2. Awal Masalah

"Saya terima nikah dan kawinnya Amora Dania Atmojo binti Fulan dengan maskawin tersebut, dibayar tunai."

Lafaz akad itu mengalun mantap dari bibir Atharazka Bagaskara. Tidak ada jeda, tidak ada keraguan sedikit pun. Begitu kalimat terakhir selesai diucapkan, para saksi langsung menyatakan akad tersebut sah.

Suasana yang semula dipenuhi ketegangan berubah menjadi haru. Beberapa tamu mengembuskan napas lega, sementara ucapan syukur mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan.

Amora hanya mampu menundukkan kepala. Jemarinya yang sejak tadi saling menggenggam perlahan mengendur, tetapi debaran di dadanya justru semakin tak terkendali.

Dalam hitungan detik, kehidupannya berubah sepenuhnya. Kini ia resmi menyandang status sebagai istri Atharazka Bagaskara.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, Amora sendiri tidak pernah membayangkan akan berada di posisi itu.

Semua berawal beberapa jam sebelum akad berlangsung.

Calon pengantin yang seharusnya duduk di tempatnya bukanlah dirinya, melainkan Jelita Arumi Atmojo, kakak yang selama ini dipersiapkan untuk menikah dengan keluarga Bagaskara sebagai bagian dari kesepakatan kedua keluarga.

Namun tak seorang pun berhasil menemukan Jelita.

Teleponnya tidak aktif, keberadaannya pun tidak diketahui. Ia menghilang begitu saja menjelang hari pernikahan.

Kejadian itu membuat seluruh keluarga Atmojo dilanda kepanikan. Di saat yang sama, para tamu undangan telah berdatangan, keluarga Bagaskara juga sudah hadir, sementara pembatalan akad hanya akan memperburuk keadaan D'Endra Group yang sedang berada di ujung tanduk.

Dalam situasi yang nyaris tanpa jalan keluar itulah Danendra Atmojo mengetuk pintu kamar Amora.

Saat melihat wajah ayah angkatnya, Amora langsung mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.

Sorot mata pria itu dipenuhi kecemasan, jauh berbeda dari biasanya. Dengan suara yang bergetar, Danendra menjelaskan semuanya.

Ia tidak memerintah, ia juga tidak memaksa. Sebaliknya, ia memohon.

"Ayah nggak punya siapa-siapa lagi yang bisa dimintai tolong, Amora."

Kalimat itu masih terngiang jelas di telinga Amora hingga sekarang.

Permintaan tersebut terasa begitu berat.

Menggantikan kakaknya menjadi pengantin bukanlah sesuatu yang pernah terlintas dalam benaknya. Terlebih lagi, laki-laki yang akan dinikahinya adalah Atharazka Bagaskara, Wakil Direktur Askara Group yang selama ini dikenal memiliki reputasi buruk dalam urusan percintaan.

Namun ketika melihat Danendra dan Fina Atmojo yang hampir kehilangan harapan, hati Amora perlahan luluh.

Keluarga itulah yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang sejak kecil. Mereka tidak pernah membuatnya merasa berbeda meski dirinya bukan anak kandung. Sudah berkali-kali mereka menjadi tempatnya bersandar.

Maka untuk pertama kalinya, Amora ingin menjadi orang yang menguatkan mereka.

"Aku akan melakukannya, Yah."

Jawaban itu keluar dengan suara pelan, tetapi penuh keyakinan.

"Kalau ini bisa menjaga keluarga kita dan menyelamatkan D'Endra Group, aku bersedia menggantikan Kak Jelita."

Keputusan itu akhirnya membawanya hingga ke kursi akad.

Dan kini, setelah ijab kabul dinyatakan sah, Amora menyadari bahwa tidak ada lagi jalan untuk kembali. Takdir yang semula diperuntukkan bagi orang lain, kini sepenuhnya menjadi miliknya.

.

Malam Sebelum Akad

Jam digital di lorong rumah menunjukkan pukul 23.25.

Di tangan Amora terdapat sebuah baki berisi semangkuk spaghetti bolognese yang masih mengepulkan uap hangat serta segelas matcha latte favorit sang kakak. Sejak sore tadi, Jelita sama sekali tidak menyentuh makanan, sehingga Amora memutuskan memasak sendiri dengan harapan bisa sedikit memperbaiki suasana hati kakaknya.

Ia berhenti tepat di depan pintu kamar.

Tok... tok... tok...

"Kak Jeli, ini aku."

Amora mengetuk sekali lagi sambil tersenyum tipis, meski kecemasan jelas tergambar di wajahnya.

"Aku bawain makanan kesukaan Kakak. Tolong buka pintunya sebentar."

Tidak ada jawaban. Amora menunggu beberapa detik, berharap suara langkah kaki segera terdengar dari dalam. Namun yang menyambutnya hanyalah kesunyian.

Ia mencoba mengetuk lebih pelan.

