Lucian!

Jeje masih sibuk menggeledah nakas di sudut kamar, mencari entah apa, mungkin semacam petunjuk atau buku harian, ketika indra pendengarannya menangkap suara derap langkah kaki yang teratur. Langkah itu berat, tidak tergesa-gesa, dan semakin lama semakin mendekat ke ambang pintu, Jeslyn langsung membuka pintu kamarnya dan membukanya lebar.

​Klik.

​Jeje terdiam. Ia mematung, kepalanya menoleh perlahan ke arah pintu. Napasnya seolah tercekat di tenggorokan saat melihat sosok yang berdiri di sana.

​Seorang remaja laki-laki dengan tubuh yang terlalu jangkung dan atletis untuk anak seusianya. Rambutnya berwarna cokelat terang yang sedikit berantakan, dan yang paling mencolok yang membuat jantung Jeje seolah berhenti berdetak adalah sepasang mata berwarna biru cerah yang menatapnya tajam, dingin, dan kosong.

​"Lucian?" bisik Jeje. Suaranya serak, bergetar hebat.

​Tanpa ia sadari, air matanya luruh begitu saja. Pemandangan di depannya adalah perwujudan nyata dari deskripsi novel yang ia benci sekaligus ia cintai. Lucian berdiri di sana, dengan seragam sekolah yang tampak sedikit kusut, menatapnya dengan pandangan yang seolah sedang melihat objek tak bernyawa.

​"Lucian... beneran Lucian?" Jeje tidak bisa menahan dorongan emosinya. Tanpa memikirkan status "ibu tiri" yang menyandang di pundaknya atau fakta bahwa mereka baru saja bertemu, Jeje berlari kecil sebisanya, dengan perut buncitnya itu mendekati sang remaja.

​"Eh, jangan lari-lari! Bahaya!" gumamnya pada diri sendiri, tapi kakinya tidak berhenti bergerak.

​"Lucian! Kamu Lucian, kan?" Jeje berteriak heboh, air mata mengalir deras di pipinya.

"Ya ampun, kamu ternyata beneran nyata! Dan kamu... kamu ganteng banget, ya Tuhan!"

​Sebelum Lucian sempat bereaksi atau berucap, Jeje sudah menerjang maju dan mendekap tubuh remaja itu dengan sangat erat. Ia menempelkan wajahnya di dada bidang Lucian, meluapkan segala rasa sesak yang ia rasakan sejak terbangun di tubuh wanita asing ini.

​"Lucian, maafin aku... maafin aku karena telat datang!" isak Jeje sesenggukan.

"Aku nggak tahu apa yang terjadi sebelumnya, tapi mulai sekarang, aku di sini. Aku bakal lindungin kamu, aku bakal jagain kamu sampai kamu besar, sampai kamu sukses, sampai kamu nikah sama orang yang bener-bener sayang sama kamu! Aku janji!"

​Lucian, yang tadinya berdiri tegak seperti patung, mendadak kaku. Matanya yang biru itu melebar sesaat karena terkejut. Ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan serangan pelukan sebrutal ini dari wanita yang setahu dia hanya peduli pada harta ayahnya.

​"Lepas!" suara Lucian terdengar rendah, dingin, dan berat.

​"Nggak mau! Aku nggak akan lepas!" Jeje malah mengeratkan pelukannya.

"Kamu harus tahu, kamu itu berharga. Kamu nggak boleh mati, kamu nggak boleh ngerasa sendirian lagi. Aku bakal jadi orang pertama yang dengerin cerita kamu, meskipun kamu cuma mau diam aja!"

​Lucian mendorong bahu Jeje dengan satu tangan, mencoba melepaskan diri dari dekapan yang terasa begitu mencekik itu.

"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan tangan kamu!"

​"Nggak! Aku tahu kamu dingin, aku tahu kamu pasti risih, tapi dengerin aku dulu," Jeje mendongak, menatap mata biru itu dengan penuh kasih sayang yang tulus, membuat Lucian tertegun.

"Mulai sekarang, aku adalah ibu tiri kamu yang paling cerewet sedunia. Kamu nggak bisa ngusir aku, karena aku udah mutusin buat nemenin kamu."

​Lucian kembali mencoba mendorong Jeje, kali ini dengan tenaga yang lebih nyata. Namun, Jeje yang memang memiliki jiwa bar-bar dan keras kepala justru mengunci lengannya di punggung Lucian, membuat remaja itu terjebak dalam pelukan tersebut.

​"Kamu gila," gumam Lucian datar, meski alisnya berkerut bingung.

