujian Hari Terakhir di kelas Lyra dan Rian
38 Bab 37. Pembagian Rapor Kenaikan Kelas
39 Bab 38. Liburan yang menyenangkan setelah selesai Ujian Kenaikan Kelas
40 Bab 39. Lyra bertemu dengan sosok Pemuda Dingin yang menolongnya
41 Bab 40. Pemuda Dingin itu namanya Arthan
42 Bab 41. Lyra dan teman-temannya Bercerita saat Masa Sekolah dan Pemuda dingin
43 Bab 42. Lyra dan Pikiran yang mengganggunya
44 Bab 43. Lyra dan Arthan bertemu lagi
45 Bab 44. Lyra Curhat tentang Arthan ke temannya
46 Bab 45. Hari Baru di kelas 11 MIPA 2
47 Bab 46. Hari pertama yang mengejutkan di kelas Xl MIPA 2
48 Bab 47. Aksi semangat Rian yang membuat dirinya malu karena tingkah konyolnya
49 Bab 48. Kebersamaan Rian dan temannya di Kantin setelah Rian di hukum
50 Bab 49. Amel, Bendahara kelas Xl MIPA2
51 Bab 50. Petualangan ekstrakurikuler yang penuh kejutan
52 Bab 51. Apresiasi langsung dari Pak Darmawan, Eskul Jurnalistik
53 Bab 52. Sosok Misterius, Siapakah Dia?
54 Bab 53. Sosok Misterius itu datang ke kelas Lyra dan hal yang menegangkan
55 Bab 54. Misi yang cukup menegangkan dan menantang
56 Bab 55. Lyra Bertemu Gilang dan Vandro di SMA Bangsa
57 Bab 56. Lyra Bertemu Arthan lagi di Laboratorium Komputer 2
58 Bab 57. Kagum dan Harapan Lyra kepada Arthan
59 Bab 58. Lyra menuntut penjelasan dari Vandro
60 Bab 59. Kesedihan Lyra atas kepergian Arthan
61 Bab 60. Kerja Kelompok di Rumah Amel
62 Bab 61. Aktivitas Pertemanan Lyra di sekolah
63 Bab 62. Diskusi seru di ruang Mading
64 Bab 63. Tugas baru dan Amanah baru
65 Bab 64. Aksi Rian memulai Orasi Pertamanya
66 Bab 65. Momen Manis saat keempatnya sedang membaca curhatan lucu dan unik
67 Bab 66. Menyusun jawaban dan solusi kreatif bersama Ibu Citra
68 Bab 67. Momen Manis saat diberi Pujian dan Keberhasilan Program Mading
69 Bab 68. Obrolan empat sahabat di Taman setelah pelaksanaan Ujian Kenaikan Kelas
70 Bab 69. Kehangatan, Kebersamaan dan Kebahagiaan Keluarga Lyra
71 Bab 70. Kelucuan Empat Sahabat dan Adik Lyra
72 Bab 71. Lomba menahan tawa
73 Bab 72. Kebersamaan persahabatan di malam hari
74 Bab 73. Momen sedih Empat Sahabat, Rian Terpaksa Pindah Sekolah
75 Bab 74. Hari Pertama Sekolah tanpa Rian
76 Bab 75. Gilang dan Vandro, ternyata di kelas yang sama dengan Lyra?!
77 Bab 76. Lyra Ketemu Orang Asing, Siapa Dia?!
78 Bab 77. Lyra dan Cowo Asing itu Bertemu kedua kalinya?! Apakah mereka jodoh?
79 Bab 78. Amel dan Minda turut prihatin keadaan Lyra
80 Bab 79. Lyra syok dengan kejadian yang dialaminya
81 Bab 80. Lyra dan Arthan Bertemu?!
82 Bab 81. Lyra dan Arthan, sempat perang mulut?!
83 Bab 82. Lyra dan Arthan, Terpaksa akur karena satu kelompok?!
84 Bab 83. Arthan diam-diam mengagumi Lyra?!
85 Bab 84. Agen rahasia gadungan yang dilakukan oleh Amel, Minda, Gilang dan Vandro
86 Bab 85. Pertemuan yang tidak sengaja
87 Bab 86. Lyra menyeret Arthan ke dalam masalah lagi?
88 Bab 87. Kemarahan Arthan
89 Bab 88. Sikap dingin Arthan
90 Bab 89. Suasana menegangkan saat presentasi
91 Bab 90. Arthan terpaksa menatap mata Lyra
92 Bab 91. Bentuk perhatian Arthan
93 Bab 92. Momen perjalanan pulang bersama
94 Bab 93. Arthan, Perhatian namun tersembunyi
