Tawaran Cinta

Bab 5

Karin menatap langit-langit kamarnya tanpa berkedip. Jarum jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tetapi matanya masih enggan terpejam.

Ucapan Pak Wirawan terus terngiang di kepalanya.

"Ajak pacarmu makan malam di rumah akhir pekan ini."

Artinya, ia hanya memiliki waktu empat hari. Empat hari untuk menghadirkan seseorang yang tidak pernah ada.

"Kenapa aku dulu asal bicara?" gumamnya sambil menutupi wajah dengan bantal.

Sesaat kemudian ia mengembuskan napas panjang.

Tidak.

Menyesali keputusan itu tidak akan mengubah apa pun. Kalau saat itu ia tidak mengaku sudah memiliki pacar, mungkin sekarang orang tuanya sudah semakin gencar menjodohkannya dengan Gio.

Apa pun risikonya, kebohongan itu justru telah memberinya sedikit waktu.

Dan sekarang...Ia harus memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin.

Namun satu pertanyaan terus menghantuinya. Bagaimana cara meminta Kai berpura-pura menjadi pacarnya?

Bahkan mereka baru berbicara dua kali.

Kalau ada orang asing tiba-tiba datang dan meminta hal seperti itu, Karin sendiri pasti akan menganggap orang tersebut tidak waras.

"Aku benar-benar nekat."

Gumamnya pada udara.

-

-

-

Keesokan paginya...

Karin sengaja datang lebih awal ke kampus. Ia berharap bisa bertemu Kai sebelum jam kuliah dimulai.

Namun hingga lima belas menit berlalu, sosok pria itu belum juga terlihat.

"Kamu nunggu siapa?"

Suara Nia mengejutkannya.

"Eh?"

"Dari tadi lihat-lihat gerbang terus."

Karin buru-buru menggeleng.

"Nggak nunggu siapa-siapa."

Nia menyipitkan mata.

"Bohong."

"Kamu lagi nunggu cowok, ya? Wah, jangan-jangan pacarmu?"

Karin tersenyum canggung.

"Ish... bukan."

"Hmm... mencurigakan."

Untungnya bel kuliah berbunyi. Percakapan mereka pun terputus.

-

-

-

Hari itu berlalu begitu lambat.

Selama beberapa kali pergantian mata kuliah, Karin sama sekali tidak melihat Kai.

Saat jam makan siang tiba, ia memutuskan pergi ke kantin. Baru beberapa langkah memasuki area kantin, ia melihat kerumunan mahasiswa.

"Katanya Kai kena hukuman."

"Iya, gara-gara berantem kemarin."

"Hukuman apa?"

"Disuruh bersihin gudang olahraga."

Mendengar nama itu, Karin langsung menghentikan langkah.

Gudang olahraga...

Ia tahu letaknya.

Tanpa berpikir panjang, ia berbalik arah.

"Karin!" teriak Nia dari belakang. "Mau ke mana?"

"Ada urusan sebentar!"

Gudang olahraga berada di belakang gedung utama kampus. Tempat itu memang jarang didatangi mahasiswa.

Saat Karin tiba, pintunya telah terbuka. Di dalamnya, seorang pria sedang memindahkan beberapa dus berisi perlengkapan olahraga.

Keringat membasahi pelipisnya. Lengan kemejanya digulung hingga siku.

Kai.

Pria itu tampak sibuk menyusun bola basket ke dalam rak.

Karin berdiri di ambang pintu. Tiba-tiba ia kehilangan keberanian.

Bagaimana kalau Kai marah?

Bagaimana kalau ia menolak mentah-mentah?

Bagaimana kalau setelah ini mereka bahkan tidak bisa saling menyapa lagi?

"Kamu mau berdiri di situ terus?"

Suara Kai membuat Karin tersentak.

"Ternyata benar kamu."

Kai meletakkan sebuah kardus.

"Ada perlu?"

"Iya."

"Apa?"

Karin menggenggam tali tasnya erat.

"Aku...Aku mau minta bantuan."

Kai mengangkat sebelah alis.

"Bantuan?"

"Iya."

"Kalau soal tugas kuliah, cari orang lain."

"Bukan."

"Kalau pinjam uang...Aku juga nggak punya."

Karin hampir tertawa.

Di luar dugaan, Kai ternyata bisa bercanda.

"Bukan itu."

"Lalu?"

Karin menarik napas panjang. Sekali ini saja. Ia harus berani.

"Aku ingin kamu berpura-pura menjadi pacarku."

...

Sunyi.

Kai berkedip pelan.

