Bab 3

Srak.

Paman Zhou mengusap air matanya dengan lengan bajunya yang kotor.

Pria tua itu masih gemetar saat melihat Lin Xiao berdiri dengan tatapan mata yang sangat berbeda.

"Tuan Muda, apakah Anda benar-benar tidak apa-apa?" tanya Paman Zhou dengan suara bergetar.

"Luka di kepala Anda tadi terlihat sangat parah."

Lin Xiao menunduk menatap kedua tangannya sendiri.

Dia bisa merasakan energi hangat yang mengalir di bawah kulitnya, memperbaiki jaringannya yang rusak.

"Aku baik-baik saja, Paman Zhou." jawab Lin Xiao dengan tenang.

"Luka ini tidak sesakit yang terlihat."

"Tapi Tuan Muda Jian memukul Anda dengan sangat keras tadi." ucap Paman Zhou sambil berusaha mendekat.

"Saya harus segera mencarikan tabib untuk Anda."

Tap.

Lin Xiao memegang bahu Paman Zhou dengan lembut untuk menahannya.

"Tidak perlu membuang-buang uang yang kita tidak punya, Paman."

"Tapi Tuan Muda..." protes Paman Zhou dengan nada khawatir.

"Aku bilang tidak perlu." potong Lin Xiao sambil menatap mata pelayan tua itu.

"Uang simpanan kita harus digunakan untuk membeli obat Ayah, bukan untukku."

Paman Zhou terdiam mendengar keteguhan dari suara Lin Xiao.

Dia merasa ada yang aneh dengan tuan mudanya hari ini.

Biasanya, Lin Xiao akan menangis atau meratapi nasibnya jika dipukuli oleh Lin Jian.

Namun hari ini, pemuda di depannya ini terlihat sangat tenang seperti danau yang tak beriak.

'Tuan Muda sepertinya telah tumbuh dewasa setelah melewati kejadian hidup dan mati.' batin Paman Zhou.

"Ayo kita kembali ke kamar." ajak Lin Xiao sambil berbalik badan.

"Ayah pasti sudah menunggu kita dari tadi."

"Baik, Tuan Muda." jawab Paman Zhou sambil bergegas mengikuti dari belakang.

"Mari saya bantu berjalan."

"Tidak usah paman, aku bisa berjalan sendiri." tolak Lin Xiao dengan halus.

Mereka berdua berjalan melewati lorong-lorong sepi di area belakang kediaman Klan Lin.

Tidak ada pelayan lain yang menyapa mereka karena status mereka yang sekarang sangat rendah.

Dulu, saat ayah Lin Xiao masih menjadi tetua agung, lorong ini selalu dipenuhi orang yang menjilat ayahnya.

Sekarang, tempat ini tidak lebih dari sekadar area kumuh yang diabaikan oleh klan.

Srak.

Suara langkah kaki mereka berdua terdengar jelas di lorong yang sunyi.

Lin Xiao berjalan sambil terus memeriksa kondisi internal tubuhnya secara diam-diam.

'Luar biasa.' batin Lin Xiao dengan penuh takjub.

'Meridianku yang dulu sempit dan tersumbat sekarang terbuka lebar.'

'Energi dari warisan Kaisar Pedang Haus Darah ini benar-benar mengerikan.'

'Bahkan luka dalam yang kuderita akibat tendangan Lin Jian tadi sudah sembuh sepenuhnya.'

Lin Xiao tersenyum tipis menyadari potensi kekuatannya yang sekarang.

Dengan teknik kultivasi dari Makam Para Raja, dia tidak lagi menjadi sampah yang tidak bisa berkultivasi.

Kriet.

Lin Xiao membuka sebuah pintu kayu yang sudah usang dan berderit keras.

Ini adalah kamar tempat ayahnya, Lin Tianhai, menghabiskan hari-harinya di tempat tidur.

Uhuk.

Suara batuk yang sangat keras langsung menyambut kedatangan mereka.

Di atas ranjang kayu yang keras, seorang pria paruh baya terlihat sedang memegangi dadanya yang kesakitan.

"Ayah." panggil Lin Xiao sambil bergegas mendekati ranjang tersebut.

"Ayah batuk lagi?"

Lin Tianhai perlahan membuka matanya dan menatap putranya.

Raut wajahnya yang pucat dan keriput seketika berubah menjadi tegang saat melihat kondisi baju Lin Xiao.

"Xiao'er, apa yang terjadi padamu?" tanya Lin Tianhai dengan suara serak.

"Bajumu robek dan banyak noda darah di sana."

Lin Tianhai berusaha bangkit dari tidurnya, tapi tubuhnya terlalu lemah.

Lin Xiao segera memegang tubuh ayahnya dan membantunya bersandar di kepala ranjang.

"Ini bukan apa-apa, Ayah." jawab Lin Xiao sambil memaksakan sebuah senyuman.

