Pengantin Pengganti Mas Razka

Pengantin Pengganti Mas Razka

1. Sebuah Perjodohan

Dua Bulan Sebelumnya

"Aku nggak akan melakukannya, Ayah! Jangan paksa aku menikah dengan laki-laki itu. Aku sudah punya seseorang yang aku pilih sendiri."

Suara Jelita Arumi Atmojo pecah memenuhi ruang kerja yang mendadak terasa sesak. Wajahnya memerah menahan amarah dan kekecewaan. Kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuh, sementara tatapannya tak sedikit pun lepas dari sosok pria paruh baya yang berdiri di balik meja kerjanya.

Di hadapannya, Danendra Atmojo, Direktur Utama D'Endra Group sekaligus ayah kandungnya, hanya mampu mengembuskan napas panjang. Garis-garis kelelahan di wajahnya terlihat semakin jelas. Ia telah berkali-kali memikirkan cara lain, tetapi hasilnya tetap sama. Semua jalan seolah berakhir di satu keputusan yang paling menyakitkan.

"Ayah tahu ini berat, Jeli," katanya pelan. "Tapi kerja sama dengan keluarga Bagaskara hanya akan terwujud kalau kamu bersedia menikah dengan Atharazka."

Kalimat itu membuat dada Jelita kembali bergemuruh. Ia menggeleng berulang kali.

"Aku nggak cinta sama dia, Yah."

Nada suaranya jauh lebih lirih, namun justru terdengar lebih menyakitkan.

"Orang yang aku cintai itu Dani. Selama bertahun-tahun aku mempertahankan hubungan kami. Aku sudah membangun masa depan bersama dia. Bagaimana mungkin sekarang Papa meminta aku menghapus semuanya begitu saja?"

Bayangan Dani Ardianto memenuhi pikirannya. 5 tahun bersama bukanlah waktu yang singkat. Mereka saling mengenal keluarga masing-masing, saling mendukung saat jatuh, dan saling menguatkan ketika keadaan tidak berpihak. Bahkan belum lama ini Dani sempat membicarakan rencana untuk membawa keluarganya datang melamar secara resmi.

Semua mimpi itu kini seperti hendak direnggut dalam hitungan hari.

Danendra menundukkan kepala sejenak sebelum kembali menatap putrinya.

"Ayah percaya Atharazka bisa menjadi suami yang baik."

Jelita tertawa kecil, tetapi tawanya sama sekali tidak mengandung kebahagiaan.

"Baik?"

Ia mengulang kata itu dengan nada sinis.

"Semua orang tahu seperti apa Atharazka Bagaskara. Berita tentang dia selalu dipenuhi perempuan yang berbeda-beda. Hari ini dengan satu wanita, besok muncul lagi dengan wanita lain. Apa itu yang Papa sebut laki-laki baik?"

Ruangan kembali dipenuhi keheningan.

Danendra tidak bisa menyangkalnya. Reputasi Wakil Direktur Askara Group itu memang bukan rahasia lagi. Wajah tampan, jabatan tinggi, dan kekayaan membuat Atharazka kerap menjadi pusat perhatian. Bersama itu pula, berbagai gosip mengenai kehidupan asmaranya terus bermunculan.

Namun di balik semua itu, kondisi D'Endra Group jauh lebih mengkhawatirkan.

Perusahaan yang telah ia bangun selama puluhan tahun sedang mengalami tekanan besar. Beberapa proyek gagal berjalan, investor mulai menarik diri, sementara kepercayaan mitra bisnis perlahan menurun. Kerja sama dengan keluarga Bagaskara menjadi kesempatan terakhir untuk menyelamatkan perusahaan beserta ribuan karyawan yang menggantungkan hidup di sana.

"Ayah benar-benar tidak punya pilihan lain."

Suara Danendra terdengar semakin berat.

"Kalau kerja sama ini batal, dampaknya bukan cuma untuk keluarga kita."

Jelita memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan air mata yang mulai menggenang.

"Kenapa harus aku yang dikorbankan?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja.

"Masih ada Amora."

Ia menoleh kembali.

"Amora belum memiliki pasangan. Bukankah lebih baik Ayah meminta dia saja?"

Nama itu membuat Danendra kembali menghela napas.

"Ayah sudah memikirkan semuanya."

Ia berhenti beberapa detik sebelum melanjutkan.

