Kediaman Salvatore

Suara mesin mobil mewah itu menderum halus melintasi jalanan kota yang masih basah oleh sisa-sisa air hujan. Di dalam kabin mobil yang kedap suara dan beraroma kayu cendana yang mahal, suasana terasa begitu hening dan tenang.

Kiyora terdiam, mengingat keduanya baru saja menikah di hadapan pendeta dengan mengucapkan janji suci yang mengikat keduanya dalam ikatan yang tak pernah lepas. Tak pernah ada dalam bayangnya, jika hari ini ia menjadi pengantin Don Salvatore. Menggantikan cucu kakek angkatnya untuk menikahi sang Don. Pengantin pengganti atau ... pengantin terpilih?

"Haaah ... mobil mahal memang beda," gumamnya.

Kiyora duduk bersandar di jok kulit yang sangat empuk, masih dibungkus oleh jas hitam milik Salvatore yang berukuran jauh lebih besar dari tubuh mungilnya. Kedua matanya yang bulat berkedip-kedip, menatap samar pemandangan bangunan kota di balik kaca mobil yang gelap.

Kruk ... kruuuk ...

Sebuah suara nyaring yang sangat tidak elegan mendadak bergema dari dalam kabin mobil.

Kiyora seketika membelalakkan matanya. Wajah cantiknya memerah padam bagai kepiting rebus. Ia dengan cepat menekankan kedua tangannya ke atas perut, berusaha meredam gejolak lapar yang sudah tidak bisa diajak kompromi sejak pagi.

"Aduh, lambung sialan! Bisa-bisanya kamu nyanyi keroncong di depan penguasa mafia! Hilang sudah harga diriku, eh tidak ... hilang nyawaku!" batin Kiyora menjerit frustrasi. Ia melirik canggung ke arah pria di sampingnya lewat sudut mata.

Salvatore yang sejak tadi hanya diam menatap dokumen di tangannya, perlahan menoleh. Sepasang mata hitamnya yang dingin berkilat dengan sedikit kehangatan yang sangat samar. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Salvatore meraih sebuah kotak kecil berwarna emas dari kompartemen di depan joknya, lalu menyodorkannya ke hadapan Kiyora.

Di dalam kotak itu, terhidang sebuah roti croissant mentega yang harum dan masih terasa hangat.

"Makan," ucap Salvatore singkat namun penuh penekanan.

Kiyora menatap roti beraroma lezat itu, lalu beralih menatap wajah tampan Salvatore dengan tatapan penuh selidik dan kecurigaan. Jemari mungilnya bergerak ragu-ragu, tidak langsung mengambil roti tersebut.

"E-Eh ... Om Mafia ...," cicit Kiyora pelan, memiringkan kepalanya. "Ini rotinya beneran boleh dimakan? Nda ada racunnya, kan? Nda ada sianida atau bubuk racun tikus yang bikin gadis malang ini langsung kehabisan nyawa dalam tiga detik?"

Sudut bibir Salvatore terangkat sangat tipis, nyaris tak terlihat. "Kalau aku berniat membunuhmu, aku tidak perlu repot-repot menggunakan racun di dalam roti manis."

"Ya kan siapa tahu!" sahut Kiyora heboh, sifat ekstrovertnya mulai kumat meski ia masih sedikit takut. "Soalnya di film-film mafia yang sering ku tonton, bos mafianya suka kasih makanan enak terus tahu-tahu korbannya kejang-kejang! Mana aku belum sempat nikmatin hidup jadi orang kaya lagi!"

"Makan, atau aku yang akan menyuapimu secara paksa?" tawar Salvatore dengan alis terangkat.

Mendengar ancaman itu, Kiyora dengan cepat menyambar roti tersebut. "Eh iya-iya, dimakan sendiri! Jangan galak-galak napa, nanti cepat tua loh, Om!"

"Yaa walau udah tua si," cicit Kiyora pelan.

Kiyora langsung menggigit roti mentega itu dengan lahap. Matanya berbinar-binar saat rasa manis dan gurih meleleh di dalam mulutnya. "Wah ... enak banget! Ini roti dari kayangan ya? Beda banget sama roti tawar kepingan di rumah Tante Rika yang udah mau kadaluarsa!"

Salvatore hanya memperhatikan gadis di sampingnya yang makan dengan begitu bersemangat hingga ada sedikit remahan roti yang menempel di sudut bibirnya. Tatapan Salvatore terasa begitu lembut, kontras dengan reputasinya yang menakutkan di dunia bawah. Bagi Salvatore, melihat kebiasaan kecil ini sudah cukup untuk mengobati kerinduannya selama empat belas tahun.

"Makan pelan-pelan. Tidak ada yang akan merebutnya darimu," bisik Salvatore pelan, mengulurkan tangannya untuk mengusap remahan roti di sudut bibir Kiyora dengan ibu jarinya secara sangat lembut.

