Bab 5

Wush.

Sinar matahari pagi perlahan menembus celah jendela kayu di kamar Lin Xiao.

Cahaya hangat itu menyinari sosok pemuda yang masih duduk bersila tanpa pergerakan sejak semalam.

Krak.

Suara tulang yang bergesekan terdengar pelan dari dalam tubuh Lin Xiao.

Dia perlahan membuka matanya yang kini memancarkan kilatan cahaya setajam pedang.

Lin Xiao menunduk dan melihat lapisan kotoran berwarna hitam berbau busuk menutupi seluruh kulitnya.

Itu adalah kotoran dari dalam sumsum dan nadinya yang berhasil dikeluarkan oleh Teknik Penguasa Darah.

'Tubuhku terasa sangat ringan namun penuh tenaga.' batin Lin Xiao sambil mengepalkan tangannya.

'Kekuatan di tahap awal Pembentukan Dasar ini jauh lebih besar dari yang aku bayangkan.'

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu terdengar terburu-buru dari luar kamar.

"Tuan Muda, apakah Anda sudah bangun?" panggil Paman Zhou dengan nada panik.

"Ada apa, Paman?" jawab Lin Xiao sambil bangkit berdiri.

"Utusan dari balai utama klan baru saja datang kemari." ucap Paman Zhou dari balik pintu.

"Kepala Tetua memerintahkan Tuan Muda untuk segera datang ke balai utama sekarang juga."

Lin Xiao tersenyum dingin mendengar laporan tersebut.

Keluarga Su ternyata sangat tidak sabar untuk segera menginjak-injak harga dirinya.

"Aku akan mandi dan membersihkan diri sebentar." balas Lin Xiao dengan tenang.

"Tolong siapkan air untukku, Paman."

Setengah jam kemudian, Lin Xiao melangkah keluar dari kamarnya dengan pakaian bersih yang sangat sederhana.

Meski pakaiannya pudar, aura dan cara berjalannya kini sangat berbeda dari Lin Xiao yang dulu.

Langkahnya mantap, punggungnya tegak lurus, dan pandangan matanya lurus ke depan tanpa keraguan.

Paman Zhou yang melihatnya dari belakang merasa sedang melihat bayangan Tuan Lin Tianhai di masa kejayaan.

Mereka berdua berjalan menuju balai utama klan yang terletak di bagian tengah kediaman.

Semakin dekat mereka ke sana, semakin banyak anggota klan yang berkumpul untuk menonton tontonan gratis.

Balai utama Klan Lin dipenuhi oleh para tetua yang duduk di kursi kayu berukir.

Di kursi paling tengah, duduk Kepala Tetua Lin Zhen yang merupakan kakek dari Lin Jian.

Di sisi kanan ruangan, duduk barisan tamu dari Keluarga Su yang mengenakan pakaian sutra mewah.

Di antara mereka, duduk seorang gadis cantik dengan wajah dingin dan anggun bak peri dari khayangan.

Gadis itu adalah Su Yuxin, jenius dari Keluarga Su sekaligus tunangan Lin Xiao.

Tap.

Langkah kaki Lin Xiao terdengar jelas saat dia memasuki ambang pintu balai utama.

Seketika itu juga, ratusan pasang mata di dalam dan luar ruangan langsung menatap ke arahnya.

Tatapan merendahkan, ejekan, dan cibiran langsung menghujani Lin Xiao dari segala arah.

Namun pemuda itu terus berjalan masuk tanpa sedikit pun menundukkan kepalanya.

"Lin Xiao memberi salam kepada Kepala Tetua dan para tetua." ucap Lin Xiao dengan nada datar.

Dia menangkupkan kedua tangannya tanpa membungkuk sedikit pun.

Brak.

Seorang tetua langsung memukul meja di sebelahnya dengan keras.

"Lin Xiao, kau sungguh tidak tahu aturan, beraninya kau tidak bersujud saat menghadap!"

"Pantas saja kau menjadi sampah klan, sikapmu saja sangat tidak beradab!" sahut tetua lainnya dengan nada menghina.

Lin Xiao menatap kedua tetua itu dengan pandangan sedingin es.

"Aturan klan menyebutkan hanya anggota keluarga yang bersalah yang harus bersujud."

"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun, untuk apa aku bersujud?" tanya Lin Xiao dengan suara lantang yang bergema di balai utama.

Ruangan itu seketika menjadi hening karena terkejut.

Tidak ada yang menyangka Lin Xiao yang biasanya penakut berani membantah ucapan tetua di depan umum.

Lin Jian yang berdiri di belakang kakeknya langsung menunjuk ke arah Lin Xiao dengan marah.

"Dasar sampah kurang ajar, kau berani membantah tetua di balai utama?"

"Cukup." ucap Kepala Tetua Lin Zhen dengan suara berat dan berwibawa.