"Permintaan dari keluarga Bagaskara sejak awal memang ditujukan untukmu."

"Tapi kenapa?"

"Karena kamu adalah putri kandung Ayah."

Jawaban itu membuat Jelita membeku.

Sedetik kemudian Danendra kembali berbicara dengan nada yang jauh lebih lembut.

"Bukan berarti Ayah membedakan kalian. Ayah menyayangi kamu dan Amora dengan cara yang sama. Tapi mereka mengetahui bahwa Amora adalah anak yang Ayah besarkan sejak kecil, bukan anak kandung keluarga Atmojo."

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Jelita menatap ayahnya tanpa sanggup berkata-kata. Ia tahu Danendra tidak pernah memperlakukan Amora Dania Respati secara berbeda. Sejak kecil mereka dibesarkan dengan kasih sayang yang sama, mendapatkan pendidikan yang sama, bahkan selalu dianggap sebagai dua putri kesayangannya.

Namun kenyataan di hadapan keluarga Bagaskara berbeda. Status darah dan garis keturunan tetap menjadi pertimbangan utama. Danendra meremas jemarinya sendiri, menahan rasa bersalah yang terus menghantui.

Seandainya masih ada jalan lain, ia tidak akan pernah menyeret putrinya ke dalam pernikahan yang sama sekali tidak diinginkannya.

.

Bunyi pintu yang menutup perlahan memecah kesunyian kamar.

Amora Dania Atmojo menyandarkan punggungnya pada daun pintu. Ia mengembuskan napas panjang sambil memejamkan mata. Rasanya kepalanya dipenuhi berbagai pikiran setelah tanpa sengaja mendengar pembicaraan yang seharusnya bukan untuknya.

Beberapa menit yang lalu ia hanya berniat mengambil pengering rambut milik sang kakak. Namun langkahnya terhenti ketika suara perdebatan dari ruang kerja Danendra Atmojo terdengar hingga ke lorong rumah. Tanpa sengaja, setiap kalimat yang keluar dari mulut ayah dan kakaknya masuk begitu saja ke dalam pendengarannya.

Kini, setelah kembali ke kamar, percakapan itu terus berputar di benaknya.

Amora tersenyum tipis, tetapi senyum itu terasa pahit.

Sejak kecil ia sadar bahwa dirinya tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Respati. Meskipun Danendra Atmojo dan Fina Atmojo selalu memperlakukannya layaknya anak kandung, kenyataan tentang asal-usulnya tetap tidak bisa diubah.

Di rumah ini ia memang seorang putri. Namun di mata orang lain, ia hanyalah anak yang dibesarkan karena belas kasih keluarga Atmojo.

Bertahun-tahun Amora belajar menerima kenyataan itu. Ia tidak lagi mempermasalahkan bisik-bisik orang yang mempertanyakan keberadaannya. Selama Ayah, Mama, dan Jelita menerimanya dengan tulus, ia merasa sudah memiliki keluarga yang utuh.

Tetapi malam ini perasaan itu mendadak berubah. Ucapan yang didengarnya barusan membuatnya sadar bahwa ada keadaan tertentu di mana statusnya memang menjadi pembatas.

Ia menundukkan kepala.

"Kasihan Kak Jelita...."

Suara itu keluar lirih.

"Aku benar-benar nggak bisa melakukan apa pun."

Amora menggigit bibir bawahnya. Hatinya ikut terasa sesak membayangkan beban yang sedang dipikul sang kakak.

Ia tidak pernah menyangka D'Endra Group berada dalam kondisi yang begitu sulit hingga pernikahan harus dijadikan bagian dari sebuah kesepakatan bisnis.

Yang lebih menyakitkan lagi, orang yang diminta menikah bukanlah seseorang yang menginginkannya.

Amora berjalan beberapa langkah menuju tempat tidur sebelum menjatuhkan tubuhnya di tepi kasur. Tatapannya kosong menyorot langit-langit kamar.

Dalam benaknya terus terbayang wajah Jelita yang pasti sedang berusaha menahan tangis di hadapan ayah mereka.

"Apa sesulit itu mencari jalan lain?"

Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban.

Ia mengenal kakaknya dengan baik. Jelita adalah perempuan yang selalu memperjuangkan apa yang diyakininya. Apalagi jika menyangkut seseorang yang dicintainya.

