Bab 2: Kelahiran Kembali di Dasar Jurang

​Kepompong cahaya ungu keemasan itu berdenyut lambat, memancarkan gelombang energi kosmis yang membuat udara di sekitar dasar Jurang Hukuman bergetar hebat. Kabut beracun yang tadinya pekat dan mematikan di dasar jurang seolah diserap masuk, berputar mengitari cahaya tersebut layaknya pusaran air kecil.

​Di dalam kepompong, tubuh Lin Tian mengalami transformasi yang mengerikan sekaligus menakjubkan.

​Tulang-tulangnya yang patah akibat hantaman pembunuh tadi hancur berkeping-keping, lalu direkatkan kembali oleh energi keemasan dengan struktur yang jauh lebih sempurna dan padat. Meridian di sekujur tubuhnya—yang sejak lahir tersumbat dan cacat—dibersihkan dari segala kotoran fana. Aliran darahnya kini mengalir dengan kecepatan luar biasa, memancarkan kilau keperakan yang menyerupai sungai bintang.

​Boom!

​Sebuah ledakan energi nirsuara terjadi di dalam kesadaran Lin Tian. Batas pikirannya seolah terbuka lebar, memperluas persepsinya hingga menembus dinding batu jurang dan melihat dunia luar dengan kejelasan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​Di ruang kesadarannya, sebuah bayangan raksasa berbentuk mutiara mengapung megah. Di permukaannya terukir jutaan aksara kuno yang berputar membentuk formasi galaksi mini.

​"Tubuh fana telah ditempa ulang. Selamat, pewaris Mutiara Kehampaan," suara kuno itu kembali bergema, kali ini terdengar lebih jernih di dalam benak Lin Tian.

​Seketika itu juga, kepompong cahaya pecah berkeping-keping, menghamburkan serpihan energi murni ke udara. Lin Tian membuka matanya. Sepasang bola matanya tidak lagi berwarna hitam biasa; ada kilatan cahaya ungu tua yang berputar di kedalaman pupilnya, memancarkan aura agung yang mampu membuat makhluk hidup berlutut secara insting.

​Lin Tian berdiri perlahan. Ia mengepalkan tangan kanannya dan melepaskan sebuah pukulan ke udara kosong.

​Ledakan!

​Angin badai tercipta seketika dari kepalan tangannya, menghantam dinding batu sejauh sepuluh meter hingga meninggalkan lubang selebar tiga kaki.

​Lin Tian menatap tangannya dengan takjub. "Kekuatan ini... di mana posisiku sekarang?"

​"Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit yang kau terima telah membersihkan tubuhmu. Saat ini, kau telah melompat melewati tingkat Pengembara Qi dan Pondasi Bumi. Kau berada di puncak tahap Pengembara Qi tingkat kesembilan, dan tubuh fisiknya setara dengan tingkat Pondasi Bumi awal," jawab suara di kepalanya.

​Lin Tian menarik napas dalam-dalam. Dalam dunia kultivasi, orang biasa butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai tahap Pengembara Qi tingkat kesembilan melalui meditasi berat dan pil obat. Namun dirinya, hanya dalam waktu beberapa jam setelah kematian yang hampir merenggut nyawanya, kini telah berdiri di ambang gerbang tersebut.

​Dan yang lebih penting: rasa sakit akibat meridian yang rusak telah lenyap sepenuhnya. Yang tersisa hanyalah aliran kekuatan tanpa batas yang siap diledakkan kapan saja.

​"Terima kasih, senior," kata Lin Tian tulus sambil menangkupkan tangan ke dalam ruang kesadarannya. "Siapa sebenarnya dirimu, dan mengapa Mutiara Kehampaan memilihku?"

​"Aku adalah sisa kesadaran dari entitas yang dilupakan oleh waktu. Mengenai alasan pemilihamu... darahmu membawa kebencian yang murni dan tekad yang tidak bisa dipatahkan oleh takdir. Itu adalah bahan bakar terbaik bagi Mutiara Kehampaan," jawab entitas itu datar. "Namun, jangan merasa senang dulu. Kekuatan yang kuberikan ini baru permulaan. Setiap kali kau menerobos tingkat kultivasi yang lebih tinggi, segel di dalam tubuhmu akan terbuka satu persatu. Jika kau lemah, energi mutiara ini akan membalik dan mencabik-cabik jiwamu."

​Lin Tian mengangguk tegas. Matanya menatap ke atas, ke arah langit malam yang hanya terlihat secuil dari dasar jurang yang gelap. "Aku tidak takut mati. Aku sudah mati satu kali malam ini. Tujuan hidupku sekarang hanya satu: kembali ke Kota Daun Gugur dan menagih utang darah kepada mereka yang mencoba membunuhku."

