Episode 3

Bab 3 - Tubuh Baru

[Apakah Host ingin mengaktifkan?]

Raka tidak langsung menjawab.

Ia menutup pintu kamar, menguncinya, lalu menggeser kursi menjauh dari meja. Jika hadiah ini benar-benar meningkatkan tubuh sepuluh kali lipat, ia tidak ingin pingsan di ruang tengah dan ditemukan Ratna.

"Jelaskan efeknya."

Panel menampilkan lima baris baru.

[Kekuatan, kecepatan, daya tahan, refleks, pertahanan fisik, dan pemulihan Host akan ditingkatkan hingga sepuluh kali kondisi manusia normal.]

[Peningkatan bersifat permanen.]

[Peningkatan tidak membuat Host kebal terhadap peluru, racun, atau cedera berat.]

[Proses penyesuaian awal: sekitar sepuluh menit.]

[Aktifkan sekarang?]

Raka membaca peringatan itu sampai selesai.

Sistem tidak menjanjikan tubuh abadi. Tidak ada kekebalan terhadap peluru. Tidak ada pemulihan ajaib. Artinya, kekuatan ini tetap memiliki batas.

Itu justru membuatnya lebih percaya.

"Aktifkan."

[Konfirmasi diterima.]

Rasa panas menyala di tengah dadanya.

Raka tersentak.

Panas itu menyebar terlalu cepat, masuk ke bahu, punggung, lengan, perut, lalu turun sampai ke ujung jari kaki. Otot-ototnya menegang serempak. Ia mencoba berdiri tegak, tetapi lututnya kehilangan tenaga.

Tubuhnya jatuh berlutut di lantai.

"Sial..."

Tidak ada luka yang muncul. Tidak ada tulang yang patah. Namun rasanya seperti seluruh tubuhnya dibongkar dari dalam, dipadatkan, lalu dipasang kembali dengan ukuran yang sama.

Keringat membasahi kausnya.

Ia menggigit ujung handuk agar tidak mengeluarkan suara.

Satu menit.

Tiga menit.

Lima menit.

Setiap detik terasa panjang. Detak jantungnya sempat menjadi begitu kuat hingga ia bisa mendengarnya sendiri, lalu perlahan kembali stabil. Napasnya yang berat mulai teratur.

Pada menit kesepuluh, panas itu menghilang.

Raka tetap berlutut selama beberapa saat.

Kamar di sekelilingnya tidak berubah, tetapi cara tubuhnya merasakan ruangan telah berbeda. Kipas angin yang berputar di atas tampak lebih lambat. Ia bisa mengikuti gerakan setiap bilah tanpa kesulitan. Dengung kulkas kecil di ruang tengah terdengar jelas dari balik pintu.

Ia berdiri.

Gerakannya terlalu cepat.

Kepalanya hampir membentur rak dinding. Raka menahan tubuh dengan satu tangan, tetapi telapak tangannya justru menekan kayu hingga terdengar bunyi retak.

KRAK.

Ia segera menarik tangan.

Bekas lima jari tertinggal di permukaan rak murah itu.

Raka menatapnya dalam diam.

"Sepuluh kali lipat..."

Ia mencoba melangkah pelan. Langkah pertama terlalu panjang. Langkah kedua hampir membuatnya menabrak meja. Ia harus mengendalikan kekuatan yang sebelumnya tidak pernah dimiliki.

Raka menggulung karpet tipis agar tidak tergelincir, lalu mengambil posisi push-up.

Satu.

Dua.

Sepuluh.

Tubuhnya naik dan turun seperti pegas. Tidak ada getaran di lengan, tidak ada panas di bahu. Pada hitungan kelima puluh, napasnya masih sama. Pada hitungan seratus, ia berhenti. Lelah belum menghentikannya; ia takut telapak tangannya merusak ubin.

Ia duduk dan memeriksa denyut nadi.

Sedikit lebih cepat dari kondisi istirahat.

Itu saja.

Di kehidupan sebelumnya, menaiki tangga tiga lantai setelah lembur sudah membuat dadanya sesak. Sekarang seratus push-up terasa seperti pemanasan.

Raka mengambil gelas dari meja untuk minum.

Jarinya menekan terlalu kuat.

PRANG!

Gelas itu pecah di tangannya.

Serpihan kaca berjatuhan ke lantai. Sebuah pecahan menggores pangkal ibu jarinya, meninggalkan garis merah tipis.

Raka membeku.

Ia membuka telapak tangan perlahan. Kulitnya tidak kebal. Goresan itu nyata, meski dangkal.

Peringatan sistem terlintas lagi di kepalanya.

Tidak kebal terhadap peluru, racun, atau cedera berat.

Kekuatan tanpa kendali dapat membunuh orang lain atau dirinya sendiri.

Raka mengambil sapu, membersihkan semua pecahan, lalu membungkus telapak tangannya dengan tisu. Ia menghabiskan satu jam berikutnya untuk melakukan gerakan sederhana: membuka pintu, mengambil botol plastik, mengetik, mengangkat kursi, dan berjalan dari satu sisi kamar ke sisi lain.

Ia tidak mengejar angka.

Ia belajar menahan diri.

Menjelang siang, Raka sudah bisa mengendalikan tenaganya untuk aktivitas biasa. Tubuhnya masih tampak kurus, tetapi ada kepadatan baru di balik kausnya. Bahunya lebih tegak. Matanya tidak lagi sayu meski ia belum tidur sejak dini hari.

Ia mandi, mengenakan salah satu kemeja baru, lalu pergi melanjutkan rencana keuangannya.

