Istri Rahasia Bos Dingin

Istri Rahasia Bos Dingin

Bab 1: Kematian yang Menyadarkanku

Suara hantaman logam memekakkan telinga masih berdenging di kepalaku. Tubuhku terasa hancur, nyeri menjalar dari setiap tulang hingga ke sumsum. Darah menetes membasahi mataku, membuat pandanganku kabur memerah.

Di samping mobil yang sudah remuk tak berbentuk itu, aku melihat dua sosok yang paling kupercaya berdiri tegak—tidak berusaha menolong sedikit pun.

Rian, tunanganku yang selama tiga tahun ini aku korbankan segalanya, tersenyum sinis sambil memeluk erat pinggang Sari, saudara tiriku yang selama ini aku anggap sahabat sejati.

"Maaf ya, Dian," ucap Rian dengan nada dingin yang belum pernah kudengar. "Kamu pikir aku benar-benar mencintaimu? Aku hanya butuh akses ke perusahaan ayahmu. Sekarang Sari sudah memberiku semua dokumen, kamu sudah tidak berguna lagi."

Sari tertawa pelan, suaranya menusuk tulang. "Kasihan sekali Kak Dian. Selama ini kamu pikir kamu putri paling berharga? Harta, masa depan, bahkan Rian... semuanya akan jadi milikku."

Air mata bercampur darah mengalir di pipiku. Aku ingin berteriak, memaki, bertanya mengapa begitu kejam. Namun napasku semakin sesak, pandanganku perlahan gelap. Terakhir kali yang kulihat adalah senyum kemenangan mereka sebelum aku tenggelam dalam kegelapan abadi.

Kebodohanku adalah mempercayai orang salah. Andai aku bisa kembali... andai aku bisa mengulang semuanya...

"Dian! Bangun Nak, kenapa melamun begini?"

Suara lembut ibuku membuatku tersentak kaget. Aku terbangun dengan napas terengah-engah, keringat dingin membasahi punggung. Aku menatap sekeliling ruangan—dinding krem sedikit kusam, lemari kayu tua, foto masa kecilku tergantung di dinding.

Ini kamar lamaku! Rumah yang sudah kami tinggalkan dua tahun lalu karena bangkrut.

Aku berlari ke cermin. Pantulan di sana membuatku terbelalak. Wajahku masih muda, tidak ada garis kelelahan, tanganku halus tanpa bekas luka kerja kasar. Kalender di dinding menampilkan tanggal 17 Juli 2023.

"Tiga tahun lalu..." bisikku gemetar. "Aku kembali ke masa lalu!"

Tepat saat itu pintu terbuka. Ayah masuk dengan wajah lelah, diikuti Ibu yang matanya sembab.

"Dian, Ayah harus bicara," ucap Ayah duduk di tepi tempat tidur. "Perusahaan Ayah bangkrut, utang kami harus lunas seminggu lagi. Jika tidak, rumah ini disita dan kami diusir ke jalan."

Hatiku mencelos. Aku ingat momen ini persis. Di kehidupan dulu, Ayah menawarkan jalan keluar yang sama.

"Ada satu cara," lanjutnya ragu. "Tuan Erlan Pratama, pemilik perusahaan terbesar di kota, bersedia melunasi semua utang. Syaratnya: kamu menikah dengannya selama satu tahun, lalu berpisah baik-baik."

Dulu aku menolak keras. Aku menangis, memilih bertahan dan berharap Rian menolong—padahal saat itulah mereka mulai merencanakan kehancuranku.

Kali ini aku menarik napas panjang, rasa sakit masa lalu masih terasa nyata. Aku menatap kedua orang tuaku, lalu tersenyum tipis—senyum yang dingin dan penuh tekad baru.

"Baik Yah," jawabku mantap. "Aku setuju."

Ayah dan Ibu melongo tak percaya. "Dian, yakin? Katanya Tuan Erlan sangat dingin, tak pernah tersenyum, semua orang takut padanya," cemas Ibu.

"Aku yakin Bu. Daripada kami menderita di jalan, lebih baik aku mencoba. Lagipula ini hanya kontrak, kan?"

Dalam hati aku menambahkan: Kali ini aku tak akan jadi korban lagi. Aku lindungi Ayah dan Ibu. Dan untuk kalian berdua... tunggu saja.

