Milo Emillion

​Sementara di kediaman Whitmore, Roman dan keluarga kecilnya tengah duduk merenung di ruang tengah. Roman tampak mengisap rokok elektriknya perlahan, lalu mengembuskan asapnya tebal-tebal ke udara demi menenangkan pikirannya yang kacau. Namun tiba-tiba, sebuah suara jeritan melengking merusak keheningan.

​"HIIIIH! KOK ANAK LUSUH ITU SIH YANG JADI ISTRI TUAN SALVATORE?! AKU UDAH MEMBAYANGKAN HIDUP ENAK SAMA DIA, GAK MISKIN SUSAH LAGI!" teriak Selena histeris. Ia mengacak-acak rambutnya yang tadinya dicepol rapi dan menatap gaun pengantinnya yang kini sudah berantakan.

​Melihat tingkah putrinya, Roman hanya memutar bola matanya malas. "Baguslah kalau gadis lusuh itu yang jadi istrinya. Asal kamu tahu ya, Selena ... harusnya kamu itu bersyukur," ucap Roman seraya membenarkan posisi duduknya.

​"Pa! Sebentar lagi kita keluar dari kemiskinan ini! Tapi Papa ...,"

​"Tuan Salvatore itu kejam. Papa gak yakin dia membawa Kiyora untuk dinikahi secara berdampingan. Paling hanya dijadikan pemuas nafsu, atau paling tidak jadi makanan buayanya. Dia tak sebodoh itu untuk menikahi wanita dari kalangan bawah. Dia pasti memilih wanita yang setara dengannya," potong Roman santai.

​Ucapan dingin Roman membuat Rika mengerutkan keningnya dalam-dalam. Rasa terkejut bercampur horor menjalar di benaknya.

​"Kamu udah tahu kayak gitu dan kamu jadiin putri kita tumbal demi uang lima miliar itu?!" pekik Rika dengan mata membelalak sempurna.

​Roman tak langsung menjawab. Ia kembali mengisap rokoknya dalam-dalam. Mendengar kebenaran pahit itu, Selena melangkah mendekati sang papa dengan tatapan tak percaya. Air matanya hampir menetes akibat murka.

​"Papa! Bener yang Mama bilang?! Papa tega buat aku mati di tangan mafia itu demi uang lima miliar?!" pekik Selena penuh amarah.

​"Apa sih?! Lagian kamu gak jadi nikah kan sama Tuan Salvatore? Kiyora yang gantiin kamu nikah sama mafia itu, dan utang kita lunas! Dia yang dijadikan makanan buaya oleh Tuan Salvatore, dan kamu? Tinggal nikmatin hidup!" ucap Roman tanpa rasa bersalah sedikit pun.

​Namun, Selena yang sudah sangat kesal langsung berteriak kencang meluapkan kekecewaannya. "Nikmatin hidup dari mana?! Kakek hanya meninggalkan rumah ini sebagai warisan! Tak ada harta apa pun lagi, dan Papa hanya pengangguran!" pekik Selena tajam sebelum berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya dengan langkah bersungut-sungut.

​Rika menghela napas panjang dan berat. Ia menatap suaminya dengan tatapan penuh selidik dan kecurigaan. "Mana sertifikat rumah ini? Mau aku simpan agar kamu tidak mencari gara-gara lagi."

​Roman tidak menyahut. Ia kembali mengisap rokoknya, melepas pandangan lurus ke depan dengan raut wajah tanpa dosa.

​"Gak ada. Udah ku gadai."

​"APA?! GILA KAMU YA!" teriak Rika histeris hingga suaranya menggema ke seluruh sudut rumah.

​Sementara itu, Selena yang mendengar perdebatan panas dari dalam kamarnya hanya bisa menutup kedua telinganya rapat-rapat. Ia menarik kasar rambutnya, meratapi nasibnya sebelum akhirnya membuka mata kembali dengan kilatan mata serakah.

​"Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang tanpa harus susah-susah bekerja?" desisnya tajam.

​.

​.

​.

​.

​Sangat berbanding terbalik dengan kekacauan di rumah Whitmore, kehangatan dan kemewahan justru menyelimuti kediaman Salvatore.

​Di dalam ruang makan megah yang beraroma vanila dan kayu manis, Kiyora tengah duduk manis. Di hadapannya, tersaji secangkir teh hangat yang masih berasap serta beraneka ragam hidangan penutup manis yang sangat menggugah selera. Namun, suasana hangat itu sedikit terusik oleh sosok bocah menggemaskan di seberang meja yang seolah-olah sedang menguasai seluruh ruangan.

