CEO itu Ternyata Cemburuan

Jam dinding menunjukkan pukul delapan malam.

Lantai administrasi kini hampir kosong. Lampu-lampu di beberapa ruangan sudah dimatikan. Hanya terdengar suara pendingin ruangan dan bunyi keyboard dari meja Nayla.

Ia meregangkan kedua tangannya.

“Akhirnya selesai juga….”

Tumpukan dokumen di hadapannya sudah tersusun rapi. Matanya terasa berat, sementara perutnya kembali mulai lapar.

“Besok aku nggak mau lembur lagi.”

Saat hendak merapikan tas, suara langkah kaki terdengar mendekat.

“Nayla.”

Ia mendongak.

Ternyata Dimas.

“Asisten Pak CEO?”

“Iya.”

“Pak Arga minta kamu mengantarkan dokumen ini ke ruangannya.”

Nayla langsung memasang wajah pasrah.

“Lagi?”

“Beliau masih di kantor?”

Dimas mengangguk.

“Kalau bukan karena pekerjaan penting, saya juga kasihan sama kamu.”

Nayla menghela napas panjang.

“Baiklah.”

Tok…

Tok…

“Masuk.”

Ruangan itu masih seterang siang.

Arga duduk di balik meja dengan laptop terbuka dan beberapa berkas berserakan.

Tanpa mengangkat kepala ia berkata,

“Letakkan di meja.”

Nayla meletakkan map itu.

“Kalau begitu saya pulang dulu.”

“Tunggu.”

Langkah Nayla terhenti.

“Ada yang salah lagi?”

Arga mengambil satu lembar laporan.

“Angka ini.”

Nayla mendekat.

“Yang mana?”

“Kamu salah mengetik.”

Nayla memperhatikan laporan itu beberapa detik.

Kemudian ia tersenyum.

“Bukan saya.”

“Ini dari bagian keuangan.”

Arga mengernyit.

Ia membaca ulang.

Benar.

Kesalahan itu bukan dibuat Nayla.

Untuk sesaat suasana menjadi canggung.

Nayla menyilangkan tangan.

“Gimana, Pak?”

“Mau bilang apa?”

Arga tetap tenang.

“Kembali.”

“Hah?”

“Kembali bekerja.”

Nayla langsung mendelik.

“Saya kira Bapak mau bilang maaf.”

Arga menatapnya datar.

“Kenapa?”

“Karena sudah nuduh saya.”

“Saya tidak menuduh.”

“Bapak tadi jelas-jelas bilang saya salah.”

“Itu dugaan.”

Nayla menghela napas keras.

“Pak…”

“Bapak tahu nggak?”

“Apa?”

“Kalau ego Bapak dijual, mungkin bisa beli satu gedung lagi.”

Untuk pertama kalinya sejak lama…

Dimas yang berdiri di dekat pintu benar-benar tidak kuat menahan tawanya.

“Maaf, Pak.”

Ia buru-buru keluar ruangan.

Arga hanya mengusap pelipisnya.

“Kenapa setiap bicara denganmu selalu berakhir seperti ini?”

Nayla tersenyum jahil.

“Mungkin karena kita nggak berjodoh.”

Arga spontan menatapnya.

Entah kenapa kalimat itu terdengar aneh di telinganya.

Setelah keluar dari ruang CEO, Nayla segera turun menuju halte bus.

Hari sudah gelap.

Ia memeluk tasnya sambil menunggu kendaraan.

Beberapa menit kemudian, sebuah motor sport berhenti tepat di depannya.

“Nayla!”

Seorang pria melepas helmnya.

Wajahnya tampan dengan senyum hangat.

“Nino?”

Nayla tampak terkejut.

“Kamu ngapain di sini?”

“Aku kerja di gedung sebelah.”

“Lihat kamu berdiri sendirian, ya sekalian mampir.”

Nino adalah sahabat Nayla sejak kuliah.

Mereka sudah berteman hampir lima tahun.

“Ayo, aku antar pulang.”

Nayla tersenyum.

“Wah, makasih.”

Tanpa pikir panjang ia naik ke belakang motor Nino.

Tak jauh dari sana…

Di dalam mobil hitam milik Arga.

Arga yang baru keluar dari parkiran tanpa sengaja melihat pemandangan itu.

Matanya mengikuti motor yang perlahan menjauh.

“Itu siapa?”

Dimas yang duduk di kursi depan ikut melihat.

“Sepertinya teman Nayla.”

Arga hanya mengangguk.

Namun entah mengapa…

Dadanya terasa sedikit tidak nyaman.

Keesokan paginya.

Nayla datang dengan wajah ceria.

“Pagi semuanya!”

“Pagi.”

Ia baru saja duduk ketika seorang kurir datang membawa sebuah kotak besar.

“Permisi.”

“Atas nama Nayla Pramesti.”

“Saya.”

Kurir menyerahkan buket bunga mawar merah yang sangat besar.

Seluruh ruangan langsung heboh.

“Waaah!”

“Siapa yang ngirim?”

“Romantis banget.”

Di tengah bunga itu terselip sebuah kartu.

Terima kasih sudah mau pulang bareng semalam. Semoga harimu menyenangkan. – Nino

Rina langsung menggoda.

“Waduh…”

“Pacar ya?”

Nayla tertawa.

“Bukan.”

“Cuma teman.”

Namun pipinya sedikit memerah.

Tanpa mereka sadari…

Pemandangan itu terlihat jelas dari balik dinding kaca ruang CEO.

Arga yang sedang berjalan menuju ruang rapat berhenti sejenak.

Tatapannya tertuju pada buket bunga itu.

