CEO Yang Terjerat Pesona Sang Model

CEO Yang Terjerat Pesona Sang Model

PEWARIS TANPA IKATAN DARAH

BAB 1

Langkah kaki seorang pria tampan bergema pelan di lantai marmer lobi gedung pencakar langit yang menjadi pusat kerajaan bisnisnya. Jas hitam mewah yang membalut tubuh tegapnya tampak sempurna, memancarkan aura elegan sekaligus berwibawa.

Tatapannya setajam mata elang, rahangnya tegas, dan setiap gerak-geriknya memancarkan karisma yang sulit diabaikan. Dengan gerakan tenang, ia melepas kacamata hitam yang menutupi sepasang mata dinginnya, memperlihatkan sorot penuh kewibawaan yang seketika membuat suasana menjadi hening.

Di belakangnya, beberapa ajudan berbadan tegap dengan setelan hitam berjalan mengikuti setiap langkah sang bos. Mereka menjaga jarak yang rapi, selalu waspada terhadap keadaan sekitar.

Begitu pria itu memasuki area utama perusahaan, seluruh karyawan yang telah berbaris di sisi lobi serempak menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan.

"Selamat pagi, Tuan."

Sapaan itu terdengar hampir bersamaan, menggema memenuhi ruangan megah tersebut. Sosok pria itu bukan hanya dikenal sebagai CEO termuda, tetapi juga sebagai pemilik perusahaan terbesar di negaranya.

Tak sedikit karyawan wanita yang diam-diam mencuri pandang. Wajahnya yang nyaris sempurna, dipadukan dengan pembawaan dingin dan berkelas, membuatnya tampak bak dewa Yunani yang turun ke dunia manusia. Namun, tak seorang pun berani menatapnya terlalu lama.

Tanpa menghiraukan tatapan kagum di sekelilingnya, pria itu tetap melangkah dengan ekspresi datar. Di sampingnya, sang sekretaris berjalan sambil membawa tablet berisi jadwal dan dokumen penting hari itu.

Mereka berhenti di depan sebuah lift eksklusif yang hanya dapat diakses oleh CEO dan orang-orang tertentu. Pintu lift terbuka secara otomatis setelah sistem mengenali identitas sang pemilik perusahaan.

Pria itu melangkah masuk bersama sekretarisnya. Sementara itu, para ajudan hanya berhenti tepat di depan pintu lift, berdiri tegak dengan tangan terlipat di depan tubuh. Mereka memahami batas tugas masing-masing; tak seorang pun diizinkan memasuki area privat yang dikhususkan bagi sang CEO.

Saat pintu lift perlahan menutup, bayangan sosok pria berkarisma itu menghilang dari pandangan, meninggalkan kesan hormat sekaligus kekaguman di hati setiap orang yang menyaksikan kedatangannya.

Eros Forger. Nama itu kini telah dikenal luas di kalangan pebisnis dan masyarakat kelas atas. Nama keluarga Forger melekat begitu erat pada dirinya, seolah-olah ia memang terlahir sebagai bagian dari keluarga tersebut.

Di usianya yang baru menginjak 28 tahun, Eros telah menjelma menjadi salah satu pengusaha muda paling sukses dan berpengaruh. Kecerdasan, ketegasan, serta kerja kerasnya membuat namanya disegani di dunia bisnis. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui kisah di balik kehidupannya yang tampak sempurna.

Eros bukanlah putra kandung keluarga Forger.

Ia adalah anak semata wayang dari sahabat dekat pasangan Erwin Forger dan Alice Forger. Takdir yang kejam merenggut kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan pesawat saat Eros baru berusia lima tahun. Sejak hari itu, hidupnya berubah untuk selamanya.

Melihat putra sahabatnya kehilangan segalanya dalam sekejap, Erwin dan Alice tidak sanggup membiarkannya menghadapi dunia seorang diri. Terlebih lagi, pasangan itu belum pernah dikaruniai seorang anak karena Alice tidak bisa hamil.

Dengan penuh kasih sayang, mereka membawa Eros ke dalam keluarga mereka dan membesarkannya layaknya darah daging sendiri.

Hari demi hari berlalu, dan hubungan mereka tidak lagi sekadar antara orang tua angkat dan anak asuh. Eros tumbuh dengan cinta yang tulus, perhatian yang tak pernah kurang, serta kehangatan keluarga yang selama ini hampir hilang dari hidupnya.

