Gemuruh Hujan dan Bayang-Bayang Kenyataan

Kian menghentakkan tangannya, menepis pegangan Hani dengan kasar hingga wanita itu tersentak kaget.

"Cukup, Hani! Jaga batasanmu!" bentak Kian dengan suara bergetar menahan amarah. Matanya menatap tajam ke arah Hani yang berpura-pura terkejut. "Tolong hormati orang-orang di sekitarku, dan jangan pernah bertindak seolah kamu punya hak atas hidupku hanya karena investasi ayahmu!"

Tanpa memedulikan panggil jeritan Hani yang memanggil namanya di tengah keramaian restoran mewah itu, Kian menerobos keluar menembus hujan deras. Air dingin langsung menyiram tubuhnya, namun rasa panas di dadanya jauh lebih menyiksa. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru jalanan yang basah, mencari sosok wanita dengan mantel sederhana dan tas kainnya. Namun, Maya sudah menghilang di telan kegelapan malam dan deru kendaraan.

Kian mengepalkan tangannya rapat-rapt, berdiri kaku di bawah guyuran hujan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, status, kekayaan, dan jabatannya sebagai CEO terasa seperti penjara yang sangat menyengsarakan.

Sementara itu, di dalam sebuah taksi yang melaju pelan, Maya menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang berembun. Air matanya yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh tanpa henti. Setiap tetes air hujan yang memukul kaca seolah menyuarakan rasa sakit yang menghujam dadanya.

Penghinaan Hani memang menyakitkan, namun yang paling membakar hatinya adalah kesadaran akan jurang pemisah di antara dirinya dan Kian. Ia hanyalah seorang guru SMA biasa yang tinggal di rumah sewa sederhana, sedangkan Kian hidup di dunia di mana keputusan bisnis miliaran rupiah ditentukan hanya dalam satu jam makan malam.

'Kamu hanyalah gurunya, Maya... Jangan pernah berharap lebih dari itu,' bisik batinnya berulang kali, mencoba mengobati rasa kecewa yang terlanjur dalam.

Keesokan harinya, suasana di kantor pusat Pratama Group bergemuruh. Rosa, ibu Kian, berdiri di ruang kerja Kian dengan wajah merah padam. Di sampingnya, Hani duduk dengan raut wajah yang dibuat seloyo dan sesedih mungkin.

"Apa yang ada di dalam kepalamu, Kian?!" suara Rosa menggema di ruangan berdinding kaca itu. "Kamu mempermalukan Hani di tempat umum demi seorang wanita sembarangan? Kamu tahu kan kalau Pratama Group bisa menarik seluruh suntikan dana mereka kapan saja kalau kamu bersikap seperti ini?!"

Kian yang duduk di balik meja kerjanya menatap ibunya dengan tatapan lelah namun keras. "Maya bukan wanita sembarangan, Ibu. Dia guru saya. Dan Hani tidak punya hak untuk menghina orang lain hanya karena merasa keluarganya punya uang."

"Dia bukan sekadar 'orang lain', Kian!" potong Rosa tegas. "Hani adalah putri tunggal mitra terpenting perusahaan kita! Masa depan startup-mu bergantung pada hubungan baik kita dengan keluarganya. Ibu tidak mau tahu, nanti malam kamu harus datang ke rumah Hani untuk minta maaf!"

"Saya tidak akan minta maaf atas kesalahan yang tidak saya perbuat," jawab Kian dingin.

Hani berpura-pura mengusap air mata di pipinya dengan saputangan sutra. "Tante... sudah, jangan salahkan Kian. Hani sadar kok, mungkin Kian memang lebih nyaman sama wanita biasa itu... Walaupun Hani cuma mau bantu jaga reputasi Kian..."

"Lihat betapa dewasanya Hani!" seru Rosa sambil memegang bahu Hani, lalu menatap Kian tajam. "Dengar Kian, kalau sampai investasi minggu ini dibatalkan karena kelakuanmu, Ibu sendiri yang akan memastikan wanita bernama Maya itu tidak akan bisa mengajar di sekolah manapun di kota ini."

Ancaman itu menyengat Kian seperti listrik tegangan tinggi. Matanya membelalak. "Ibu jangan berani-berani menyentuh Maya!"