Malam itu aku terjaga. Erlan Pratama—sosok legendaris sekaligus ditakuti dunia bisnis. Muda, tampan, tapi matanya sedingin es. Tak ada yang tahu asal-usulnya jelas, tak ada yang berani mendekat. Orang memanggilnya Bos Dingin. Entah mengapa, nama itu terasa begitu akrab di telingaku.

Keesokan harinya aku dibawa ke kediaman Erlan. Rumah besar itu sunyi senyap, suasananya dingin persis seperti pemiliknya. Di ruang tengah, sosok pria itu berdiri membelakangi aku menatap jendela kaca raksasa. Jas hitam pas di badan tegapnya, aura kekuasaan menekan seisi ruangan.

"Tuan Erlan, putri saya sudah datang," ucap Ayah sopan, sedikit gemetar.

Pria itu berbalik perlahan. Saat matanya yang tajam menatapku, rasanya waktu berhenti berputar. Matanya hitam pekat, dalam, menyimpan ribuan rahasia. Dia menatapku lama sekali, seolah sedang meneliti setiap inci wajahku—seolah dia mengenalku lebih dari yang aku tahu.

Aku tak membuang muka. Aku menatap balik tenang, meski jantungku berdegup tak karuan.

"Kamu setuju?" tanyanya. Suaranya berat, rendah, benar-benar sedingin kabar yang kudengar.

Aku mengangguk pelan. "Ya. Saya setuju."

Erlan melangkah mendekat, berhenti tepat di depanku. Dia menunduk sedikit hingga wajahnya sejajar denganku, aroma wangi kayu manis samar tercium darinya.

"Ingat," ucapnya pelan namun tegas, matanya tak lepas dari mataku. "Ini hanya pernikahan di atas kertas. Kamu akan tinggal di sini, menjaga citra di depan umum. Tak ada sentuhan, tak ada urusan hati. Satu tahun kemudian, kita berpisah tanpa ikatan apa pun."

Dia menyodorkan selembar kertas kontrak. Aku membacanya sekilas—semua sesuai ucapan. Aku mengambil pena, dan tanpa ragu menuliskan nama lengkapku di sana.

Erlan mengambil kembali kontrak itu, lalu menandatangani namanya dengan tulisan tangan yang tegas dan rapi.

"Mulai hari ini," ucapnya pelan, "kamu adalah istri rahasia saya. Dian Pratama."

Saat nama itu keluar dari mulutnya, aku melihat sekilas perubahan di matanya—sebuah emosi yang cepat sekali ia sembunyikan. Aku belum tahu, di balik sikap dinginnya itu, tersimpan rahasia yang sudah ia simpan selama bertahun-tahun. Bahwa di kehidupan yang dulu aku tinggalkan, dialah satu-satunya orang yang menangisi kematianku.

Episodes
1 Bab 1: Kematian yang Menyadarkanku
2 Bab 2 : Rumah yang Tak Pernah Sepi dan Rahasia di Balik Pintu
3 Bab 3 : Bisikan Masa Lalu dan Ancaman di Balik Pesta
4 Bab 4: Kabar Bohong dan Bukti yang Tak Terbantahkan
5 Bab 5: Surat Lama dan Rahasia Kebangkrutan yang Sebenarnya
6 Bab 6 : Pintu Terlarang dan Jejak Kehidupan yang Hilang
7 Bab 7 : Bawahan Rahasia dan Jebakan di Balik Meja Kerja
8 Bab 8: Jejak Bayangan dan Bukti yang Tak Terhapus
9 Bab 9: Terjebak di Tengah Guyuran Hujan
10 Bab 10 : Perhatian yang Tak Pernah Terduga
11 Bab 11: Surat Rahasia dan Bayangan yang Mengintai
12 Bab 12 : Jejak Pengkhianat dan Kebenaran yang Terlindas Waktu
13 Bab 13: Cincin Pusaka dan Kebenaran yang Terkunci Masa Lalu
14 Bab 14 : Pertarungan Hati di Bawah Pohon Kenangan
15 Bab 15: Cahaya Dua Dunia dan Janji di Ambang Gerbang
16 Bab 16: Bayarannya dan Janji yang Tak Bisa Diingkari
17 Bab 17: Dua Pilihan di Ujung Jarum Waktu
18 Bab 18: Jalan Ketiga dan Kebohongan yang Terbungkus Kasih Sayang
19 Bab 19: Bayangan di Balik Jeruji dan Tanda Datangnya Hari Penebusan
20 Bab 20: Tiga Hari Menuju Puncak Bukit dan Cahaya yang Menanti di Ujung Senja
21 Bab 21: Jejak yang Tersisa dan Bayangan yang Tak Pernah Hilang
22 Bab 22: Cahaya Merah dan Jejak yang Tak Bisa Hilang
23 Bab 23: Tanda yang Berbicara dan Suara dari Bayang Masa Lalu
24 Bab 24: Dermaga Sepi dan Wajah yang Tak Selalu Sama
25 Bab 25: Bisikan di Tengah Kabut
26 Bab 26: Pilihan yang Tak Pernah Ada
27 Bab 27: Jejak yang Tertinggal
28 Bab 28: Mata yang Mengawasi
29 Bab 29: Bayangan yang Kembali
30 Bab 30: Sumpah di Bawah Fondasi
31 Bab 31: Pengorbanan yang Tak Terduga
32 Bab 32: Luka yang Sama
33 Bab 33: Benih Pengkhianatan
34 Bab 34: Topeng Kesetiaan
35 Bab 35: Jejak yang Kusingkirkan Sendiri
36 Bab 36: Pilihan yang Tak Pernah Ada
37 Bab 37: Bayangan yang Tak Pernah Punah
38 Bab 38: Di Antara Kita
Episodes