Karena itulah, Erwin Forger mempercayakan seluruh kerajaan bisnis keluarga kepada Eros. Bukan hanya karena kemampuan luar biasa yang dimiliki pemuda itu, tetapi juga karena Erwin telah menganggapnya sebagai putranya sendiri.

Di mata sang kepala keluarga, Eros adalah pewaris yang paling pantas untuk meneruskan segala yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Perasaan yang sama juga dimiliki Eros.

Ia begitu menghormati dan menyayangi Erwin serta Alice. Bagi Eros, mereka bukanlah orang tua angkat, melainkan keluarga sejatinya. Mereka adalah orang-orang yang mengisi kekosongan dalam hidupnya, memberikan kasih sayang tanpa syarat, serta menghadiahkan segala hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sejak kecil hingga dewasa, Eros selalu menjadi satu-satunya putra yang dimanja, diperhatikan, dan dibanggakan oleh keluarga Forger. Setiap pencapaian yang diraihnya membuat Erwin dan Alice merasa bangga seolah melihat darah daging mereka sendiri tumbuh menjadi pria luar biasa.

Dan kini, berdiri di puncak kesuksesan dengan nama besar Forger yang disandangnya, Eros berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga keluarga itu, sebagaimana keluarga itu telah menjaganya selama ini.

Malam mulai menyelimuti kota Brussels dengan gemerlap lampu yang menghiasi setiap sudut jalan. Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaannya di perusahaan, Eros akhirnya kembali ke mansion keluarga Forger.

Mobil mewahnya memasuki halaman luas yang dipenuhi taman-taman indah. Begitu kendaraan itu berhenti di depan pintu utama, beberapa pelayan segera berbaris rapi menyambut kepulangannya.

"Selamat malam, Tuan Eros."

Eros hanya membalas dengan anggukan tipis sebelum melangkah masuk ke dalam mansion.

"Aku pulang."

Suara beratnya menggema di ruang tengah yang megah.

Tak jauh dari sana, Erwin dan Alice Forger sedang duduk santai di sofa sembari menikmati secangkir teh hangat.

"Wah, anak Mommy sudah pulang!"

Alice langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil menghampiri putra kesayangannya.

Tanpa ragu, wanita paruh baya itu mengecup lembut kening Eros.

Kebiasaan itu tak pernah berubah sejak Eros masih kecil. Dahulu, setiap Eros pulang sekolah, Alice selalu menyambutnya dengan kecupan di dahi. Hingga kini, meski Eros telah tumbuh menjadi pria dewasa, kebiasaan sederhana itu tetap dipertahankan.

"Capek tidak, nak?" tanya Alice sambil mengusap lembut pipi putranya.

Eros tersenyum tipis.

"Tidak, Mom. Hari ini jadwalku tidak terlalu padat. Pertemuan dengan para kolega juga tidak banyak."

"Syukurlah."

Alice menggandeng tangan Eros menuju sofa.

"Duduk dulu, ya. Mommy dan Daddy ingin membicarakan sesuatu yang cukup serius."

Eros mengernyitkan dahi.

"Soal apa, Mom?"

Erwin meletakkan cangkir tehnya sebelum menatap Eros penuh kebanggaan.

"Bagaimana keadaan perusahaan? Semuanya berjalan lancar?"

"Sangat lancar, Dad. Tidak ada kendala berarti."

Erwin mengangguk puas.

"Bagus. Daddy benar-benar bangga padamu. Di usiamu yang sekarang, kamu sudah mampu memimpin perusahaan sebesar ini. Bahkan teman-teman Daddy tidak berhenti memujimu."

Eros tersenyum hormat.

"Terima kasih, Dad. Apa pun yang kulakukan, semuanya untuk Mommy dan Daddy."

Mendengar jawaban itu, senyum Alice semakin mengembang.

"Kalau begitu..." ucapnya sambil menatap wajah tampan putranya dengan jahil.

"Anak Mommy yang tampan ini sudah punya pacar belum?"

Pertanyaan itu membuat Eros terdiam sesaat.

Nama seorang gadis langsung terlintas di benaknya.

Lura.

Wanita yang telah mengisi hatinya selama tiga tahun terakhir.