"Maka buktikan kalau kamu CEO yang bertanggung jawab, bukan pria bertindak impulsif!" bisik Rosa menohok sebelum melangkah keluar ruangan, diikuti Hani yang sempat menoleh ke arah Kian dengan senyum kemenangan yang amat tipis.

Kian terduduk lemas di kursinya. Pikirannya melayang pada senyum lembut Maya saat mengoreksi bahasa tubuhnya, pada tawa hangat wanita itu, dan pada tatapan matanya yang terluka semalam.

Ia tahu, kelas privat mereka bukan lagi sekadar formalitas perbaikan citra publik. Namun di saat hatinya baru saja menemukan tempat bersandar, dunia nyatanya justru siap menghancurkan segalanya.

Terpopuler

Comments

Asmainiati Pelis

Asmainiati Pelis

ini gimana mksdnya,bkannya kian orang paling kaya ya.tp kok mengharapkan suntikan dana dari perusahaan lain,dan ibunya kian bukannya Eleanor tp sekarang kok tiba2 rosa

2026-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Sang Pewaris Tak Berhati
2 Kemeja Murah, Kopi Kapal, dan Tinta yang Bocor
3 Kursus Singkat Meminta Maaf & Insiden Pisang Goreng
4 Tamu yang Tak Diundang
5 Gemuruh Hujan dan Bayang-Bayang Kenyataan
6 Surat Pengunduran Diri
7 Pilihan di Ujung Tanduk
8 Kebohongan yang Teratur dan Janji di Bawah Hujan
9 Rahasia Tersebunyi dan Kebenaran yang Terkuak
10 Pindah Dinas, Drama Restoran, dan Operasi "Kejar Sampai Ujung Dunia
11 Saingan Baru di Kota Sejuk
12 Badai di Atas Bukit dan Pengorbanan yang Tak Terduga
13 Luka di Balik Jeruji Besi dan Penyesalan yang Terlambat
14 Detak Jantung dan Pengakuan di Balik Koma
15 Pasca-Koma, Amnesia Selektif, dan Bintang Kelas yang Bertingkah
16 Pisang Kepok, Kruk Patah, dan Bunga Lili yang Salah Alamat
17 Dua Hati di Bawah Langit Senja
18 Takhta yang Kembali dan Ujian Terakhir
19 Ketulusan di Balik Kobaran Api
20 Undangan dari Tanah Minang
21 Lamaran Agung di Istano Basa Pagaruyung
22 Megahnya Takhta Cinta dan Kehadiran Tamu Agung
23 Puncak Malam dan Malam Pertama yang Sempurna
24 Epilog Khusus: Pesan & Kesan dari Kian dan Maya
25 Di Balik Tirai Kehidupan Baru
26 Aroma Kopi yang Hilang dan Surat Tanpa Tanggal
27 Di Bawah Guyuran Hujan dan Benang yang Terurai
28 Pecahan Kaca dan Deru Lembar Takdir
29 Gemuruh di Ujung Dermaga
30 Pelukan di Ujung Gelombang dan Nilai Tak Terhingga
31 Tes Kehamilan dan "Misi Khusus" Sang Mantan Murid
32 Bayangan di Dalam Cermin dan Kotak Musik Tua
33 Bunga Seroja di Atas Surat Kaleng
34 Teka-Teki anagram dan Jeritan yang Bungkam
35 Nyala Lilin di Kamar Rahasia
36 Di Antara Runtuhan Puing dan Detik yang Melambat
37 Vonis Dokter, Aksi Pura-Pura, dan Sambal Terasi Jam Dua Pagi
38 Wangi Lavender di Atas Sajadah dan Panggilan Pagi Hari
39 Paspor Merah, Cokelat Panas, dan Sepatu Kets di Kota Geneva
40 Berburu Teka-Teki dengan Cokelat Meluncur dan Stroller Balap
41 Cangkir Porselen yang Pecah dan Gelak Tawa yang Terhenti
42 Gelap di Atas Danau dan Permainan Biola Terakhir
43 Dinding Dingin dan Kunci yang Terbuka
