Episode 5

Bab 5

Tuduhan Pagi Buta

Pintu kayu kembali digedor dari luar.

"Dengar nggak, Karina? Keluarkan anak itu!"

Nathan sudah berdiri sebelum Karina sempat menyingkirkan selimut. Wajahnya pucat. Satu tangannya meraih Lucas, sedangkan tangan lain refleks menyentuh simpul pita di balik ujung celananya.

"Kak..." Lucas berbisik.

"Di belakang Kakak."

Karina bangkit dan memakai sandalnya. "Kalian tetap dekat Mama. Jangan keluar dulu sebelum Mama bilang."

Ia membuka pintu.

Udara pagi menerpa wajahnya bersama suara orang-orang yang langsung bertambah ramai. Bu Sumiati berdiri di luar pagar kayu dengan kedua tangan berkacak pinggang. Kain panjangnya dililit seadanya, rambutnya hanya dijepit di belakang kepala. Di sampingnya ada seorang bocah bertubuh gempal dengan seragam lusuh yang belum dikancingkan sempurna.

Ujang.

Tiga perempuan lain berdiri agak jauh. Mereka membawa keranjang dan sapu lidi, tetapi tak satu pun terlihat berniat melanjutkan pekerjaan pagi. Bisik-bisik mereka berhenti begitu Karina muncul.

"Nah, akhirnya keluar juga." Bu Sumiati mengangkat dagu. "Anakmu mencuri buku pelajaran Ujang. Suruh dia kembalikan sekarang."

Nathan muncul di ambang pintu dengan Lucas di belakangnya.

"Aku nggak mencuri," katanya.

Bu Sumiati mendengus. "Masih berani bohong? Kemarin bukunya ada. Setelah kamu lewat depan rumah kami, langsung hilang. Siapa lagi kalau bukan kamu?"

"Nathan kemarin nggak pergi ke rumah Ujang," Lucas menyela pelan.

"Anak kecil jangan ikut campur!" bentak Bu Sumiati.

Lucas tersentak. Nathan segera berdiri di depannya.

Ujang menunjuk dengan telunjuk kotor. "Dia memang yang ambil. Anak buangan itu iri karena aku punya buku sekolah."

Nathan mengangkat dagu. Bibirnya terkatup rapat. Ia tidak membalas lagi, tetapi bahunya kaku seperti batu.

Tatapannya turun ke tangan Karina. Kemarin tangan itu membersihkan lukanya. Pagi ini, di hadapan begitu banyak orang, ia tampak menunggu tangan yang sama menarik telinga atau menamparnya agar urusan cepat selesai.

Lucas mencengkeram bagian belakang bajunya. "Bilang saja, Kak. Kak Nathan nggak ambil."

"Percuma," bisik Nathan. "Mereka nggak percaya."

Karina mendengar kedua kalimat itu. Ia juga melihat Nathan memindahkan beban tubuh dari kaki yang baru dibalut, menahan nyeri sambil tetap menutup Lucas dari Ujang. Anak ini bahkan tidak mencoba meminta perlindungan. Ia sudah terlalu terbiasa menghadapi tuduhan seorang diri.

Salah seorang perempuan di pinggir jalan berbisik, cukup keras untuk didengar, "Kalau memang bukan dia, kenapa diam saja?"

"Dari dulu dua anak itu aneh," jawab yang lain. "Ibunya juga... ya, tahulah."

Karina mengenali pola itu. Tuduhan diulang, orang-orang menambahkan dugaan, lalu suara terbanyak berubah menjadi kebenaran. Wajah lama Karina membuat semua orang lebih mudah percaya bahwa anak yang hidup bersamanya pasti sama buruknya.

Ujang melangkah masuk melalui pagar yang setengah terbuka. "Kembalikan!"

Tangannya terulur hendak mendorong Nathan.