Sebenarnya, Eros sudah lama ingin memperkenalkan Lura kepada Erwin dan Alice. Namun, kesibukan Lura yang sedang menempuh pendidikan di Australia membuat rencana itu terus tertunda.

Mereka belum pernah memiliki kesempatan untuk mempertemukan kedua orang tua angkatnya dengan wanita yang dicintainya.

"Memangnya kenapa, Mom?" tanya Eros hati-hati.

Alice saling melirik dengan Erwin, lalu tersenyum penuh arti.

"Begini, Sayang... Mommy dan Daddy ingin menjodohkanmu dengan putri sahabat kami."

Deg!

Jantung Eros seolah berhenti berdetak.

Seketika senyum di wajahnya menghilang. Tatapannya berubah datar, meski ia berusaha tetap terlihat tenang.

"Kamu masih ingat Zenaya, kan?" tanya Alice antusias. "Waktu kecil kalian pernah bertemu."

Eros mencoba mengingat-ingat.

"Seingatku... iya. Tapi aku sudah lupa wajahnya. Waktu itu aku masih kecil dan tidak terlalu memperhatikannya."

Alice bertepuk tangan kecil dengan wajah berbinar.

"Sekarang Zenaya sudah tumbuh menjadi wanita yang luar biasa cantik. Dia juga sangat baik dan sopan. Bahkan sekarang dia menjadi model internasional. Saat ini dia tinggal di Paris karena mendapat kontrak sebagai brand ambassador ternama."

Nada suara Alice dipenuhi rasa bangga.

"Hebat sekali, bukan?"

Eros hanya terdiam.

Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya.

Erwin ikut tersenyum.

"Zenaya anak yang baik. Daddy yakin kalian akan cocok."

Namun, bagi Eros, setiap pujian itu terdengar semakin jauh.

Pikirannya kini dipenuhi oleh satu nama.

Lura.

"Apa yang harus kulakukan?"

"Haruskah aku menolak?"

"Tapi... Mommy dan Daddy terlihat begitu bahagia."

"Bagaimana dengan Lura?"

"Apa yang harus kukatakan kepadanya nanti?"

"Eros?"

Suara Alice membuyarkan lamunannya.

"Eros..."

Wanita itu melambaikan tangan di depan wajah putranya.

Eros tersadar.

"Ah... iya, Mom?"

"Kamu melamun."

Alice menggenggam kedua tangan Eros dengan lembut.

"Kalau kamu tidak setuju dengan perjodohan ini, tidak apa-apa. Mommy dan Daddy tidak akan memaksamu."

Kalimat itu justru membuat hati Eros semakin sesak.

Ia memandang wajah Alice yang tersenyum lembut.

Meski wanita itu berusaha terlihat tenang, Eros dapat menangkap secercah harapan di balik sorot matanya.

Ia tahu...

Alice sangat menginginkan pernikahan itu terjadi.

Perlahan, Eros membalas genggaman tangan wanita yang telah membesarkannya sejak kecil.

"Aku setuju, Mom."

Alice membeku beberapa detik.

"Serius?"

Eros mengangguk sambil memaksakan seulas senyum.

"Apa pun keputusan Mommy dan Daddy... aku akan menerimanya. Aku percaya, kalian selalu menginginkan yang terbaik untukku."

Air mata haru langsung menggenang di pelupuk mata Alice.

Tanpa menunggu lebih lama, ia memeluk erat putra kesayangannya.

"Mommy sangat menyayangimu, Nak. Mommy yakin... kamu akan bahagia bersama Zenaya."

Eros membalas pelukan itu.

Namun senyum di wajahnya tak pernah benar-benar sampai ke hatinya.

Erwin ikut tersenyum lega.

"Kalau begitu, Dady akan mengatur jadwal pertemuan dengan keluarga Harper, sekaligus makan malam bersama."

Alice mengangguk penuh semangat.

Sementara itu, Eros hanya duduk diam.

Tak ada penolakan.

Tak ada protes.

Hanya keheningan yang memenuhi dadanya.

"Mungkin... memang sudah seharusnya aku mengorbankan cintaku."

"Mommy dan Daddy telah memberiku kehidupan, kasih sayang, dan keluarga. Mana mungkin aku menyakiti hati mereka hanya demi kebahagiaanku sendiri?"