​Sementara itu, di kediaman utama Klan Lin, suasana tampak tenang namun tegang.

​Di ruang tamu utama, Lin Feng—pemuda jenius dari cabang utama Klan Lin yang juga sepupu jauh Lin Tian—sedang duduk menyilangkan kaki sambil menyesap teh berkualitas tinggi. Di hadapannya berdiri tiga pembunuh berpakaian hitam yang tadi malam mengejar Lin Tian.

​"Kalian yakin dia sudah mati?" tanya Lin Feng dengan nada dingin, memainkan cincin giok di jarinya.

​Pembunuh di tengah menunduk hormat. "Tuan Muda Feng, kami melihatnya melompat sendiri ke Jurang Hukuman. Tidak ada manusia yang bisa selamat dari jurang itu, terlebih dia tidak memiliki kultivasi sama sekali. Mayatnya pasti sudah hancur berkeping-keping atau dimakan oleh binatang buas di bawah sana."

​Lin Feng tersenyum miring, seringai kejam terukir di wajah tampannya. "Bagus. Sampah itu akhirnya membersihkan namanya sendiri dari klan kita. Hilangnya dia tidak akan meninggalkan jejak apa pun. Tetua Pertama tidak perlu tahu urusan kecil ini."

​Ia melambaikan tangan, melemparkan kantong kain berisi koin emas ke lantai. "Ini bayaran kalian. Pergi dari kota ini dan jangan pernah kembali."

​"Terima kasih, Tuan Muda Feng!" Ketiga pembunuh itu membungkuk gembira, lalu melompat keluar jendela, menghilang ke dalam kegelapan malam.

​Lin Feng berdiri, berjalan ke arah jendela dan memandang ke arah halaman belakang tempat gubuk Lin Tian berada dulu. "Lin Tian, jangan salahkan aku. Di dunia ini, orang lemah yang tidak berguna tidak pantas untuk hidup, apalagi mewarisi nama Klan Lin. Tempatmu memang di tempat sampah."

​Ia tertawa kecil, merasa posisinya sebagai pewaris utama klan kini sudah aman tanpa ada halangan.

​Namun, Lin Feng tidak tahu—dan tidak akan pernah membayangkan—bahwa sosok "sampah" yang ia buang ke jurang kini telah bangkit kembali dengan kekuatan yang siap menghancurkan dunia tempat mereka berpijak.

​Kembali ke dasar Jurang Hukuman, Lin Tian mendongak ke atas. Ia memasang kuda-kuda. Dengan dorongan energi kosmis yang baru saja dikuasainya, ia menekuk lututnya, memusatkan seluruh Qi di telapak kakinya, lalu melompat ke atas.

​Bum!

​Batu tempatnya berpijak hancur berkeping-keping menjadi debu. Tubuh Lin Tian melesat ke udara bagaikan roket yang ditembakkan dari tanah, menembus lapisan kabut beracun dalam hitungan detik.