Melepaskan Dani Ardianto demi menikah dengan laki-laki lain jelas bukan keputusan yang akan mudah diterima.

Terlebih lagi, laki-laki yang dimaksud adalah Atharazka Bagaskara, sosok yang selama ini dikenal memiliki kehidupan asmara yang rumit dan kerap berganti pasangan.

Amora menghela napas panjang.

"Andai saja semuanya bisa kembali seperti biasa...."

Ia merapatkan kedua lutut ke dada lalu memeluknya erat. Keheningan kamar terasa semakin pekat, hanya diiringi suara jarum jam yang terus berdetak tanpa peduli pada kegelisahan siapa pun.

Dalam diam, Amora memanjatkan doa.

Ia berharap keadaan D'Endra Group segera membaik, sehingga keluarganya tidak perlu mempertaruhkan kebahagiaan Jelita demi mempertahankan perusahaan.

Karena menurutnya, tidak ada seorang pun yang pantas mengawali pernikahan dengan keterpaksaan, apalagi ketika hatinya telah lebih dulu memilih orang lain.

Terpopuler

Comments

Opi Sofiyanti

Opi Sofiyanti

kaakkk jgn di gantung lg ya???????
crt2 yg lain nya aku msh nunggu kelanjutan nya lho... 🥰🥰🥰

