BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi

Genangan darah tebal dan aroma amis memuakkan menyambut Thomas begitu melangkahkan kaki melewati pintu kaca utama gedung SMA Fujimi. Suasana di dalam sungguh seperti neraka di bumi. Lantai marmer putih yang dulunya bersih berkilau kini licin tertutup genangan darah segar, ceceran organ dalam, dan beberapa buku pelajaran yang terinjak-injak. Suara jeritan histeris, histeria ketakutan, serta deburan pintu yang dihantam bertubi-tubi bergema riuh menembus lorong-lorong bangunan.

GGRRRRR...!

Tiga zombie berseragam sekolah yang tadinya membelakangi pintu langsung menoleh begitu mendengar derak langkah kaki Thomas. Dengan rahang meneteskan darah dan mata putih keruh tanpa kehidupan, ketiganya menerjang maju secara bersamaan. Koridor yang sempit membuat pergerakan mereka tumpang tindih.

Thomas tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Matanya melirik cepat mengamati pola gerak monster-monster itu.

"Sangat tidak teratur, bergantung penuh pada dorongan dorongan lapar," batin Thomas menganalisis.

Ia mengambil posisi kuda-kuda kokoh. Begitu zombie pertama—seorang siswa pria dengan leher robek setengah—menjangkau jarak tebas, Thomas mengayunkan machete baja perisainya melintang horizontal dari kiri ke kanan dengan daya tekan maksimal.

CRAAAK!

Bilah baja tebal bercat hitam itu memotong rahang bawah hingga menembus leher sang zombie. Kepala monster itu terlempar menabrak dinding, memercikkan darah hitam yang pekat.

Tanpa membiarkan momentumnya berhenti, Thomas memanfaatkan putaran tubuhnya untuk menarik kembali parang, lalu menancapkannya tepat di tengah-tengah dahi zombie kedua yang mencoba merangkul pinggangnya.

THUK!

Tengkorak zombie itu retak hebat. Thomas menendang dada mayat hidup itu dengan sepatu bot militernya agar bilah parang yang tertancap bisa terlepas dengan cepat.

Zombie ketiga—seorang siswi yang tangannya sudah patah terkulai—berusaha menggigit kakinya dari bawah. Thomas melangkah satu tindak ke samping, mengangkat kaki kanannya, lalu menghantamkan tumit sepatu botnya ke atas kepala zombie tersebut dengan kekuatan penuh.

CRUNCH!

Kepala zombie itu hancur berantakan seperti semangka matang yang dijatuhkan dari lantai tiga. Otak dan cairan busuk menyembur membasahi lantai marmer.

Thomas berdiri tegak, menyapu pandangannya ke sepanjang koridor utama. Di ujung lorong, puluhan siswa dan siswi berlarian tanpa arah. Beberapa di antara mereka sengaja mendorong teman di sampingnya hingga terjatuh agar dijadikan umpan bagi kerumunan zombie yang mengejar dari belakang.

"Manusia..." gumam Thomas dengan senyum sinis yang sangat tipis di balik masker taktisnya. "Ketika ilusi peradaban runtuh, binatang di dalam diri kalian langsung keluar tanpa tersisa."

Di dunia lama, anak-anak muda ini mungkin sibuk memikirkan penampilan, kepopuleran di sekolah, siapa yang paling tampan, atau siapa gadis paling cantik di kelas. Namun saat ini, di tengah koridor berdarah ini, kecantikan seorang siswi idola tidak ada harganya sama sekali. Gadis-gadis cantik yang biasanya dipuja-puja kini menangis tersedu-sedu di sudut lantai, merangkak memohon pertolongan kepada siapa saja, hanya untuk diabaikan atau disepak oleh siswa lain yang berusaha menyelamatkan nyawanya sendiri.

Kedudukan, kepopuleran, kekayaan orang tua—semuanya menguap menjadi sampah yang tak berguna dalam hitungan menit. Hanya ada satu hukum yang berlaku sekarang: yang kuat dan berdarah dingin yang bertahan hidup.