"Sekarang... yang harus kupikirkan adalah bagaimana menjelaskan semua ini kepada Lura."

Episodes
1 PEWARIS TANPA IKATAN DARAH
2 RAHASIA DI HATI ZENAYA
3 JANJI DI MASA KECIL
4 PERTEMUAN YANG MENENTUKAN TAKDIR
5 BRAND AMBASSADOR CALON ISTRI
6 ANTARA CINTA DAN KEWAJIBAN
7 KENYATAAN YANG HARUS DI SAMPAIKAN
8 MENEMUI LURA
9 LANGKAH YANG TERIKAT
10 KAGUM TANPA SADAR
11 FITTING GAUN PENGANTIN
12 PERNIKAHAN EROS DAN ZENAYA
13 KEGELISAHAN EROS
14 TINGGAL DI MANSION BARU
15 MALAM PERTAMA YANG TERLUPAKAN
16 RAHASIA DI SYDNEY
17 KABAR YANG TERLAMBAT
18 KEPULANGAN EROS
19 ANTARA CANGGUNG DAN KEHANGATAN
20 RASA PENASARAN ZENAYA
21 MIMPI ZENAYA, HATI EROS
22 PELUKAN YANG MENGUBAH SEGALANYA
23 MERAWAT EROS YANG SAKIT
24 DI BALIK PERHATIAN YANG PALSU
25 DI BALIK SENYUMAN
26 ACTING ZENAYA YANG MEMUKAU
27 PERTEMUAN EROS DAN LUCIAN
28 INSIDEN DI BALLROOM HOTEL
29 ZENAYA DAN VEXIA
30 PERSIAPAN KEBERANGKATAN EROS
31 LIBURAN DI KYOTO
32 MEET AND GREET ZENAYA
33 KABAR MENGEJUTKAN
34 KONFRONTASI DI RUMAH SAKIT
35 KEKHAWATIRAN EROS
36 SEBUAH KECUPAN PERTAMA
37 HUKUMAN UNTUK VEXIA
38 KEMBALINYA SANG BINTANG
39 SATU FOTO YANG MENGUNDANG SPEKULASI
40 CEMBURUNYA EROS
41 DIANTARA CINTA DAN CITA CITA
42 LANGKAH KECIL MENUJU CINTA
43 MORNING KISS
44 SEBUAH RASA YANG TAK DI SADARI
45 SEBUAH BILL DI SYDNEY
46 HARI TANPA ZENAYA
47 EMOSI EROS FORGER
48 RINDU EROS KEPADA ZENAYA
49 MENJEMPUT RINDU
50 MALAM YANG MENYATUKAN KITA
51 ROMANSA DI KOTA MILAN
52 TATAPAN PENUH CEMBURU
53 PESTA BBQ DI VILLA
54 RAHASIA YANG DI KETAHUI LUCIAN
55 RAHASIA MULAI TERBONGKAR
56 KEDATANGAN LURA
57 DILEMA
58 ZENAYA YANG ANEH
59 SEMAKIN RUMIT
60 FIRASAT BURUK
61 RAHASIA TERBONGKAR
62 HATI YANG HANCUR
63 AIR MATA ZENAYA
64 INGIN BERCERAI?
65 HAMIL?
66 BREAKING NEWS