​Salvatore sendiri hanya diam memperhatikan Kiyora, menatap wajah polos gadis itu dengan binar mata yang sulit diartikan.

​"Makanlah, aku sediakan ini semua untukmu," ucap Salvatore lembut.

​Bukannya senang, Kiyora justru menatap tumpukan kue itu dengan alis berkerut penuh curiga.

"​Jangan-jangan ... aku disuruh makan banyak biar gemuk terus bisa dikasih ke hewan peliharaan dia? Mungkin aku bakal dijadikan makanan singa? Oh astaga, tidak mungkin kan?!" batin Kiyora menjerit panik, membayangkan nasibnya yang mengenaskan.

​Di saat Kiyora sibuk berprasangka buruk, bocah menggemaskan di hadapannya melirik tajam ke arah Salvatore. Pipi bocah itu mengembung lucu karena mulutnya penuh dengan donat cokelat.

​"Heh Angkel bucuk! Kenapa pulang bawa bidadali, pilanha Milo jadinya makan apa malam ini hah?! Makan cinta? Nda kenyaaaaang!" pekiknya heboh, membuat fokus Kiyora seketika teralih padanya.

​Kiyora mengedipkan matanya polos. "Dia keponakanmu?" tanya Kiyora pelan sambil menunjuk bocah itu dengan jari mungilnya.

​"Dia Milo Emillion, anak dari kakakku," jawab Salvatore tenang.

​"Kakak?" gumam Kiyora mengulang.

​"Kakak angkat, lebih tepatnya."

​Kiyora mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang sepi. "Mana dia?"

​"Meninggal di peperangan mafia. Yang tersisa hanyalah anaknya," balas Salvatore datar namun menyimpan duka yang tersamar.

​Salvatore kemudian meraih sebuah donat berselimut gula halus, lalu menyodorkan dan menabrakkannya pelan tepat di depan bibir Kiyora. Gadis itu menatap donat pemberian Salvatore, lalu beralih menatap wajah tampan pria itu dengan mata bulat yang mendadak berkaca-kaca dan bibir mencebik sedih.

​"Kenapa anak sekecil itu punya nasib yang buruk ... Kenapa tidak Om gadai saja dia, biar ada keluarga mampu yang membelinya?" ucap Kiyora polos tanpa dosa.

​Salvatore seketika menaikkan sebelah alisnya, terperangah mendengarkan pemikiran absurd gadis di sampingnya.

​"HEH CEMBALANGAN!" pekik Milo tidak terima.

​Meskipun masih kecil, bocah itu mengerti arti kata gadai. Milo langsung melempar tatapan protes yang tajam pada sang paman.

​"Kacihkan dia ke pilanha milo!" seru Milo menunjuk Kiyora dengan donat di tangannya.

​"Kamu saja yang Uncle kasih ke si Piranha," balas Salvatore santai.

​"HEH! OLANG TUA CETELES!" amuk Milo melotot heboh, memicu gelak tawa terselubung di dalam mansion yang biasanya dingin itu.

________________________________

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

biar Kamu gendut., buat d'korban kn pas Ied Adha

🤣🤣

2026-08-04

10

jumirah slavina

jumirah slavina

diam Sale... d i a m m m !!!!
berisik Kamu !!!