​"Iya, aku gila! Gila karena baru ketemu kamu dan langsung jatuh cinta sama anak sekeren kamu!" seru Jeje dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

"Kenapa kamu diam aja? Kamu mau marah? Marah aja! Maki aku! Jangan diem terus kayak mayat hidup, Lucian. Aku benci liat kamu gitu."

​Lucian berhenti meronta. Ia menatap wajah Jeje yang sembab dan penuh air mata itu. Tidak ada kebencian yang ia temukan di sana, melainkan sesuatu yang asing dan jujur. Lucian tidak terbiasa dengan sentuhan, apalagi perhatian yang meledak-ledak seperti ini.

​Perlahan, tenaga di tangan Lucian yang tadinya mendorong, kini meluruh. Ia membiarkan saja Jeje tetap memeluknya. Ekspresinya kembali ke mode datar, seolah ia sedang mengamati seekor hewan yang aneh.

​"Kamu habis makan apa?" tanya Lucian tiba-tiba, suaranya sangat datar namun membuat Jeje tertawa di tengah tangisannya.

​"Eh? Aku? Aku habis makan keripik singkong. Kenapa? Kamu mau? Nanti aku beli satu gudang buat kamu!" jawab Jeje dengan semangat, masih enggan melepaskan pelukannya.

​Lucian hanya menatapnya dengan tatapan kosong. "Kamu aneh. Dan sangat berisik."

​"Biarin! Cerewet itu tanda sayang," sahut Jeje sambil mengusap air matanya dengan punggung tangan, lalu kembali memeluk Lucian.

"Lucian, janji sama aku, jangan pernah ngerasa sendirian lagi. Aku tahu hidup kamu di rumah ini nggak enak, tapi aku bakal bikin rumah ini jadi tempat yang bisa kamu pulangin."

​Lucian tidak menjawab. Ia hanya berdiri membiarkan wanita itu memeluknya. Namun, jika diperhatikan lebih teliti, ketegangan di bahunya mulai berkurang. Tatapan mata birunya yang tadi tajam dan penuh curiga, kini sedikit melunak, meski wajahnya masih tetap datar tanpa emosi.

​"Kamu bisa lepaskan sekarang?" tanya Lucian lagi, kali ini dengan nada yang lebih tenang, hampir seperti sebuah permintaan.

​Jeje melepaskan pelukannya perlahan, namun tangannya masih memegangi lengan Lucian seolah takut remaja itu akan menghilang jika dilepaskan. Ia menatap wajah Lucian dengan senyum lebar yang terlihat tulus.

​"Oke, oke, aku lepas. Tapi janji ya, jangan kabur?"

​Lucian menatap tangan Jeje yang masih mencengkeram lengannya, lalu menatap wajah wanita itu.

"Kamu mau apa lagi?"

​"Aku mau kita kenalan dengan cara yang benar," Jeje menyeringai, jiwa bar-barnya kembali muncul.

"Aku Jeje. Mulai hari ini, aku bukan cuma ibu tiri kamu, tapi aku adalah partner in crime kamu. Kita bakal bikin rumah ini lebih hidup, atau kalau perlu, kita bikin orang-orang yang bikin hidup kamu menderita itu ngerasain konsekuensinya."

​Lucian menatap Jeje cukup lama, seolah sedang memindai apakah wanita di depannya ini sedang berakting atau memang benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.

​"Kamu bukan Jeslyn," ucap Lucian datar.

​Jeje terdiam, jantungnya berdegup kencang. "Kenapa kamu bilang gitu?"

​"Cara kamu bicara... berbeda," jawab Lucian singkat, lalu ia berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Jangan terlalu banyak bermimpi. Tidurlah, itu lebih berguna."

​Jeje menatap punggung Lucian yang perlahan menjauh dari kamarnya. Ia tidak marah atau tersinggung. Sebaliknya, ia justru tersenyum lebar.

​"Bagus! Setidaknya dia udah mulai sadar kalau aku beda," gumamnya ceria.

"Lucian! Besok kita sarapan bareng ya! Aku bakal masak sesuatu yang enak!"

​Lucian tidak menoleh lagi, tapi langkahnya sempat melambat sejenak sebelum akhirnya menghilang di balik lorong. Jeje kembali ke kamarnya dengan perasaan lega yang luar biasa. Ia tahu, misinya baru saja dimulai, dan tantangannya adalah menghadapi remaja paling dingin di dunia.