67 AMARAH KELUARGA FORGER
68 DESMON KEMBALI
69 HASIL TESTPACK
70 BENTROKAN DUA PRIA YANG TERLUKA
71 KEMBALI KE MANSION HARPER
72 KABAR PERCERAIAN
73 KABAR KEHAMILAN ZENAYA
74 AMARAH DANIEL
75 LUKA YANG BELUM SEMBUH
76 PERGI MEMBAWA RAHASIA
77 PELARIAN ZENAYA DARI DUNIA BISING
78 KEHENINGAN ZENAYA YANG MENGHILANG
79 EROS MENCARI ZENAYA
80 PENYESALAN EROS
81 AKHIR SEBUAH HUBUNGAN
82 SURAT PERCERAIAN
83 RASA YANG MEMBAWA KENANGAN
84 TUBUH YANG SEMAKIN RAPUH
85 MATLIS DAN JADEN MENJENGUK
86 SURAT YANG MENGAKHIRI SEGALANYA
87 PENANTIAN LUCIAN ALFREDO
88 LUCIAN BERTEMU ZENAYA
89 RAHASIA YANG HARUS DI JAGA
90 TUBUH YANG MELEMAH, HATI YANG BERTAHAN
91 KETULUSAN CINTA LUCIAN
92 KUNJUNGAN ORANG TUA
93 JEJAK TERSEMBUNYI DI TENGAH HUTAN
94 RAHASIA DI BALIK RUMAH TENGAH HUTAN
95 BATAS KESABARAN EROS
96 UNGKAP RAHASIA ZENAYA PART 1
97 UNGKAP RAHASIA ZENAYA PART 2
98 TEMPAT PERSEMBUNYIAN YANG MULAI TERBONGKAR
99 KEMBALI PERGI
100 PERTEMUAN DENGAN PAK SAMIR
101 PETUNJUK TERAKHIR MENUJU AMSTERDAM
102 VILLA BARU DI AMSTERDAM
103 WAJAH LAMA YANG KEMBALI
104 DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
105 TERENDAP LARAKU
106 TAKDIR MEMPERTEMUKAN, LUKA MEMISAHKAN
107 LAHIRNYA SANG PEWARIS
108 SEBUAH NAMA, SEBUAH KENANGAN
109 KEBENARAN YANG TERLAMBAT TERUNGKAP
110 PELUKAN YANG SALAH DI ARTIKAN
111 HADIAH DARI EROS UNTUK ELLIOT
112 KEMBALI KE BRUSSELS
113 MENANDATANGANI SURAT PERCERAIAN
114 PILIHAN YANG MENYAYAT HATI
115 KONFLIK BATIN ZENAYA
116 KETAKUTAN TERBESAR SEORANG AYAH
117 EMPAT MATA
118 DESMON YANG SELALU ADA
119 JANGAN PERGI
120 JANJI DI HADAPAN DANIEL
121 JABAT TANGAN SEORANG RIVAL
122 LAMARAN KEDUA DI BAWAH CAHAYA BRUSSELS
123 PERNIKAHAN KEDUA DAN AWAL KEBAHAGIAAN BARU
124 KEBAHAGIAAN YANG KEMBALI UTUH
Episodes

