Zero melenggang keluar setelah merebut roti milik Ella dengan senyum mengejek.
Ella sudah menduga bahwa akan ada salah satu dari anak-anak yang berusia lebih tua di Panti, yang akan datang dan memalak sesuatu dari anak lain yang keluar.
'Untungnya aku sudah membeli roti cadangan untuk hari ini ... '
Gadis kecil itu lantas meraih pelan tas selempangnya dari bawah kasur. Mengambil sepotong roti lagi yang baru ia beli menggunakan koin yang diterimanya tadi.
Ella memilih merelakan rotinya diambil dibanding koin-koin berharganya, meskipun ia sedikit sedih, baginya yang sulit untuk makan sehari-hari, bahkan seperempat roti pun akan sangat berharga.
Panti Asuhan ini hanya menyediakan bangunan untuk tinggal. Sebuah bangunan yang sebenarnya jauh dari kata ‘layak huni’.
Jika tidak mendapatkan sesuatu yang bisa dimakan dari luar, terkadang anak-anak panti lain akan mencuri jika tidak ingin kelaparan hari itu.
Ella berpikir saat ini dirinya lebih baik bertahan dari ‘mati karena kelaparan' sampai hari perayaan festival cahaya. Hari dimana pastinya semua orang akan sibuk, bahkan para tetua di Panti akan pergi ke pusat kota Ador seperti saat hari perayaan besar lainnya.
Di saat itulah, Ella akan melangkah keluar dari tempat yang tidak bisa dijadikan rumah untuk pulang, tempat yang hanya bisa merampas dan memberikan luka padanya.
Gadis kecil itu memandangi isi tas selempang miliknya yang berukuran tidak terlalu besar. 'Aku tidak tau bagaimana dunia diluar sana'
Sorot matanya beralih menatap keluar jendela kamar. Tidak jauh dari halaman panti, pepohonan besar yang padat memenuhi pandangan.
Takut.
'Tapi, lambat laun aku akan mati jika terus disini tanpa ada kesempatan untuk hidup.'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
7 hari setelahnya, dan Hari Perayaan Cahaya Kekaisaran Reis akhirnya tiba.
“Selesai!"
Ella kecil mengusap keringatnya. Memandangi gumpalan yang terbalut kain cokelat tua berisikan barang-barang yang sekiranya akan ia butuhkan saat meninggalkan panti diam-diam.
Di Greys, selain anak yang di beli oleh orang lain, bahasa halusnya 'diadopsi', anak-anak dilarang meninggalkan panti sebelum membayar uang tempat tinggal.
Maka dari itu Ella memutuskan untuk kabur, daripada pasrah menunggu dirinya dikeluarkan entah kemana, atau lebih parahnya menunggu dirinya dewasa itu sama saja dengan menunggu ajalnya sendiri.
Bukan tidak ada 1 atau 2 anak yang kehilangan nyawanya dalam satu bulan disebabkan berbagai macam faktor, entah kelaparan, dirundung, atau bahkan menjadi pelampiasan emosi saat para tetua panti sedang merasa kesal.
Kembali ke aktivitasnya, Ella juga tidak lupa menyiapkan tas selempang miliknya. Matahari telah terbenam beberapa saat lalu, membiarkan bulan dan bintang yang menyinari gelapnya malam.
Saat ini, anak-anak panti lain telah bergegas keluar untuk berebut, mencari lokasi yang sekiranya terdapat banyak bangsawan sedari tadi.
Keadaan panti yang saat ini bisa dibilang cukup sepi membuat perasaan gugup yang Ella rasakan berangsur lega.
'Siap!'
Gadis kecil itu dengan sigap menyampirkan tasnya, memeluk bungkusan kain yang berisikan barangnya dan melangkah keluar menuju pintu keluar panti asuhan.
Matanya menatap keadaan diluar panti. Cahaya keemasan yang berasal dari kota yang tidak jauh dari panti asuhan juga seluruh wilayah kekaisaran yang tengah berpesta.
Berbanding terbalik dengan keadaan lingkungan sekitar panti.
'Cantik sekali.' Sorot mata Ella sedikit terkagum melihat banyaknya lampion yang berterbangan, seolah ingin bersanding dengan bintang-bintang.
'Tapi jika aku lewat jalan utama, bagaimana jika bertemu dengan anak panti yang lain? Lebih buruknya bagaimana jika aku tertangkap basah oleh salah satu tetua?'
Ella memandangi sekitar, perasaan gugup mulai menyelimuti dirinya kala satu ide muncul dibenaknya.
Ke sisi lain pusat kota Ador dengan mengikuti arus hutan!
Berusaha melawan perasaan gugup, Ella menghela napas pelan dan menyemangati dirinya sendiri. 'Aku pasti bisa!'
Untuk yang terakhir kali ia memperhatikan ruang tengah panti asuhan. Memeriksa apakah ada yang tertinggal penting untuknya sebelum ia berlari untuk mencari tempat melanjutkan hidup dengan sedikit lebih aman.
‘Sudah kan, ya?' Sebelah tangannya menggenggam erat tali tas. Dadanya terasa sangat berat seketika, seolah ada sesuatu yang memenuhi dan membuat Ella merasa resah meninggalkan panti. 'Aku bisa pergi sekarang kan?'
Setelah yakin tidak ada hal penting lainnya, Ella dengan hati yang sedikit berat mulai melangkah berlawanan dari arah jalan yang menuju pusat pemukiman di Kota Ador – sebuah wilayah pemukiman yang berada di sebentang antara daerah selatan dan tenggara Kekaisaran Reis, menuju sisi seberang untuk memasuki kota itu.
Napas Ella memburu lelah. Dirinya mulai letih berlari karena takut masih ada seseorang di sekitar panti asuhan yang mengenalnya dan akan melapor kepada kepala panti.
10 menit berlalu, langkah gadis kecil itu perlahan memelan. Ella mulai memperhatikan situasi sekitar tempat dirinya berada.
Sisi sebelah kanannya tampak pepohonan yang berjarak saling berdekatan, dengan kegelapan di bagian dalam.
Itu adalah Hutan Cana, hutan panjang yang membatasi antara 3 wilayah Kekaisaran di Benua Astra yang terkenal akan hal-hal Magis di dalamnya.
Ella tau karena dirinya pernah sedikit mencuri dengar tentang hutan itu dari para tetua panti yang mengobrol.
Langkah Ella benar-benar terhenti kali ini. Ada perasaan aneh yang masuk ke dalam dirinya menggantikan rasa gugup yang sedari tadi melingkupi tubuhnya.
Matanya mencoba menelisik masuk ke dalam hutan, mencari sumber perasaan aneh yang tidak bisa ia jelaskan.
Sampai kedua matanya berkedip bingung kala menangkap beberapa titik cahaya kecil yang perlahan melayang keluar dari arah dalam hutan.
‘A-apa itu?’ Kaki Ella sontak mengambil langkah mundur dengan.
Dirinya ingin berlari lagi, namun entah karena apa kedua kakinya hanya mengambil jarak kecil dengan begitu pelan, bahkan tubuhnya tetap tegak menatap ke arah hutan, tidak bisa berbalik.
Sedetik kemudian, kala cahaya kecil itu semakin cepat terbang menuju dirinya Ella kecil yang seolah tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri itu lantas memejamkan erat kedua matanya dengan memeluk barang bawaannya,
ia pasrah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Jer
Apa apaan sistemnya serakah gini
2026-08-22
0