"Kak... jangan diabaikan, ya. Walaupun Kakak nggak lapar, minum matcha-nya aja dulu."

Tetap tidak ada sahutan.

Amora mulai mengernyit.

Seharian ini Jelita memang mengurung diri setelah kembali berselisih pendapat dengan Danendra Atmojo. Pembicaraan mereka mengenai rencana pernikahan dengan Atharazka Bagaskara kembali berakhir tanpa titik temu.

Sebagai adik, Amora memahami kedua belah pihak.

Ia mengerti alasan ayah mereka yang berusaha menyelamatkan D'Endra Group, tetapi ia juga memahami luka yang dirasakan Jelita karena dipaksa meninggalkan laki-laki yang dicintainya, Dani Ardianto.

Karena itulah Amora terus mencoba menemani kakaknya, walaupun hanya dari balik pintu kamar.

Biasanya, setiap kali dipanggil, Jelita akan menjawab singkat, meski hanya mengatakan ingin sendiri.

Namun malam ini berbeda.

Tidak ada suara dan tidak ada tanda-tanda sebuah gerakan. Tidak ada juga anda bahwa kamar itu berpenghuni.

Perasaan Amora mulai tidak tenang.

Ia mendekatkan wajahnya ke daun pintu.

"Kak Jeli...?"

Masih sunyi.

Tangannya perlahan memutar gagang pintu.

Klik.

Terkunci.

Jantung Amora berdetak lebih cepat. Ia kembali mengetuk, kali ini sedikit lebih keras.

"Kak! Tolong jawab aku. Jangan bikin aku khawatir."

Tetap nihil.

Rasa gelisah yang semula hanya berupa firasat kini berubah menjadi kepanikan. Berbagai kemungkinan buruk mulai memenuhi pikirannya.

Tanpa membuang waktu, Amora meletakkan baki berisi makanan di atas meja kecil yang berada di samping lorong. Spaghetti yang dimasaknya dengan penuh perhatian kini dibiarkan begitu saja karena ada hal yang jauh lebih penting.

Ia segera berlari menuju kamar orang tuanya.

"Ayah! Mama!"

Suara Amora terdengar terburu-buru. Ia bahkan lupa mengetuk pintu karena pikirannya hanya dipenuhi satu pertanyaan.

Bagaimana jika Jelita melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya?

Malam yang seharusnya menjadi malam terakhir sebelum akad justru dipenuhi kecemasan. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa beberapa jam kemudian, hilangnya Jelita akan mengubah seluruh rencana pernikahan yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

