Bab 4

Tujuh orang pria berwajah garang dengan tato di sekujur lengan turun dari motor mereka.

Pemimpin kelompok itu adalah seorang pria berkepala plontos dengan bekas luka sayatan memanjang di pipi kirinya.

Pria itu mengenakan jaket kulit usang dan memegang sebatang pipa besi berkarat di tangan kanannya.

"Hei anak kota yang malang!" teriak pria berkepala plontos itu dengan suara serak yang menggelegar.

"Di mana kakek tua bangka itu bersembunyi?"

Rizky berjalan dengan tenang mendekati kerumunan preman itu tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun.

Berkat efek kebugaran dari Air Terjun Pelangi, rasa percaya dirinya sedang berada pada tingkat tertinggi.

"Kakek saya sudah meninggal kemarin sore," jawab Rizky dengan nada datar dan dingin.

"Saya adalah Rizky, cucunya sekaligus pemilik baru dari kawasan wisata Gunung Sumber Abadi ini."

Pria plontos itu meludah sembarangan ke tanah dan tertawa mengejek.

Cuih!

"Oh, jadi kamu tumbal baru yang dikirim oleh keluargamu yang pelit itu ya?" ucap pria itu sambil memukul-mukulkan pipa besi ke telapak tangannya.

"Namaku Bagas, dan aku tidak peduli siapa yang mengurus tempat sampah ini sekarang."

Bagas berjalan mendekati Rizky hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter.

"Kakekmu meminjam uang lima puluh juta dari bosku tiga tahun lalu untuk memperbaiki pagar kawat yang rusak."

"Dengan bunganya, hutang itu sekarang menjadi seratus juta rupiah."

"Karena kakekmu sudah mati, maka kamulah yang harus melunasi hutang itu hari ini juga."

Rizky mengerutkan keningnya mendengar jumlah uang yang disebutkan oleh Bagas.

Bunga lima puluh juta dalam tiga tahun adalah lintah darat yang sangat mencekik leher.

"Saya baru mengambil alih tempat ini kemarin sore," jawab Rizky dengan tenang menatap tepat ke mata Bagas.

"Saya belum punya uang sebanyak itu sekarang."

"Beri saya waktu satu bulan untuk membuka tempat ini dan saya akan melunasi hutang pokoknya saja."

Mendengar negosiasi itu, anak buah Bagas langsung tertawa terbahak-bahak seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu abad ini.

"Satu bulan?" ulang Bagas dengan mata melotot marah.

"Kamu pikir kami ini badan amal yang bisa kamu bodohi sesuka hati?"

Bagas mencengkeram kerah kaus Rizky dengan kasar menggunakan tangan kirinya.

"Bayar hari ini, atau kami akan menghancurkan loket karcis jelek ini dan membakar seluruh hutan di gunungmu!" ancam Bagas sambil mengangkat pipa besinya tinggi-tinggi.

Rizky tidak bergeming sedikit pun dari posisinya berdiri.

Matanya menatap tajam ke arah Bagas dengan aura intimidasi yang membuat preman itu sedikit terkejut.

Ding!

[Peringatan Sistem!]

[Host terdeteksi sedang berada dalam bahaya ancaman fisik.]

[Misi Darurat diterbitkan: Pertahankan harga diri Gunung Sumber Abadi!]

[Tugas: Usir kelompok preman Bagas keluar dari gerbang wisata tanpa ampun.]

[Hadiah Keberhasilan: 50 Poin Wisata dan 1 Kartu Keterampilan Acak.]

[Apakah Host ingin mengakses Toko Sistem untuk membeli item pertahanan sementara?]

[Saat ini Host memiliki 100 Poin Wisata.]

"Tampilkan item yang bisa kupakai sekarang juga, Sistem!" perintah Rizky di dalam batinnya dengan cepat.

Layar biru transparan langsung muncul di sebelah kepala Bagas tanpa bisa dilihat oleh sang preman.

[Menampilkan Item Rekomendasi:]

[1. Sarung Tangan Besi Ringan (Harga: 50 Poin) - Meningkatkan daya pukul Host sebesar 200 persen selama sepuluh menit.]

[2. Semprotan Bau Busuk (Harga: 30 Poin) - Mengeluarkan gas menyengat yang membuat target mual dan pusing.]

[3. Perisai Angin (Harga: 100 Poin) - Menciptakan hembusan angin kencang yang mementalkan musuh dalam radius lima meter.]

Rizky membaca ketiga pilihan itu dalam waktu kurang dari dua detik.