95 Bab 94. Arthan terpaksa ke kantin
96 Bab 95. Mengantar Lyra pulang dan Kejadian tak terduga
97 Bab 96. Menerima perjodohan secara terpaksa
98 Bab 97. Lyra dan Arthan berangkat bersama?!
99 Bab 98. Lyra didesak Amel dan Minda untuk bercerita
100 Bab 99. Suasana kerja kelompok di perpustakaan
101 Bab 100. Candaan jahil Gilang dan Vandro
Episodes

Updated 101 Episodes

1
PERKENALAN TOKOH!!
2
Bab 1. Kekonyolan Lyra di pagi hari
3
Bab 2. Bermain bersama Teman
4
Bab 3. Persiapan Masuk Sekolah dan Percakapan Trio SMA
5
Bab 4. Hari Pertama Sekolah
6
Bab 5. Membuat Yel-yel berkelompok
7
Bab 6. Kelucuan & keseruan Siswa dan Siswi
8
Bab 7. Hari terakhir MPLS
9
Bab 8. Penentuan Kelas
10
Bab 9. Kelas Lyra dan Pemilihan Ketua Kelas
11
Bab 10. Rian dan Tanggung jawabnya sebagai Ketua Kelas
12
Bab 11. Keadaan Minda di Kelas X-5 dan teman baru
13
Bab 12. Tugas kelompok dan Kehebohan Minda
14
Bab 13. Makan Seblak dan Minda yang Malu karena Tingkah lakunya
15
Bab 14. Minda dan Cowo Pemilik Es Teh Bertemu
16
Bab 15. Kehebohan Lyra, Amel, Minda dan Rian di Kantin
17
Bab 16. Drama Cowo yang tertarik kepada Lyra
18
Bab 17. Kecemburuan Zena yang mengakibatkan kerugian dirinya sendiri
19
Bab 18. Amel, Tempat Pendengar yang Baik
20
Bab 19. Bayu suka sama Amel
21
Bab 20. Teman Baru Lyra di Perpustakaan, Arka
22
Bab 21. Suasana Heboh Di kelas Lyra
23
Bab 22. Rian menggoda Lyra tentang Arka
24
Bab 23. Rian menjahili temannya, Lyra
25
Bab 24. Lyra balas dendam kepada Rian, Rian jadi Mati Kutu
26
Bab 25. Rencana Rian dan Amel sengaja mempertemukan Minda dan Devon di Seblak
27
Bab 26. Perhatian Devon ke Minda
28
Bab 27. Rian gugup bertemu Rina, Anak Olimpiade
29
Bab 28. Lyra dan teman-temannya di Kantin sekolah
30
Bab 29. Lyra, Amel, Minda dan Rian selalu bersama
31
Bab 30. Suasana tegang, Ujian Kenaikan Kelas Minggu Depan
32
Bab 31. Perbincangan Keempat Sahabat Lyra tentang Ujian Minggu Depan di Kantin
33
Bab 32. Cerita Lelah Lyra bersama keluarganya tentang Ujian Minggu Depan
34
Bab 33. Kondisi Ujian Hari Pertama di Kelas Lyra dan Rian
35
Bab 34. Kondisi Ujian Hari Kedua di kelas Lyra dan Rian
36
Bab 35. Kondisi Ujian Hari Ketiga di kelas Lyra dan Rian
37
Bab 36. Kondisi Ujian Hari Terakhir di kelas Lyra dan Rian
38
Bab 37. Pembagian Rapor Kenaikan Kelas
39
Bab 38. Liburan yang menyenangkan setelah selesai Ujian Kenaikan Kelas
40
Bab 39. Lyra bertemu dengan sosok Pemuda Dingin yang menolongnya
41
Bab 40. Pemuda Dingin itu namanya Arthan
42
Bab 41. Lyra dan teman-temannya Bercerita saat Masa Sekolah dan Pemuda dingin
43
Bab 42. Lyra dan Pikiran yang mengganggunya
44
Bab 43. Lyra dan Arthan bertemu lagi
45
Bab 44. Lyra Curhat tentang Arthan ke temannya
46
Bab 45. Hari Baru di kelas 11 MIPA 2
47
Bab 46. Hari pertama yang mengejutkan di kelas Xl MIPA 2
48
Bab 47. Aksi semangat Rian yang membuat dirinya malu karena tingkah konyolnya
49
Bab 48. Kebersamaan Rian dan temannya di Kantin setelah Rian di hukum
50
Bab 49. Amel, Bendahara kelas Xl MIPA2
51
Bab 50. Petualangan ekstrakurikuler yang penuh kejutan
52
Bab 51. Apresiasi langsung dari Pak Darmawan, Eskul Jurnalistik
53
Bab 52. Sosok Misterius, Siapakah Dia?
