Kebangkitan Sang Immortal

Kebangkitan Sang Immortal

Bab 1 - Immortal

“Jing Yan, tindakanmu benar-benar tidak dapat dimaafkan!” Raungan penuh amarah menggema ke seluruh ibu kota kekaisaran. "Sebagai Penguasa negeri ini, bagaimana mungkin kau bersekongkol dengan iblis untuk mencelakai rakyatmu sendiri?!"

Pemilik suara itu adalah seorang pemuda berjubah pedang. Di bawah kakinya, sebilah pedang yang diselimuti aura keabadian membelah langit saat ia melesat di atas bentangan ibu kota.

"Jangan takut, wahai rakyat! Seorang Immortal telah datang! Aku akan menyelamatkan kalian dan menegakkan keadilan atas nama kalian!"

Mendengar itu, tak terhitung banyaknya rakyat yang menangis dan berlutut, sementara ratapan mereka memenuhi udara.

Seluruh ibu kota kekaisaran telah dipenuhi oleh ular-ular berbisa. Makhluk-makhluk itu menggigit dan menyerang rakyat jelata, menyebarkan racun kepada siapa pun yang mereka temui. Banyak orang tewas seketika. Darah mengalir di jalanan, sementara mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana.

"Seorang Immortal Pedang?"

Di tengah lautan ular yang menggeliat berdiri seorang pemuda berjubah putih berhias sulaman naga, sedang bertarung melawan seekor iblis ular yang sangat ganas. Dialah Jing Yan, Kaisar muda Negeri Awan.

Hari ini seharusnya menjadi hari penobatan Permaisurinya.

Namun, hari yang semestinya dipenuhi sukacita dan perayaan itu justru diawali oleh serangkaian kejadian aneh.

Pertama, Fang Zhelan, putri Perdana Menteri, menghilang secara misterius.

Lalu, jutaan ular berbisa bermunculan dari seluruh saluran air di ibu kota kekaisaran dan mulai menyerang rakyat, termasuk seekor iblis ular berusia ratusan tahun yang sangat kejam.

Jing Yan segera memimpin para Pengawal Kekaisaran untuk bertempur melawan iblis ular beserta kawanan ular-ularnya.

Namun, tepat ketika kemenangan sudah berada di depan mata, kemunculan sosok yang menyebut dirinya Immortal Pedang itu justru membuat keadaan menjadi semakin rumit.

"Dia salah!" teriak Jing Yan. "Apa dia benar-benar baru saja mengatakan kalau semua ini ulahku? Bahwa aku telah bekerja sama dengan iblis ini untuk mencelakai rakyatku sendiri?!"

Merasa diperlakukan dengan sangat tidak adil, matanya memancarkan kebingungan sekaligus tekad yang tak tergoyahkan.

Tiba-tiba, kilatan cahaya pedang melesat turun dari langit.

Cahaya dingin yang tajam itu menembus tepat ke dahi iblis ular tersebut, menghancurkannya seketika menjadi kabut darah dan daging yang beterbangan.

Percikan darah iblis itu menyiram seluruh tubuh Jing Yan.

"Sial... itu luar biasa." gumam Jing Yan, terpukau oleh kekuatan dahsyat yang baru saja ia saksikan.

Dan bukan hanya dirinya yang terkejut. Para pejabat dan rakyat Negeri Awan memandang pemandangan itu dengan campuran rasa takut dan hormat.

"Iblis ularnya sudah mati! K-kita selamat! Kita selamat!"

"Kekuatan sang Immortal benar-benar luar biasa!"

"Hidup penyelamat kita!"

...

Gelombang rasa syukur menyebar di antara rakyat yang berhasil diselamatkan. Banyak dari mereka kembali berlutut, mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan.

Tiba-tiba, sebuah suara menggelegar menggema.

"Jing Yan!"

Sebelum Jing Yan sempat menyadari apa yang terjadi, Immortal Pedang telah muncul tepat di atasnya.

Alis Immortal Pedang berkerut dingin penuh penghinaan, sementara aura pedangnya berputar dengan begitu mendominasi. Hanya hembusan dari pedangnya saja sudah meninggalkan luka-luka berdarah di tubuh Jing Yan.

"Kau memerintah negeri ini, namun membiarkan monster-monster mencelakai rakyatmu sendiri. Kau harus mempertanggungjawabkan semua ini!" Tatapan tajam sang Immortal Pedang tidak bergeming sedikitpun saat mengucapkan kata-kata itu kepada Jing Yan.

"Apa...?" Jing Yan baru saja hendak berbicara, tetapi langsung disela oleh rentetan suara dari kerumunan.

"Dia yang memelihara iblis ular itu? Kaisar kita?"

"Kalau Immortal Pedang yang mengatakannya, pasti itu benar!"

"Aku tidak percaya... bagaimana mungkin dia mengkhianati kita seperti ini...?!"

...

Bisik-bisik penuh keterkejutan segera menyebar di tengah kerumunan.