Thomas melangkah maju menelusuri koridor, melangkahi mayat-mayat yang berserakan. Setiap ada zombie yang mendekat atau mencoba menghalangi jalannya, parang bajanya berayun dengan presisi mematikan. Satu tebasan, satu nyawa tewas. Efisiensi pergerakan Thomas sungguh luar biasa; tidak ada tenaga yang dibuang sia-sia, tidak ada emosi yang mencemari keputusannya.

Tiba-tiba, suara benturan keras dari arah tangga tengah menarik perhatiannya.

CLANG! CLANG! BANG!

Suara tebasan tombak kayu, tembakan paku pneumatik, serta dentuman tongkat kendo bergema nyaring bercampur dengan teriakan instruksi seorang pria.

Thomas memperlambat langkahnya, merapatkan tubuh ke dinding koridor seraya mengintip ke arah tangga utama. Di sana, sekelompok siswa sedang bertarung sengit menahan gempuran belasan zombie yang mengepung mereka dari dua arah.

Thomas mengenali wajah-wajah itu seketika.

Seorang pemuda berambut acak-acakan memegang tombak buatannya dari tongkat pel dan pisau komando—Takashi Komuro. Di sampingnya berdiri seorang gadis cantik berambut cokelat dengan kuncir dua yang memegang tombak sungguhan dengan sisa-sisa keberanian—Rei Miyamoto.

Tidak jauh dari mereka, seorang siswi senior berambut ungu panjang mengayunkan bokken (pedang kayu) dengan teknik keahlian pedang yang luar biasa mematikan—Saeko Busujima. Lalu ada pemuda bertubuh gempal yang dengan mahir menembakkan paku-paku tajam menggunakan pistol paku modifikasi—Kohta Hirano, serta siswi kacamata berambut merah muda yang bertindak memberi perintah—Saya Takagi.

"Ah, para 'pemeran utama'..." bisik Thomas dingin dari balik kegelapan lorong.

Mereka bertarung dengan kepanikan yang terkoordinasi, didorong oleh tekad keagungan moral dan rasa saling melindungi yang naif. Thomas menatap mereka bukan dengan rasa kagum, melainkan dengan pandangan seorang pemburu yang sedang menilai mangsanya.

Kelompok itu berhasil bertahan untuk sementara, namun jumlah zombie yang datang dari arah lantai atas terus bertambah. Jalur menuju pintu keluar parkiran bus terancam tertutup sepenuhnya.

Thomas memegang erat gagang machete-nya yang licin oleh darah. Ia memutuskan untuk bergerak maju. Bukan untuk menjadi bagian dari kelompok mereka, melainkan untuk menggunakan keberadaan mereka sebagai instrumen pelancar rencananya menuju bus sekolah.