Updated 38 Episodes

1
Bab 1: Kematian yang Menyadarkanku
2
Bab 2 : Rumah yang Tak Pernah Sepi dan Rahasia di Balik Pintu
3
Bab 3 : Bisikan Masa Lalu dan Ancaman di Balik Pesta
4
Bab 4: Kabar Bohong dan Bukti yang Tak Terbantahkan
5
Bab 5: Surat Lama dan Rahasia Kebangkrutan yang Sebenarnya
6
Bab 6 : Pintu Terlarang dan Jejak Kehidupan yang Hilang
7
Bab 7 : Bawahan Rahasia dan Jebakan di Balik Meja Kerja
8
Bab 8: Jejak Bayangan dan Bukti yang Tak Terhapus
9
Bab 9: Terjebak di Tengah Guyuran Hujan
10
Bab 10 : Perhatian yang Tak Pernah Terduga
11
Bab 11: Surat Rahasia dan Bayangan yang Mengintai
12
Bab 12 : Jejak Pengkhianat dan Kebenaran yang Terlindas Waktu
13
Bab 13: Cincin Pusaka dan Kebenaran yang Terkunci Masa Lalu
14
Bab 14 : Pertarungan Hati di Bawah Pohon Kenangan
15
Bab 15: Cahaya Dua Dunia dan Janji di Ambang Gerbang
16
Bab 16: Bayarannya dan Janji yang Tak Bisa Diingkari
17
Bab 17: Dua Pilihan di Ujung Jarum Waktu
18
Bab 18: Jalan Ketiga dan Kebohongan yang Terbungkus Kasih Sayang
19
Bab 19: Bayangan di Balik Jeruji dan Tanda Datangnya Hari Penebusan
20
Bab 20: Tiga Hari Menuju Puncak Bukit dan Cahaya yang Menanti di Ujung Senja
21
Bab 21: Jejak yang Tersisa dan Bayangan yang Tak Pernah Hilang
22
Bab 22: Cahaya Merah dan Jejak yang Tak Bisa Hilang
23
Bab 23: Tanda yang Berbicara dan Suara dari Bayang Masa Lalu
24
Bab 24: Dermaga Sepi dan Wajah yang Tak Selalu Sama
25
Bab 25: Bisikan di Tengah Kabut
26
Bab 26: Pilihan yang Tak Pernah Ada
27
Bab 27: Jejak yang Tertinggal
28
Bab 28: Mata yang Mengawasi
29
Bab 29: Bayangan yang Kembali
30
Bab 30: Sumpah di Bawah Fondasi
31
Bab 31: Pengorbanan yang Tak Terduga
32
Bab 32: Luka yang Sama
33
Bab 33: Benih Pengkhianatan
34
Bab 34: Topeng Kesetiaan
35
Bab 35: Jejak yang Kusingkirkan Sendiri
36
Bab 36: Pilihan yang Tak Pernah Ada
37
Bab 37: Bayangan yang Tak Pernah Punah
38
Bab 38: Di Antara Kita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!