Updated 124 Episodes

1
PEWARIS TANPA IKATAN DARAH
2
RAHASIA DI HATI ZENAYA
3
JANJI DI MASA KECIL
4
PERTEMUAN YANG MENENTUKAN TAKDIR
5
BRAND AMBASSADOR CALON ISTRI
6
ANTARA CINTA DAN KEWAJIBAN
7
KENYATAAN YANG HARUS DI SAMPAIKAN
8
MENEMUI LURA
9
LANGKAH YANG TERIKAT
10
KAGUM TANPA SADAR
11
FITTING GAUN PENGANTIN
12
PERNIKAHAN EROS DAN ZENAYA
13
KEGELISAHAN EROS
14
TINGGAL DI MANSION BARU
15
MALAM PERTAMA YANG TERLUPAKAN
16
RAHASIA DI SYDNEY
17
KABAR YANG TERLAMBAT
18
KEPULANGAN EROS
19
ANTARA CANGGUNG DAN KEHANGATAN
20
RASA PENASARAN ZENAYA
21
MIMPI ZENAYA, HATI EROS
22
PELUKAN YANG MENGUBAH SEGALANYA
23
MERAWAT EROS YANG SAKIT
24
DI BALIK PERHATIAN YANG PALSU
25
DI BALIK SENYUMAN
26
ACTING ZENAYA YANG MEMUKAU
27
PERTEMUAN EROS DAN LUCIAN
28
INSIDEN DI BALLROOM HOTEL
29
ZENAYA DAN VEXIA
30
PERSIAPAN KEBERANGKATAN EROS
31
LIBURAN DI KYOTO
32
MEET AND GREET ZENAYA
33
KABAR MENGEJUTKAN
34
KONFRONTASI DI RUMAH SAKIT
35
KEKHAWATIRAN EROS
36
SEBUAH KECUPAN PERTAMA
37
HUKUMAN UNTUK VEXIA
38
KEMBALINYA SANG BINTANG
39
SATU FOTO YANG MENGUNDANG SPEKULASI
40
CEMBURUNYA EROS
41
DIANTARA CINTA DAN CITA CITA
42
LANGKAH KECIL MENUJU CINTA
43
MORNING KISS
44
SEBUAH RASA YANG TAK DI SADARI
45
SEBUAH BILL DI SYDNEY
46
HARI TANPA ZENAYA
47
EMOSI EROS FORGER
48
RINDU EROS KEPADA ZENAYA
49
MENJEMPUT RINDU
50
MALAM YANG MENYATUKAN KITA
51
ROMANSA DI KOTA MILAN
52
TATAPAN PENUH CEMBURU
53
PESTA BBQ DI VILLA
54
RAHASIA YANG DI KETAHUI LUCIAN
55
RAHASIA MULAI TERBONGKAR
56
KEDATANGAN LURA
57
DILEMA
58
ZENAYA YANG ANEH
59
SEMAKIN RUMIT
60
FIRASAT BURUK
61
RAHASIA TERBONGKAR
62
HATI YANG HANCUR
63
AIR MATA ZENAYA
64
INGIN BERCERAI?
65
HAMIL?
66
BREAKING NEWS
67
AMARAH KELUARGA FORGER
68
DESMON KEMBALI
69
HASIL TESTPACK
70
BENTROKAN DUA PRIA YANG TERLUKA
71
KEMBALI KE MANSION HARPER
72
KABAR PERCERAIAN
73
KABAR KEHAMILAN ZENAYA
74
AMARAH DANIEL
75
LUKA YANG BELUM SEMBUH
76
PERGI MEMBAWA RAHASIA
77
PELARIAN ZENAYA DARI DUNIA BISING
78
KEHENINGAN ZENAYA YANG MENGHILANG
79
EROS MENCARI ZENAYA
80
PENYESALAN EROS
81
AKHIR SEBUAH HUBUNGAN
82
SURAT PERCERAIAN
83
RASA YANG MEMBAWA KENANGAN
84
TUBUH YANG SEMAKIN RAPUH
85
MATLIS DAN JADEN MENJENGUK
86
SURAT YANG MENGAKHIRI SEGALANYA
87
PENANTIAN LUCIAN ALFREDO
88
LUCIAN BERTEMU ZENAYA
89
RAHASIA YANG HARUS DI JAGA
90
TUBUH YANG MELEMAH, HATI YANG BERTAHAN
91
KETULUSAN CINTA LUCIAN
92
KUNJUNGAN ORANG TUA
93
JEJAK TERSEMBUNYI DI TENGAH HUTAN
94
RAHASIA DI BALIK RUMAH TENGAH HUTAN
95
BATAS KESABARAN EROS
96
UNGKAP RAHASIA ZENAYA PART 1
97
UNGKAP RAHASIA ZENAYA PART 2
98
TEMPAT PERSEMBUNYIAN YANG MULAI TERBONGKAR
99
KEMBALI PERGI
100
PERTEMUAN DENGAN PAK SAMIR
101
PETUNJUK TERAKHIR MENUJU AMSTERDAM
102
VILLA BARU DI AMSTERDAM
103
WAJAH LAMA YANG KEMBALI
104
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
105
TERENDAP LARAKU
106
TAKDIR MEMPERTEMUKAN, LUKA MEMISAHKAN
107
LAHIRNYA SANG PEWARIS
108
SEBUAH NAMA, SEBUAH KENANGAN
109
KEBENARAN YANG TERLAMBAT TERUNGKAP
110
PELUKAN YANG SALAH DI ARTIKAN
111
HADIAH DARI EROS UNTUK ELLIOT
112
KEMBALI KE BRUSSELS
113
MENANDATANGANI SURAT PERCERAIAN
114
PILIHAN YANG MENYAYAT HATI
115
KONFLIK BATIN ZENAYA
116
KETAKUTAN TERBESAR SEORANG AYAH
117
EMPAT MATA
118
DESMON YANG SELALU ADA
119
JANGAN PERGI
120
JANJI DI HADAPAN DANIEL
121
JABAT TANGAN SEORANG RIVAL
122
LAMARAN KEDUA DI BAWAH CAHAYA BRUSSELS
123
PERNIKAHAN KEDUA DAN AWAL KEBAHAGIAAN BARU
124
KEBAHAGIAAN YANG KEMBALI UTUH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!