Sprei sutra di kamar hotel itu masih acak-acakan saat Ivan menyambar kemejanya yang tergeletak di lantai. Telepon dari Riko bagai perintah eksekusi yang tak bisa ditawar.
"Mas... mau pergi lagi?" bisik seorang wanita dari bawah selimut, bahunya yang polos terpapar udara dingin pendingin ruangan.
"Ada urusan penting, Honey," sahut Ivan dingin, mengecup singkat bibir wanita itu tanpa kehangatan.
"Sampai kapan kamu mau jadi kacung Riko?" cetus wanita itu sinis.
Ivan terkekeh pelan, kilat licik memancar dari matanya.
"Sabarlah. Tak lama lagi, kacungmu ini yang akan memegang kendali"
Tanpa membuang waktu, Ivan melangkah keluar. Ponselnya bergetar saat ia memasuki taksi online. Sebuah panggilan dari seorang peretas kepercayaan masuk.
"File orang bernama Angga Pradipta sudah saya kirim, Pak," ujar suara di seberang sana.
"Bagus. Kalau datanya cocok, bayaranmu cair"
Ivan meneruskan berkas digital itu langsung ke ponsel Riko.
Di dalam mobilnya, Riko menepi. Dering notifikasi memecah keheningan. Satu per satu dokumen ia geser hingga jarinya berhenti di lembar terakhir sebuah profil perusahaan furnitur terbesar di Jakarta.
Satu ukiran senyum sinis menggaris di wajah Riko yang tajam.
"Di situ rupanya kamu bersembunyi..."
Dendam lamanya membara, namun bayangan wajah Ami yang menangis semalam kembali menahannya.
Jika bukan demi janji pada adik bungsunya itu, Riko tak akan sudi mengotori tangannya mencari keberadaan saudara tirinya itu. Tanpa meragu, ia menginjak gas dalam-dalam menuju gedung kantor Angga.
Pukul 16.10 WIB.
Suasana lantai kantor PT Graha Furnitur mendadak hening.
Langkah kaki tegap berdenting keras di atas lantai marmer. Riko melangkah anggun namun memancarkan aura intimidasi yang pekat. Tubuhnya yang tinggi kekar dan garis wajahnya yang maskulin membuat beberapa karyawan terpaku. Vika, sang supervisor, sampai tertahan di tempatnya dengan mulut sedikit terbuka.
"Angga ada?" tanya Riko dingin, menghentikan langkah tepat di depan meja Vika.
"A-ada...…
Angsa Cantikku
BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
Putry Chan
lulu baik banget sih , gak tega gangguin Angga yang lagi lelah , duduk di lantai dingin demi jagain bos nya tidur itu bukti dia peduli banget, sama kek aku peduli sama kamu 😚
2026-09-01
1
Tamaa
di dalam keheningan ini aku duduk diam menyaksikannya tertidur lelap, wajahnya terlihat begitu kelelahan, aku tidak tahu perasaan apa ini, wajah tidurnya yang terlihat menawan selalu muncul di pikiranku.
2026-09-03
1
Miu.Nuha
kasihan juga ya manajermu, Lulu...
kekny kesepian bngt. semoga kamu bisa menjadi teman untuk rasa sepinya...
2026-08-18
1