“Pak?”

Suara Dimas membuyarkan lamunannya.

“Rapat dimulai.”

Arga mengangguk.

Tetapi sebelum pergi…

Ia kembali melirik ke arah Nayla yang sedang tertawa bersama rekan-rekannya.

Entah kenapa…

Suara tawa itu membuat suasana kantor terasa berbeda.

Dan untuk pertama kalinya…

Arga merasa terganggu oleh seseorang yang bahkan bukan bagian dari hidupnya.

Siang harinya.

Semua staf berkumpul di ruang rapat.

Mahendra Group akan menerima tamu penting dari luar negeri.

Rina berbisik kepada Nayla.

“Nanti jangan banyak bicara.”

“Oke.”

“Lagian aku memang pendiam.”

Rina menatapnya datar.

“Kamu?”

“Iya.”

Rina hampir tersedak mendengar jawaban itu.

Pintu ruang rapat terbuka.

Arga masuk dengan langkah tenang.

Semua orang berdiri.

“Selamat siang, Pak.”

Arga mengangguk singkat.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

Lalu…

Berhenti tepat pada Nayla.

Beberapa detik.

Tanpa alasan yang jelas.

Nayla yang menyadarinya hanya mengangkat satu alis seolah bertanya, “Kenapa lihat-lihat?”

Arga segera mengalihkan pandangan dan membuka rapat seperti tidak terjadi apa-apa.

Namun Dimas yang berdiri di belakangnya hanya tersenyum tipis.

“Sepertinya Pak CEO mulai mengalami gejala yang selama ini selalu beliau sangkal.”

“Jatuh cinta.”

Episodes
1 Kopi, Jas Mahal, dan Mulut Pedas
2 Musuh di Hari Pertama
3 Hukuman dari Sang CEO
4 CEO itu Ternyata Cemburuan
5 Jangan Dekati Pegawaiku!
6 Jangan Ge-er!
7 Rumor yang Mengguncang Kantor
8 Jadi Asisten CEO? Mimpi Buruk Dimulai!
9 Tunangan yang Tak Diundang
10 Cemburu yang Tak Mau Diakui
11 Terjebak Semalam Bareng CEO
12 Foto yang Menghebohkan Perusahaan
13 Ancamam untuk Nayla
14 Menginap di Rumah CEO?
15 Tinggal Serumah dengan Keluarga CEO
16 Aku Tidak Akan Membiarkanmu Terluka
17 Skandal yang Menghancurkan Kepercayaan
18 Bukti yang Mengubah Segalanya
19 Pengkhianatan Terungkap
20 Dalang di Balik Semua Kekacauan
21 Aku Akan Menjemputmu
22 Ledakan yang Mengubah Segalanya
23 Rahasia Keluarga Mahendra
24 Malam yang Mengubah Segalanya
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Skandal Satu Payung
30 Perjalanan Dinas yang Bikin Heboh
31 Satu kamar?!
32 Cemburu Tingkat Dewa
33 Jadi Pasangan CEO? Siapa Takut!
34 CEO Mulai Terang-Terengan
35 Pengakuan yang Tertunda
36 Saingan Lama, Ancaman Baru
37 Pertama kalinya Nayla marah pada Arga
38 Pacaran diam-diam? Pacaran terang-terangan dong
39 Restu Ibu Nayla
40 Makan malam bersama keluarga Arga
41 Kembalinya mantan tunangan
42 CEO Mahendra mengamuk
43 Jangan pernah tinggalkan aku
44 Serangan balik sang CEO
45 Permintaan maaf
46 Family Gathering
47 Pasangan serasi
48 Misi Rahasia
Episodes

Updated 48 Episodes

1
Kopi, Jas Mahal, dan Mulut Pedas
2
Musuh di Hari Pertama
3
Hukuman dari Sang CEO
4
CEO itu Ternyata Cemburuan
5
Jangan Dekati Pegawaiku!
6
Jangan Ge-er!
7
Rumor yang Mengguncang Kantor
8
Jadi Asisten CEO? Mimpi Buruk Dimulai!
9
Tunangan yang Tak Diundang
10
Cemburu yang Tak Mau Diakui
11
Terjebak Semalam Bareng CEO
12
Foto yang Menghebohkan Perusahaan
13
Ancamam untuk Nayla
14
Menginap di Rumah CEO?
15
Tinggal Serumah dengan Keluarga CEO
16
Aku Tidak Akan Membiarkanmu Terluka
17
Skandal yang Menghancurkan Kepercayaan
18
Bukti yang Mengubah Segalanya
19
Pengkhianatan Terungkap
20
Dalang di Balik Semua Kekacauan
21
Aku Akan Menjemputmu
22
Ledakan yang Mengubah Segalanya
23
Rahasia Keluarga Mahendra
24
Malam yang Mengubah Segalanya
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Skandal Satu Payung
30
Perjalanan Dinas yang Bikin Heboh
31
Satu kamar?!
32
Cemburu Tingkat Dewa
33
Jadi Pasangan CEO? Siapa Takut!
34
CEO Mulai Terang-Terengan
35
Pengakuan yang Tertunda
36
Saingan Lama, Ancaman Baru
37
Pertama kalinya Nayla marah pada Arga
38
Pacaran diam-diam? Pacaran terang-terangan dong
39
Restu Ibu Nayla
40
Makan malam bersama keluarga Arga
41
Kembalinya mantan tunangan
42
CEO Mahendra mengamuk
43
Jangan pernah tinggalkan aku
44
Serangan balik sang CEO
45
Permintaan maaf
46
Family Gathering
47
Pasangan serasi
48
Misi Rahasia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!