Perlakuan manis yang tiba-tiba itu membuat Kiyora membatu seketika. Pipi mulusnya merona merah. "Duh, ini Om-Om mafia pinter banget bikin baper! Padahal mukanya mirip papan kuburan tapi kelakuannya manis gini! Bisa-bisa upik abu ini kena serangan jantung sebelum sampai rumah!

"Om ... aku mau tanya deh," panggilnya dengan suara cempreng nan menggemaskan setelah menelan rotinya.

"Salvatore. Panggil namaku," potong Salvatore datar.

"Ehm ... Om Mafia aja deh! Lebih lokal tapi keren," tawar Kiyora nyengir. "Om Mafia ... tadi kenapa sebut nama Alaura? Kenapa Om Mafia begitu yakin kalau Kiyora ini Alaura? Padahal nama aku Kiyora Aleena loh."

"Karena kamu memang milikku yang hilang," jawab Salvatore tenang, matanya mengunci manik mata Kiyora. "Dan pergelangan tanganmu itu menyimpan bukti yang tidak bisa bohong."

Kiyora mengelus gelang perak berbandul merah di tangannya. "Tapi aku nda ingat apa-apa ...,"

"Suatu hari nanti kamu akan mengingat semuanya," kata Salvatore lembut. "Untuk saat ini, cukup ikuti aku dan biarkan aku melindungimu."

Salvatore membiarkan gadis muda itu mengoceh sepanjang sisa perjalanan, mendengarkan setiap celotehan cerianya yang menghidupkan kembali kabin mobil yang tadinya terasa dingin.

Beberapa puluh menit kemudian, mobil SUV mewah itu memperlambat lajunya dan berbelok memasuki sebuah gerbang besi raksasa berukiran naga dan lambang klan mafia yang sangat megah. Mobil meluncur melewati pekarangan luas dengan pancuran air berarsitektur Eropa klasik, hingga akhirnya berhenti tepat di depan pintu utama sebuah mansion megah bergaya gothic-modern.

Pengawal berjas hitam yang bertugas mengemudi dengan cepat turun dan membukakan pintu mobil untuk sang Don.

Salvatore melangkah keluar terlebih dahulu. Tubuh tegapnya berdiri kokoh di bawah naungan lampu-lampu mansion yang hangat. Pria itu kemudian mengulurkan tangan tegapnya ke dalam mobil, menyambut tangan mungil Kiyora dengan jemari yang terbuka penuh penghormatan.

Kiyora menatap uluran tangan itu sejenak, lalu tersenyum centil. Ia meletakkan tangan mungilnya di atas telapak tangan Salvatore. "Terima kasih, Om Mafia pengawal ekslusif yang sangat aw aw aw," bisiknya menggoda membuat Salvatore menyembunyikan senyumnya.

Namun, baru saja kaki mungil Kiyora menyentuh lantai marmer pelataran mansion, sebuah suara melengking dan bernada santai mendadak membahana dari arah pintu utama rumah, memecah keheningan malam!

"Ooo ... ini makanan pilanha Milo? Kok cantik kali?! Kemalen citu bilang kayak mucang, belbohong kau yah?!"

"Heuh? Kerdil?" gumam Kiyora syok melihat bocah menggemaskan itu yang tengah meliriknya tajam.

"APA? KELDIIIIIL? MILO ... KELDIIIIIIL?!"

"Eh?!"

______________________

Kerdil kata Alaura/Kiyora🤣🤣

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

ssiikkaatttt., Onty Jum mendukung'mu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-08-04

8

faridah ida

faridah ida

mungkin waktu masih kecil Salvatore di jodohkan dengan Kiyora , maka nya dia selalu bilang milik nya ..

2026-08-04

1

jumirah slavina

jumirah slavina

Kailllll., Kamu d'katain keq papan kuburannnnn

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-08-04

4

lihat semua
Episodes
1 Jantung Yang Hilang
2 Mengganti Pengantin
3 Ratuku
4 Kediaman Salvatore
5 Milo Emillion
6 Kael—Salvatore?
7 Kelakuan Istri Kecil Sang Don
8 Setresnya Sang Don
9 Alergi Alaura?
10 Keraguan Yang Datang
11 Pemeriksaan
12 Perlahan Demi Perlahan
13 Topeng Kepolosan
14 Cukuran
15 Merancang Rencana
16 Menyusup
17 Kerinduan Seorang Ibu
18 Peperangan
19 Khawatir
20 Salah Paham Akibat Milo
21 Berbagi Kamar
22 Kabur
23 Alaura?
24 Kesedihan Kiyora
25 Halusinasi?
26 Liciknya Roman
27 Terancam
28 Siapa Yang Berani Melukai Wanitaku?
29 Membawa Sang Ratu Kembali
30 Mencoba Percaya
31 Akhirnya, Dapat!
32 Misi Selesai
33 Anak?
34 Tak Bisa Menahan
35 Perasaan Seorang Ibu
36 Menyelidiki
37 Menjadi Milikmu, Seutuhnya~
38 Salah?
39 Hasil DNA
40 Om ... Berubah
41 Sikap Dingin Salvatore
42 Kesedihan Kiyora
43 Belanja Ala Thea
44 Tak Asing
45 Penolakan Salvatore
46 Panik
47 Bagaimana Jika Dia hamil?
48 Sudah Datang Bulan?
49 Kebimbangan Salvatore
50 Bersenang-senang
51 Yang Sebenarnya Terjadi
52 Putri Yang Hilang
53 Keadaan Hati Ibu & Putrinya
54 Wilayah Musuh
55 Tendangan Maut Kiyora
56 Rencana Penyerangan
57 Lapar Tengah Malam
58 Merajuk
59 Mual-Mual
60 Positif
61 Mama
62 Keanehan Salvatore
63 Kode Merah
64 Menjemput
65 Pertempuran Sengit
66 Sabar Sebentar, Sayang
67 Ini Mommy, Nak
68 Berhasil Pergi
69 Kekalahan Salvatore
70 Putri Kecil Yang Kembali
71 Kebahagiaan D'alterio
72 Akan Jadi Kakek
73 Melepaskan D'Angelo
74 Istriku Hamil?
75 5 Bulan
76 Sosok Misterius
77 Kelakuan Milo
78 Aku Butuh Waktu~
79 Salvatore?
80 Jaga Dirimu Dan Bayi Kita
81 Diam-diam~
82 Ceraikan Putriku!
83 Kesedihan Kiyora
84 Melahirkan
85 Lahirnya Baby Girl
86 Kepasrahan Hati
87 BODEL GEMAAAAAAS DISINI
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Jantung Yang Hilang
2
Mengganti Pengantin
3
Ratuku
4
Kediaman Salvatore
5
Milo Emillion
6
Kael—Salvatore?
7
Kelakuan Istri Kecil Sang Don
8
Setresnya Sang Don
9
Alergi Alaura?
10
Keraguan Yang Datang
11
Pemeriksaan
12
Perlahan Demi Perlahan
13
Topeng Kepolosan
14
Cukuran
15
Merancang Rencana
16
Menyusup
17
Kerinduan Seorang Ibu
18
Peperangan
19
Khawatir
20
Salah Paham Akibat Milo
21
Berbagi Kamar
22
Kabur
23
Alaura?
24
Kesedihan Kiyora
25
Halusinasi?
26
Liciknya Roman
27
Terancam
28
Siapa Yang Berani Melukai Wanitaku?
29
Membawa Sang Ratu Kembali
30
Mencoba Percaya
31
Akhirnya, Dapat!
32
Misi Selesai
33
Anak?
34
Tak Bisa Menahan
35
Perasaan Seorang Ibu
36
Menyelidiki
37
Menjadi Milikmu, Seutuhnya~
38
Salah?
39
Hasil DNA
40
Om ... Berubah
41
Sikap Dingin Salvatore
42
Kesedihan Kiyora
43
Belanja Ala Thea
44
Tak Asing
45
Penolakan Salvatore
46
Panik
47
Bagaimana Jika Dia hamil?
48
Sudah Datang Bulan?
49
Kebimbangan Salvatore
50
Bersenang-senang
51
Yang Sebenarnya Terjadi
52
Putri Yang Hilang
53
Keadaan Hati Ibu & Putrinya
54
Wilayah Musuh
55
Tendangan Maut Kiyora
56
Rencana Penyerangan
57
Lapar Tengah Malam
58
Merajuk
59
Mual-Mual
60
Positif
61
Mama
62
Keanehan Salvatore
63
Kode Merah
64
Menjemput
65
Pertempuran Sengit
66
Sabar Sebentar, Sayang
67
Ini Mommy, Nak
68
Berhasil Pergi
69
Kekalahan Salvatore
70
Putri Kecil Yang Kembali
71
Kebahagiaan D'alterio
72
Akan Jadi Kakek
73
Melepaskan D'Angelo
74
Istriku Hamil?
75
5 Bulan
76
Sosok Misterius
77
Kelakuan Milo
78
Aku Butuh Waktu~
79
Salvatore?
80
Jaga Dirimu Dan Bayi Kita
81
Diam-diam~
82
Ceraikan Putriku!
83
Kesedihan Kiyora
84
Melahirkan
85
Lahirnya Baby Girl
86
Kepasrahan Hati
87
BODEL GEMAAAAAAS DISINI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!