BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah

Empat zombie mengelilingi Thomas dengan langkah kaku dan geraman lapar. Thomas tidak menunggu mereka menyergap. Bagi seorang pemburu yang sudah terbiasa bergerak di bayang-bayang kejahatan, mengambil inisiatif adalah kunci utama keselamatan.

TAP!

Thomas melesat maju menuju zombie terdekat—zombi tersebut adalah seorang wanita bergaun merah yang lehernya sudah koyak. Dengan kecepatan refleks yang terlatih, ia mengayunkan machete-nya secara horisontal.

CRAAK!

Bilah baja tebal itu menebas leher sang zombie wanita bergaun merah itu hingga putus total. Kepala mayat hidup itu melayang di udara sebelum terjun bebas ke tanah, sementara tubuhnya tumbang tanpa daya ke tanah setelah Thomas tendang.

Tanpa menghentikan momentum, Thomas memutar tubuhnya 180 derajat. Zombie kedua—seorang pria berbadan besar mengenakan kemeja lengan panjang yang sudah robek di beberapa tempat dan banyak bekas gigitan berusaha menerkam punggungnya dari belakang. Thomas menebas diagonal dari bahu kiri hingga menembus rusuk kanan. Darah hitam pekat membuncah, membasahi rompi taktis Thomas, namun langkahnya tak terhentikan.

Dua zombie tersisa mencoba maju bersamaan. Thomas melangkah mundur setengah tindak, membiarkan jemari kaku mereka menggapai angin hampa, lalu dengan dua tebasan cepat secara bergantian sehingga jika orang lain melihat tebasannya akan berbentuk seperti huruf 'X', ia membelah kedua tengkorak monster itu hingga hancur.

THUD! THUD!

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, empat mayat hidup tergeletak tak bernyawa di sekitar kaki Thomas.

Ia berdiri tegak di tengah genangan darah hitam yang berbau busuk. Napasnya tetap teratur, jantungnya berdetak tenang. Thomas menyapu pandangan ke sekeliling. Jalanan di luar SMA Fujimi kini telah berubah menjadi neraka kecil. Mobil-mobil saling bertabrakan, kepulan asap membumbung tinggi, dan suara jeritan manusia yang dikoyak hidup-hidup oleh para zombie menggema dari segala penjuru.

KRRRIIIINGGG!

Lonceng darurat SMA Fujimi berbunyi nyaring, disusul oleh suara teriakan histeris dari balik pagar beton sekolah. Thomas melirik ke arah gedung utama. Dari jendela-jendela lantai atas, ia bisa melihat para siswa siswi berlarian panik di koridor, saling dorong dan menumbalkan teman mereka sendiri demi menyelamatkan diri.

"Aplikasi nyata dari sifat alami manusia," gumam Thomas dingin.

Ia tahu betul bahwa di dalam gedung itu, alur cerita utama Highschool of the Dead sedang berjalan. Komplotan karakter utama—Takashi Komuro, Rei Miyamoto, Saeko Busujima, Saya Takagi, Kohta Hirano, dan suster Shizuka Marikawa—pasti sedang berjuang menerobos kepungan mayat hidup di koridor sekolah.

Thomas melangkah menuju pintu gerbang besi SMA Fujimi yang terbuka lebar. Ia memegang machete-nya erat-erat, membiarkan tetesan darah busuk menetes dari ujung bilahnya.

Ia tidak melangkah masuk ke sekolah itu untuk menjadi pahlawan yang disanjung, ataupun penyelamat yang mengharapkan ucapan terima kasih. Thomas masuk karena ia membutuhkan kendaraan besar—seperti bus sekolah yang ada di parkiran meskipun itu cuma alasan—alasan sebenarnya adalah Thomas ingin memastikan bahwa semua 'pemeran utama' keluar dari sekolah sesuai jalurnya sebelum ia memisahkan diri.

GGRRR...

Tiga zombie berpakaian seragam siswa SMA Fujimi menghadang di pintu masuk gedung utama. Thomas menatap mata mereka yang mati tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Penghalang kecil," bisik Thomas.

Dengan satu gerakan mantap, ia menerjang masuk ke dalam gedung sekolah, siap membuka jalan berdarah di antara koridor yang penuh jeritan.

