Bab 4 : Detik-Detik Genting

Dunia di sekitar Elena seolah menyempit menjadi rasa sakit yang menjalar dari perutnya ke seluruh tubuh. Suara pertempuran yang masih tersisa—teriakan, derap kuda yang melarikan diri—terdengar teredam, seperti berasal dari balik air.

"Bawa dia masuk, sekarang!" Sarah berteriak pada Daniel dan Tommy, yang segera memapah Elena berdiri, setengah menggendongnya menuju rumah utama.

Whitlock, masih menahan Rourke dengan senapan terarah, memberi isyarat pada dua orang lain untuk mengikat perampok itu. "Ikat dia kuat-kuat di gudang alat. Aku akan urus dia nanti—sekarang ada yang lebih penting."

Di dalam rumah, Elena dibaringkan di ranjangnya sendiri, keringat dingin membasahi dahinya. Rasa sakit datang bergelombang, semakin sering, semakin kuat.

"Terlalu cepat," desisnya di sela napas yang tersengal. "Belum waktunya—masih satu bulan lagi—"

"Stres dan syok bisa memicu kelahiran prematur," kata Sarah, mencoba tetap tenang meski tangannya sendiri gemetar saat menyingsingkan lengan baju. "Aku pernah bantu ibuku jadi bidan di Redcliff dulu, tapi aku belum pernah menangani ini sendirian—apalagi tanpa peralatan yang layak."

Mata Elena, di tengah kabut rasa sakit, tertuju pada satu hal yang masih setia mengambang di sudut penglihatannya—kotak cahaya keemasan itu, berdenyut pelan seolah menunggu.

"Gudang," bisiknya parau, mengulurkan tangan gemetar ke udara. "Aku butuh—aku butuh bantuan untuk melahirkan. Peralatan medis. Apa saja."

Kotak itu berpendar terang, lebih terang dari sebelumnya, seolah merespons keputusasaan yang tulus dalam permintaan itu.

> **[Permintaan Darurat Terdeteksi]**

> **[Kategori Baru Terbuka: Perawatan Kehidupan]**

> **[Item dikeluarkan: Kotak Bidan Lengkap, Kain Steril, Ramuan Penenang Nyeri]**

Sebuah kotak kayu kecil namun rapi meluncur keluar dari udara kosong, jatuh lembut ke atas ranjang. Sarah membukanya dengan tangan gemetar—di dalamnya tersusun rapi gunting steril, benang jahit, kain bersih, bahkan sebotol kecil cairan berwarna keemasan dengan label tulisan tangan aneh: *Untuk Meredakan, Bukan Menghilangkan Rasa Sakit Sepenuhnya—Ibu Tetap Harus Merasakan Kekuatannya Sendiri.*

"Ini—ini gila," gumam Sarah, namun tangannya sudah bergerak cepat, naluri seorang calon bidan mengambil alih ketakutannya. "Baiklah, Elena, dengar aku. Aku akan memandumu, tapi kau yang harus melakukan pekerjaan berat di sini. Bisa?"

Elena, di tengah rasa sakit yang membakar, menemukan secercah tawa getir. "Aku baru saja menghadapi sapi zombie dan gerombolan perampok bersenjata dalam satu minggu, Sarah. Aku rasa aku bisa hadapi ini juga."

Di luar kamar, Whitlock berjaga di depan pintu, sementara Tommy dan yang lain masih membereskan sisa-sisa pertempuran—mengumpulkan senjata yang tertinggal, memadamkan obor-obor yang terjatuh, memastikan tidak ada lagi ancaman yang tersisa di kegelapan.

Jam-jam berikutnya berlalu dalam kabut rasa sakit, keringat, dan suara Sarah yang terus menyemangati di telinga Elena. Di luar jendela, langit perlahan berubah dari hitam pekat menjadi abu-abu keunguan, tanda fajar yang mendekat.

Dan tepat ketika sinar pertama matahari menembus celah tirai kamar, sebuah tangisan kecil namun kuat memecah keheningan yang tersisa dari malam penuh darah dan mesiu itu.

"Dia—dia perempuan," bisik Sarah, suaranya bergetar penuh haru, mengangkat bayi mungil yang kini menangis lantang ke arah Elena. "Elena, kau berhasil."

Elena, kelelahan hingga ke tulang namun dengan air mata mengalir deras di pipinya, meraih bayinya dengan tangan gemetar, mendekapnya erat ke dada. Untuk pertama kalinya sejak langit berubah warna dan dunia mulai runtuh, ia merasakan kedamaian yang begitu murni, begitu utuh.

"Halo, sayang," bisiknya lembut, suaranya pecah oleh emosi. "Selamat datang di dunia yang gila ini. Ibu janji—ibu akan pastikan dunia ini pantas untukmu."

Di sudut penglihatannya, kotak cahaya itu berkedip pelan sekali lagi, seolah tersenyum menyaksikan momen itu, sebelum akhirnya meredup tenang—untuk sementara, tugasnya yang paling penting telah selesai.