2026-07-14

2

bimawati

bimawati

semoga berlanjut ya kk ak selalu nunggu karya mu

2026-07-14

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sebuah Perjodohan
2 2. Awal Masalah
3 3. Benar Menghilang
4 4. Menjadi Pengantin Pengganti
5 5. Tekad Dan Penyesalan
6 6. Cukup Ditemani
7 7. Semua Tidak Ada Yang Mudah
8 8. Menjalani Dengan Lapang
9 9. Apartemen Atharazka
10 10. Kegelisahan
11 11. Rumah Tempat Pulang
12 12. Semua Merasakan Rumit
13 13. Penghuni Unit Lantai 15
14 14. Menjaga Batasan
15 15. Tanggung Jawab Suami
16 16. Menemukan Tanpa Sengaja
17 17. Kembali Pulang
18 18. Masalah Sudah Terselesaikan
19 19. Masing-masing Terasa Sepi
20 20. Asing Namun Menerima
21 21. Kembali Ke Apartemen Razka
22 22. Mengisi Kulkas Apartemen
23 23. Mencoba Membiasakan Diri
24 24. Bayangan Yang Terus Muncul
25 25. Makan Bersama Pertama
26 26. Menjadi Teman
27 27. Perubahan Sederhana Yang Berarti
28 28. Ajakan Makan Malam
29 29. Rasa Gugup Yang Datang
30 30. Diterima Tapi Canggung
31 31. Apakah Akan Tidur Bersama?
32 32. Berpisah Kamar Juga
33 33. Tetap Ada Rasa Bersalah
34 34. Meminta Maaf Kepada Besan
35 35. Semua Baik-baik Saja
36 36. Tatapan Tajam
37 37. Ada Apa Dengan Razka?
38 38. Dalam Dua Kamar Berbeda
39 39. Saya Antar Kamu!
40 40. Sejak Kapan Peduli?
41 41. Pertemuan Atharazka Dengan Jelita
42 42. Atharazka Tetaplah Atharazka
43 43. Sadar Posisi
44 44. Tidak Ada Kemajuan
45 45. Tidak Bisa Mengabaikan
46 46. Diam Tanpa Kata
47 47. Weekend Bersama
48 48. Aku Ingin Melamar Kamu
49 49. Terbiasa Adanya Amora
50 50. Kakak Bahagia, Aku Bahagia
51 51. Inisiatif Tidak Terduga Razka
52 52. Itu Bukan Urusanku!
53 53. Sedikit Perubahan Razka
54 Suntuk Tanpa Istri
55 55. Keberadaannya Selalu Menenangkan
56 56. Pecel Lele Date
57 57. Perhatian Dalam Diam
58 58. Rasa Bingung Tanpa Penjelasan
59 59. Rasa Bersalah Seorang Ibu
60 60. Mempertahankan Hati Agar Tidak Patah
61 61. Pelampiasan Rasa Sepi
62 62. Hilang Kendali
63 63. Panggilan Pulang
64 64. Sekamar Seranjang
65 65. Rasa Nyaman Semakin Tumbuh
66 66. Pagi Yang Berbeda
67 67. Menjelang Lamaran Jelita
68 68. Amora Berhak Bahagia
69 69. Pertunangan Jelita Dan Dani
70 70. Perubahan Yang Sangat Di Syukuri
71 71. Satu Ranjang Lagi
72 72. Rasanya Berbeda
73 73. Panggil Mama dan Ayah
74 74. Berbagi Minuman Yang Sama
75 75. Sikap Berbeda
76 76. Boleh Tidur Di Kamar Kamu?
77 77. Sudah Waktunya!
78 78. Aku Mencintai Kamu, Amora!
79 79. Ciuman Pertama
80 80. Pagi Yang Sempurna
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Sebuah Perjodohan
2
2. Awal Masalah
3
3. Benar Menghilang
4
4. Menjadi Pengantin Pengganti
5
5. Tekad Dan Penyesalan
6
6. Cukup Ditemani
7
7. Semua Tidak Ada Yang Mudah
8
8. Menjalani Dengan Lapang
9
9. Apartemen Atharazka
10
10. Kegelisahan
11
11. Rumah Tempat Pulang
12
12. Semua Merasakan Rumit
13
13. Penghuni Unit Lantai 15
14
14. Menjaga Batasan
15
15. Tanggung Jawab Suami
16
16. Menemukan Tanpa Sengaja
17
17. Kembali Pulang
18
18. Masalah Sudah Terselesaikan
19
19. Masing-masing Terasa Sepi
20
20. Asing Namun Menerima
21
21. Kembali Ke Apartemen Razka
22
22. Mengisi Kulkas Apartemen
23
23. Mencoba Membiasakan Diri
24
24. Bayangan Yang Terus Muncul
25
25. Makan Bersama Pertama
26
26. Menjadi Teman
27
27. Perubahan Sederhana Yang Berarti
28
28. Ajakan Makan Malam
29
29. Rasa Gugup Yang Datang
30
30. Diterima Tapi Canggung
31
31. Apakah Akan Tidur Bersama?
32
32. Berpisah Kamar Juga
33
33. Tetap Ada Rasa Bersalah
34
34. Meminta Maaf Kepada Besan
35
35. Semua Baik-baik Saja
36
36. Tatapan Tajam
37
37. Ada Apa Dengan Razka?
38
38. Dalam Dua Kamar Berbeda
39
39. Saya Antar Kamu!
40
40. Sejak Kapan Peduli?
41
41. Pertemuan Atharazka Dengan Jelita
42
42. Atharazka Tetaplah Atharazka
43
43. Sadar Posisi
44
44. Tidak Ada Kemajuan
45
45. Tidak Bisa Mengabaikan
46
46. Diam Tanpa Kata
47
47. Weekend Bersama
48
48. Aku Ingin Melamar Kamu
49
49. Terbiasa Adanya Amora
50
50. Kakak Bahagia, Aku Bahagia
51
51. Inisiatif Tidak Terduga Razka
52
52. Itu Bukan Urusanku!
53
53. Sedikit Perubahan Razka
54
Suntuk Tanpa Istri
55
55. Keberadaannya Selalu Menenangkan
56
56. Pecel Lele Date
57
57. Perhatian Dalam Diam
58
58. Rasa Bingung Tanpa Penjelasan
59
59. Rasa Bersalah Seorang Ibu
60
60. Mempertahankan Hati Agar Tidak Patah
61
61. Pelampiasan Rasa Sepi
62
62. Hilang Kendali
63
63. Panggilan Pulang
64
64. Sekamar Seranjang
65
65. Rasa Nyaman Semakin Tumbuh
66
66. Pagi Yang Berbeda
67
67. Menjelang Lamaran Jelita
68
68. Amora Berhak Bahagia
69
69. Pertunangan Jelita Dan Dani
70
70. Perubahan Yang Sangat Di Syukuri
71
71. Satu Ranjang Lagi
72
72. Rasanya Berbeda
73
73. Panggil Mama dan Ayah
74
74. Berbagi Minuman Yang Sama
75
75. Sikap Berbeda
76
76. Boleh Tidur Di Kamar Kamu?
77
77. Sudah Waktunya!
78
78. Aku Mencintai Kamu, Amora!
79
79. Ciuman Pertama
80
80. Pagi Yang Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!