Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Bab 1

Suasana di ruang kantor notaris itu terasa sangat dingin.

Hujan deras turun membasahi kaca jendela dengan suara gemuruh yang tidak henti.

Brak!

Seorang pria paruh baya menggebrak meja kayu di hadapannya dengan sangat keras.

"Aku tidak peduli apa pun yang terjadi pada gunung sialan itu!" teriak pria itu dengan wajah memerah.

"Gunung itu hanya membawa kerugian bagi keluarga kita selama sepuluh tahun terakhir."

Pria itu adalah Budi Santoso.

Dia adalah paman tertua Rizky yang selalu merasa paling berhak atas semua kekayaan keluarga.

Di sebelahnya duduk seorang wanita dengan riasan tebal dan perhiasan emas yang mencolok.

Wanita itu memutar bola matanya dan tersenyum sinis.

"Mas Budi benar sekali," kata Maya, bibi Rizky, sambil mengikir kukunya dengan santai.

"Kakek sudah pikun saat memutuskan untuk mempertahankan Gunung Sumber Abadi."

"Setiap bulan kakek selalu menghabiskan ratusan juta hanya untuk memperbaiki fasilitas yang selalu rusak sendiri."

"Sekarang setelah dia meninggal, kita harus segera membuang tempat sampah itu dari daftar aset kita."

Rizky hanya bisa duduk diam di sudut ruangan.

Tangannya saling meremas satu sama lain dengan gelisah.

Hatinya masih hancur karena kakeknya baru saja dimakamkan kemarin sore.

Kakek adalah satu-satunya orang yang peduli padanya setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan belasan tahun lalu.

"Lalu siapa yang akan menanggung hutang operasional kawasan wisata itu?" tanya Hendra, sang pengacara keluarga.

Pengacara itu membetulkan letak kacamatanya sambil melihat tumpukan dokumen warisan.

"Hutangnya kepada bank sudah mencapai lima ratus juta rupiah."

"Jatuh temponya adalah akhir bulan ini."

Hening sejenak menyelimuti ruangan tersebut.

Tidak ada satu pun dari keluarga kaya raya itu yang berani bersuara setelah mendengar angka tersebut.

Mereka semua memiliki rumah mewah di Jakarta dan mobil keluaran terbaru.

Namun, mendengar kata hutang membuat telinga mereka tiba-tiba menjadi tuli.

Tatapan mata Budi perlahan beralih ke arah sudut ruangan.

Senyum licik mulai terbentuk di wajah pria paruh baya tersebut.

"Bukankah kita masih punya pewaris yang paling disayangi oleh ayah?" ucap Budi sambil menunjuk ke arah Rizky.

Rizky mengangkat kepalanya dengan terkejut.

"Paman bermaksud memberikan gunung itu padaku?" tanya Rizky dengan suara serak.

"Tentu saja, Nak," jawab Maya dengan nada suara yang dibuat-buat agar terdengar lembut.

"Kakekmu sangat menyayangimu sejak kamu masih kecil."

"Jadi sudah sepantasnya kamu yang meneruskan impian terbesarnya mengurus gunung itu."

"Impian apanya?" batin Rizky sambil menggertakkan giginya menahan marah.

"Kalian hanya ingin melimpahkan semua hutang itu kepadaku agar kalian bisa membagi aset perusahaan dengan bersih."

Rizky tahu betul niat busuk keluarganya yang serakah ini.

Gunung Sumber Abadi sudah lama mati dan tidak ada pengunjung yang datang.

Fasilitasnya hancur berantakan dan rumor tentang kutukan pendaki yang hilang membuat tempat itu sangat ditakuti.

"Rizky, kamu kan masih muda dan butuh banyak tantangan," tambah Budi sambil berjalan mendekati keponakannya.

"Lagipula, kamu tidak punya pekerjaan tetap sekarang."

"Anggap saja ini adalah modal awal dari paman dan bibimu agar kamu bisa belajar mandiri."