Episodes
1 1. Sebuah Perjodohan
2 2. Awal Masalah
3 3. Benar Menghilang
4 4. Menjadi Pengantin Pengganti
5 5. Tekad Dan Penyesalan
6 6. Cukup Ditemani
7 7. Semua Tidak Ada Yang Mudah
8 8. Menjalani Dengan Lapang
9 9. Apartemen Atharazka
10 10. Kegelisahan
11 11. Rumah Tempat Pulang
12 12. Semua Merasakan Rumit
13 13. Penghuni Unit Lantai 15
14 14. Menjaga Batasan
15 15. Tanggung Jawab Suami
16 16. Menemukan Tanpa Sengaja
17 17. Kembali Pulang
18 18. Masalah Sudah Terselesaikan
19 19. Masing-masing Terasa Sepi
20 20. Asing Namun Menerima
21 21. Kembali Ke Apartemen Razka
22 22. Mengisi Kulkas Apartemen
23 23. Mencoba Membiasakan Diri
24 24. Bayangan Yang Terus Muncul
25 25. Makan Bersama Pertama
26 26. Menjadi Teman
27 27. Perubahan Sederhana Yang Berarti
28 28. Ajakan Makan Malam
29 29. Rasa Gugup Yang Datang
30 30. Diterima Tapi Canggung
31 31. Apakah Akan Tidur Bersama?
32 32. Berpisah Kamar Juga
33 33. Tetap Ada Rasa Bersalah
34 34. Meminta Maaf Kepada Besan
35 35. Semua Baik-baik Saja
36 36. Tatapan Tajam
37 37. Ada Apa Dengan Razka?
38 38. Dalam Dua Kamar Berbeda
39 39. Saya Antar Kamu!
40 40. Sejak Kapan Peduli?
41 41. Pertemuan Atharazka Dengan Jelita
42 42. Atharazka Tetaplah Atharazka
43 43. Sadar Posisi
44 44. Tidak Ada Kemajuan
45 45. Tidak Bisa Mengabaikan
46 46. Diam Tanpa Kata
47 47. Weekend Bersama
48 48. Aku Ingin Melamar Kamu
49 49. Terbiasa Adanya Amora
50 50. Kakak Bahagia, Aku Bahagia
51 51. Inisiatif Tidak Terduga Razka
52 52. Itu Bukan Urusanku!
53 53. Sedikit Perubahan Razka
54 Suntuk Tanpa Istri
55 55. Keberadaannya Selalu Menenangkan
56 56. Pecel Lele Date
57 57. Perhatian Dalam Diam
58 58. Rasa Bingung Tanpa Penjelasan
59 59. Rasa Bersalah Seorang Ibu
60 60. Mempertahankan Hati Agar Tidak Patah
61 61. Pelampiasan Rasa Sepi
62 62. Hilang Kendali
63 63. Panggilan Pulang
64 64. Sekamar Seranjang
65 65. Rasa Nyaman Semakin Tumbuh
66 66. Pagi Yang Berbeda
67 67. Menjelang Lamaran Jelita
68 68. Amora Berhak Bahagia
69 69. Pertunangan Jelita Dan Dani
70 70. Perubahan Yang Sangat Di Syukuri
71 71. Satu Ranjang Lagi
72 72. Rasanya Berbeda
73 73. Panggil Mama dan Ayah
74 74. Berbagi Minuman Yang Sama
75 75. Sikap Berbeda
76 76. Boleh Tidur Di Kamar Kamu?
77 77. Sudah Waktunya!
78 78. Aku Mencintai Kamu, Amora!
79 79. Ciuman Pertama
80 80. Pagi Yang Sempurna
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Sebuah Perjodohan
2
2. Awal Masalah
3
3. Benar Menghilang
4
4. Menjadi Pengantin Pengganti
5
5. Tekad Dan Penyesalan
6
6. Cukup Ditemani
7
7. Semua Tidak Ada Yang Mudah
8
8. Menjalani Dengan Lapang
9
9. Apartemen Atharazka
10
10. Kegelisahan
11
11. Rumah Tempat Pulang
12
12. Semua Merasakan Rumit
13
13. Penghuni Unit Lantai 15
14
14. Menjaga Batasan
15
15. Tanggung Jawab Suami
16
16. Menemukan Tanpa Sengaja
17
17. Kembali Pulang
18
18. Masalah Sudah Terselesaikan
19
19. Masing-masing Terasa Sepi
20
20. Asing Namun Menerima
21
21. Kembali Ke Apartemen Razka
22
22. Mengisi Kulkas Apartemen
23
23. Mencoba Membiasakan Diri
24
24. Bayangan Yang Terus Muncul
25
25. Makan Bersama Pertama
26
26. Menjadi Teman
27
27. Perubahan Sederhana Yang Berarti
28
28. Ajakan Makan Malam
29
29. Rasa Gugup Yang Datang
30
30. Diterima Tapi Canggung
31
31. Apakah Akan Tidur Bersama?
32
32. Berpisah Kamar Juga
33
33. Tetap Ada Rasa Bersalah
34
34. Meminta Maaf Kepada Besan
35
35. Semua Baik-baik Saja
36
36. Tatapan Tajam
37
37. Ada Apa Dengan Razka?
38
38. Dalam Dua Kamar Berbeda
39
39. Saya Antar Kamu!
40
40. Sejak Kapan Peduli?
41
41. Pertemuan Atharazka Dengan Jelita
42
42. Atharazka Tetaplah Atharazka
43
43. Sadar Posisi
44
44. Tidak Ada Kemajuan
45
45. Tidak Bisa Mengabaikan
46
46. Diam Tanpa Kata
47
47. Weekend Bersama
48
48. Aku Ingin Melamar Kamu
49
49. Terbiasa Adanya Amora
50
50. Kakak Bahagia, Aku Bahagia
51
51. Inisiatif Tidak Terduga Razka
52
52. Itu Bukan Urusanku!
53
53. Sedikit Perubahan Razka
54
Suntuk Tanpa Istri
55
55. Keberadaannya Selalu Menenangkan
56
56. Pecel Lele Date
57
57. Perhatian Dalam Diam
58
58. Rasa Bingung Tanpa Penjelasan
59
59. Rasa Bersalah Seorang Ibu
60
60. Mempertahankan Hati Agar Tidak Patah
61
61. Pelampiasan Rasa Sepi
62
62. Hilang Kendali
63
63. Panggilan Pulang
64
64. Sekamar Seranjang
65
65. Rasa Nyaman Semakin Tumbuh
66
66. Pagi Yang Berbeda
67
67. Menjelang Lamaran Jelita
68
68. Amora Berhak Bahagia
69
69. Pertunangan Jelita Dan Dani
70
70. Perubahan Yang Sangat Di Syukuri
71
71. Satu Ranjang Lagi
72
72. Rasanya Berbeda
73
73. Panggil Mama dan Ayah
74
74. Berbagi Minuman Yang Sama
75
75. Sikap Berbeda
76
76. Boleh Tidur Di Kamar Kamu?
77
77. Sudah Waktunya!
78
78. Aku Mencintai Kamu, Amora!
79
79. Ciuman Pertama
80
80. Pagi Yang Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!