​"Tunggu aja, Lucian. Aku bakal bikin kamu ngerasain apa itu namanya kebahagiaan, entah kamu suka atau nggak!" Jeje kembali duduk di kasur, perutnya yang buncit terasa jauh lebih ringan sekarang.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

Terpopuler

Comments

Storyginal Finger

Storyginal Finger

😍😍 suka

2026-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Jeslyn dan Novel Sialan!
2 Transmigrasi Jadi Ibu Lucian?
3 Ternyata Aku Pelakor dan Istri Kedua!
4 Lucian!
5 Bekal Buat Lucian
6 Mungkin Ibu Tiri Lo Jatuh Cinta Sama Lo!
7 Aku Jijik Padamu!
8 Perasaan Gundah Lucian
9 Panggilan Orangtua
10 Jahui Anakku Hera!
11 Keith Yang Menyebalkan!
12 Jeslyn Terlihat Berbeda?
13 Ada Apa Dengan Lucian?
14 Lucian Sakit
15 Karena Aku Mami Kamu
16 Dibawah Kuasa Jeslyn
17 Daddy Tidak Membuang Mu!
18 Pria Tua Menyebalkan!
19 Menggoda Keith
20 Mami dan Daddy lagi Ngapain?
21 Apa Kamu Punya Kekasih?
22 Aku Tidak Peduli Pada Anak Itu!
23 Aku Sudah Ceraikan Keith!
24 Alur Cerita Yang Berbeda
25 Keraguan Lucian
26 Perang Batin Keith
27 Daddy Melecehkan Mami!
28 Mimisan Karena Perut Berotot!
29 Kecurigaan Daniel
30 Gue Curiga Sama Hera!
31 Pemeriksaan Kandungan
32 Apa Pelakunya Daniel?
33 Sepertinya Aku Jatuh Cinta Padamu!
34 Persiapan Ke Pesta
35 Ternyata Hera Seorang Simpanan!
36 Diperebutkan Ayah dan Anak
37 Gara-gara Motor Kesayangan
38 Mengabaikan Hera
39 Buat Pie Bareng Mami
40 Gagal Dapat Jatah
41 Dokter Kandungan
42 Cemburu?
43 Siapa Stevie?
44 Stevie dan Kegilaannya
45 Rencana Liburan
46 Pantai dan Hangatnya Keluarga
47 Keith Merajuk
48 Malam Panas
49 Daniel Dengan Mulutnya
50 Tiada Henti Tanpa Mesum
51 Diam-diam Pergi ke Mall
52 Tabrakan Maut
53 Pertaruhan Nyawa
54 Lucian Sadar
55 Apa Mami Baik-baik Saja?
56 Mami Tidak Baik-baik Saja Lucian
57 Mau Dihargai Berapa?!
58 Bangun Dari Koma
59 Harga yang Harus Dibayarkan
60 Merajuk
61 First Kiss Lucian
62 Perkara Ciuman Pertama
63 Kamu Terlihat Seperti Gadis Saja Lucian!
64 Bertemu Gadis Aneh Itu Lagi!
65 Pagi Sebelum Berangkat Sekolah
66 Gadis Sialan Itu Lagi!
67 Anjing Galak!
68 Hukum Untuk Anjing Galak
69 Alina VS Hera
70 Baby Kaia
71 Daddy Mengetahuinya?
72 Kucing Kawin
73 Apa Kamu Punya Tujuan Hidup Lucian?
74 Daddy Setuju Kamu Dengan Gadis Itu!
75 Alina Gadis Murahan?
76 Nasehat Seorang Sahabat
77 Labrakan Yang Biasa Saja
78 Ternyata Lucian Orangnya!
79 Lucian Ditusuk?!
80 Jangan Tinggalin Gue
81 Kepanikan Jeslyn
82 Memarahi Lucian
83 Tentang Alina
84 Mami Lucian?
85 Teman atau Pria Yang Diam-diam Kamu Sukai!
86 Lucian Galau
87 Alamat Alina
88 Rumah Alina
89 Salah Tingkah
90 Hinaan Ditengah Malam
91 Lucian Belajar Bisnis
92 Minta Jatah
93 Pesan Aneh Vivian
94 Kedatangan Jhon
95 Vivian Gila?
96 Mommy mu Depresi
97 Menghadiri Pesta
98 Pesona Zephyr
99 Alina dan Emosi Lucian
100 Lucian Cemburu?
101 Menuju Rumah Pujaan Hati
102 Kencan Mendadak
103 Novel Baru!
104 Kamu Berharap Ku cium?
105 Makan Malam Yang Gagal
106 Tante Jeslyn Punya Dua Suami?!
107 Menuntut Perhatian Jeslyn
108 Kenikmatan Suami Istri 1
109 Kenikmatan Suami Istri 2
110 Kenikmatan Sebelum Masalah Datang