Kali ini, ia tidak perlu memulai dari transaksi kecil.

Di toko elektronik, Raka memilih ponsel baru seharga Rp 17.999.000. Ponsel lamanya tetap disimpan sebagai bukti dan alat cadangan. Ia membayar penuh, menerima faktur resmi, lalu menunggu.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 17.999.000.]

[Cashback 10x: Rp 179.990.000.]

Saldo baru: Rp 212.043.900.

Seorang staf toko menyerahkan kotak ponsel dengan kedua tangan.

"Datanya mau kami pindahkan sekalian, Pak?"

"Tidak perlu. Saya kerjakan sendiri."

"Baik. Kalau begitu, garansi sudah aktif mulai hari ini."

Raka mengangguk. Ia menyimpan faktur di dalam tas, tidak membuangnya seperti pelanggan yang sedang terburu-buru mengejar gengsi.

Transaksi berikutnya dilakukan di toko komputer resmi.

Ia memilih laptop kerja kelas profesional, satu monitor besar, perangkat penyimpanan terenkripsi, serta lisensi perangkat lunak legal. Semua akan dipakai untuk mengelola data, bukti, dan rencana bisnisnya sendiri.

Total: Rp 34.500.000.

Pembayaran berhasil.

[Cashback 10x: Rp 345.000.000.]

Saldo baru: Rp 522.543.900.

Untuk pertama kalinya, Raka melihat angka setengah miliar atas namanya sendiri.

Staf penjualan yang sebelumnya berbicara santai kini berdiri lebih tegak.

"Pengirimannya bisa kami prioritaskan sore ini, Pak Raka."

"Pastikan segelnya utuh."

"Tentu, Pak."

Raka melanjutkan dengan membeli keanggotaan satu tahun untuk pusat kebugaran, layanan penyimpanan cloud, kursus manajemen bisnis, dan beberapa layanan produktivitas. Total pengeluaran Rp 2.400.000 menghasilkan cashback Rp 24.000.000.

Saldo akhirnya berhenti di Rp 544.143.900.

Dalam dua hari, ia berubah dari pria dengan uang setengah juta menjadi pemilik dana lebih dari setengah miliar.

Namun yang membuat langkahnya terasa ringan adalah saldo, pilihan, dan ruang bernapas yang dulu tidak ia miliki.

Tubuhnya dapat berjalan berjam-jam tanpa lelah. Tas belanja yang biasanya membebani bahu terasa kosong. Suara kendaraan dan gerakan orang di sekelilingnya dapat ia tangkap lebih cepat, meski belum sampai menjadi kemampuan melihat bahaya.

Ini bukan sekadar kaya.

Ia menjadi kuat.

Sore hari, dua petugas pengiriman membawa perlengkapan komputer ke apartemen. Raka mengangkat salah satu kardus besar sendirian.

"Pak, itu berat," kata petugas pertama. "Biar kami saja."

"Tidak apa-apa."

Raka mengangkatnya dengan satu tangan.

Kedua petugas itu saling pandang.

Raka pura-pura tidak melihat reaksi mereka. Ia menaruh kardus dengan sangat hati-hati. Kendali lebih penting daripada pamer.

Ketika Ratna pulang menjelang malam, ruang tengah dipenuhi kotak elektronik dan kantong belanja.

Langkahnya berhenti.

"Ini semua apa?"

"Perlengkapan kerja."

Ratna meraih kotak ponsel baru. Matanya membesar saat membaca serinya. "Kamu beli ini? Pakai uang apa?"

"Uangku."

"Gajimu sudah masuk?" Ratna langsung menoleh. "Kalau sudah, kenapa kamu belum transfer untuk Budi?"

Raka sedang memasang monitor. Ia tidak menghentikan pekerjaannya.

"Karena aku tidak akan membayar utangnya."

"Kita sudah membahas ini."

"Kamu yang bicara. Aku tidak pernah setuju."

Ratna meletakkan kotak ponsel dengan keras. Baru sekarang ia benar-benar memperhatikan Raka. Suaminya tidak tampak lelah. Gerakannya cepat, punggungnya tegak, dan wajah yang biasanya menghindari tatapan kini menatapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah.

"Kamu berubah," katanya pelan.

"Bagus."

Ponsel Ratna berdering.

Nama Ibu muncul di layar.

Ratna mengangkatnya dan langsung menyalakan pengeras suara. "Bu?"

"Mana uangnya?" suara Bu Sumini meledak dari ponsel. "Budi ditagih lagi! Suruh Raka transfer sekarang!"

Ratna menatap Raka. "Kamu dengar sendiri."

Raka mengambil ponsel itu dari meja, bukan dari tangan Ratna.

"Bu Sumini."

"Jangan panggil Ibu seolah kita orang asing. Cepat transfer enam juta."

"Tidak."

"Apa?"

"Utang judi Budi bukan tanggung jawab saya. Jangan telepon lagi untuk urusan ini."

"Raka! Kamu berani bicara begitu kepada Ibu? Kalau Budi sampai dipukuli, itu dosa kamu! Kamu—"

Raka menekan tombol merah.

Panggilan terputus.

Keheningan memenuhi apartemen.

Ia mengembalikan ponsel ke meja, lalu melanjutkan memasang kabel monitor.

Ratna berdiri kaku di belakangnya. Wajahnya dipenuhi campuran marah dan tidak percaya.

"Raka... kamu berani menolak Ibu?"

Terpopuler

Comments

Eza Bae

Eza Bae

tes

2026-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!