Beberapa detik berlalu tanpa suara.

Kemudian...

"Hah?"

Ekspresi datarnya akhirnya berubah.

Ia benar-benar terlihat terkejut.

"Aku serius."

Kai menunjuk dirinya sendiri.

"Aku?"

"Iya."

"Pacar pura-pura?"

"Iya."

Kai menatap Karin cukup lama. Lalu tiba-tiba mengangkat punggung tangannya ke dahi Karin.

"Kamu demam?"

Karin buru-buru menepis tangan itu.

"Aku serius."

"Aku juga serius."

Kai menghela napas.

"Kita bahkan belum saling kenal."

"Aku tahu."

"Lalu kenapa harus aku?"

Pertanyaan itu membuat Karin terdiam.

Ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya datang dari masa depan. Ia juga tidak bisa menjelaskan bahwa Kai adalah satu-satunya pria yang terlintas di kepalanya.

Karena itu terdengar lebih gila lagi.

"Aku..."

"Kamu kelihatan orang baik."

Kai langsung tertawa pelan.

"Orang baik? Seluruh kampus menyebutku badboy."

"Itu cuma kata mereka. Kamu berbeda."

Kai memperhatikan wajah Karin.

Tatapan gadis itu tidak tampak sedang bercanda. Justru terlihat sangat sungguh-sungguh.

"Alasannya?"

"Aku tidak bisa cerita."

"Kalau begitu jawabanku juga tidak bisa." Kai kembali mengangkat kardus. "Aku sibuk."

Penolakan itu sebenarnya sudah diduga Karin. Namun tetap saja membuat dadanya terasa sesak.

"Tunggu."

Kai tidak berhenti.

"Tolong."

Langkah Kai akhirnya terhenti.

Suara Karin terdengar bergetar.

"Aku benar-benar butuh bantuan. Bukan buat main-main."

"Tapi..."

"...untuk menyelamatkan keluargaku."

Kai perlahan membalikkan badan. Tatapannya berubah serius.

"Keluargamu?"

Karin buru-buru mengangguk.

"Aku belum bisa menjelaskan sekarang. Tapi aku janji...Aku tidak akan merugikanmu."

Kai terdiam.

Entah mengapa, ia merasa gadis di depannya tidak sedang berbohong. Tatapan mata Karin menyimpan ketakutan yang sulit dijelaskan.

Namun tetap saja...Permintaan itu terlalu aneh.

"Aku tetap tidak bisa." Kai menggeleng pelan. "Maaf."

Setelah mengatakan itu, ia kembali bekerja.

Karin menundukkan kepala. Ia sudah berusaha. Dan hasilnya memang sesuai dugaan.

Ditolak.

"Maaf sudah mengganggu."

Karin berbalik melangkah keluar gudang. Baru beberapa langkah berjalan, suara Kai kembali terdengar.

"Karin."

Karin berhenti.

Tanpa menoleh.

"Ada satu pertanyaan."

"Apa?"

"Kamu...sedang dikejar seseorang?"

Tubuh Karin menegang. Ia menoleh perlahan.

Kai masih berdiri di tempatnya. Tatapannya tajam, seolah sedang mencoba membaca isi pikirannya.

Karin menggigit bibir.

Haruskah ia menjawab?

Beberapa detik kemudian ia mengangguk pelan.

"Iya."

Kai kembali terdiam.

Ia tidak bertanya lagi.

Hanya memperhatikan Karin sampai gadis itu benar-benar pergi.

-

-

-

Sore harinya.

Kai masih duduk sendirian di tribun lapangan basket.

Angin sore berembus pelan. Namun pikirannya justru dipenuhi wajah Karin.

"Tolong... aku ingin menyelamatkan keluargaku."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

"Aneh..." gumam Kai.

Ia sudah sering bertemu perempuan yang mencoba mendekatinya. Ada yang terang-terangan menyatakan cinta. Ada yang sengaja mencari perhatian. Ada pula yang memanfaatkan dirinya untuk membuat mantan cemburu.

Namun...

Belum pernah ada yang datang meminta menjadi pacar pura-pura demi menyelamatkan keluarga.

"Karin..."

Untuk pertama kalinya sejak lama, Kai merasa penasaran pada seseorang. Dan rasa penasaran itu membuatnya tanpa sadar tersenyum tipis.

Ia belum tahu bahwa keputusan yang akan diambilnya nanti bukan hanya mengubah hidup Karin...Tetapi juga mengubah jalan hidupnya sendiri.

-

-

-

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Author.N.