Budi menepuk pundak Rizky dengan keras hingga pemuda itu sedikit meringis.

"Tapi paman, aku tidak punya uang sepeser pun untuk membayar hutang lima ratus juta itu," bantah Rizky mencoba mempertahankan diri.

"Aku bahkan kesulitan hanya untuk membayar uang sewa kamar kos bulan ini."

"Bagaimana mungkin aku bisa mengelola kawasan sebesar itu sendirian?"

Brak!

Budi kembali memukul meja di dekat Rizky untuk mengintimidasi.

"Jangan banyak alasan kamu!" bentak Budi dengan mata melotot.

"Orang tuamu dulu juga hanya menjadi beban keluarga ini."

"Sekarang saatnya kamu membalas budi karena kami sudah membiarkanmu hidup menumpang selama ini."

Kata-kata itu menusuk hati Rizky seperti pisau yang sangat tajam.

Dia menatap wajah paman dan bibinya secara bergantian dengan tatapan tajam.

Hanya ada keserakahan dan kebencian yang terlihat jelas di mata mereka berdua.

"Bagaimana, Tuan Rizky?" potong pengacara Hendra yang sepertinya sudah tidak sabar.

"Jika Anda menolak, gunung ini akan disita oleh pihak bank dan nama baik almarhum kakek Anda akan hancur."

"Bank akan mengumumkan kebangkrutan kakek Anda besok pagi di halaman utama surat kabar."

Rizky mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Nama baik kakeknya adalah segalanya bagi Rizky.

Kakeknya selalu percaya bahwa Gunung Sumber Abadi memiliki keindahan luar biasa yang belum ditemukan oleh dunia.

Dia tidak bisa membiarkan nama kakeknya dicemarkan oleh bank.

"Baiklah," ucap Rizky akhirnya dengan suara bergetar menahan emosi.

"Aku akan mengambil Gunung Sumber Abadi beserta seluruh hutangnya."

Maya langsung tertawa kecil mendengar jawaban tersebut.

"Bagus sekali, kamu memang anak yang paling berbakti," kata Maya sambil menyodorkan sebuah pena ke arah Rizky.

Srekk.

Srekk.

Suara gesekan pena di atas kertas perjanjian memecah keheningan ruangan.

Rizky menandatangani tiga rangkap dokumen penyerahan hak milik tanpa ragu.

Dengan tanda tangan itu, dia resmi menjadi pemilik kawasan wisata gagal beserta tumpukan hutangnya.

Budi langsung merebut dokumen itu dengan wajah yang sangat gembira.

"Mulai detik ini, kamu bukan lagi tanggung jawab kami," ucap Budi sambil tersenyum lebar.

"Jangan pernah berani datang mengemis ke rumahku untuk meminjam uang."

"Ayo kita pergi dari sini, Maya."

Kedua orang itu berjalan keluar dari ruangan notaris tanpa menoleh lagi.

Mereka meninggalkan Rizky sendirian bersama sang pengacara keluarga.

Hendra merapikan sisa dokumennya dan menatap Rizky dengan tatapan kasihan.

"Semoga berhasil, Nak," kata Hendra sebelum ikut melangkah pergi meninggalkan ruangan.

Kini hanya tersisa Rizky sendirian di ruangan yang dingin itu.

Dia menatap selembar kertas sertifikat tanah yang terlihat kusam di tangannya.

"Kakek, apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Rizky dengan tatapan kosong.

"Aku bahkan tidak tahu cara mengurus bisnis tempat wisata."

Air mata perlahan menggenang di pelupuk matanya.

Rasa putus asa mulai menyelimuti pikiran pemuda berusia dua puluh dua tahun itu.

Namun, tiba-tiba sebuah suara mekanis yang aneh terdengar di dalam kepalanya.

Ding!

[Memindai Host yang cocok...]

[Pemindaian selesai.]