44 Serigala di Atas Tabir Gelap dan Penebusan Berdarah
45 Kepakan Angin Barat dan Pelukan di Pelataran Utama
46 Kereta Malam ke Garut dan Bau Sangrai Sangkuriang
47 ke Ranah Minang
48 Megahnya Kemilau Pagaruyung dan Pesona Desa Pariangan
49 Selendang Merah dan Senyuman dari Ranah Batipuh
50 Rahasia Cincin Pagaruyung dan Trik Konyol Sang Juara
51 Janji di Tepi Danau Singkarak dan Kepakan Sayap Baru
52 Drama Paspor yang Hilang dan 'Datuak' Paris yang Panik
53 Kiriman dari Paris dan 'Serangan' Keju Terbusuk di Dunia
54 Perang Dingin Roti Perancis, Cemburu Buta, dan Bunga yang Tertukar
55 Surat Bersegel Merah dan Sandiwara di Pulau Dewata
56 Nyala Api di Lembah Harau dan Peta yang Terlupakan
57 Cincin Daun Sirih, Kode Bahasa Minang, dan Drama Lamaran 'Salah Server'
58 Ujian Memasak Samba Lado dan Trauma Bawang Merah sang Mantan Peretas
59 Kabut Pagi di Jalur Kelok 9 dan Penampakan Konvoi Hitam
60 Jeritan Malam di Rumah Tua Kelok Sembilan
61 Peta Bintang di Dinding Rumah Tua dan Teka-Teki Waktu yang Terhenti
62 Codex Silsilah dan Bayangan Merah di Atas Selat Malaka
63 Kepulangan ke Jakarta dan Pesta Kejutan di Rumah Gadang
64 Senja di Paris dan Janji Setia di Bawah Menara Eiffel
65 Kode dalam Surat Undangan dan Bayangan di Kota Tua Zurich
66 Bayangan dari Zurich dan Janji di Kota Tua
67 Badai Salju di Benteng Lucerne dan Pertempuran Takdir
68 Kenangan di Lembah Bern dan Retaknya Sebuah Persahabatan
69 Kode Rahasia di Atas Awan dan Ancaman Lembah Anai
70 Operasi 'Penyusupan' Teluk Bayur dan Tragedi Keripik Sanjai Super Pedas
71 Pagi di Teluk Bayur dan Hukuman untuk sang Pahlawan Mules
72 Kejuatan dari Zurich dan Langkah Pertama di Rumah Gadang
73 Kepulangan ke Jakarta dan Misi 'Penyelamatan' Lemari Es
74 Panggilan Malam dari Selat Karimata dan Pembajakan Seroja-09
75 Operasi 'Seroja Emas' dan Dekoder di Kedalaman Laut Jawa
76 Pesta Kemenangan dan Janji Setia di Teluk Jakarta
77 Hukuman Kelas Tambahan untuk sang CEO
78 Ketika Mantan Eksekutor Menjadi 'Siswa' Matematika
79 Bencana Maket Bukittinggi dan 'Operasi Lem Kayu' di Kamar Tengah
80 Protokol 'Ksatria Hitam' dan Serangan di Dermaga Malam
81 Pagi di Rumah Gadang Mini dan Gelak Tawa di Dapur
82 Latihan Menjadi Ayah Siaga dan Operasi 'Popok Taktis'
83 Pendar Cahaya Senja di Ranah Minang dan Awal Segala Musim
84 Surat dari Swiss dan Rencana Besar di Rumah Gadang Batipuh
85 Tangisan Pertama di Tanah Datar dan Kebahagiaan Abadi
86 Syukuran Taqiqah dan 'Latihan Perang' Para Paman
87 Sinyal Misterius di Langit Jakarta dan 'Operasi Ratu Malam'
88 Jejak Konsorsium Singapura dan Misi Taktis di Teluk Jakarta
89 Resepsi Kejutan di Rumah Jakarta dan Diplomasi Meja Makan
90 'Misi Rahasia' di Rumah Sakit dan Senyum Kian Tanaya
91 Syukuran Tujuh Bulanan dan Misi 'Pakaian Bayi Kembar'
92 Tangisan Kembar di Jakarta dan Pelukan sang Ksatria
93 The Next Generation dan Sinyal Misterius di Kampus Nusantara
