Bab 4

Lin Tianhai memukul pinggiran ranjang kayu dengan tinjunya yang lemah.

"Dulu saat keluarga mereka hampir hancur, ayah yang menyelamatkan nyawa kepala keluarga Su."

"Mereka sendiri yang memohon untuk menjodohkan Su Yuxin denganmu sebagai balas budi." lanjut Lin Tianhai.

"Sekarang, saat Su Yuxin diterima di akademi besar dan ayah menjadi cacat, mereka langsung membuang kita seperti sampah."

Lin Xiao terdiam sejenak mendengar perkataan ayahnya.

Bayangan wajah Su Yuxin yang cantik namun selalu menatapnya dengan dingin terlintas di benaknya.

'Wanita itu memang tidak pernah menganggapku ada.' batin Lin Xiao.

'Tapi cara mereka membatalkan pertunangan ini adalah penghinaan besar bagi ayahku.'

"Besok, keluarga Su akan datang lagi secara resmi ke balai utama klan." ucap Lin Tianhai.

"Mereka ingin membatalkan pertunangan itu di depan seluruh tetua klan agar nama baik mereka tetap bersih."

"Mereka ingin membuat seolah-olah kitalah yang tidak pantas bersanding dengan mereka." tambah Lin Tianhai dengan wajah memerah.

"Ini adalah penghinaan yang disengaja."

Lin Xiao menatap mata ayahnya dengan tenang dan penuh keyakinan.

"Ayah tidak perlu khawatir tentang masalah besok."

"Bagaimana ayah tidak khawatir?" jawab Lin Tianhai dengan cepat.

"Besok mereka pasti akan mempermalukanmu habis-habisan di depan semua orang, dan ayah tidak punya kekuatan untuk membelamu."

"Aku yang akan menghadapi mereka sendiri, Ayah." ucap Lin Xiao dengan nada tegas.

"Aku bukan lagi Lin Xiao yang lemah seperti dulu."

Lin Tianhai menatap putranya dengan tatapan bingung.

Dia merasa ada sesuatu yang berbeda dari sorot mata Lin Xiao saat ini, sesuatu yang tajam dan berbahaya.

"Apa maksudmu, Xiao'er?" tanya Lin Tianhai.

Srak.

Lin Xiao mengulurkan tangan kanannya ke depan dada ayahnya.

Dia menyalurkan sedikit energi spiritual dari warisan Kaisar Pedang Haus Darah ke dalam tubuh ayahnya.

Wush.

Aliran energi hangat langsung masuk dan menenangkan rasa sakit di dada Lin Tianhai.

Mata pria paruh baya itu membelalak kaget saat merasakan energi murni tersebut.

"Energi spiritual?" seru Lin Tianhai dengan nada tidak percaya.

"Kau... kau bisa menyerap energi spiritual? Bukankah roh mu hanya makam yang rusak?"

Lin Xiao menarik kembali tangannya perlahan.

"Ada sesuatu yang terjadi saat aku dipukuli tadi, Ayah."

"Aku belum bisa menjelaskannya secara rinci sekarang." lanjut Lin Xiao berbohong sedikit demi kebaikan ayahnya.

"Tapi yang pasti, roh makamku tidak rusak, melainkan sedang tertidur, dan sekarang dia sudah terbangun."

Air mata kembali menetes dari kedua mata Lin Tianhai.

Tapi kali ini, itu adalah air mata kebahagiaan yang sangat luar biasa.

"Surga tidaklah buta!" teriak Lin Tianhai dengan suara serak sambil menengadah ke atas.

"Surga akhirnya membuka jalan untuk putraku!"

"Tuan Muda, apakah itu benar?" tanya Paman Zhou yang ikut menangis bahagia di sudut ruangan.

"Tuan Muda sekarang bisa berkultivasi seperti orang lain?"

"Ya, Paman." jawab Lin Xiao sambil tersenyum menatap Paman Zhou.

"Karena itu, Paman dan Ayah tidak perlu menangis lagi mulai sekarang."

Lin Tianhai memeluk bahu putranya dengan erat.

"Bagus, bagus sekali, Xiao'er. Ayah tidak peduli dengan pertunangan keluarga Su lagi."

