Episode 5

Bab 5 - Benalu Keluarga

"Mas Raka... ini... ini mobil siapa?!"

"Mobilku."

Budi menatap Alphard hitam itu, lalu menatap Raka. Mulutnya terbuka, tetapi tidak ada suara yang keluar selama beberapa detik.

"Mobil Mas?" Ia akhirnya mendekat dan menyentuh kap depan tanpa izin. "Serius? Bukan punya bos kantor?"

Raka menekan tombol pada kunci. Lampu Alphard berkedip, disusul bunyi kunci pintu.

"Jangan pegang catnya."

Budi buru-buru menarik tangan. Matanya beralih ke kunci di tangan Raka, penuh rasa ingin memiliki.

"Mas, pinjam sebentar, dong. Cuma muter kompleks."

"Tidak."

"Aku bisa nyetir."

"Aku tahu." Raka berjalan ke bagian belakang dan mengambil beberapa kantong belanja. "Itulah alasannya."

Wajah Budi menegang. "Maksud Mas apa?"

"Kamu pernah menabrakkan motor Ratna lalu menyalahkan pengendara lain."

"Itu sudah lama." Budi terkekeh canggung. "Lagian cuma lecet."

"Mobil ini bukan motormu."

Raka mengunci kendaraan, kemudian berjalan menuju tangga.

Budi mengikuti di belakang.

"Kalau tidak boleh nyetir, antar aku ketemu teman nanti malam. Sekali saja. Biar mereka lihat."

Raka tidak menoleh. "Tidak."

"Mas Raka sekarang pelit sekali."

Raka berhenti di anak tangga pertama. Ia memandang Budi dari atas bahu.

"Kamu datang untuk apa?"

"Menemui Mbak Ratna."

"Kalau begitu, temui kakakmu. Bukan mobilku."

Ia naik tanpa memberi kesempatan Budi menjawab.

Di belakangnya, terdengar bunyi kamera ponsel.

Raka tidak perlu menoleh untuk tahu apa yang dilakukan Budi.

Pemuda itu pasti sedang memotret Alphard dan mengirimkannya kepada Bu Sumini.

Benar saja.

Kurang dari satu jam kemudian, suara ketukan keras mengguncang pintu apartemen.

BUK! BUK! BUK!

"Raka! Buka!"

Bu Sumini.

Raka yang sedang mengatur data di komputer baru melirik jam. Cepat juga.

Ratna membukakan pintu dari ruang tengah. Bu Sumini masuk lebih dulu, disusul Budi. Keduanya tidak melepas alas kaki sebelum melangkah ke tengah ruangan.

"Mana kuncinya?" tanya Bu Sumini tanpa salam.

Raka tetap duduk. "Kunci apa?"

"Kunci mobil."

"Untuk apa?"

Bu Sumini mendecakkan lidah. "Ibu mau lihat. Budi bilang kamu beli mobil besar. Katanya harganya lebih dari satu miliar."

Ratna berdiri di belakang ibunya. Ia sudah melihat kotak-kotak mahal kemarin, tetapi kabar tentang mobil tampaknya juga mengejutkannya.

"Raka, benar kamu beli Alphard?" tanyanya.

"Benar."

"Dengan uang dari mana?"

"Uang yang sah."

"Itu bukan jawaban."

"Itu jawaban yang kamu perlukan."

Bu Sumini memukul meja makan dengan telapak tangan.

"Jangan bicara berputar-putar! Kamu punya uang beli mobil lebih dari satu miliar, tapi enam juta untuk menyelamatkan Budi saja tidak mau. Orang macam apa kamu?"

Budi duduk di sofa, memasang wajah tersinggung seolah dirinya korban.

"Aku cuma pinjam, Mas. Nanti kalau sudah ada uang, aku ganti."

Raka menatapnya.

Di kehidupan sebelumnya, Budi selalu mengatakan hal yang sama.

Pinjam.

Nanti diganti.

Masalahnya darurat.

Tidak satu pun uang itu kembali.

"Kamu tidak punya pekerjaan," kata Raka. "Dari mana uang penggantinya?"

Budi mengangkat dagu. "Aku sedang bangun bisnis."

"Nama bisnisnya?"

"Masih rahasia."

"Produknya?"

"Belum bisa dibocorkan."

"Pendapatannya?"

Budi tidak menjawab.

Raka mengangguk kecil. "Jadi tidak ada."

"Mas jangan meremehkan aku."

"Aku hanya menyebut fakta."

Bu Sumini berjalan mendekati meja kerja Raka. Matanya menyapu monitor, laptop, dan jam tangan baru. Semakin banyak barang yang dilihatnya, semakin marah wajahnya.

"Semua ini dibeli saat keluarga sedang susah." Ia menunjuk kotak ponsel. "Kamu sengaja pamer di depan kami?"

"Saya membelinya untuk bekerja."

"Kerja apa sampai perlu barang semahal ini?"

"Pekerjaan saya."

Bu Sumini menarik napas keras, lalu mengubah nada. Kali ini suaranya terdengar seperti seorang tetua yang sedang memberi nasihat.

"Raka, dengarkan Ibu. Rezeki itu harus dibagi dengan keluarga. Kamu sudah menikahi Ratna. Artinya ibu dan adiknya juga keluargamu. Kalau tetangga tahu menantu Ibu punya mobil mewah sementara mertuanya masih naik ojek, mereka akan bilang kamu tidak tahu balas budi."

Raka hampir dapat mengulang kalimat berikutnya sebelum wanita itu mengatakannya.

"Lagi pula, kamu laki-laki. Kepala keluarga. Masa membiarkan keluarga istrimu dipermalukan?"

