WHIRRRRRRRR...
Sistem mesin kapal dagang kelas rendah bernama The Iron-Drifter berderit kencang, memuntahkan kepulan asap belerang pekat dari arah buritan belakang. Kapal rongsokan dari besi tua itu perlahan-lahan bergerak naik membelah gumpalan awan beracun Planet Akuma-0, meluncur lambat meninggalkan wilayah Kuadran Utara menuju jalur pelayaran antargalaksi bebas seutuhnya. Di dalam ruang hampa udara luar atmosfer yang dipenuhi serpihan batu asteroid mati, tidak ada lagi siraman badai hujan merkuri. Yang tersisa hanyalah kesunyian abadi luar angkasa yang membeku, mencerminkan hancurnya seluruh masa lalu kemegahan kerajaan klan Shinto yang telah tertinggal jauh di belakang.
Di dalam bilik kabin penumpang kasta terbawah yang berukuran sempit dan pengap, atmosfer keheningan yang sangat pekat melanda batin dua manusia yang baru saja disatukan oleh pernikahan paksa. Lantai kabin besi tersebut terbuat dari pelat baja kasar yang dipenuhi noda karat kotor dan aroma pelumas mesin yang menyengat hidung. Tidak ada kasur sutra bersulam benang perak atau cahaya lampu keemasan yang terang di ruangan ini. Yang ada hanyalah sebuah lampu indikator redup yang bergoyang kaku, mengikuti getaran ketukan mesin kapal yang bising sepanjang waktu.
Sayuri duduk diam membeku di sudut bangku besi yang paling jauh dari pintu masuk. Ia memeluk erat kedua lututnya dengan gerakan tubuh yang sangat kaku, kedinginan, dan dipenuhi oleh keangkuhan kasta bangsawan yang menolak untuk luntur. Gaun sutra putih mewahnya kini tampak sangat kusam, robek di beberapa bagian, dan dipenuhi oleh noda bercak darah Ryuken yang telah mengering menjadi warna kecokelatan sejak pertempuran malam kemarin. Sepasang mata biru jernihnya menatap kosong ke arah dinding baja kabin yang retak, memancarkan kombinasi rasa terkejut, ngeri, dan frustrasi mendalam yang meremukkan seluruh logika berpikirnya.
Seluruh harga diri, gengsi kasta Kuil Tinggi, dan dinding kesombongan sedingin es yang ia rawat sejak kecil kini telah runtu…
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"
Kabin Besi Kapal Tongkang dan Dinginnya Tatapan Pertama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments