Suara sirine ambulance semakin menggetarkan hati Dinda.
Wanita yang masih mengenakan pakaian casual celana panjang hitam dan di padukan dengan atasan berwarna biru denim. Masih menggenggam erat tangan seorang laki-laki yang sedang tidak sadarkan diri.
Hatinya sungguh hancur, sungguh ia tak ingin di pertemukan dengan cara seperti ini.
Buliran bening trus menetes di ujung matanya.
"Aku tau mas, kamu memang sangat jahat padaku. Kamu juga tidak menyukai ku. Tapi tolong jangan terluka di hadapan ku."
Dinda terisak, sembari sesekali menghapus wajahnya yang tengah di banjiri air mata.
Sampai di rumah sakit, Dewa langsung masuk ke UGD dan langsung di tangan ni oleh dokter ahli.
"Tulang di bagian bahunya pecah.. kita harus melakukan tindakan operasi secepatnya "
Suara dokter itu, semakin menyempit kan dunia Dinda. Ia tidak tau harus bagaimana.
"Anda jangan khawatir nona,sebentar lagi keluarga pasien akan segera sampai. Dan saya yakin pasien akan baik-baik saja"
Dokter itu menyentuh bahu Dinda, seolah mengerti perasaan Dinda saat ini.
Dinda melangkah mundur dengan perlahan. Walau berat, tapi ia harus meninggalkan tempat itu.
Selesai dengan urusan administrasi yang harus ia bayar agar Dewa cepat di tangani. Dinda pun pergi membawa pedih dan kecemasan nya sendiri.
Entah lah...
Semoga engkau baik-baik saja mas. Dan semoga kita tidak pernah bertemu lagi.
ujarnya dalam hati.
Karena ijin Allah SWT operasi berjalan lancar. Dewa kini sudah berada di ruang rawat VVIP.
Damar dan tiara sudah berada di ruangan itu. Begitupun dengan Derry dan Yongki.
Ruangan itu begitu hening. Hanya suara detik jam dinding yang terdengar begitu sedih menyapa telinga.
"Jika memang dia baik-baik saja, kenapa sudah hmpir 5 jam tapi ia belum sadar mas? "
suara Tiara memecah keheningan.
Damar tidak dapat mengatakan apapun, ia hanya bisa memeluk istrinya. Mencoba menyembunyikan rasa takut dan mencari ketenangan untuk diri nya sendiri pada pelukan itu.
Betapa hatinya penuh dengan penyesalan. Ia sangat tau ini te…
Mutiara Hati
Suami takut istri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Asyatun 1
lanjut
2023-09-12
0