Episode 29: Oliver Menyadari Ada yang Tidak Beres

Sisa-sisa badai emosional dari panggilan telepon Rani Lin menguap sepenuhnya seiring berlalunya malam.

Di dalam mansion mewah Distrik Utara, keheningan yang damai kembali bertahta.

Namun, bagi seorang pria dengan ketajaman insting seperti Oliver, ketenangan yang terlalu sempurna sering kali justru menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang sedang bergeser di bawah permukaan.

Sebagai pemimpin tertinggi Oliver Group yang terbiasa membaca gerak-gerik lawan bisnis maupun sekutu, Oliver memiliki kepekaan sensorik yang luar biasa.

Dan akhir-akhir ini, fokus radar analitisnya tidak lagi diarahkan pada grafik saham atau laporan akuisisi, melainkan sepenuhnya terpusat pada satu-satunya wanita yang telah menjadi jantung dari rumahnya: Viona.

Hari Jumat pagi dimulai dengan rutinitas yang tampak biasa.

Sinar matahari musim panas menyelinap malu-malu melalui celah tirai sutra di ruang makan keluarga.

 Yoyo duduk di kursi tingginya, dengan riang menyendok sereal madu kesukaannya sambil sesekali mengobrol dengan Goldie yang duduk siaga di bawah meja.

Viona berdiri di dekat konter dapur, menuangkan jus jeruk segar ke dalam gelas kaca.

Ia mengenakan terusan rajut kasual berwarna salem yang lembut, membuat kulitnya yang putih tampak merona hangat di bawah siraman cahaya pagi.

Semuanya tampak sempurna, sampai Oliver melangkah masuk ke ruangan tersebut.

Oliver, yang sudah mengenakan kemeja putih bersih dengan jas hitam yang tersampir di lengan kirinya, menghentikan langkahnya sejenak.

 Sepasang mata elangnya langsung mengunci sosok Viona.

Ada detail kecil yang tertangkap oleh penglihatannya.

Ketika Viona mengangkat teko kaca berisi jus, jemarinya tampak bergetar halus—sangat tipis, hampir tidak terlihat jika bukan Oliver yang memperhatikannya.

Selain itu, ada gurat kelelahan yang samar di sudut matanya yang jernih, seolah wanita itu tidak mendapatkan tidur yang cukup berkualitas semalam, meskipun ia tidur di sampingnya dalam dekapan yang hangat.

"Selamat pagi, Ayah!"