Episodes
1 BAB 1: Uang Berdarah dan Rumah di Atas Awan
2 BAB 2: Awal dari Kegilaan dan Darah Pertama
3 BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah
4 BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi
5 BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran
6 BAB 6 Pengusiran Di dalam Bus
7 BAB 7 Kembali Ke Benteng Baja
8 BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
9 BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru
10 BAB 10 Informasi Baru
11 BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian
12 BAB 12 Nilai Sebuah Kerajaan Di Atas Bukit
13 BAB 13 Bayangan Di Luar Pagar
14 BAB 14 Jeritan Di Pondok Kayu
15 BAB 15 Perburuan
16 BAB 16 Puncak Tier 2
17 BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi
18 BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir
19 BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai
20 Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
21 BAB 21 Penyatuan Sel Abadi
22 BAB 22 Tinju Sang Predator
23 BAB 23 Kembali Ke Benteng
24 BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit
25 BAB 25 Serangga Di Terowongan Bawah Tanah
26 Bab 26 Keputusasaan Di Dasar Beton
27 BAB 27 Bayang Pedang Dan Penghambaan Sang Pendekar
28 BAB 28 Hirarki Baru Dan Pembersihan Sisa-Sisa
29 BAB 29 Kepunahan Para Penyintas
30 BAB 30 Penyerbuan
31 BAB 31 Tahta Diatas Reruntuhan
32 BAB 32 Sinyal Militer
33 BAB 33 Jejak Dokter Medis
34 BAB 34 Teror Dalam Tidur Dan Bangunnya Sang Dokter
35 BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang
36 BAB 36 Badai Menerjang Perbatasan Utara
37 BAB 37 Sisa-Sisa Harapan Yang Membusuk
38 Bab 38 Esensi Sapi Mutan
39 Bab 39 Kedamaian Di Bawah Naungan Sang Penguasa
40 BAB 40 Tujuh Aliansi
41 BAB 41 Penaklukan Batalyon Penjara Berdarah
42 BAB 42 Dewan Perang Dan Kehadiran Sang Bencana
43 BAB 43 Persiapan Perang
44 BAB 44 Gemuruh Fajar dan Penyergapan Udara
45 BAB 45 Neraka Bawah Tanah
46 BAB 46 Kelahiran Sang Raja
47 BAB 47 Benturan Predator Puncak
48 BAB 48 Evolusi Dua Pelayan
49 BAB 49 Kembali Ke Permukaan
50 BAB 50 Neraka Rawa Timur dan Pembantaian para Penguasa
51 BAB 51 Lahirnya Kekaisaran Sang Tirani
52 BAB 52 Pesta Coy
53 BAB 53 Percikan Dendam Dari Sudut Kelam
54 BAB 54 Pengorbanan Berdarah Dan Rencana Parasit
55 BAB 55 Panggilan Samudra
56 BAB 56 Pembersihan Berdarah
57 BAB 57 Menerjang Badai
58 BAB 58 Aliansi Dalam Kegelapan Dan Pasukan Parasit Baru
59 BAB 59 Jejak Pertama Di Benua Utara
60 BAB 60 Puing-Puing Benteng Dan Invasi Lautan Parasit
61 BAB 61 Duel Iblis Di Atas Lautan Bangkai
62 BAB 62 Bayangan Di Benua Utara Dan Panggilang Takhta
63 BAB 63 Pintu Gerbang Arsitek Dan Pertumpahan Darah Di Kubah Es
64 BAB 64 Kepulangan Sang Tirani dan Bayangan Pembalasan
65 BAB 65 Kepunahan Sang Parasit Dan Penghakiman
66 BAB 66 Kekaisaran Baru Dan Era Dominasi
67 BAB 67 Pangglan Dari Kedalaman Purba
68 BAB 68 Badai Parasit
69 BAB 69 Kebangkitan Bentuk Origin
70 BAB 70 Terobosan Ke Tier 6
71 BAB 71 Deklarasi Perang Aliansi Tiga Benua
72 BAB 72 Strategi Diatas Takhta Obsidian
73 BAB 73 Bencana Di Garis Pantai
74 BAB 74 Tarian Pedang Berdarah Di Langit
75 BAB 75 Sabotase
76 BAB 76 Tembok Zamrud Dan Kegagalan Senjata Utama
77 BAB 77 Turunnya Para Pemimpin Aliansi
78 BAB 78 Kedatangan Sang Penguasa
79 BAB 79 Pembantaian Para Pemimpin
80 BAB 80 Penobatan Kekaisaran Abadi
81 EPILOG