94 Ujian Generasi Baru dan Senja Abadi di Batipuh
95 Babak Baru di Ibu Kota Nusantara dan Sandi Generasi Emas
96 Kepulangan ke Jakarta dan Grand Design Generasi Emas
97 Operasi Kopi Taktis dan Bencana Pesta Kejutan Paman Dion
98 Operasi 'Kucing Oren' dan Taktik Absurd Paman Dion
99 Lulusnya Sang CEO dan 'Ijazah' Paling Berharga
100 PENGUMUMAN RESMI TAMAT (SEASON 1)
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Sang Pewaris Tak Berhati
2
Kemeja Murah, Kopi Kapal, dan Tinta yang Bocor
3
Kursus Singkat Meminta Maaf & Insiden Pisang Goreng
4
Tamu yang Tak Diundang
5
Gemuruh Hujan dan Bayang-Bayang Kenyataan
6
Surat Pengunduran Diri
7
Pilihan di Ujung Tanduk
8
Kebohongan yang Teratur dan Janji di Bawah Hujan
9
Rahasia Tersebunyi dan Kebenaran yang Terkuak
10
Pindah Dinas, Drama Restoran, dan Operasi "Kejar Sampai Ujung Dunia
11
Saingan Baru di Kota Sejuk
12
Badai di Atas Bukit dan Pengorbanan yang Tak Terduga
13
Luka di Balik Jeruji Besi dan Penyesalan yang Terlambat
14
Detak Jantung dan Pengakuan di Balik Koma
15
Pasca-Koma, Amnesia Selektif, dan Bintang Kelas yang Bertingkah
16
Pisang Kepok, Kruk Patah, dan Bunga Lili yang Salah Alamat
17
Dua Hati di Bawah Langit Senja
18
Takhta yang Kembali dan Ujian Terakhir
19
Ketulusan di Balik Kobaran Api
20
Undangan dari Tanah Minang
21
Lamaran Agung di Istano Basa Pagaruyung
22
Megahnya Takhta Cinta dan Kehadiran Tamu Agung
23
Puncak Malam dan Malam Pertama yang Sempurna
24
Epilog Khusus: Pesan & Kesan dari Kian dan Maya
25
Di Balik Tirai Kehidupan Baru
26
Aroma Kopi yang Hilang dan Surat Tanpa Tanggal
27
Di Bawah Guyuran Hujan dan Benang yang Terurai
28
Pecahan Kaca dan Deru Lembar Takdir
29
Gemuruh di Ujung Dermaga
30
Pelukan di Ujung Gelombang dan Nilai Tak Terhingga
31
Tes Kehamilan dan "Misi Khusus" Sang Mantan Murid
32
Bayangan di Dalam Cermin dan Kotak Musik Tua
33
Bunga Seroja di Atas Surat Kaleng
34
Teka-Teki anagram dan Jeritan yang Bungkam
35
Nyala Lilin di Kamar Rahasia
36
Di Antara Runtuhan Puing dan Detik yang Melambat
37
Vonis Dokter, Aksi Pura-Pura, dan Sambal Terasi Jam Dua Pagi
38
Wangi Lavender di Atas Sajadah dan Panggilan Pagi Hari
39
Paspor Merah, Cokelat Panas, dan Sepatu Kets di Kota Geneva
40
Berburu Teka-Teki dengan Cokelat Meluncur dan Stroller Balap
41
Cangkir Porselen yang Pecah dan Gelak Tawa yang Terhenti
42
Gelap di Atas Danau dan Permainan Biola Terakhir
43
Dinding Dingin dan Kunci yang Terbuka
44
Serigala di Atas Tabir Gelap dan Penebusan Berdarah
45
Kepakan Angin Barat dan Pelukan di Pelataran Utama
46
Kereta Malam ke Garut dan Bau Sangrai Sangkuriang
47
ke Ranah Minang
48
Megahnya Kemilau Pagaruyung dan Pesona Desa Pariangan
49
Selendang Merah dan Senyuman dari Ranah Batipuh
50
Rahasia Cincin Pagaruyung dan Trik Konyol Sang Juara
51
Janji di Tepi Danau Singkarak dan Kepakan Sayap Baru
52
Drama Paspor yang Hilang dan 'Datuak' Paris yang Panik