Author.N.

thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍

2026-08-03

0

 .𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐

.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐

minimal sosok kai adaa

2026-08-01

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan hidup Kembali
2 Giorgino
3 Pertemuan Pertama
4 Permintaan Yang Mustahil
5 Tawaran Cinta
6 Batas waktu
7 Kesepakatan
8 Undangan Makan Malam
9 Makan Malam Yang Menegangkan
10 Peringatan
11 Fitnah Pertama
12 Bayangan Di Balik Fitnah
13 Saksi
14 Pembatalan Keputusan
15 Perlahan Menjadi Kebiasaan
16 Janji Sederhana
17 Teman Baru
18 Perlahan Menjadi Tempat Bersandar
19 Akhir Pekan Yang Sederhana
20 Jarak Yang Semakin Dekat
21 Perhatian Yang Datang Tiba-Tiba
22 Teman Baru, Langkah Baru
23 Tugas Kelompok
24 Kabar Kai
25 Hujan Dan Undangan
26 Kepercayaan
27 Perhatian Yang Tak Pernah Terucap
28 Perasaan Yang Berubah
29 Riak Yang Mulai Terlihat
30 Retakan Yang Mulai Terlihat
31 Langkah Pertama
32 Perasaan Yang sulit Di Jelaskan
33 Luka Yang Mulai Terlihat
34 Batas Yang Mulai Terlihat
35 Perasaan Yang Mulai Mengganggu
36 Celah Di Antara Mereka
37 Jarak Yang Berubah
38 Kesempatan Yang Di Cari
39 Sesuatu Yang Mulai Berubah
40 Bukan Sekedar Kebetulan
41 Batas Kesabaran
42 Yang Akhirnya Terucap
43 Permainan Yang Mulai Terbuka
44 Langkah Pertama
45 Perang Dingin
46 Noda Yang Di Sengaja
47 Tekanan Yang Bertambah
48 Masalah Yang Mulai Terlihat
49 Melewati Batas
50 Akibat Yang Tak Bisa Di Hindari
51 Lebih Dekat Tanpa Di Sadari
52 Hari-hari Yang Berubah
53 Perasaan Yang Semakin Sulit Di Sembunyikan
54 Tawaran Yang Tak Di Inginkan
55 Sebuah Solusi Dari Masa Lalu
56 Rahasia Yang Akhirnya Terbuka
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Kesempatan hidup Kembali
2
Giorgino
3
Pertemuan Pertama
4
Permintaan Yang Mustahil
5
Tawaran Cinta
6
Batas waktu
7
Kesepakatan
8
Undangan Makan Malam
9
Makan Malam Yang Menegangkan
10
Peringatan
11
Fitnah Pertama
12
Bayangan Di Balik Fitnah
13
Saksi
14
Pembatalan Keputusan
15
Perlahan Menjadi Kebiasaan
16
Janji Sederhana
17
Teman Baru
18
Perlahan Menjadi Tempat Bersandar
19
Akhir Pekan Yang Sederhana
20
Jarak Yang Semakin Dekat
21
Perhatian Yang Datang Tiba-Tiba
22
Teman Baru, Langkah Baru
23
Tugas Kelompok
24
Kabar Kai
25
Hujan Dan Undangan
26
Kepercayaan
27
Perhatian Yang Tak Pernah Terucap
28
Perasaan Yang Berubah
29
Riak Yang Mulai Terlihat
30
Retakan Yang Mulai Terlihat
31
Langkah Pertama
32
Perasaan Yang sulit Di Jelaskan
33
Luka Yang Mulai Terlihat
34
Batas Yang Mulai Terlihat
35
Perasaan Yang Mulai Mengganggu
36
Celah Di Antara Mereka
37
Jarak Yang Berubah
38
Kesempatan Yang Di Cari
39
Sesuatu Yang Mulai Berubah
40
Bukan Sekedar Kebetulan
41
Batas Kesabaran
42
Yang Akhirnya Terucap
43
Permainan Yang Mulai Terbuka
44
Langkah Pertama
45
Perang Dingin
46
Noda Yang Di Sengaja
47
Tekanan Yang Bertambah
48
Masalah Yang Mulai Terlihat
49
Melewati Batas
50
Akibat Yang Tak Bisa Di Hindari
51
Lebih Dekat Tanpa Di Sadari
52
Hari-hari Yang Berubah
53
Perasaan Yang Semakin Sulit Di Sembunyikan
54
Tawaran Yang Tak Di Inginkan
55
Sebuah Solusi Dari Masa Lalu
56
Rahasia Yang Akhirnya Terbuka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!