54
Bab 53. Sosok Misterius itu datang ke kelas Lyra dan hal yang menegangkan
55
Bab 54. Misi yang cukup menegangkan dan menantang
56
Bab 55. Lyra Bertemu Gilang dan Vandro di SMA Bangsa
57
Bab 56. Lyra Bertemu Arthan lagi di Laboratorium Komputer 2
58
Bab 57. Kagum dan Harapan Lyra kepada Arthan
59
Bab 58. Lyra menuntut penjelasan dari Vandro
60
Bab 59. Kesedihan Lyra atas kepergian Arthan
61
Bab 60. Kerja Kelompok di Rumah Amel
62
Bab 61. Aktivitas Pertemanan Lyra di sekolah
63
Bab 62. Diskusi seru di ruang Mading
64
Bab 63. Tugas baru dan Amanah baru
65
Bab 64. Aksi Rian memulai Orasi Pertamanya
66
Bab 65. Momen Manis saat keempatnya sedang membaca curhatan lucu dan unik
67
Bab 66. Menyusun jawaban dan solusi kreatif bersama Ibu Citra
68
Bab 67. Momen Manis saat diberi Pujian dan Keberhasilan Program Mading
69
Bab 68. Obrolan empat sahabat di Taman setelah pelaksanaan Ujian Kenaikan Kelas
70
Bab 69. Kehangatan, Kebersamaan dan Kebahagiaan Keluarga Lyra
71
Bab 70. Kelucuan Empat Sahabat dan Adik Lyra
72
Bab 71. Lomba menahan tawa
73
Bab 72. Kebersamaan persahabatan di malam hari
74
Bab 73. Momen sedih Empat Sahabat, Rian Terpaksa Pindah Sekolah
75
Bab 74. Hari Pertama Sekolah tanpa Rian
76
Bab 75. Gilang dan Vandro, ternyata di kelas yang sama dengan Lyra?!
77
Bab 76. Lyra Ketemu Orang Asing, Siapa Dia?!
78
Bab 77. Lyra dan Cowo Asing itu Bertemu kedua kalinya?! Apakah mereka jodoh?
79
Bab 78. Amel dan Minda turut prihatin keadaan Lyra
80
Bab 79. Lyra syok dengan kejadian yang dialaminya
81
Bab 80. Lyra dan Arthan Bertemu?!
82
Bab 81. Lyra dan Arthan, sempat perang mulut?!
83
Bab 82. Lyra dan Arthan, Terpaksa akur karena satu kelompok?!
84
Bab 83. Arthan diam-diam mengagumi Lyra?!
85
Bab 84. Agen rahasia gadungan yang dilakukan oleh Amel, Minda, Gilang dan Vandro
86
Bab 85. Pertemuan yang tidak sengaja
87
Bab 86. Lyra menyeret Arthan ke dalam masalah lagi?
88
Bab 87. Kemarahan Arthan
89
Bab 88. Sikap dingin Arthan
90
Bab 89. Suasana menegangkan saat presentasi
91
Bab 90. Arthan terpaksa menatap mata Lyra
92
Bab 91. Bentuk perhatian Arthan
93
Bab 92. Momen perjalanan pulang bersama
94
Bab 93. Arthan, Perhatian namun tersembunyi
95
Bab 94. Arthan terpaksa ke kantin
96
Bab 95. Mengantar Lyra pulang dan Kejadian tak terduga
97
Bab 96. Menerima perjodohan secara terpaksa
98
Bab 97. Lyra dan Arthan berangkat bersama?!
99
Bab 98. Lyra didesak Amel dan Minda untuk bercerita
100
Bab 99. Suasana kerja kelompok di perpustakaan
101
Bab 100. Candaan jahil Gilang dan Vandro

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!