53
Kiriman dari Paris dan 'Serangan' Keju Terbusuk di Dunia
54
Perang Dingin Roti Perancis, Cemburu Buta, dan Bunga yang Tertukar
55
Surat Bersegel Merah dan Sandiwara di Pulau Dewata
56
Nyala Api di Lembah Harau dan Peta yang Terlupakan
57
Cincin Daun Sirih, Kode Bahasa Minang, dan Drama Lamaran 'Salah Server'
58
Ujian Memasak Samba Lado dan Trauma Bawang Merah sang Mantan Peretas
59
Kabut Pagi di Jalur Kelok 9 dan Penampakan Konvoi Hitam
60
Jeritan Malam di Rumah Tua Kelok Sembilan
61
Peta Bintang di Dinding Rumah Tua dan Teka-Teki Waktu yang Terhenti
62
Codex Silsilah dan Bayangan Merah di Atas Selat Malaka
63
Kepulangan ke Jakarta dan Pesta Kejutan di Rumah Gadang
64
Senja di Paris dan Janji Setia di Bawah Menara Eiffel
65
Kode dalam Surat Undangan dan Bayangan di Kota Tua Zurich
66
Bayangan dari Zurich dan Janji di Kota Tua
67
Badai Salju di Benteng Lucerne dan Pertempuran Takdir
68
Kenangan di Lembah Bern dan Retaknya Sebuah Persahabatan
69
Kode Rahasia di Atas Awan dan Ancaman Lembah Anai
70
Operasi 'Penyusupan' Teluk Bayur dan Tragedi Keripik Sanjai Super Pedas
71
Pagi di Teluk Bayur dan Hukuman untuk sang Pahlawan Mules
72
Kejuatan dari Zurich dan Langkah Pertama di Rumah Gadang
73
Kepulangan ke Jakarta dan Misi 'Penyelamatan' Lemari Es
74
Panggilan Malam dari Selat Karimata dan Pembajakan Seroja-09
75
Operasi 'Seroja Emas' dan Dekoder di Kedalaman Laut Jawa
76
Pesta Kemenangan dan Janji Setia di Teluk Jakarta
77
Hukuman Kelas Tambahan untuk sang CEO
78
Ketika Mantan Eksekutor Menjadi 'Siswa' Matematika
79
Bencana Maket Bukittinggi dan 'Operasi Lem Kayu' di Kamar Tengah
80
Protokol 'Ksatria Hitam' dan Serangan di Dermaga Malam
81
Pagi di Rumah Gadang Mini dan Gelak Tawa di Dapur
82
Latihan Menjadi Ayah Siaga dan Operasi 'Popok Taktis'
83
Pendar Cahaya Senja di Ranah Minang dan Awal Segala Musim
84
Surat dari Swiss dan Rencana Besar di Rumah Gadang Batipuh
85
Tangisan Pertama di Tanah Datar dan Kebahagiaan Abadi
86
Syukuran Taqiqah dan 'Latihan Perang' Para Paman
87
Sinyal Misterius di Langit Jakarta dan 'Operasi Ratu Malam'
88
Jejak Konsorsium Singapura dan Misi Taktis di Teluk Jakarta
89
Resepsi Kejutan di Rumah Jakarta dan Diplomasi Meja Makan
90
'Misi Rahasia' di Rumah Sakit dan Senyum Kian Tanaya
91
Syukuran Tujuh Bulanan dan Misi 'Pakaian Bayi Kembar'
92
Tangisan Kembar di Jakarta dan Pelukan sang Ksatria
93
The Next Generation dan Sinyal Misterius di Kampus Nusantara
94
Ujian Generasi Baru dan Senja Abadi di Batipuh
95
Babak Baru di Ibu Kota Nusantara dan Sandi Generasi Emas
96
Kepulangan ke Jakarta dan Grand Design Generasi Emas
97
Operasi Kopi Taktis dan Bencana Pesta Kejutan Paman Dion
98
Operasi 'Kucing Oren' dan Taktik Absurd Paman Dion
99
Lulusnya Sang CEO dan 'Ijazah' Paling Berharga
100
PENGUMUMAN RESMI TAMAT (SEASON 1)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!