Dari dalam istana, Perdana Menteri Negeri Awan, Fang Yutian, melangkah keluar dengan wajah dipenuhi amarah. Sambil menunjuk ke arah Jing Yan, ia meraung, "Jing Yan, kau benar-benar bodoh! Rakyat menjunjungmu sebagai Penguasa mereka, tetapi kau begitu buta dan ceroboh hingga membahayakan nyawa begitu banyak orang!"

Ia kemudian berlutut di tanah, air mata mengalir di wajahnya. "Yang Mulia Kaisar terdahulu! Bimbinganku telah gagal, hingga membiarkan Penguasa Muda menyimpang dan melakukan kesalahan sebesar ini. Kekacauan ini juga merupakan dosaku!”

Seketika itu juga, semua kesalahan seolah ditimpakan kepada Jing Yan.

"Immortal Pedang!" Ia mengertakkan gigi dan berteriak. "Berikan aku kesempatan untuk membela kehormatanku! Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan iblis ular ini..."

Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, Immortal Pedang memotongnya dengan seringai dingin. "Diam! Persepsiku menjangkau langit dan bumi. Dosamu telah terlihat jelas. Tak perlu lagi mencari-cari alasan. Hari ini, aku akan menegakkan keadilan atas nama langit dan mengirimmu ke neraka!"

Jing Yan terhuyung mundur. Mata merahnya dipenuhi ketidakpercayaan dan amarah. "Persepsimu menjangkau langit dan bumi? Mungkin itu bisa membodohi rakyat biasa, tapi kau hanyalah seorang Kultivator Pedang! Aku yakin semua kekacauan dengan iblis ular ini memang ulahmu sejak awal! Kita bahkan belum pernah bertemu sebelumnya, jadi kenapa kau sengaja menjebakku!? Kalau sektemu mengetahui perbuatanmu, mereka pasti akan memenjarakanmu!"

Bagi rakyat biasa, para kultivator yang menggunakan pedang dianggap sebagai Immortal yang pantas dipercaya dan dipuja tanpa keraguan. Namun Jing Yan tidak semudah itu tertipu. Ia tahu para Immortal itu tak lebih dari orang-orang yang berpura-pura menjadi dewa.

"Jing Yan, tutup mulutmu!" bentak seorang pejabat.

"Kau sudah gila! Berani-beraninya berbicara seperti itu kepada Sang Immortal?" teriak yang lain.

"Ini sudah keterlaluan. Dia akan membawa kutukan kepada kita semua," seru seorang wanita dari tengah kerumunan.

Amarah orang-orang yang menyaksikan kejadian itu semakin memuncak. Rasa muak mereka terhadap Jing Yan terlihat begitu jelas.

Kultivator Pedang itu melihat kegaduhan tersebut lalu mendarat tepat di depan Jing Yan. Matanya dipenuhi ejekan. "Dengar itu?" katanya sambil terkekeh. "Bagi serangga sepertimu, aku memang tak ubahnya seorang Immortal! Namaku Tang Long! Ingatlah, atau lupakan saja. Tidak ada bedanya. Karena hari ini kau akan mati di tanganku!"

Tanpa berkata apa-apa lagi, matanya menyipit dan ia mengacungkan dua jarinya seperti sebilah pedang, menusuk lurus ke arah dahi Jing Yan. Ia benar-benar berniat membunuh Jing Yan.

"Tunggu!" Sebuah suara wanita memecah ketegangan.