2026-08-04

5

Nurhayati

Nurhayati

thor ni anak bkn anak nya marco kan? salvatore tu nm blkang marco klo dak salah

2026-08-04

0

lihat semua
Episodes
1 Jantung Yang Hilang
2 Mengganti Pengantin
3 Ratuku
4 Kediaman Salvatore
5 Milo Emillion
6 Kael—Salvatore?
7 Kelakuan Istri Kecil Sang Don
8 Setresnya Sang Don
9 Alergi Alaura?
10 Keraguan Yang Datang
11 Pemeriksaan
12 Perlahan Demi Perlahan
13 Topeng Kepolosan
14 Cukuran
15 Merancang Rencana
16 Menyusup
17 Kerinduan Seorang Ibu
18 Peperangan
19 Khawatir
20 Salah Paham Akibat Milo
21 Berbagi Kamar
22 Kabur
23 Alaura?
24 Kesedihan Kiyora
25 Halusinasi?
26 Liciknya Roman
27 Terancam
28 Siapa Yang Berani Melukai Wanitaku?
29 Membawa Sang Ratu Kembali
30 Mencoba Percaya
31 Akhirnya, Dapat!
32 Misi Selesai
33 Anak?
34 Tak Bisa Menahan
35 Perasaan Seorang Ibu
36 Menyelidiki
37 Menjadi Milikmu, Seutuhnya~
38 Salah?
39 Hasil DNA
40 Om ... Berubah
41 Sikap Dingin Salvatore
42 Kesedihan Kiyora
43 Belanja Ala Thea
44 Tak Asing
45 Penolakan Salvatore
46 Panik
47 Bagaimana Jika Dia hamil?
48 Sudah Datang Bulan?
49 Kebimbangan Salvatore
50 Bersenang-senang
51 Yang Sebenarnya Terjadi
52 Putri Yang Hilang
53 Keadaan Hati Ibu & Putrinya
54 Wilayah Musuh
55 Tendangan Maut Kiyora
56 Rencana Penyerangan
57 Lapar Tengah Malam
58 Merajuk
59 Mual-Mual
60 Positif
61 Mama
62 Keanehan Salvatore
63 Kode Merah
64 Menjemput
65 Pertempuran Sengit
66 Sabar Sebentar, Sayang
67 Ini Mommy, Nak
68 Berhasil Pergi
69 Kekalahan Salvatore
70 Putri Kecil Yang Kembali
71 Kebahagiaan D'alterio
72 Akan Jadi Kakek
73 Melepaskan D'Angelo
74 Istriku Hamil?
75 5 Bulan
76 Sosok Misterius
77 Kelakuan Milo
78 Aku Butuh Waktu~
79 Salvatore?
80 Jaga Dirimu Dan Bayi Kita
81 Diam-diam~
82 Ceraikan Putriku!
83 Kesedihan Kiyora
84 Melahirkan
85 Lahirnya Baby Girl
86 Kepasrahan Hati
87 BODEL GEMAAAAAAS DISINI
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Jantung Yang Hilang
2
Mengganti Pengantin
3
Ratuku
4
Kediaman Salvatore
5
Milo Emillion
6
Kael—Salvatore?
7
Kelakuan Istri Kecil Sang Don
8
Setresnya Sang Don
9
Alergi Alaura?
10
Keraguan Yang Datang
11
Pemeriksaan
12
Perlahan Demi Perlahan
13
Topeng Kepolosan
14
Cukuran
15
Merancang Rencana
16
Menyusup
17
Kerinduan Seorang Ibu
18
Peperangan
19
Khawatir
20
Salah Paham Akibat Milo
21
Berbagi Kamar
22
Kabur
23
Alaura?
24
Kesedihan Kiyora
25
Halusinasi?
26
Liciknya Roman
27
Terancam
28
Siapa Yang Berani Melukai Wanitaku?
29
Membawa Sang Ratu Kembali
30
Mencoba Percaya
31
Akhirnya, Dapat!
32
Misi Selesai
33
Anak?
34
Tak Bisa Menahan
35
Perasaan Seorang Ibu
36
Menyelidiki
37
Menjadi Milikmu, Seutuhnya~
38
Salah?
39
Hasil DNA
40
Om ... Berubah
41
Sikap Dingin Salvatore
42
Kesedihan Kiyora
43
Belanja Ala Thea
44
Tak Asing
45
Penolakan Salvatore
46
Panik
47
Bagaimana Jika Dia hamil?
48
Sudah Datang Bulan?
49
Kebimbangan Salvatore
50
Bersenang-senang
51
Yang Sebenarnya Terjadi
52
Putri Yang Hilang
53
Keadaan Hati Ibu & Putrinya
54
Wilayah Musuh
55
Tendangan Maut Kiyora
56
Rencana Penyerangan
57
Lapar Tengah Malam
58
Merajuk
59
Mual-Mual
60
Positif
61
Mama
62
Keanehan Salvatore
63
Kode Merah
64
Menjemput
65
Pertempuran Sengit
66
Sabar Sebentar, Sayang
67
Ini Mommy, Nak
68
Berhasil Pergi
69
Kekalahan Salvatore
70
Putri Kecil Yang Kembali
71
Kebahagiaan D'alterio
72
Akan Jadi Kakek
73
Melepaskan D'Angelo
74
Istriku Hamil?
75
5 Bulan
76
Sosok Misterius
77
Kelakuan Milo
78
Aku Butuh Waktu~
79
Salvatore?
80
Jaga Dirimu Dan Bayi Kita
81
Diam-diam~
82
Ceraikan Putriku!
83
Kesedihan Kiyora
84
Melahirkan
85
Lahirnya Baby Girl
86
Kepasrahan Hati
87
BODEL GEMAAAAAAS DISINI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!