Episodes
1 Bab 1: Darah di Tepi Jurang
2 Bab 2: Kelahiran Kembali di Dasar Jurang
3 Bab 3: Hantu dari Dasar Jurang
4 Bab 4: Hukum Menelan Kehampaan
5 Bab 5: Kembalinya Sang Hantu
6 Bab 6: Kejatuhan Sang Jenius
7 Bab 7: Membelah Langit Menuju Awan Ungu
8 Bab 8: Gerbang Awan Ungu
9 Bab 9: Lautan Qi Kehampaan
10 Bab 10: Menguji Pedang dengan Darah
11 Bab 11: Papan Misi Berdarah
12 Bab 12: Hukum Rimba di Lembah Abu Berdarah
13 Bab 13: Memutus Sungai Bintang
14 Bab 14: Transaksi di Atas Magma
15 Bab 15: Paviliun Kitab Suci
16 Bab 16: Logam Hitam Tanpa Nama
17 Bab 17: Langit Berdarah Makam Kuno
18 Bab 18: Lembah Kuburan Pedang
19 Bab 19: Runtuhnya Inti Emas
20 Bab 20: Menelan Emas, Menyerap Jantung Pedang
21 Bab 21: Istana Darah
22 Bab 22: Takhta Darah
23 Bab 23: Badai Spasial dan Murka di Awan Ungu
24 Bab 24: Pemberontakan di Bawah Awan Ungu
25 Bab 25: Buronan Nomor Satu dan Kota Naga Jatuh
26 Bab 26: Bunga Darah di Kedai Bulan
27 Bab 27: Perampokan Terang-terangan di Balai Lelang
28 Bab 28: Kehampaan Menelan Lautan Darah
29 Bab 29: Pemburu yang Menjadi Mangsa
30 Bab 30: Ngarai Pemutus Jiwa
31 Bab 31: Hancurnya Sang Penjaga
32 Bab 32: Guntur Kepunahan dan Boneka Surgawi
33 Bab 33: Gema di Benua Timur dan Evolusi Pedang Kehampaan
34 Bab 34: Konvergensi Langit
35 Bab 35: Hujan Darah dan Besi Jatuh
36 Bab 36: Kiamat Darah Hitam
37 Bab 37: Lahirnya Jiwa Kehampaan
38 Bab 38: Hukum Alam Atas
39 Bab 39: Gerbang Tulang
40 Bab 40: Perampokan Menara
41 Bab 41: Batas Keserakahan
42 Bab 42: Distrik Tengkorak Bawah dan Benang Hukum Alam
43 Bab 43: Pemahaman Hukum Ruang dan Tiga Raja Iblis
44 Bab 44: Penguasa Mutlak Bawah Tanah dan Turunnya Pasukan Darah
45 Bab 45: Pembantaian Formasi Darah
46 Bab 46: Domain Darah
47 Bab 47: Harga Menentang Langit
48 Bab 48: Kehidupan Fana dan Beratnya Sebilah Pedang Besi
49 Bab 49: Pemahaman Pedang Kayu dan Tamu Tak Diundang
50 Bab 50: Batu Asahan dari Sekte Angin Jatuh
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1: Darah di Tepi Jurang
2
Bab 2: Kelahiran Kembali di Dasar Jurang
3
Bab 3: Hantu dari Dasar Jurang
4
Bab 4: Hukum Menelan Kehampaan
5
Bab 5: Kembalinya Sang Hantu
6
Bab 6: Kejatuhan Sang Jenius
7
Bab 7: Membelah Langit Menuju Awan Ungu
8
Bab 8: Gerbang Awan Ungu
9
Bab 9: Lautan Qi Kehampaan
10
Bab 10: Menguji Pedang dengan Darah
11
Bab 11: Papan Misi Berdarah
12
Bab 12: Hukum Rimba di Lembah Abu Berdarah
13
Bab 13: Memutus Sungai Bintang
14
Bab 14: Transaksi di Atas Magma
15
Bab 15: Paviliun Kitab Suci
16
Bab 16: Logam Hitam Tanpa Nama
17
Bab 17: Langit Berdarah Makam Kuno
18
Bab 18: Lembah Kuburan Pedang
19
Bab 19: Runtuhnya Inti Emas
20
Bab 20: Menelan Emas, Menyerap Jantung Pedang
21
Bab 21: Istana Darah
22
Bab 22: Takhta Darah
23
Bab 23: Badai Spasial dan Murka di Awan Ungu
24
Bab 24: Pemberontakan di Bawah Awan Ungu
25
Bab 25: Buronan Nomor Satu dan Kota Naga Jatuh
26
Bab 26: Bunga Darah di Kedai Bulan
27
Bab 27: Perampokan Terang-terangan di Balai Lelang
28
Bab 28: Kehampaan Menelan Lautan Darah
29
Bab 29: Pemburu yang Menjadi Mangsa
30
Bab 30: Ngarai Pemutus Jiwa
31
Bab 31: Hancurnya Sang Penjaga
32
Bab 32: Guntur Kepunahan dan Boneka Surgawi
33
Bab 33: Gema di Benua Timur dan Evolusi Pedang Kehampaan
34
Bab 34: Konvergensi Langit
35
Bab 35: Hujan Darah dan Besi Jatuh
36
Bab 36: Kiamat Darah Hitam
37
Bab 37: Lahirnya Jiwa Kehampaan
38
Bab 38: Hukum Alam Atas
39
Bab 39: Gerbang Tulang
40
Bab 40: Perampokan Menara
41
Bab 41: Batas Keserakahan
42
Bab 42: Distrik Tengkorak Bawah dan Benang Hukum Alam
43
Bab 43: Pemahaman Hukum Ruang dan Tiga Raja Iblis
44
Bab 44: Penguasa Mutlak Bawah Tanah dan Turunnya Pasukan Darah
45
Bab 45: Pembantaian Formasi Darah
46
Bab 46: Domain Darah
47
Bab 47: Harga Menentang Langit
48
Bab 48: Kehidupan Fana dan Beratnya Sebilah Pedang Besi
49
Bab 49: Pemahaman Pedang Kayu dan Tamu Tak Diundang
50
Bab 50: Batu Asahan dari Sekte Angin Jatuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!