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1: Uang Berdarah dan Rumah di Atas Awan
2
BAB 2: Awal dari Kegilaan dan Darah Pertama
3
BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah
4
BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi
5
BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran
6
BAB 6 Pengusiran Di dalam Bus
7
BAB 7 Kembali Ke Benteng Baja
8
BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
9
BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru
10
BAB 10 Informasi Baru
11
BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian
12
BAB 12 Nilai Sebuah Kerajaan Di Atas Bukit
13
BAB 13 Bayangan Di Luar Pagar
14
BAB 14 Jeritan Di Pondok Kayu
15
BAB 15 Perburuan
16
BAB 16 Puncak Tier 2
17
BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi
18
BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir
19
BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai
20
Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
21
BAB 21 Penyatuan Sel Abadi
22
BAB 22 Tinju Sang Predator
23
BAB 23 Kembali Ke Benteng
24
BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit
25
BAB 25 Serangga Di Terowongan Bawah Tanah
26
Bab 26 Keputusasaan Di Dasar Beton
27
BAB 27 Bayang Pedang Dan Penghambaan Sang Pendekar
28
BAB 28 Hirarki Baru Dan Pembersihan Sisa-Sisa
29
BAB 29 Kepunahan Para Penyintas
30
BAB 30 Penyerbuan
31
BAB 31 Tahta Diatas Reruntuhan
32
BAB 32 Sinyal Militer
33
BAB 33 Jejak Dokter Medis
34
BAB 34 Teror Dalam Tidur Dan Bangunnya Sang Dokter
35
BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang
36
BAB 36 Badai Menerjang Perbatasan Utara
37
BAB 37 Sisa-Sisa Harapan Yang Membusuk
38
Bab 38 Esensi Sapi Mutan
39
Bab 39 Kedamaian Di Bawah Naungan Sang Penguasa
40
BAB 40 Tujuh Aliansi
41
BAB 41 Penaklukan Batalyon Penjara Berdarah
42
BAB 42 Dewan Perang Dan Kehadiran Sang Bencana
43
BAB 43 Persiapan Perang
44
BAB 44 Gemuruh Fajar dan Penyergapan Udara
45
BAB 45 Neraka Bawah Tanah
46
BAB 46 Kelahiran Sang Raja
47
BAB 47 Benturan Predator Puncak
48
BAB 48 Evolusi Dua Pelayan
49
BAB 49 Kembali Ke Permukaan
50
BAB 50 Neraka Rawa Timur dan Pembantaian para Penguasa
51
BAB 51 Lahirnya Kekaisaran Sang Tirani
52
BAB 52 Pesta Coy
53
BAB 53 Percikan Dendam Dari Sudut Kelam
54
BAB 54 Pengorbanan Berdarah Dan Rencana Parasit
55
BAB 55 Panggilan Samudra
56
BAB 56 Pembersihan Berdarah
57
BAB 57 Menerjang Badai
58
BAB 58 Aliansi Dalam Kegelapan Dan Pasukan Parasit Baru
59
BAB 59 Jejak Pertama Di Benua Utara
60
BAB 60 Puing-Puing Benteng Dan Invasi Lautan Parasit
61
BAB 61 Duel Iblis Di Atas Lautan Bangkai
62
BAB 62 Bayangan Di Benua Utara Dan Panggilang Takhta
63
BAB 63 Pintu Gerbang Arsitek Dan Pertumpahan Darah Di Kubah Es
64
BAB 64 Kepulangan Sang Tirani dan Bayangan Pembalasan
65
BAB 65 Kepunahan Sang Parasit Dan Penghakiman
66
BAB 66 Kekaisaran Baru Dan Era Dominasi
67
BAB 67 Pangglan Dari Kedalaman Purba
68
BAB 68 Badai Parasit
69
BAB 69 Kebangkitan Bentuk Origin
70
BAB 70 Terobosan Ke Tier 6
71
BAB 71 Deklarasi Perang Aliansi Tiga Benua
72
BAB 72 Strategi Diatas Takhta Obsidian
73
BAB 73 Bencana Di Garis Pantai
74
BAB 74 Tarian Pedang Berdarah Di Langit
75
BAB 75 Sabotase
76
BAB 76 Tembok Zamrud Dan Kegagalan Senjata Utama
77
BAB 77 Turunnya Para Pemimpin Aliansi
78
BAB 78 Kedatangan Sang Penguasa
79
BAB 79 Pembantaian Para Pemimpin
80
BAB 80 Penobatan Kekaisaran Abadi
81
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!