111 Rumah Jhon
112 Maaf Yang Terlambat
113 Karma Atas Dosa Masa Lalu
114 Boleh Aku Peluk Mami?
115 Layaknya Kupu-kupu
116 NOVEL BARU LAGI!!
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Jeslyn dan Novel Sialan!
2
Transmigrasi Jadi Ibu Lucian?
3
Ternyata Aku Pelakor dan Istri Kedua!
4
Lucian!
5
Bekal Buat Lucian
6
Mungkin Ibu Tiri Lo Jatuh Cinta Sama Lo!
7
Aku Jijik Padamu!
8
Perasaan Gundah Lucian
9
Panggilan Orangtua
10
Jahui Anakku Hera!
11
Keith Yang Menyebalkan!
12
Jeslyn Terlihat Berbeda?
13
Ada Apa Dengan Lucian?
14
Lucian Sakit
15
Karena Aku Mami Kamu
16
Dibawah Kuasa Jeslyn
17
Daddy Tidak Membuang Mu!
18
Pria Tua Menyebalkan!
19
Menggoda Keith
20
Mami dan Daddy lagi Ngapain?
21
Apa Kamu Punya Kekasih?
22
Aku Tidak Peduli Pada Anak Itu!
23
Aku Sudah Ceraikan Keith!
24
Alur Cerita Yang Berbeda
25
Keraguan Lucian
26
Perang Batin Keith
27
Daddy Melecehkan Mami!
28
Mimisan Karena Perut Berotot!
29
Kecurigaan Daniel
30
Gue Curiga Sama Hera!
31
Pemeriksaan Kandungan
32
Apa Pelakunya Daniel?
33
Sepertinya Aku Jatuh Cinta Padamu!
34
Persiapan Ke Pesta
35
Ternyata Hera Seorang Simpanan!
36
Diperebutkan Ayah dan Anak
37
Gara-gara Motor Kesayangan
38
Mengabaikan Hera
39
Buat Pie Bareng Mami
40
Gagal Dapat Jatah
41
Dokter Kandungan
42
Cemburu?
43
Siapa Stevie?
44
Stevie dan Kegilaannya
45
Rencana Liburan
46
Pantai dan Hangatnya Keluarga
47
Keith Merajuk
48
Malam Panas
49
Daniel Dengan Mulutnya
50
Tiada Henti Tanpa Mesum
51
Diam-diam Pergi ke Mall
52
Tabrakan Maut
53
Pertaruhan Nyawa
54
Lucian Sadar
55
Apa Mami Baik-baik Saja?
56
Mami Tidak Baik-baik Saja Lucian
57
Mau Dihargai Berapa?!
58
Bangun Dari Koma
59
Harga yang Harus Dibayarkan
60
Merajuk
61
First Kiss Lucian
62
Perkara Ciuman Pertama
63
Kamu Terlihat Seperti Gadis Saja Lucian!
64
Bertemu Gadis Aneh Itu Lagi!
65
Pagi Sebelum Berangkat Sekolah
66
Gadis Sialan Itu Lagi!
67
Anjing Galak!
68
Hukum Untuk Anjing Galak
69
Alina VS Hera
70
Baby Kaia
71
Daddy Mengetahuinya?
72
Kucing Kawin
73
Apa Kamu Punya Tujuan Hidup Lucian?
74
Daddy Setuju Kamu Dengan Gadis Itu!
75
Alina Gadis Murahan?
76
Nasehat Seorang Sahabat
77
Labrakan Yang Biasa Saja
78
Ternyata Lucian Orangnya!
79
Lucian Ditusuk?!
80
Jangan Tinggalin Gue
81
Kepanikan Jeslyn
82
Memarahi Lucian
83
Tentang Alina
84
Mami Lucian?
85
Teman atau Pria Yang Diam-diam Kamu Sukai!
86
Lucian Galau
87
Alamat Alina
88
Rumah Alina
89
Salah Tingkah
90
Hinaan Ditengah Malam
91
Lucian Belajar Bisnis
92
Minta Jatah
93
Pesan Aneh Vivian
94
Kedatangan Jhon
95
Vivian Gila?
96
Mommy mu Depresi
97
Menghadiri Pesta
98
Pesona Zephyr
99
Alina dan Emosi Lucian
100
Lucian Cemburu?
101
Menuju Rumah Pujaan Hati
102
Kencan Mendadak
103
Novel Baru!
104
Kamu Berharap Ku cium?
105
Makan Malam Yang Gagal
106
Tante Jeslyn Punya Dua Suami?!
107
Menuntut Perhatian Jeslyn
108
Kenikmatan Suami Istri 1
109
Kenikmatan Suami Istri 2
110
Kenikmatan Sebelum Masalah Datang
111
Rumah Jhon
112
Maaf Yang Terlambat
113
Karma Atas Dosa Masa Lalu
114
Boleh Aku Peluk Mami?
115
Layaknya Kupu-kupu
116
NOVEL BARU LAGI!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!