[Sertifikat kepemilikan terdeteksi di tangan Host.]

Rizky terlonjak dari kursinya dan langsung menoleh ke kiri dan kanan.

"Siapa itu?" teriak Rizky dengan panik.

"Siapa yang sedang berbicara barusan?"

Tidak ada siapa pun di ruangan itu selain dirinya sendiri.

Ding!

[Selamat! Sistem Raja Wisata berhasil diaktifkan!]

[Mengikat jiwa Host: Rizky Santoso.]

Sebuah layar transparan berwarna biru tiba-tiba muncul melayang tepat di depan wajah Rizky.

Layar itu memancarkan cahaya redup yang membuat Rizky harus menyipitkan matanya.

"Sistem?" batin Rizky dengan kening berkerut bingung.

"Apakah aku sedang berhalusinasi karena terlalu stres memikirkan hutang raksasa itu?"

Rizky mencoba menyentuh layar biru itu menggunakan jari telunjuknya.

Namun tangannya menembus hologram itu begitu saja.

Teks di layar biru itu mulai berubah dan menampilkan barisan kalimat baru.

[Status Host]

[Nama: Rizky Santoso]

[Gelar: Pemilik Tempat Wisata Bangkrut]

[Poin Wisata: 0]

[Aset: Gunung Sumber Abadi (Level 0)]

[Kondisi Aset: Hancur, Terabaikan, Memiliki Kutukan Ringan, Memiliki Hutang]

Rizky menelan ludahnya dengan susah payah saat membaca rentetan informasi tersebut.

Status itu benar-benar mengejek kondisinya saat ini dengan sangat brutal dan jujur.

"Tunggu sebentar," gumam Rizky saat membaca baris terakhir.

"Apa maksudnya memiliki kutukan ringan?"

Sebelum dia bisa berpikir lebih jauh, sistem kembali mengeluarkan bunyi nyaring.

Ding!

[Misi Pemula telah diterbitkan!]

[Deskripsi Misi: Seorang calon Raja Wisata tidak boleh berdiam diri melihat wilayahnya hancur berantakan.]

[Tugas: Pergi ke Gunung Sumber Abadi dan bersihkan area gerbang utama dari sampah dalam waktu 24 jam.]

[Hadiah Keberhasilan: 100 Poin Wisata dan 1 Kotak Hadiah Pemula.]

[Hukuman Kegagalan: Sistem akan dicabut secara paksa dan Host akan botak permanen.]

Mata Rizky terbelalak lebar saat membaca kalimat terakhir di layar tersebut.

"Botak permanen?" teriak Rizky sambil memegang rambut hitamnya yang lebat dengan ketakutan.

"Sistem macam apa yang mengancam Hostnya dengan kebotakan!"

Rizky menghela napas panjang dan mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu cepat.

Dia sering membaca novel fantasi saat sedang memiliki waktu luang di kosannya.

Dia tahu betul apa arti keberadaan sebuah sistem bagi tokoh utama yang sedang terpuruk.

Ini adalah sebuah keajaiban yang turun dari langit.

Ini adalah kunci baginya untuk membalikkan keadaan dan membalas perlakuan paman serta bibinya.

Rizky menggenggam sertifikat tanah di tangannya dengan sangat erat hingga sedikit lecek.

Matanya yang tadi memancarkan keputusasaan kini berubah menjadi tatapan yang dipenuhi kobaran tekad.

"Kalian membuang gunung ini karena menganggapnya sebagai tempat sampah pembawa sial," gumam Rizky dengan senyum tipis di bibirnya.

"Aku akan membuat kalian semua menangis darah karena menyesali keputusan bodoh ini."

Rizky melangkah keluar dari kantor notaris dan menerjang hujan badai di luar sana.

Langkah kakinya terasa ringan seolah beban berat di pundaknya baru saja terangkat.

Tujuannya saat ini hanya satu.

Gunung Sumber Abadi sedang menunggunya.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!