Arcangella von Reis

Derix yang berada di belakang sang tuan setelah menjemputnya, membungkukkan badan sopan untuk menjawab. “Mungkin beliau saat ini tengah berganti pakaian dengan para pelayan, Tuan.”

Aghasa yang mendengar jawaban ajudannya langsung menghembuskan napas lega. Ia memutuskan untuk menunggu dan duduk di sofa merah muda kamar itu. Diikuti Derix yang berdiri di sebelah sofa. 

“Hasilnya 99,9% akurat,” ucap Aghasa rendah.

Derix yang masih dapat mendengar lirihan sang tuan di karenakan indranya yang telah terlatih, lantas bersimpuh menggunakan kaki kiri dan kaki kanannya dijadikan sebagai tumpuan tangan. “Saya ucapkan selamat, Tuan Grand Duke.”

Aghasa tersenyum lirih. Menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. 

“Berdirilah,” perintahnya, yang langsung dipatuhi oleh sang ajudan. 

“Seharusnya yang mendengar ucapan itu adalah kakak.” Aghasa memandangi 

amplop cokelat besar yang mencatat hasil tes DNA menggunakan rambut gadis kecil itu yang sempat ia ambil dan rambut seseorang yang sangat berharga baginya. “Aku tidak sabar ingin melihat senyuman kakak.” 

Derix yang sedikit mengerti, ikut menimbuhi. “Apa anda ingin keberangkatan menuju Ibu Kota Kekaisaran Reis dipercepat beberapa jam, Tuan? Setidaknya, kini akan sampai pada malam puncak hari ketiga festival cahaya.”

“Itu akan sangat bagus.” 

Aghasa kembali melihat amplop cokelat di tangannya. “Tapi, gadis kecil itu terlihat tidak bahagia dan sangat ketakutan selama ini. Ini salahku karena terlambat menyadarinya berada di daerah kekuasaanku sendiri, bahkan selama ini."

Aghasa mengusap pelan gelang kecil dengan tali bewarna merah mengkilap bagaikan ruby yang saling terkepang membentuk sebuah simpul.

"Apakah kakak akan membenciku, Derix?”

“Itu tidak mungkin, Tuan. Bagin-

Suara pintu terbuka yang dihasilkan dari ruang ganti memotong ucapan Derix. Dapat dilihatnya gadis kecil yang berjalan keluar dengan diiringi dua pelayan wanita yang terlihat kebingungan mengekorinya. 

Derix mengernyit kecil, menyadari sesuatu yang salah. “Kenapa kalian tidak memakaikan nona baju yang telah diatur oleh kepala pelayan?” Ia melayangkan tatapan protes ke arah dua pelayan wanita di belakang Ella.

"Kami minta maaf, Tuan. Tapi nona tidak ingin memakai pakaian yang telah disiapkan dan bersikeras untuk memakai pakaian yang beliau bawa,” jelas salah satu pelayan. 

Ella memandangi sosok pria tegap yang berdiri di depan Derix. Pria yang memunculkan rekaman kejadian semalam kembali di benak Ella saat ia melihatnya. 'Tuan Ksatria yang menangis!'

“Tu-tuan Kstaria ... Te,terima kasih.” Ella membungkukkan badannya setelah mengucapkan yang sejak semalam ingin ia sampaikan.

Aghasa mencoba meredam emosinya kala melihat penampilan gadis kecil itu yang masih jauh dari kalimat ‘layak’ bagi dirinya. Ia mendekat ke arah Ella yang masih setia membungkuk hingga membuat helaian rambut panjangnya tergerai jatuh. 

Pria itu berjongkok tepat di depan Angel. Aghasa membawa kedua tangannya yang -  masih sedikit bergetar jika berhadapan dengan gadis kecil itu, menyentuh pelan pundak Angel. Membuat sang empu sedikit tersentak kaget namun tidak juga menolak karena Ella berpikir dirinya akan baik-baik saja.

“Angkat pandanganmu,” ujar Aghasa lembut. Tiga orang dewasa yang masih tetap di tempat mereka sedikit terkejut mendengar intonasi sang pemimpin wilayah. 

Ella dengan pelan memberanikan dirinya untuk melihat sang penyelamatnya yang ternyata seorang grand duke! Ia menautkan jemarinya gugup. “Te-terima kasih, telah, menye-lamatkan aku, Tuan, Ksatria.” Aghasa mengernyit saat mendengar pelafalan gadis kecil di depannya. 

“Ma-af, gaun cantik nya, akan kotor ji-ka denganku." Ella berusaha dengan sekuat tenaga membuat orang di depannya mengerti dengan kosa katanya yang minim. 

Meskipun kini Ella merasa takut sang grand duke akan tidak suka pada dirinya karena pelafalannya yang juga buruk untuk anak seusianya. Ella juga takut hal itu akan menjadi masalah saat dirinya ingin meminta untuk bekerja di kediaman grand duke.

'Jika dengannya gaun itu akan kotor? Apa maksudnya gadis kecil ini merasa tidak pantas memakai gaun itu? Padahal ia memang ditakdirkan untuk memakai bahkan yang lebih mewah dari yang kusiapkan mendadak ini ... '  

Aghasa terdiam rumit, namun melihat raut wajah bersalah yang terpatri di wajah Ella membuat Aghasa berusaha untuk tidak menekan gadis itu saat ini. “Tidak masalah jika kamu merasa tidak nyaman mengenakan itu.”

Netra Ella sedikit berbinar kala mendengar jawaban dari pria di depannya. Binar mata yang membuat sang grand duke kembali terpaku. “Siapa namamu, Nak?”

“Ella.” Gadis kecil itu menjawab dengan cepat.

Tiga orang lainnya yang mendengar intonasi Ella yang sedikit ceria saat berbicara dengan sang tuan, menghela napas lega. 

“Benar. Namamu Ella,” ujar Aghasa pelan dengan senyum lirih yang perlahan terukir haru di wajahnya. 

Ella sontak merasa panik kala melihat raut wajah pria di depannya ini menjadi sedih. ‘A-apa aku salah mengucapkan sesuatu?’ pikirnya.

Aghasa berusaha mengendalikan perasaannya saat ini. “Aku Aghasa Luelle, Grand Duke dan adik dari permaisuri kekaisaran Reis,” serunya memperkenalkan diri. 

‘Wah! Ternyata latar belakang beliau sangat hebat.’ Ella memandang Aghasa dengan sedikit binar takjub di matanya, entah kenapa pria di depannya ini membuat ia merasa sedikit aman?

Cahaya keemasan pada mata gadis kecil itu sedikit berseri cerah. Aghasa yang memperhatikan itu lantas tersenyum dan melanjutkan kalimatnya.

“Serta pamanmu, Angel.”

‘Pa-paman?’ Angel membeku saat mendengar kalimat lanjutan yang terucap dari bibir Aghasa. 

‘Kakak pelayan tadi berkata kalau grand duke hanya punya satu saudara kandung. Ti-tidak mungkin aku ...’ 

“Arcangela Von Reis. Akhirnya paman menemukanmu, Tuan Putri Bungsu Reis.” Aghasa menatap gadis yang sudah sangat lama dicari oleh orang-orang terdekatnya. 

Bruk!

Angel tersentak sadar dari keterkejutannya kala para pelayan serta Derix ikut bersimpuh, memberi hormat.

 “Kami memberi salam kepada bintang kecil kekaisaran, Tuan Putri Arcangela Von Reis!”

'A-apa, apa yang terjadi?!’

Terpopuler

Comments

mary dice

mary dice

😱😱😱 serem

2026-08-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!