Episodes
1 BAB 1: Uang Berdarah dan Rumah di Atas Awan
2 BAB 2: Awal dari Kegilaan dan Darah Pertama
3 BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah
4 BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi
5 BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran
6 BAB 6 Pengusiran Di dalam Bus
7 BAB 7 Kembali Ke Benteng Baja
8 BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
9 BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru
10 BAB 10 Informasi Baru
11 BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian
12 BAB 12 Nilai Sebuah Kerajaan Di Atas Bukit
13 BAB 13 Bayangan Di Luar Pagar
14 BAB 14 Jeritan Di Pondok Kayu
15 BAB 15 Perburuan
16 BAB 16 Puncak Tier 2
17 BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi
18 BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir
19 BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai
20 Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
21 BAB 21 Penyatuan Sel Abadi
22 BAB 22 Tinju Sang Predator
23 BAB 23 Kembali Ke Benteng
24 BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit
25 BAB 25 Serangga Di Terowongan Bawah Tanah
26 Bab 26 Keputusasaan Di Dasar Beton
27 BAB 27 Bayang Pedang Dan Penghambaan Sang Pendekar
28 BAB 28 Hirarki Baru Dan Pembersihan Sisa-Sisa
29 BAB 29 Kepunahan Para Penyintas
30 BAB 30 Penyerbuan
31 BAB 31 Tahta Diatas Reruntuhan
32 BAB 32 Sinyal Militer
33 BAB 33 Jejak Dokter Medis
34 BAB 34 Teror Dalam Tidur Dan Bangunnya Sang Dokter
35 BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang
36 BAB 36 Badai Menerjang Perbatasan Utara
37 BAB 37 Sisa-Sisa Harapan Yang Membusuk
38 Bab 38 Esensi Sapi Mutan
39 Bab 39 Kedamaian Di Bawah Naungan Sang Penguasa
40 BAB 40 Tujuh Aliansi
41 BAB 41 Penaklukan Batalyon Penjara Berdarah
42 BAB 42 Dewan Perang Dan Kehadiran Sang Bencana
43 BAB 43 Persiapan Perang
44 BAB 44 Gemuruh Fajar dan Penyergapan Udara
45 BAB 45 Neraka Bawah Tanah
46 BAB 46 Kelahiran Sang Raja
47 BAB 47 Benturan Predator Puncak
48 BAB 48 Evolusi Dua Pelayan
49 BAB 49 Kembali Ke Permukaan
50 BAB 50 Neraka Rawa Timur dan Pembantaian para Penguasa
51 BAB 51 Lahirnya Kekaisaran Sang Tirani
52 BAB 52 Pesta Coy
53 BAB 53 Percikan Dendam Dari Sudut Kelam
54 BAB 54 Pengorbanan Berdarah Dan Rencana Parasit
55 BAB 55 Panggilan Samudra
56 BAB 56 Pembersihan Berdarah
57 BAB 57 Menerjang Badai
58 BAB 58 Aliansi Dalam Kegelapan Dan Pasukan Parasit Baru
59 BAB 59 Jejak Pertama Di Benua Utara
60 BAB 60 Puing-Puing Benteng Dan Invasi Lautan Parasit
61 BAB 61 Duel Iblis Di Atas Lautan Bangkai
62 BAB 62 Bayangan Di Benua Utara Dan Panggilang Takhta
63 BAB 63 Pintu Gerbang Arsitek Dan Pertumpahan Darah Di Kubah Es
64 BAB 64 Kepulangan Sang Tirani dan Bayangan Pembalasan
65 BAB 65 Kepunahan Sang Parasit Dan Penghakiman
66 BAB 66 Kekaisaran Baru Dan Era Dominasi
67 BAB 67 Pangglan Dari Kedalaman Purba
68 BAB 68 Badai Parasit
69 BAB 69 Kebangkitan Bentuk Origin
70 BAB 70 Terobosan Ke Tier 6
71 BAB 71 Deklarasi Perang Aliansi Tiga Benua
72 BAB 72 Strategi Diatas Takhta Obsidian
73 BAB 73 Bencana Di Garis Pantai
74 BAB 74 Tarian Pedang Berdarah Di Langit
75 BAB 75 Sabotase
76 BAB 76 Tembok Zamrud Dan Kegagalan Senjata Utama
77 BAB 77 Turunnya Para Pemimpin Aliansi
78 BAB 78 Kedatangan Sang Penguasa
79 BAB 79 Pembantaian Para Pemimpin
80 BAB 80 Penobatan Kekaisaran Abadi
81 EPILOG