Ratna menghela napas seolah sedang berusaha menjadi orang paling masuk akal di ruangan.

"Raka, Ibu memang bicara keras. Tapi maksudnya baik. Kita tidak minta semuanya. Beli saja satu mobil untuk Ibu. Tidak perlu Alphard. Mobil biasa juga cukup."

Budi langsung menyela, "SUV saja. Biar muat banyak."

Bu Sumini mengangguk. "Nah. Budi bisa jadi sopir Ibu."

Mereka sudah membagi mobil yang belum dibeli.

Raka bersandar di kursi.

"Tidak."

Bu Sumini menatapnya tajam. "Apa?"

"Saya tidak akan membelikan mobil."

"Kenapa?"

"Karena saya tidak punya kewajiban membelikan Ibu mobil."

"Kurang ajar!"

Suara Bu Sumini menggema sampai koridor. Dari balik dinding, terdengar televisi tetangga dikecilkan. Orang-orang mulai mendengarkan.

Bu Sumini menyadarinya dan justru meninggikan suara.

"Lihat, Ratna! Ini suami pilihanmu! Baru punya sedikit uang sudah lupa keluarga. Ibu membesarkanmu sampai dewasa, lalu suamimu memperlakukan Ibu seperti pengemis!"

Ratna segera memegang lengan ibunya. Namun tatapannya tetap menyalahkan Raka.

"Kamu bisa bicara lebih baik," katanya.

"Aku sudah bicara jelas."

"Ibu cuma minta dihargai."

"Menghargai tidak sama dengan membeli mobil."

Bu Sumini menunjuk wajah Raka dengan jari gemetar. "Kalau bukan karena Ratna, siapa yang mau menikah dengan laki-laki kurus dan miskin sepertimu? Sekarang kamu merasa hebat karena bisa beli mobil?"

Raka berdiri.

Gerakan sederhana itu membuat Budi refleks bangkit dari sofa.

Tubuh Raka tidak bertambah besar secara mencolok, tetapi posturnya yang tegak dan tatapan tenang membuat ruang sempit itu terasa berubah. Ia tidak perlu berteriak.

"Bu," katanya, "saya bukan ATM keluarga ini."

Bu Sumini membeku.

Ratna juga diam.

Selama pernikahan mereka, Raka tidak pernah berbicara seperti itu kepada ibunya. Ia selalu menunduk, meminta maaf, kemudian mencari pinjaman.

Raka melanjutkan, suaranya tetap rata.

"Saya membayar sewa apartemen ini. Saya membayar kebutuhan Ratna dan Nila. Selama dua tahun, saya juga mengirim uang bulanan kepada Ibu. Tapi utang judi Budi, kendaraan pribadi Ibu, dan keinginan kalian untuk pamer bukan kewajiban saya."

"Kamu menghitung semua yang pernah kamu berikan?" Ratna bertanya.

"Mulai sekarang, ya."

Bu Sumini memegang dada, seolah baru dihina di depan ratusan orang. "Ratna, kamu dengar? Suamimu menyuruh ibumu pergi dengan tangan kosong!"

"Aku tidak menyuruh Ibu pergi," kata Raka. "Tapi kalau Ibu datang hanya untuk meminta uang, pintunya ada di sana."

Budi melangkah maju.

"Hati-hati ya, Mas." Ia berusaha membuat suaranya terdengar berat. "Kalau Mbak Ratna minta cerai, Mas yang rugi. Mobil, uang, semua bisa dibagi. Belum lagi Nila. Mas tidak akan ketemu dia lagi."

Raka memandang pemuda itu.

Ancaman tersebut pernah membuatnya tunduk.

Sekarang, kata cerai justru terdengar seperti pintu yang terbuka.

"Kalau Ratna ingin bicara soal perceraian," katanya, "suruh dia bicara sendiri. Jangan bersembunyi di belakang adiknya."

Budi mengatupkan mulut.

Ratna tampak pucat, lalu marah. "Kamu benar-benar sudah tidak waras."

"Mungkin aku baru mulai waras."

Bu Sumini menarik Ratna menuju pintu sambil terus mengomel. Budi mengikuti, tetapi sebelum keluar ia sempat melirik kotak ponsel dan kunci mobil di meja.

Tatapan itu hanya berlangsung sesaat.

Raka tetap menangkapnya.

Pintu tertutup.

Apartemen kembali sunyi.

Raka tidak merasakan kemenangan penuh. Ia tahu keluarga Hartono tidak akan berhenti karena satu penolakan. Orang seperti Bu Sumini akan mengubah cerita, membuat dirinya menjadi korban, lalu kembali dengan tekanan yang lebih besar. Budi akan mencari jalan mengambil sesuatu. Ratna akan menyembunyikan percakapan dan pertemuannya.

Di kehidupan sebelumnya, Raka selalu datang terlambat karena tidak memiliki bukti.

Kali ini, ia tidak akan bergantung pada ingatan atau pengakuan mereka.

Ia membuka laptop, mencari penyedia perangkat keamanan rumah, lalu memilih beberapa kamera kecil dengan penyimpanan cloud terenkripsi.

Bukan untuk kamar tidur.

Bukan untuk kamar mandi.

Hanya pintu masuk, ruang tengah, dan area tempat dokumen serta barang berharga disimpan.

Tempat keluarga Hartono selalu menunjukkan wajah asli mereka.

Jari Raka berhenti di atas tombol pemesanan.

Mulai hari ini, setiap kebohongan akan memiliki rekaman.

Terpopuler

Comments

Eza Bae

Eza Bae

tes

2026-08-19

0

Utuh Gelapung

Utuh Gelapung

novel taiiiiiiiiii

2026-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!