---

Episodes
1 Bab 1: Debu, Darah, dan Sebuah Kotak Aneh
2 Bab 2: Harga Sebuah Keajaiban
3 Bab 3: Persiapan di Bawah Langit Aneh
4 Bab 4 : Detik-Detik Genting
5 Bab 5: Fajar Baru di Rocking Spur
6 Bab 6: Aliansi Padang Barat
7 Bab 7: Perjalanan ke Prescott
8 Bab 8: Bayangan dari Utara
9 Bab 9: Pilihan Seorang Ibu
10 Bab 10: Reruntuhan Prometheus
11 Bab 11: Fragmen yang Terpecah
12 Bab 12: Jantung Prometheus
13 Bab 13: Suara di Balik Cahaya
14 Bab 14: Kepulangan yang Berbeda
15 Bab 15: Enam Bulan Kemudian
16 Bab 16: Rencana di Bawah Bulan
17 Bab 17: Konfrontasi di Alun-Alun
18 Bab 18: Dua Fragmen, Dua Jalan
19 Bab 19: Retakan di Balik Topeng
20 Bab 20: Membangun Kembali Ashford
21 Bab 21: Kabar dari Timur
22 Bab 22: Divisi Pemulihan Nasional
23 Bab 23: Perpisahan yang Sulit
24 Bab 24: Menuju Pegunungan Timur
25 Bab 25: Gerbang Kristal
26 Bab 26: Lorong Kenangan
27 Bab 27: Kesadaran Prometheus Prime
28 Bab 28: Harga Sesungguhnya
29 Bab 29: Uji Resonansi
30 Bab 30: Bayangan Masa Depan
31 Bab 31: Penyatuan
32 Bab 32: Jangkar Kemanusiaan
33 Bab 33: Gema di Gurun Es
34 Bab 34: Bisikan dari Bawah Tanah
35 Bab 35: Warisan Darah
36 Bab 36: Bayangan di Balik Cahaya
37 Bab 37: Langit yang Gelap
38 Bab 38: Bayangan Sang Raja
39 Bab 39: Kedalaman dan Kebenaran
40 Bab 40: Mata di Langit
41 Bab 41: Benih-Benih Kebangkitan
42 Bab 42: Gerbang Harapan
43 Bab 43: Bayangan yang Menelan Cahaya
44 Bab 44: Hening Sebelum Badai
45 Bab 45: Pengadilan di Atas Debu
46 Bab 46: Tamu dari Bayangan
47 Bab 47: Retakan di Cermin
48 Bab 48: Panggung Kaca
49 Bab 49: Gema yang Palsu
50 Bab 50: Kota Cermin
51 Bab 51: Resonansi Murni
52 Bab 52: Badai di Lautan Data
53 Bab 53: Akar dan Roda Gigi
54 Bab 54: Jantung Besi yang Membeku
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1: Debu, Darah, dan Sebuah Kotak Aneh
2
Bab 2: Harga Sebuah Keajaiban
3
Bab 3: Persiapan di Bawah Langit Aneh
4
Bab 4 : Detik-Detik Genting
5
Bab 5: Fajar Baru di Rocking Spur
6
Bab 6: Aliansi Padang Barat
7
Bab 7: Perjalanan ke Prescott
8
Bab 8: Bayangan dari Utara
9
Bab 9: Pilihan Seorang Ibu
10
Bab 10: Reruntuhan Prometheus
11
Bab 11: Fragmen yang Terpecah
12
Bab 12: Jantung Prometheus
13
Bab 13: Suara di Balik Cahaya
14
Bab 14: Kepulangan yang Berbeda
15
Bab 15: Enam Bulan Kemudian
16
Bab 16: Rencana di Bawah Bulan
17
Bab 17: Konfrontasi di Alun-Alun
18
Bab 18: Dua Fragmen, Dua Jalan
19
Bab 19: Retakan di Balik Topeng
20
Bab 20: Membangun Kembali Ashford
21
Bab 21: Kabar dari Timur
22
Bab 22: Divisi Pemulihan Nasional
23
Bab 23: Perpisahan yang Sulit
24
Bab 24: Menuju Pegunungan Timur
25
Bab 25: Gerbang Kristal
26
Bab 26: Lorong Kenangan
27
Bab 27: Kesadaran Prometheus Prime
28
Bab 28: Harga Sesungguhnya
29
Bab 29: Uji Resonansi
30
Bab 30: Bayangan Masa Depan
31
Bab 31: Penyatuan
32
Bab 32: Jangkar Kemanusiaan
33
Bab 33: Gema di Gurun Es
34
Bab 34: Bisikan dari Bawah Tanah
35
Bab 35: Warisan Darah
36
Bab 36: Bayangan di Balik Cahaya
37
Bab 37: Langit yang Gelap
38
Bab 38: Bayangan Sang Raja
39
Bab 39: Kedalaman dan Kebenaran
40
Bab 40: Mata di Langit
41
Bab 41: Benih-Benih Kebangkitan
42
Bab 42: Gerbang Harapan
43
Bab 43: Bayangan yang Menelan Cahaya
44
Bab 44: Hening Sebelum Badai
45
Bab 45: Pengadilan di Atas Debu
46
Bab 46: Tamu dari Bayangan
47
Bab 47: Retakan di Cermin
48
Bab 48: Panggung Kaca
49
Bab 49: Gema yang Palsu
50
Bab 50: Kota Cermin
51
Bab 51: Resonansi Murni
52
Bab 52: Badai di Lautan Data
53
Bab 53: Akar dan Roda Gigi
54
Bab 54: Jantung Besi yang Membeku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!