sapa Yoyo riang, memb…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Episode 1: Lowongan Kerja: Mencari Ibu Tiri
2 Episode 2: Wanita Berjiwa Rapuh di Depan Gerbang Mansion
3 Episode 3: Pertemuan Pertama dengan Sang Tirani Dingin
4 Episode 4: Gadis Kecil yang Menolak Makan
5 Episode 5: Metode Unik Viona: Ksatria Anjing Golden Retriever
6 Episode 6: Malam Pertama di Kamar Sebelah
7 Episode 7: Aturan Ketat Lantai Tiga yang Terlarang
8 Episode 8: Sarapan Penuh Keajaiban
9 Episode 9: Oliver yang Mulai Mengamati
10 Episode 10: Rahasia Obat Penenang Viona
11 Episode 11: Permintaan Dongeng Sebelum Tidur
12 Episode 12: "Kau Adalah Ibu Peri Pelindungku"
13 Episode 13: Kenaikan Gaji Pertama yang Tak Terduga
14 Episode 14: Ketakutan Terbesar Yoyo: Kehilangan Lagi
15 Episode 15: Janji Dua Jam di Rumah Sakit
16 EPISODE 16: Manisnya Permen Penghilang Rasa Sakit
17 Episode 17: Langkah Pertama Yoyo Keluar Rumah
18 Episode 18: Hadiah Mobil Bekas dan Penolakan Viona
19 Episode 19: Dokter Psikologi Pribadi Kiriman Oliver
20 Episode 20: "Kehadiranmu Lebih Manjur dari Obat"
21 Episode 21: Belanja Pertama ke Pasar Tradisional
22 Episode 22: Gelembung Ikan dan Tawa yang Kembali
23 Episode 23: Bayangan Hitam dari Masa Lalu: Pertemuan dengan Lin
24 Episode 24: Tuduhan Kejam Mantan Suami
25 Episode 25: "Kembalilah dan Minta Maaf pada Ibuku"
26 Episode 26: Pembelaan Gadis Kecil di Tempat Parkir
27 Episode 27: Air Mata di Dalam Mobil Kecil
28 Episode 28: Panggilan Telepon Penuh Makian dari Mantan Kakak Ipar
29 Episode 29: Oliver Menyadari Ada yang Tidak Beres
30 Episode 30: Penyelidikan Rahasia Sang CEO
31 Episode 31: Makan Malam yang Terlewat
32 Episode 32: Lemari Pakaian yang Penuh Barang Mewah
33 Episode 33: "Di Atas Kertas, Kau Adalah Istriku"
34 Episode 34: Nama Mantan Suami: Lin dari Perusahaan Medis
35 Episode 35: Janji Perlindungan Seorang Suami Kontrak
36 Episode 36: Parasit yang Mengendus Bau Uang
37 Episode 37: Tuntutan Mahar Pernikahan Sang Adik Kandung
38 Episode 38: Ibu Kandung yang Menerobos Masuk
39 Episode 39: "Kau Menikahi Orang Kaya tapi Lupa Keluarga!"
40 Episode 40: Memori Tiga Tahun Siksaan Mental
41 Episode 41: Dorongan Kejam pada Yoyo Kecil
42 Episode 42: Amarah Viona yang Meledak: "Pergi dari Sini!"
43 Episode 43: Kedatangan Oliver yang Membawa Badai
44 Episode 44: "Usir Mereka dan Jangan Pernah Izinkan Masuk!"
45 Episode 45: Ketakutan Viona Melibatkan Oliver
46 Episode 46: Tatapan Mata Oliver: "Kita Adalah Keluarga"
47 Episode 47: Rencana Balas Dendam Bisnis Dimulai
48 Episode 48: Pemotongan Kerja Sama dengan Perusahaan Lin
49 Episode 49: Kue Tart Buatan Rumah yang Hangat
50 Episode 50: Senyuman Pertama Oliver dalam Tiga Tahun
51 Episode 51: Kepulangan Awal Sang CEO Dingin
52 Episode 52: "Apakah Kau Takut Aku Bangkrut?"
53 Episode 53: Persiapan Menuju Lelang Amal
54 Episode 54: Gaun Cantik Pilihan Desainer Pribadi
55 Episode 55: Transformasi Viona yang Menakjubkan
56 Episode 56: Gandingan Tangan di Karpet Merah
57 Episode 57: Pengumuman Resmi: "Ini Istriku, Viona"
58 Episode 58: Tamparan Keras untuk Spekulasi Publik
59 Episode 59: Lin yang Terkesima dan Menyesal
60 Episode 60: "Jika Kau Berdandan Begini, Kita Tidak Akan Cerai"
61 Episode 61: Penolakan Telak: "Aku Lebih Baik Tidur di Bawah Jembatan"
62 Episode 62: Lin Mencoba Mengacaukan Negosiasi Bisnis
63 Episode 63: Oliver Bertindak: "Kerja Sama Kita Selesai"