Karina lebih cepat. Ia bergeser tepat di antara mereka dan menahan pergelangan Ujang sebelum telapak itu menyentuh dada Nathan.

"Jangan pegang dia."

Ujang membelalak. Karina segera melepaskannya, tidak menyakiti, hanya memastikan bocah itu mundur dua langkah.

Nathan menatap punggung Karina. Untuk pertama kalinya sejak suara gaduh membangunkannya, bahunya turun sedikit.

Bu Sumiati bergerak maju. "Kamu malah membela pencuri? Pantas anak-anak itu tambah nggak tahu aturan!"

Karina tidak menaikkan suara. Ia berdiri di depan Nathan dan Lucas, menutup keduanya dari tatapan orang-orang.

"Ada bukti nggak, Bu?"

Pertanyaan itu membuat halaman mendadak lebih sunyi.

Bu Sumiati berkedip. "Bukti apa lagi? Buku Ujang hilang. Anakmu berkeliaran. Sudah jelas."

"Nggak jelas." Karina menatapnya lurus. "Ada yang melihat Nathan mengambil buku itu? Ada bukunya di rumah saya?"

"Ya mana saya tahu kamu sembunyikan di mana!"

"Berarti belum ada bukti."

Bisik-bisik kembali terdengar. Kali ini nadanya berubah. Seorang perempuan bertanya kepada temannya apakah Ujang benar-benar melihat Nathan. Yang ditanya mengangkat bahu.

Wajah Bu Sumiati memerah. "Jangan pintar bicara sama saya. Semua orang tahu kelakuanmu. Kalau bukan anak itu, siapa? Buku nggak mungkin jalan sendiri!"

"Benar, buku nggak bisa jalan sendiri." Karina melangkah ke pagar. "Makanya kita cari, bukan menuduh."

Telapak tangannya bertumpu pada bilah kayu bagian atas.

Krek.

Suara kecil itu membuat Karina menunduk. Serat pada bilah pagar retak di bawah telapak tangannya, padahal ia merasa hanya menekan sedikit. Ia segera mengendurkan tangan.

Ketiga perempuan di jalan berhenti berbisik.

Ujang mundur mendekati ibunya. Bu Sumiati memandang retakan itu, lalu wajah Karina. Nada suaranya ketika kembali bicara tak lagi setinggi tadi.

"Pokoknya... bukunya pasti diambil anakmu. Ujang bilang begitu."

"Kalau Ujang yakin, kita periksa bersama."

"Periksa apa?"

"Rumah Bu Sumiati lebih dulu. Terakhir kali buku itu terlihat di sana, kan?"

Bu Sumiati langsung memeluk lengan anaknya. "Nggak perlu masuk rumah orang segala. Kamu mau mengacak-acak barang saya?"

Karina menangkap perubahan kecil itu. Tadi perempuan tersebut begitu yakin ingin memeriksa rumahnya. Sekarang, usul yang sama membuat kakinya bergeser menutup jalan.

"Kita nggak perlu mengacak-acak," kata Karina. "Bu Sumiati tunjukkan tempat terakhir bukunya disimpan. Semua yang ada di sini boleh ikut melihat."

"Saya sudah cari! Nggak ada!"

Ujang menunduk. Ujung kakinya mengorek tanah.

Karina melihatnya, begitu pula Nathan. Anak enam tahun itu tidak lagi hanya menatap tanah. Matanya bergerak dari Ujang ke Bu Sumiati, lalu kembali kepada Karina.

"Kalau memang nggak ada, saya yang salah," ucap Karina dingin. "Tapi kalau ada..."

Ia melepaskan bilah pagar yang retak dan langsung berbalik menuju rumah Bu Sumiati.

Di belakangnya, Nathan meraih tangan Lucas. Kedua anak itu menyusul tanpa perlu disuruh.

Terpopuler

Comments

Dandelion

Dandelion

bikin esmosi jiwa si ibu nya mang ujang ini 😁

2026-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!