Episodes
1 Bab 1 - Immortal
2 Bab 2 - Kau Ingin Aku Mati?
3 Bab 3 - Apakah Aku Benar-benar Bereinkarnasi?
4 Bab 4 - Pembunuh
5 Bab 5 - Sekte Pedang Roh Biru
6 Bab 6 - Jiwa Pedang Tingkat Bintang
7 Bab 7 - Tak Mengenal
8 Bab 8 - Namaku Jing Yan Bukan Pencipta
9 Bab 9 - Kenapa Kau Membunuhnya??
10 Bab 10 - Beri Aku Kesempatan Sekali Lagi!!
11 Bab 11 - Mata Air Naga
12 Bab 12 - Jalan Batu
13 Bab 13 - Nyalimu Benar-benar Besar!!
14 Bab 14 - Apakah Kau Tahu Kesalahanmu???
15 Bab 15 - Ada Yang Tidak Beres
16 Bab 16 - Mendapatkan Pil Laut Ilahi!
17 Bab 17 - Di Tingkat Bulan Atau Planet
18 Bab 18 - Berburu Katak
19 Bab 19 - Memilih Paviliun Pedang
20 Bab 20 - Siapa Pelakunya??
21 Bab 21 - Sarira Dao Surgawi
22 Bab 22 - Lepaskan Dia!!
23 Bab 23 - Kedatangan Ning Ziyi
24 Bab 24 - Kalau Aku Memutuskan Untuk Membunuh, Aku Tidak Membutuhkan Alasan
25 Bab 25 - Siapa Yang Bilang Kalian Boleh Pergi?
26 Bab 26 - Kenapa Kau Sampai Berusaha Mati-matian Melindungiku?
27 Bab 27 - Dia Bahkan Lebih Cantik Dari Ning Ziyi!!
28 Bab 28 - Mau Minum?
29 Bab 29 - Apakah Itu Pengalaman Pertamamu??
30 Bab 30 - Acara Penyambutan
31 Bab 31 - Kedatangan Yang Mulia Pedang Ketiga!!
32 Bab 32 - Apa Syarat Untuk Menjadi Pedang Utama?
33 Bab 33 - Jing Yan Lancang Sekali Kau!
34 Bab 34 - Kakak Senior Li Xiao Kita Mau Ke Mana?
35 Bab 35 - Ucapan Seorang Pria Sejati Tidak Akan Pernah Diingkari!!
36 Bab 36 - Seberapa Bergunakah Status Itu?
37 Bab 37 - Mencapai Alam Laut Ilahi
38 Bab 38 - Mencapai Alam Mata Air Naga Sempurna
39 Bab 39 - Usahakan Jangan Mati Besok
40 Bab 40 - Tetua Shi dari Laut Pedang
41 Bab 41 - Begitu Naik Ke Arena Duel Pedang! Siapa Pun Lawannya! Segera Menyerah!!
42 Bab 42 - Kuali Roh Biru
43 Bab 43 - Fang Zhelan?
44 Bab 44 - Kau Pantas Mati!!
45 Bab 45 - Kenapa... Kenapa Harus Wajahku?
46 Bab 46 - Kalau Begitu Katakan Padaku Aturan Apa Yang Telah Dilanggar Jing Yan??
47 Bab 47 - Jantung Pedang
48 Bab 48 - Kau Tidak Pantas Menyandang Marga Jing!
49 Bab 49 - Bajingan Kau!!
50 Bab 50 - Menyewa Pembunuh!!
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1 - Immortal
2
Bab 2 - Kau Ingin Aku Mati?
3
Bab 3 - Apakah Aku Benar-benar Bereinkarnasi?
4
Bab 4 - Pembunuh
5
Bab 5 - Sekte Pedang Roh Biru
6
Bab 6 - Jiwa Pedang Tingkat Bintang
7
Bab 7 - Tak Mengenal
8
Bab 8 - Namaku Jing Yan Bukan Pencipta
9
Bab 9 - Kenapa Kau Membunuhnya??
10
Bab 10 - Beri Aku Kesempatan Sekali Lagi!!
11
Bab 11 - Mata Air Naga
12
Bab 12 - Jalan Batu
13
Bab 13 - Nyalimu Benar-benar Besar!!
14
Bab 14 - Apakah Kau Tahu Kesalahanmu???
15
Bab 15 - Ada Yang Tidak Beres
16
Bab 16 - Mendapatkan Pil Laut Ilahi!
17
Bab 17 - Di Tingkat Bulan Atau Planet
18
Bab 18 - Berburu Katak
19
Bab 19 - Memilih Paviliun Pedang
20
Bab 20 - Siapa Pelakunya??
21
Bab 21 - Sarira Dao Surgawi
22
Bab 22 - Lepaskan Dia!!
23
Bab 23 - Kedatangan Ning Ziyi
24
Bab 24 - Kalau Aku Memutuskan Untuk Membunuh, Aku Tidak Membutuhkan Alasan
25
Bab 25 - Siapa Yang Bilang Kalian Boleh Pergi?
26
Bab 26 - Kenapa Kau Sampai Berusaha Mati-matian Melindungiku?
27
Bab 27 - Dia Bahkan Lebih Cantik Dari Ning Ziyi!!
28
Bab 28 - Mau Minum?
29
Bab 29 - Apakah Itu Pengalaman Pertamamu??
30
Bab 30 - Acara Penyambutan
31
Bab 31 - Kedatangan Yang Mulia Pedang Ketiga!!
32
Bab 32 - Apa Syarat Untuk Menjadi Pedang Utama?
33
Bab 33 - Jing Yan Lancang Sekali Kau!
34
Bab 34 - Kakak Senior Li Xiao Kita Mau Ke Mana?
35
Bab 35 - Ucapan Seorang Pria Sejati Tidak Akan Pernah Diingkari!!
36
Bab 36 - Seberapa Bergunakah Status Itu?
37
Bab 37 - Mencapai Alam Laut Ilahi
38
Bab 38 - Mencapai Alam Mata Air Naga Sempurna
39
Bab 39 - Usahakan Jangan Mati Besok
40
Bab 40 - Tetua Shi dari Laut Pedang
41
Bab 41 - Begitu Naik Ke Arena Duel Pedang! Siapa Pun Lawannya! Segera Menyerah!!
42
Bab 42 - Kuali Roh Biru
43
Bab 43 - Fang Zhelan?
44
Bab 44 - Kau Pantas Mati!!
45
Bab 45 - Kenapa... Kenapa Harus Wajahku?
46
Bab 46 - Kalau Begitu Katakan Padaku Aturan Apa Yang Telah Dilanggar Jing Yan??
47
Bab 47 - Jantung Pedang
48
Bab 48 - Kau Tidak Pantas Menyandang Marga Jing!
49
Bab 49 - Bajingan Kau!!
50
Bab 50 - Menyewa Pembunuh!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!