"Asalkan kau bisa berkultivasi dan melindungi dirimu sendiri, ayah sudah bisa mati dengan tenang." ucap Lin Tianhai.

"Ayah tidak akan mati." potong Lin Xiao dengan cepat.

"Aku akan menjadi kuat, sangat kuat. Aku akan menyembuhkan luka ayah dan mengembalikan semua kejayaan kita."

"Aku berjanji, orang-orang yang telah menghina kita akan membayar harganya dengan darah." lanjut Lin Xiao di dalam hatinya.

'Tidak ada satupun yang akan luput dari pembalasanku.'

Setelah menenangkan ayahnya hingga tertidur lelap, Lin Xiao kembali ke kamarnya sendiri yang terletak di sebelah kamar ayahnya.

Kamarnya sangat kecil dan hanya berisi sebuah meja kayu lapuk serta tempat tidur beralaskan jerami.

Kriet.

Lin Xiao menutup pintu kamarnya dengan rapat.

Dia berjalan ke tengah ruangan dan langsung duduk bersila di atas lantai kayu yang dingin.

Tuk.

Dia memejamkan mata dan mengatur ritme pernapasannya menjadi sangat teratur.

Kesadarannya kembali ditarik ke dalam alam bawah sadarnya, tepat ke depan gerbang Makam Para Raja.

Di sana, bayangan hitam Kaisar Pedang Haus Darah masih melayang dengan tenang.

'Kau sudah kembali, Nak.' sapa suara kuno itu di dalam kepala Lin Xiao.

'Apakah kau sudah siap memulai latihan pertamamu?'

"Aku siap." jawab Lin Xiao tanpa ragu.

"Ajarkan aku teknik yang kau berikan tadi. Aku ingin menguasainya malam ini juga."

'Hahaha, semangat yang bagus.' tawa Kaisar Pedang Haus Darah.

'Teknik yang kuberikan padamu bernama Teknik Penguasa Darah. Ini bukan teknik kultivasi biasa yang digunakan oleh orang-orang bodoh di wilayah ini.'

'Teknik ini akan mengubah tubuhmu menjadi senjata pembunuh.' lanjutnya.

'Setiap rasa sakit yang kau terima akan menjadi kekuatan, dan setiap darah musuh yang kau tumpahkan akan memperkuat pondasi kultivasimu.'

Lin Xiao mendengarkan penjelasan itu dengan sangat saksama.

"Lalu apa yang harus aku lakukan pertama kali?"

'Gunakan energi spiritual di udara untuk membersihkan kotoran di dalam tulang dan ototmu.' perintah Kaisar Pedang Haus Darah.

'Proses ini akan sangat menyakitkan. Jika kau tidak tahan, tubuhmu akan hancur berkeping-keping.'

"Rasa sakit yang aku terima dari keluargaku jauh lebih menyakitkan dari apa pun." balas Lin Xiao dengan dingin.

"Mulai saja."

Lin Xiao mulai memutar sirkulasi energinya mengikuti panduan Teknik Penguasa Darah.

Seketika itu juga, energi spiritual dari langit dan bumi di sekitar kediaman Klan Lin bergegas masuk ke dalam kamarnya.

Wush.

Energi itu menembus pori-pori kulit Lin Xiao seperti ribuan jarum kecil yang menusuk secara bersamaan.

Tubuh Lin Xiao bergetar hebat, keringat dingin sebesar biji jagung langsung membasahi dahinya.

Namun pemuda itu tidak mengeluarkan suara erangan sedikit pun.

Dia hanya mengertakkan giginya rapat-rapat menahan siksaan yang luar biasa itu.

'Teruslah bertahan.' batin Lin Xiao.

'Besok, saat keluarga Su datang ke balai utama klan, aku akan memberikan mereka kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan.'

Waktu terus berlalu, malam semakin larut di Kota Jade River.

Di dalam kamar kecil yang gelap itu, aura seorang raja yang haus darah perlahan-lahan mulai lahir ke dunia.

Terpopuler

Comments

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

hehehehe..mulai menunjukkan taring nya 🤣👍

2026-08-16

0

Momu

Momu

👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏

2026-08-12

0

Jojo Shua

Jojo Shua

7777

2026-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Pengumuman Pengumuman
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Pengumuman Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!