Sisa-sisa badai emosional dari panggilan telepon Rani Lin menguap sepenuhnya seiring berlalunya malam.
Di dalam mansion mewah Distrik Utara, keheningan yang damai kembali bertahta.
Namun, bagi seorang pria dengan ketajaman insting seperti Oliver, ketenangan yang terlalu sempurna sering kali justru menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang sedang bergeser di bawah permukaan.
Sebagai pemimpin tertinggi Oliver Group yang terbiasa membaca gerak-gerik lawan bisnis maupun sekutu, Oliver memiliki kepekaan sensorik yang luar biasa.
Dan akhir-akhir ini, fokus radar analitisnya tidak lagi diarahkan pada grafik saham atau laporan akuisisi, melainkan sepenuhnya terpusat pada satu-satunya wanita yang telah menjadi jantung dari rumahnya: Viona.
Hari Jumat pagi dimulai dengan rutinitas yang tampak biasa.
Sinar matahari musim panas menyelinap malu-malu melalui celah tirai sutra di ruang makan keluarga.
Yoyo duduk di kursi tingginya, dengan riang menyendok sereal madu kesukaannya sambil sesekali mengobrol dengan Goldie yang duduk siaga di bawah meja.
Viona berdiri di dekat konter dapur, menuangkan jus jeruk segar ke dalam gelas kaca.
Ia mengenakan terusan rajut kasual berwarna salem yang lembut, membuat kulitnya yang putih tampak merona hangat di bawah siraman cahaya pagi.
Semuanya tampak sempurna, sampai Oliver melangkah masuk ke ruangan tersebut.
Oliver, yang sudah mengenakan kemeja putih bersih dengan jas hitam yang tersampir di lengan kirinya, menghentikan langkahnya sejenak.
Sepasang mata elangnya langsung mengunci sosok Viona.
Ada detail kecil yang tertangkap oleh penglihatannya.
Ketika Viona mengangkat teko kaca berisi jus, jemarinya tampak bergetar halus—sangat tipis, hampir tidak terlihat jika bukan Oliver yang memperhatikannya.
Selain itu, ada gurat kelelahan yang samar di sudut matanya yang jernih, seolah wanita itu tidak mendapatkan tidur yang cukup berkualitas semalam, meskipun ia tidur di sampingnya dalam dekapan yang hangat.
"Selamat pagi, Ayah!"
sapa Yoyo riang, memb…
Menjinakkan Dinginnya Hati Sang Tirani
Episode 29: Oliver Menyadari Ada yang Tidak Beres
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments