3. Benar Menghilang

Suara ketukan tergesa-gesa memecah keheningan di depan kamar utama.

"Ayah.. Mama..."

Napas Amora terdengar memburu. Jemarinya kembali mengetuk daun pintu, kali ini lebih keras dibanding sebelumnya. Perasaan gelisah yang sejak tadi mengusiknya kini berubah menjadi kepanikan yang sulit disembunyikan.

Di dalam kamar, Danendra Atmojo dan Fina Atmojo ternyata masih terjaga.

Keduanya belum berniat beristirahat meski waktu telah mendekati tengah malam. Sejak selesai makan malam, mereka terus membicarakan kondisi D'Endra Group dan pernikahan Jelita yang akan dilangsungkan beberapa jam lagi.

Tidak ada satu pun pembicaraan yang menghasilkan jalan keluar.

Semua persiapan telah selesai. Gedung telah dihias, tamu undangan sudah berdatangan, bahkan keluarga Bagaskara telah menginap di hotel sejak sore. Membatalkan akad bukan lagi pilihan yang mudah.

Saat mendengar panggilan Amora, Fina segera membuka pintu.

"Amora?"

Raut wajahnya langsung berubah melihat putri angkatnya berdiri dengan wajah pucat.

"Kamu kenapa? Kok kelihatan panik begitu?"

Amora menelan ludah sebelum menjawab.

"Aku habis ke kamar Kak Jelita, Ma. Aku ketuk-ketuk tapi sampai sekarang Kakak belum juga membuka pintu."

Fina masih berusaha berpikir tenang.

"Mungkin dia sedang tidur."

Amora langsung menggeleng.

"Nggak mungkin."

"Sore tadi aku masih sempat ngobrol sama Kakak. Dia bilang sama sekali nggak bisa tidur karena terus memikirkan besok."

Ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan.

"Biasanya kalau aku ketuk pintu, Kakak pasti menjawab meski cuma satu atau dua kata. Tapi sekarang benar-benar nggak ada respons."

Mendengar penjelasan itu, Danendra yang sejak tadi berdiri di belakang istrinya mulai memasang wajah serius.

"Sudah kamu coba buka pintunya?"

"Sudah, Yah."

"Tapi terkunci dari dalam."

Kalimat itu membuat suasana mendadak berubah.

Fina saling berpandangan dengan suaminya. Entah mengapa, firasat buruk mulai menghampiri keduanya.

"Ayah punya kunci cadangan kamar Kak Jelita, kan?"

Amora menatap Danendra penuh harap.

"Tolong kita cek sekarang. Aku takut terjadi sesuatu."

Nada suaranya mulai bergetar.

Ia tidak berani mengucapkan kemungkinan terburuk yang terus menghantui pikirannya, tetapi kegelisahan di wajahnya sudah cukup menggambarkan semuanya.

Danendra berusaha tetap tenang meski dadanya mulai dipenuhi rasa cemas.

"Mungkin Jelita hanya ingin sendiri."

Namun ucapan itu terdengar lebih seperti usaha meyakinkan dirinya sendiri daripada orang lain.

Fina mengusap pelan punggung tangan suaminya.

"Nggak ada salahnya kita memastikan."

"Aku juga mulai khawatir."

Danendra akhirnya mengangguk pelan. Ia berjalan menuju lemari kecil di sudut kamar, lalu membuka salah satu laci tempat seluruh kunci cadangan rumah disimpan.

Beberapa gantungan kunci ia keluarkan satu per satu hingga akhirnya menemukan anak kunci dengan label nama kamar Jelita.

Ia menggenggamnya erat.

"Ayo."

Tanpa membuang waktu, mereka bertiga segera menuju lantai atas.

Sepanjang koridor rumah hanya terdengar langkah kaki mereka yang terburu-buru. Tidak ada seorang pun yang berbicara.

Amora berjalan paling depan sambil terus berharap kekhawatirannya tidak terbukti.

Sementara Danendra dan Fina mulai menyiapkan diri menghadapi apa pun yang mungkin mereka temukan di balik pintu kamar putri sulung mereka.

Tak satu pun dari mereka menyadari bahwa malam itu akan menjadi awal dari kekacauan yang mengubah seluruh rencana pernikahan keesokan harinya.

.

Daun pintu perlahan terdorong setelah Danendra Atmojo memutar kunci cadangan.

Semua mata langsung menyapu isi kamar.

Sunyi.

Ruangan itu tampak bersih dan rapi, tetapi sosok yang mereka cari sama sekali tidak terlihat.

"Jelita...?"

Fina memanggil pelan sambil melangkah masuk lebih dulu. Pandangannya menyisir setiap sudut kamar, mulai dari kamar mandi hingga balkon kecil yang terhubung dengan jendela.

Tidak ada jawaban.

Amora ikut memasuki kamar dengan langkah tergesa. Perasaan tidak nyaman yang sejak tadi mengganggunya berubah menjadi ketakutan.

"Kak?"

Ia membuka pintu kamar mandi.

Kosong. Tidak ada siapa pun di sana.

Danendra mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Sekilas semuanya tampak normal, hingga matanya berhenti pada lemari pakaian yang pintunya terbuka.

Beberapa gantungan tampak kosong. Pakaiannya tidak lagi lengkap seperti biasanya.

Sementara di atas meja rias juga terlihat beberapa perlengkapan pribadi milik Jelita sudah tidak berada di tempatnya.

Tatapan Amora kemudian beralih ke koper berukuran sedang yang biasanya disimpan di sudut kamar. Koper itu juga telah menghilang.

Dadanya langsung terasa sesak.

"Ayah..."

Suara Amora terdengar lirih.

"Sepertinya Kak Jelita memang pergi."

Fina spontan menutup mulutnya sendiri. Ia berjalan cepat menuju lemari kecil tempat putrinya biasa menyimpan barang-barang berharga.

Begitu laci itu dibuka, wajahnya semakin pucat. Kotak penyimpanan yang biasanya berisi tabungan pribadi Jelita sudah kosong.

"Uangnya juga dibawa..."

ucapnya hampir berbisik.

Danendra memejamkan mata beberapa saat. Tidak perlu berpikir lama, ia sudah memahami apa yang sebenarnya terjadi. Jelita benar-benar meninggalkan rumah.

Bukan sekadar keluar untuk menenangkan diri, melainkan pergi dengan persiapan yang sudah dipikirkan sebelumnya.

Fina segera mengambil telepon genggamnya. Tangannya gemetar saat menekan nama putri sulungnya.

Nada sambung terdengar beberapa kali.

Tidak ada jawaban.

Ia mencoba lagi.

Dan lagi.

Namun hasilnya tetap sama.

"Jeli... tolong angkat telepon Mama...."

Suara Fina mulai bergetar.

Amora pun ikut menghubungi nomor sang kakak menggunakan ponselnya sendiri.

Beberapa detik kemudian terdengar suara operator yang membuat suasana semakin mencekam.

Nomor yang dihubungi sudah tidak dapat dihubungi.

Amora menurunkan ponselnya perlahan.

"Nomornya dimatikan..."

Kalimat itu membuat keheningan memenuhi kamar.

Danendra berjalan menuju sisi tempat tidur lalu duduk perlahan di ujung kasur. Kedua tangannya menopang wajah yang kini dipenuhi keputusasaan.

Sejak awal ia sudah mengetahui bahwa Jelita menolak pernikahan dengan Atharazka Bagaskara.

Namun ia tidak pernah menyangka putrinya akan memilih meninggalkan rumah tepat beberapa jam sebelum akad dilaksanakan.

Sebagai seorang ayah, ia tidak mampu menyalahkan Jelita sepenuhnya. Ia tahu putrinya hanya ingin mempertahankan cintanya kepada Dani Ardianto.

Tetapi sebagai pemimpin D'Endra Group, keadaan ini bisa menghancurkan semua yang selama ini ia perjuangkan.

Keluarga Bagaskara telah memenuhi komitmen mereka dengan membantu menyelamatkan kondisi perusahaan melalui kerja sama yang nilainya tidak sedikit.

Sebagai balasannya, Danendra telah berjanji akan menikahkan Jelita dengan putra sulung mereka.

Kini, janji itu berada di ambang kegagalan. Danendra mengusap wajahnya kasar sebelum mengembuskan napas panjang.

"Apa yang harus aku katakan kepada keluarga Bagaskara besok pagi?"

Tidak ada seorang pun yang mampu menjawab pertanyaan itu.

Fina hanya berdiri mematung dengan mata yang mulai dipenuhi air mata, sementara Amora memandangi kamar kakaknya yang kini terasa begitu asing.

Tidak ada yang menyangka, kepergian satu orang telah mengubah malam itu menjadi awal dari persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar batalnya sebuah pernikahan. Dan pada akhirnya akan ada yang menjadi korban yang menanggung semua ini.

Episodes
1 1. Sebuah Perjodohan
2 2. Awal Masalah
3 3. Benar Menghilang
4 4. Menjadi Pengantin Pengganti
5 5. Tekad Dan Penyesalan
6 6. Cukup Ditemani
7 7. Semua Tidak Ada Yang Mudah
8 8. Menjalani Dengan Lapang
9 9. Apartemen Atharazka
10 10. Kegelisahan
11 11. Rumah Tempat Pulang
12 12. Semua Merasakan Rumit
13 13. Penghuni Unit Lantai 15
14 14. Menjaga Batasan
15 15. Tanggung Jawab Suami
16 16. Menemukan Tanpa Sengaja
17 17. Kembali Pulang
18 18. Masalah Sudah Terselesaikan
19 19. Masing-masing Terasa Sepi
20 20. Asing Namun Menerima
21 21. Kembali Ke Apartemen Razka
22 22. Mengisi Kulkas Apartemen
23 23. Mencoba Membiasakan Diri
24 24. Bayangan Yang Terus Muncul
25 25. Makan Bersama Pertama
26 26. Menjadi Teman
27 27. Perubahan Sederhana Yang Berarti
28 28. Ajakan Makan Malam
29 29. Rasa Gugup Yang Datang
30 30. Diterima Tapi Canggung
31 31. Apakah Akan Tidur Bersama?
32 32. Berpisah Kamar Juga
33 33. Tetap Ada Rasa Bersalah
34 34. Meminta Maaf Kepada Besan
35 35. Semua Baik-baik Saja
36 36. Tatapan Tajam
37 37. Ada Apa Dengan Razka?
38 38. Dalam Dua Kamar Berbeda
39 39. Saya Antar Kamu!
40 40. Sejak Kapan Peduli?
41 41. Pertemuan Atharazka Dengan Jelita
42 42. Atharazka Tetaplah Atharazka
43 43. Sadar Posisi
44 44. Tidak Ada Kemajuan
45 45. Tidak Bisa Mengabaikan
46 46. Diam Tanpa Kata
47 47. Weekend Bersama
48 48. Aku Ingin Melamar Kamu
49 49. Terbiasa Adanya Amora
50 50. Kakak Bahagia, Aku Bahagia
51 51. Inisiatif Tidak Terduga Razka
52 52. Itu Bukan Urusanku!
53 53. Sedikit Perubahan Razka
54 Suntuk Tanpa Istri
55 55. Keberadaannya Selalu Menenangkan
56 56. Pecel Lele Date
57 57. Perhatian Dalam Diam
58 58. Rasa Bingung Tanpa Penjelasan
59 59. Rasa Bersalah Seorang Ibu
60 60. Mempertahankan Hati Agar Tidak Patah
61 61. Pelampiasan Rasa Sepi
62 62. Hilang Kendali
63 63. Panggilan Pulang
64 64. Sekamar Seranjang
65 65. Rasa Nyaman Semakin Tumbuh
66 66. Pagi Yang Berbeda
67 67. Menjelang Lamaran Jelita
68 68. Amora Berhak Bahagia
69 69. Pertunangan Jelita Dan Dani