"Aku hanya tidak sengaja terjatuh saat berlatih di bukit belakang tadi."

"Kau berbohong." ucap Lin Tianhai sambil menatap tajam mata putranya.

"Paman Zhou, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang melakukan ini?"

Paman Zhou yang berdiri di dekat pintu langsung menundukkan kepalanya.

Dia tidak berani menatap mata Lin Tianhai yang dulu pernah menjadi sosok paling ditakuti di klan.

"Tuan Besar..." ucap Paman Zhou dengan ragu-ragu.

"Tuan Muda Lin Jian... dia dan para penjaganya tadi mengganggu Tuan Muda di halaman belakang."

Mendengar nama Lin Jian, kedua tangan Lin Tianhai langsung mengepal erat.

Napasnya menjadi memburu dan wajahnya memerah karena menahan amarah.

"Bocah kurang ajar itu lagi!" geram Lin Tianhai dengan suara bergetar.

"Hanya karena kakeknya sekarang menjadi kepala tetua, dia berani menindas putraku sesuka hati!"

Uhuk.

Amarah yang meluap-luap membuat Lin Tianhai kembali batuk dengan hebat.

Kali ini, ada bercak darah yang keluar dari mulutnya dan menodai selimut usang itu.

"Ayah! Tenanglah!" seru Lin Xiao dengan panik sambil mengusap punggung ayahnya.

"Ayah tidak boleh terlalu emosi, itu akan memperburuk luka di jantung Ayah."

"Bagaimana ayah bisa tenang, Xiao'er?" jawab Lin Tianhai sambil meneteskan air mata.

"Ayah ini adalah pria yang tidak berguna."

Lin Tianhai mencengkeram lengan baju Lin Xiao dengan erat.

"Ayah tidak bisa melindungimu dari hinaan orang-orang klan."

"Ayah, jangan bicara seperti itu." ucap Lin Xiao dengan suara lembut.

"Ayah sudah membesarkanku dan melindungiku selama bertahun-tahun."

"Dulu, saat ayah masih berada di puncak kekuatan, tidak ada satupun yang berani menatapmu dengan sebelah mata." ratap Lin Tianhai.

"Di Kota Jade River ini, di wilayah Central Heavenly Plains yang luas ini, tanpa kekuatan kita bukanlah apa-apa."

"Ayah tahu betul betapa kejamnya hukum rimba di dunia kultivasi." lanjut Lin Tianhai dengan nada penuh penyesalan.

"Seandainya saja ayah tidak dijebak saat menjalankan misi klan tiga tahun lalu, kultivasi ayah tidak akan hancur seperti ini."

Lin Xiao mendengarkan ucapan ayahnya dalam diam.

Dia tahu persis sejarah kelam itu, sejarah yang membuat ayahnya cacat dan dirinya kehilangan pijakan di klan.

'Mereka yang menjebak ayah pasti ada hubungannya dengan faksi Lin Jian.' batin Lin Xiao dengan dingin.

'Aku akan mencari tahu kebenarannya dan membantai mereka semua sampai ke akar-akarnya.'

"Sudahlah, Ayah tidak perlu memikirkan masa lalu." ucap Lin Xiao menenangkan.

"Yang penting sekarang adalah kesembuhan Ayah."

Lin Tianhai menghela napas panjang dan melepaskan cengkeramannya dari lengan putranya.

Dia menatap wajah Lin Xiao dengan pandangan yang sangat sedih.

"Tadi pagi, utusan dari Keluarga Su datang ke kediaman utama klan." ucap Lin Tianhai tiba-tiba.

"Apakah kau sudah mendengarnya, Xiao'er?"

Lin Xiao menganggukkan kepalanya perlahan.

"Ya, Lin Jian tadi memberitahuku."

"Mereka datang untuk membatalkan pertunanganmu dengan Su Yuxin, bukan?" tanya Lin Tianhai dengan nada getir.

"Keluarga Su benar-benar sekumpulan orang yang tidak tahu berterima kasih."

Terpopuler

Comments

Rehaan Aamir

Rehaan Aamir

Sejauh Ini Lumayan Baguuss Alurnya....Yg Mengganggu Cuman Nama Wilayah/Kota Nya Aja...Alangkah Lbh Bagus Lg Kl D Ganti Pake Bahasa Indonesia Aya Jgn Yg Sok2an K Western2an...

2026-08-19

2

Mo Xiao Lam

Mo Xiao Lam

disarankan untuk menggunakan bahasa Indonesia supaya lebih seru(jade river = sungai Giok) dan seterusnya, kalo nama tokoh silahkan pake nama Tionghoa

2026-08-16

1

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

tolong Thor nama tempat di rubah malah jadi bingung baca nya

2026-08-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Pengumuman Pengumuman
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Pengumuman Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!