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Episode 1: Lowongan Kerja: Mencari Ibu Tiri
2
Episode 2: Wanita Berjiwa Rapuh di Depan Gerbang Mansion
3
Episode 3: Pertemuan Pertama dengan Sang Tirani Dingin
4
Episode 4: Gadis Kecil yang Menolak Makan
5
Episode 5: Metode Unik Viona: Ksatria Anjing Golden Retriever
6
Episode 6: Malam Pertama di Kamar Sebelah
7
Episode 7: Aturan Ketat Lantai Tiga yang Terlarang
8
Episode 8: Sarapan Penuh Keajaiban
9
Episode 9: Oliver yang Mulai Mengamati
10
Episode 10: Rahasia Obat Penenang Viona
11
Episode 11: Permintaan Dongeng Sebelum Tidur
12
Episode 12: "Kau Adalah Ibu Peri Pelindungku"
13
Episode 13: Kenaikan Gaji Pertama yang Tak Terduga
14
Episode 14: Ketakutan Terbesar Yoyo: Kehilangan Lagi
15
Episode 15: Janji Dua Jam di Rumah Sakit
16
EPISODE 16: Manisnya Permen Penghilang Rasa Sakit
17
Episode 17: Langkah Pertama Yoyo Keluar Rumah
18
Episode 18: Hadiah Mobil Bekas dan Penolakan Viona
19
Episode 19: Dokter Psikologi Pribadi Kiriman Oliver
20
Episode 20: "Kehadiranmu Lebih Manjur dari Obat"
21
Episode 21: Belanja Pertama ke Pasar Tradisional
22
Episode 22: Gelembung Ikan dan Tawa yang Kembali
23
Episode 23: Bayangan Hitam dari Masa Lalu: Pertemuan dengan Lin
24
Episode 24: Tuduhan Kejam Mantan Suami
25
Episode 25: "Kembalilah dan Minta Maaf pada Ibuku"
26
Episode 26: Pembelaan Gadis Kecil di Tempat Parkir
27
Episode 27: Air Mata di Dalam Mobil Kecil
28
Episode 28: Panggilan Telepon Penuh Makian dari Mantan Kakak Ipar
29
Episode 29: Oliver Menyadari Ada yang Tidak Beres
30
Episode 30: Penyelidikan Rahasia Sang CEO
31
Episode 31: Makan Malam yang Terlewat
32
Episode 32: Lemari Pakaian yang Penuh Barang Mewah
33
Episode 33: "Di Atas Kertas, Kau Adalah Istriku"
34
Episode 34: Nama Mantan Suami: Lin dari Perusahaan Medis
35
Episode 35: Janji Perlindungan Seorang Suami Kontrak
36
Episode 36: Parasit yang Mengendus Bau Uang
37
Episode 37: Tuntutan Mahar Pernikahan Sang Adik Kandung
38
Episode 38: Ibu Kandung yang Menerobos Masuk
39
Episode 39: "Kau Menikahi Orang Kaya tapi Lupa Keluarga!"
40
Episode 40: Memori Tiga Tahun Siksaan Mental
41
Episode 41: Dorongan Kejam pada Yoyo Kecil
42
Episode 42: Amarah Viona yang Meledak: "Pergi dari Sini!"
43
Episode 43: Kedatangan Oliver yang Membawa Badai
44
Episode 44: "Usir Mereka dan Jangan Pernah Izinkan Masuk!"
45
Episode 45: Ketakutan Viona Melibatkan Oliver
46
Episode 46: Tatapan Mata Oliver: "Kita Adalah Keluarga"
47
Episode 47: Rencana Balas Dendam Bisnis Dimulai
48
Episode 48: Pemotongan Kerja Sama dengan Perusahaan Lin
49
Episode 49: Kue Tart Buatan Rumah yang Hangat
50
Episode 50: Senyuman Pertama Oliver dalam Tiga Tahun
51
Episode 51: Kepulangan Awal Sang CEO Dingin
52
Episode 52: "Apakah Kau Takut Aku Bangkrut?"
53
Episode 53: Persiapan Menuju Lelang Amal
54
Episode 54: Gaun Cantik Pilihan Desainer Pribadi
55
Episode 55: Transformasi Viona yang Menakjubkan
56
Episode 56: Gandingan Tangan di Karpet Merah
57
Episode 57: Pengumuman Resmi: "Ini Istriku, Viona"
58
Episode 58: Tamparan Keras untuk Spekulasi Publik
59
Episode 59: Lin yang Terkesima dan Menyesal
60
Episode 60: "Jika Kau Berdandan Begini, Kita Tidak Akan Cerai"
61
Episode 61: Penolakan Telak: "Aku Lebih Baik Tidur di Bawah Jembatan"
62
Episode 62: Lin Mencoba Mengacaukan Negosiasi Bisnis
63
Episode 63: Oliver Bertindak: "Kerja Sama Kita Selesai"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!