70 70. Perubahan Yang Sangat Di Syukuri
71 71. Satu Ranjang Lagi
72 72. Rasanya Berbeda
73 73. Panggil Mama dan Ayah
74 74. Berbagi Minuman Yang Sama
75 75. Sikap Berbeda
76 76. Boleh Tidur Di Kamar Kamu?
77 77. Sudah Waktunya!
78 78. Aku Mencintai Kamu, Amora!
79 79. Ciuman Pertama
80 80. Pagi Yang Sempurna
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Sebuah Perjodohan
2
2. Awal Masalah
3
3. Benar Menghilang
4
4. Menjadi Pengantin Pengganti
5
5. Tekad Dan Penyesalan
6
6. Cukup Ditemani
7
7. Semua Tidak Ada Yang Mudah
8
8. Menjalani Dengan Lapang
9
9. Apartemen Atharazka
10
10. Kegelisahan
11
11. Rumah Tempat Pulang
12
12. Semua Merasakan Rumit
13
13. Penghuni Unit Lantai 15
14
14. Menjaga Batasan
15
15. Tanggung Jawab Suami
16
16. Menemukan Tanpa Sengaja
17
17. Kembali Pulang
18
18. Masalah Sudah Terselesaikan
19
19. Masing-masing Terasa Sepi
20
20. Asing Namun Menerima
21
21. Kembali Ke Apartemen Razka
22
22. Mengisi Kulkas Apartemen
23
23. Mencoba Membiasakan Diri
24
24. Bayangan Yang Terus Muncul
25
25. Makan Bersama Pertama
26
26. Menjadi Teman
27
27. Perubahan Sederhana Yang Berarti
28
28. Ajakan Makan Malam
29
29. Rasa Gugup Yang Datang
30
30. Diterima Tapi Canggung
31
31. Apakah Akan Tidur Bersama?
32
32. Berpisah Kamar Juga
33
33. Tetap Ada Rasa Bersalah
34
34. Meminta Maaf Kepada Besan
35
35. Semua Baik-baik Saja
36
36. Tatapan Tajam
37
37. Ada Apa Dengan Razka?
38
38. Dalam Dua Kamar Berbeda
39
39. Saya Antar Kamu!
40
40. Sejak Kapan Peduli?
41
41. Pertemuan Atharazka Dengan Jelita
42
42. Atharazka Tetaplah Atharazka
43
43. Sadar Posisi
44
44. Tidak Ada Kemajuan
45
45. Tidak Bisa Mengabaikan
46
46. Diam Tanpa Kata
47
47. Weekend Bersama
48
48. Aku Ingin Melamar Kamu
49
49. Terbiasa Adanya Amora
50
50. Kakak Bahagia, Aku Bahagia
51
51. Inisiatif Tidak Terduga Razka
52
52. Itu Bukan Urusanku!
53
53. Sedikit Perubahan Razka
54
Suntuk Tanpa Istri
55
55. Keberadaannya Selalu Menenangkan
56
56. Pecel Lele Date
57
57. Perhatian Dalam Diam
58
58. Rasa Bingung Tanpa Penjelasan
59
59. Rasa Bersalah Seorang Ibu
60
60. Mempertahankan Hati Agar Tidak Patah
61
61. Pelampiasan Rasa Sepi
62
62. Hilang Kendali
63
63. Panggilan Pulang
64
64. Sekamar Seranjang
65
65. Rasa Nyaman Semakin Tumbuh
66
66. Pagi Yang Berbeda
67
67. Menjelang Lamaran Jelita
68
68. Amora Berhak Bahagia
69
69. Pertunangan Jelita Dan Dani
70
70. Perubahan Yang Sangat Di Syukuri
71
71. Satu Ranjang Lagi
72
72. Rasanya Berbeda
73
73. Panggil Mama dan Ayah
74
74. Berbagi Minuman Yang Sama
75
75. Sikap Berbeda
76
76. Boleh Tidur Di Kamar Kamu?
77
77. Sudah Waktunya!
78
78. Aku Mencintai Kamu, Amora!
79
79. Ciuman Pertama
80
80. Pagi Yang Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!