Dia butuh sesuatu yang bisa memberikan kejutan luar biasa agar preman-preman desa ini tidak berani kembali lagi dalam waktu dekat.

"Beli Perisai Angin sekarang!" batin Rizky memberikan keputusannya.

[Transaksi berhasil.]

[Saldo Poin Wisata: 0.]

[Item Perisai Angin berhasil diaktifkan.]

Tepat ketika Bagas hendak mengayunkan pipa besinya ke arah wajah Rizky, sebuah keanehan terjadi.

Wushhhhh!

Tiba-tiba saja, angin topan berskala kecil meledak dari dalam tubuh Rizky menuju segala arah.

Angin itu melolong dengan sangat kencang dan menyapu debu jalanan hingga menciptakan badai pasir sesaat.

"Ugh, angin apa ini!" teriak Bagas dengan panik karena cengkeramannya pada kerah Rizky terlepas begitu saja.

Bruk! Brak!

Kekuatan angin itu langsung menghantam dada Bagas dan keenam anak buahnya dengan sangat telak.

Mereka semua terlempar mundur hingga sejauh lima meter dan jatuh bergulingan di atas jalanan berbatu yang keras.

Pipa besi yang dipegang Bagas terlempar jauh dan menghantam salah satu sepeda motor mereka hingga penyok.

"Aduh, punggungku sakit sekali," rintih salah satu preman sambil memegangi pinggangnya yang menghantam batu.

Bagas terbatuk-batuk sambil mencoba berdiri dengan susah payah.

Wajah garangnya kini tergantikan oleh ekspresi ketakutan yang sangat mendalam.

Dia menatap Rizky yang masih berdiri tegak di tempatnya semula tanpa bergerak satu inci pun.

Di mata Bagas, sosok pemuda kota itu tiba-tiba terlihat seperti seorang pendekar sakti yang memiliki ilmu gaib.

"Ilmu hitam macam apa yang kamu pakai, anak sialan!" teriak Bagas sambil mundur perlahan menjauhi gerbang.

Rizky hanya melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum dingin.

"Saya sudah bilang, beri saya waktu satu bulan," ucap Rizky dengan suara yang menggema tenang.

"Jika kalian berani datang lagi sebelum waktunya dan membuat keributan di tempat wisataku, angin barusan hanyalah peringatan kecil."

"Lain kali, aku akan membuat kalian semua terlempar hingga ke dasar jurang."

Bagas menelan ludahnya dengan kasar dan memberi isyarat kepada anak buahnya untuk segera naik ke motor.

"Kita pergi dari sini sekarang!" perintah Bagas dengan suara panik.

"Urusan kita belum selesai anak kota, ingat itu baik-baik!"

Gerungan mesin motor kembali terdengar bersahutan saat kelompok preman itu memutar balik kendaraan mereka.

Brummm! Brummm!

Dalam hitungan detik, mereka semua melarikan diri menuruni gunung layaknya anjing yang ketakutan karena ekornya diinjak.

Rizky menatap kepergian mereka sambil menghela napas panjang dan melepaskan ketegangan di pundaknya.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem!]

[Misi Darurat: Pertahankan harga diri Gunung Sumber Abadi telah berhasil diselesaikan!]

[Host mendapatkan 50 Poin Wisata.]

[Host mendapatkan 1 Kartu Keterampilan Acak.]

"Ternyata menggunakan poin secara strategis sangat memuaskan," ucap Rizky sambil tersenyum lebar menatap saldo poinnya yang kembali terisi.

Namun, sebelum dia sempat membuka hadiah kartu keterampilannya, suara langkah kaki terdengar dari arah seberang jalan.

Rizky menoleh dan melihat Pak Joko sedang berjalan ragu-ragu mendekati gerbang wisata.

Bapak tua itu memegang sebuah rantang makanan kecil di tangannya dengan wajah yang masih terlihat tegang.

"Nak Rizky," panggil Pak Joko dengan suara pelan.

"Bapak lihat gerombolan Bagas baru saja lari ketakutan dari sini."

"Apakah kamu menggunakan dukun untuk mengusir mereka?" tanya Pak Joko dengan tatapan penuh selidik.

Rizky tertawa pelan mendengar pertanyaan polos dari pemilik warung kopi tersebut.

Ini adalah kesempatan emas untuk mulai memasarkan tempat wisatanya kepada penduduk lokal secara langsung.

Terpopuler

Comments

Mahlubin Ali

Mahlubin Ali

serius ada item trial??? auto delete lahhh guyssss. ngapain baca kalau ada item trial begitu. mending mahal janji permanen daripada murah tapi trial.

2026-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!