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1: Uang Berdarah dan Rumah di Atas Awan
2
BAB 2: Awal dari Kegilaan dan Darah Pertama
3
BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah
4
BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi
5
BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran
6
BAB 6 Pengusiran Di dalam Bus
7
BAB 7 Kembali Ke Benteng Baja
8
BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
9
BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru
10
BAB 10 Informasi Baru
11
BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian
12
BAB 12 Nilai Sebuah Kerajaan Di Atas Bukit
13
BAB 13 Bayangan Di Luar Pagar
14
BAB 14 Jeritan Di Pondok Kayu
15
BAB 15 Perburuan
16
BAB 16 Puncak Tier 2
17
BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi
18
BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir
19
BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai
20
Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
21
BAB 21 Penyatuan Sel Abadi
22
BAB 22 Tinju Sang Predator
23
BAB 23 Kembali Ke Benteng
24
BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit
25
BAB 25 Serangga Di Terowongan Bawah Tanah
26
Bab 26 Keputusasaan Di Dasar Beton
27
BAB 27 Bayang Pedang Dan Penghambaan Sang Pendekar
28
BAB 28 Hirarki Baru Dan Pembersihan Sisa-Sisa
29
BAB 29 Kepunahan Para Penyintas
30
BAB 30 Penyerbuan
31
BAB 31 Tahta Diatas Reruntuhan
32
BAB 32 Sinyal Militer
33
BAB 33 Jejak Dokter Medis
34
BAB 34 Teror Dalam Tidur Dan Bangunnya Sang Dokter
35
BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang
36
BAB 36 Badai Menerjang Perbatasan Utara
37
BAB 37 Sisa-Sisa Harapan Yang Membusuk
38
Bab 38 Esensi Sapi Mutan
39
Bab 39 Kedamaian Di Bawah Naungan Sang Penguasa
40
BAB 40 Tujuh Aliansi
41
BAB 41 Penaklukan Batalyon Penjara Berdarah
42
BAB 42 Dewan Perang Dan Kehadiran Sang Bencana
43
BAB 43 Persiapan Perang
44
BAB 44 Gemuruh Fajar dan Penyergapan Udara
45
BAB 45 Neraka Bawah Tanah
46
BAB 46 Kelahiran Sang Raja
47
BAB 47 Benturan Predator Puncak
48
BAB 48 Evolusi Dua Pelayan
49
BAB 49 Kembali Ke Permukaan
50
BAB 50 Neraka Rawa Timur dan Pembantaian para Penguasa
51
BAB 51 Lahirnya Kekaisaran Sang Tirani
52
BAB 52 Pesta Coy
53
BAB 53 Percikan Dendam Dari Sudut Kelam
54
BAB 54 Pengorbanan Berdarah Dan Rencana Parasit
55
BAB 55 Panggilan Samudra
56
BAB 56 Pembersihan Berdarah
57
BAB 57 Menerjang Badai
58
BAB 58 Aliansi Dalam Kegelapan Dan Pasukan Parasit Baru
59
BAB 59 Jejak Pertama Di Benua Utara
60
BAB 60 Puing-Puing Benteng Dan Invasi Lautan Parasit
61
BAB 61 Duel Iblis Di Atas Lautan Bangkai
62
BAB 62 Bayangan Di Benua Utara Dan Panggilang Takhta
63
BAB 63 Pintu Gerbang Arsitek Dan Pertumpahan Darah Di Kubah Es
64
BAB 64 Kepulangan Sang Tirani dan Bayangan Pembalasan
65
BAB 65 Kepunahan Sang Parasit Dan Penghakiman
66
BAB 66 Kekaisaran Baru Dan Era Dominasi
67
BAB 67 Pangglan Dari Kedalaman Purba
68
BAB 68 Badai Parasit
69
BAB 69 Kebangkitan Bentuk Origin
70
BAB 70 Terobosan Ke Tier 6
71
BAB 71 Deklarasi Perang Aliansi Tiga Benua
72
BAB 72 Strategi Diatas Takhta Obsidian
73
BAB 73 Bencana Di Garis Pantai
74
BAB 74 Tarian Pedang Berdarah Di Langit
75
BAB 75 Sabotase
76
BAB 76 Tembok Zamrud Dan Kegagalan Senjata Utama
77
BAB 77 Turunnya Para Pemimpin Aliansi
78
BAB 78 Kedatangan Sang Penguasa
79
BAB 79 Pembantaian Para Pemimpin
80
BAB 80 Penobatan Kekaisaran Abadi
81
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!