Pria tua itu menatap Lin Xiao dengan tatapan tajam seolah ingin menembus isi kepalanya.

"Kita berkumpul di sini bukan untuk membahas tata krama anak ini." lanjut Lin Zhen sambil beralih menatap tamu dari Keluarga Su.

"Tuan Su Lin, silakan sampaikan maksud kedatangan keluarga Anda hari ini."

Pria paruh baya dari Keluarga Su, Su Lin, berdiri dari kursinya sambil tersenyum bangga.

Dia adalah ayah dari Su Yuxin dan juga pemimpin Keluarga Su saat ini.

"Terima kasih, Kepala Tetua Lin." ucap Su Lin dengan nada merendah yang dibuat-buat.

"Kedatangan kami ke sini hari ini adalah untuk membahas masalah masa depan putriku, Yuxin."

Su Lin kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lin Xiao dengan tatapan jijik yang tidak disembunyikan.

"Seperti yang kita semua tahu, dunia kultivasi adalah dunia di mana kekuatan menentukan segalanya."

"Putriku Yuxin baru saja membangkitkan roh beladiri pedang es tingkat tinggi." ucap Su Lin dengan suara keras agar semua orang mendengarnya.

"Dia bahkan sudah diterima sebagai murid inti di Akademi Bintang Jatuh."

Terdengar suara decak kagum dari para anggota Klan Lin yang menonton di luar.

Akademi Bintang Jatuh adalah salah satu kekuatan besar yang menguasai wilayah ini.

"Sedangkan keponakan Lin Xiao..." Su Lin sengaja menggantung kalimatnya sambil tersenyum mengejek.

"Semua orang di Kota Jade River tahu tentang kondisinya."

"Kami tidak bermaksud menyinggung, tapi jarak antara Yuxin dan Lin Xiao sekarang seperti langit dan bumi." lanjut Su Lin.

"Seekor naga tidak mungkin hidup bersama dengan seekor katak di dalam sumur."

Tawa tertahan mulai terdengar dari sudut-sudut balai utama.

Lin Jian bahkan tertawa paling keras tanpa repot-repot menutupinya.

"Karena itu, demi kebaikan bersama, kami Keluarga Su bermaksud mengembalikan surat pertunangan ini." ucap Su Lin sambil mengeluarkan gulungan perkamen merah.

"Mulai hari ini, pertunangan antara Su Yuxin dan Lin Xiao resmi dibatalkan."

Ruangan kembali hening menunggu reaksi dari Lin Xiao.

Semua orang berpikir Lin Xiao akan menangis memohon, atau lari karena malu.

Namun, Lin Xiao hanya berdiri diam di tengah ruangan dengan ekspresi yang sangat tenang.

Dia bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah gulungan merah yang dipegang oleh Su Lin.

"Tuan Su Lin berbicara terlalu berbelit-belit." suara dingin Lin Xiao tiba-tiba memecah keheningan.

"Jika Anda ingin membatalkan pertunangan karena merasa saya ini sampah, katakan saja secara langsung."

Su Lin mengerutkan keningnya karena tidak menyangka Lin Xiao akan membalas ucapannya setajam itu.

"Setidaknya kau sadar diri dengan posisimu yang sekarang." balas Su Lin dengan nada sinis.

Srak.

Su Yuxin yang sejak tadi duduk diam akhirnya berdiri dari kursinya.

Dia melangkah perlahan mendekati Lin Xiao dengan dagu terangkat tinggi.

"Lin Xiao, kau tidak perlu marah atau merasa terhina." ucap Su Yuxin dengan nada datar yang sangat merendahkan.

"Ini adalah kenyataan pahit yang harus kau terima."

"Duniaku dan duniamu sudah berbeda." lanjut gadis itu sambil menatap mata Lin Xiao.

"Aku akan pergi ke akademi besar, bertarung dengan para jenius dari seluruh penjuru, dan mencapai puncak kultivasi."

Su Yuxin melipat kedua tangannya di depan dada dengan sikap arogan.

"Sedangkan kau hanya akan menghabiskan sisa hidupmu sebagai orang biasa di sudut kota ini."

"Aku butuh seorang pendamping yang bisa melindungiku dan menemaniku mendaki puncak." ucap Su Yuxin tanpa sedikit pun rasa kasihan.

"Dan kau jelas bukanlah orang itu."

Terpopuler

Comments

Yaya Rusdaya

Yaya Rusdaya

cerita novel + KLAN hampir mirip dgn novel judul JALAN KEABADIAN PENGUASA SEMBILAN ALAM

2026-08-27

0

Musa Lamovic

Musa Lamovic

mohon diganti kata *Jade river* dengan sungai giok atau yang lainnya

2026-08-17

0

Momu

Momu

/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/

2026-08-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Pengumuman Pengumuman
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Pengumuman Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!